Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 106 Bahaya Mengintai


__ADS_3

"Memang siapa yang melarang?? mau gue pacaran sama ibu-ibu kek, apa urusannya denganmu?? sebaiknya kamu urus saja masalahmu...tidak usah ikut campur urusan orang yang bukan menjadi urusanmu!!" geram Juan melihat kemunculan Kanaya dan Cindy di depannya dan Tyas yang membuat rusak mood nya aja.


"Siapa sih mereka beb??" tanya Tyas yang juga heran dengan kemunculan kedua gadis remaja itu.


"Teman sekolahku!!" kata Juan.


"Seperti cewek yang berambut ikal itu suka padamu ya beb!!" goda Tyas pada kekasihnya yang sedang sensitif itu.


"Apaan sih...kamu kurang percaya apa lagi sih beb kalau aku itu cintanya cuma sama kamu dan Fifah!!" sungut Juan.


"Iya sayang, aku percaya kok!!" kata Tyas sambil memeluk Juan membuat dua gadis di hadapannya bertambah keki.


"Ayo Naya...aku muak melihat kemesraan kedua orang di depan kita ini!!" ujar Cindy sambil menarik tangan Kanaya.


"Ya pergilah kalian mengganggu orang lagi bermesraan saja!!" umpat Juan.


**********


Nyai Sambang duduk di pendopo ditemani oleh Syarif dan adik-adiknya.


"Syarif, nenek mengucapkan banyak terima kasih karena dengan bantuanmu akhirnya nenek bisa kembali kejalan yang benar." Kata Nyai Sambang yang tampak bahagia bersama dengan cucu-cucunya.


"Kami juga senang nenek bisa berkumpul dengan kami lagi di sini!!! semoga nenek betah tinggal bersama kami di sini.


"Ki Badra...satu hal yang aku takutkan adalah kembalinya Ki Badra untuk mencari dan membunuhku dan guruku itu tak pernah main-main dengan ancamannya!!" gumam Nyai Sambang.


"Apa yang bibi lamunkan??" tanya Salman pada kakak tiri mertuanya itu.


"Bibi nggak usah khawatir, kami semua di sini akan berusaha untuk melindungi bibi!!" kata Salman.


Sementara di tempat lain...


"Keparat kamu Sambang!! berani-beraninya kamu berkhianat dariku, tidak kah kamu takut pada akibatnya jika berani melanggar perjanjianmu dan aku??" kata Ki Badra yang masih berusaha mengobati luka-lukanya pasca bertarung dengan Syarif kemarin.


"Cucunya Abdullah itu memag sangat hebat, tak heran kakeknya pun sangat hebat!! seandainya kemarin aku tidak melarikan diri, mungkin aku sudah mati di tangannya!! dasar bocah sialan!!" rutuk Ki Badra.


************


"Akhirnya bibi sadar juga!!" kata Sasha yang sedang menunggui bi Titin yang demam dan mengigau sejak kemarin.

__ADS_1


Mereka tak berani membawa kerumah sakit takut bi Titin malah kenapa-napa, hanya Tyas yang ikut membantu merawatnya dan mengobatinya.


"Iya bu alhamdulillah!!" kata bi Titin perlahan.


"Sekarang apa yang bi Titin rasakan?? apakah masih pusing??" tanya Tyas yang sedang menensi tekanan darah bi Titin.


"Titin?? siapa itu Titin, bu??" tanya bi Titin bingung.


"Namanya bibi kan Titin??" kata Sasha.


"Nama saya Vhia bu bukan Titin!!" kata nya lagi.


"Berarti bibi sudah ingat semuanya??" tanya bu Ratna ikut menghampiri.


"Ya ingatlah bu, non Shinta dan Alma putrinya...non Shinta?? non Shinta sudah tidak ada...dia rela tertembak demi melindungi bibi dan putrinya." sahut bi Titin yang bernama asli Vhia itu.


"Siapa yang telah tega menembak kalian bertiga bi??" tanya Sasha.


"Mereka adalah Alex pacar non Chintia saudara kembar non Shinta bersama dengan tuan Pedro."


"Waktu itu kami bertiga melihat penembakan pak Alvian kakak pak Alfath lalu jasadnya mereka buang kejurang tapi tidak ditemukan sampai saat ini!! lalu untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka, kamipun menjadi sasaran mereka."


"Tidak heran non Chintia sering bersikap kasar pada Alma, itu semata untuk melindungi bocah itu dan mereka beranggapan Chintia tak pernah peduli pada keponakannya itu." Cerita bi Vhia mengagetkan mereka semua yang ada di situ.


"Tapi bi, versi mas Alfath bahwa saudaranya itu meninggal saat dia masih duduk di bangku SMA jauh sebelum dia mengenal Shinta...mana yang benar ceritanya, bi??" tanya Sasha bingung.


"Yang meninggal pada saat den Alfath SMA itu bukan den Alvian melainkan hanya orang yang mirip Alvian dan semenjak itu Alvian yang asli menghilangkan diri seolah benar-benar meninggal tetapi kelompok Pedro rupanya juga menyadari yang mereka tembak saat itu bukan Alvian asli lalu mereka terus mencari tau."


"Sampai pada kejadian den Alfath meniduri non Shinta dan dari hasil hubungan mereka lahirlah Alma."


"Kami bertiga malam itu yang melihat mereka menembak den Alvian yang asli dan membuangnya ke jurang sehinggga kami pun turut dikejar-kejar untuk menghilangkan jejak kejahatan mereka!!" Bi Vhia mengakhiri ceritanya.


"Jika begitu ceritanya, mending bibi tetap berpura-pura hilang ingatan agar bibi dan Alma tetap selamat dari kejaran kelompok mereka!!" Tyas ikut memberi saran.


"Maksud ibu saya harus tetap berpura-pura menjadi bi Titin, begitu??" tanya bi Vhia.


"Tepat sekali bi, ini semua untuk keselamatan bibi dan Alma!! karena saya yakin mereka di luar sana sedang berusaha untuk menemukan bibi dan Alma." Kata Sasha.


"Apakah mas Alfath dan keluarganya tau bahwa kakak Alfath itu belum ditemukan jenazahnya??" tanya Sasha pada bi Vhia.

__ADS_1


"Sepertinya belum tau bu, mereka hanya berpikir anak pertama tuan Alfredo itu kecelakaan dan mobilnya masuk kedalam jurang dan jasadnya hangus terbakar di dasar jurang sana!!" kata bi Vhia.


"Kasihan ayah, ibu dan mas Alfath, aku berharap kak Alvian masih hidup di luar sana dan mereka bisa bertemu dan bersama lagi suatu hari nanti!! ucap Sasha.


****************


"Perasaan sejak tadi mobilku ini ada yang mengikuti ya??" gumam Alfath sambil sebentar-sebentar melirik kearah kaca spionnya.


"Mobil hitam metalik itu...siapa sih mereka dan mau apa maksudnya mengikuti mobil ku??" gumam Alfath lagi.


"Coba aku menaikan kecepatan mobilku, "apakah mereka mengejarku atau tidak." Kata Alfath.


Ternyata semakin Alfath melaju kencang...semakin laju pula mobil di belakang itu mengejarnya.


"Apa yang mereka inginkan dariku?? sebaiknya aku menelpon Rudi asistenku sekalian aku share lokasi tempat aku berada sekarang."


TUUT...TUUT


"Sialan...mengapa setiap kali dibutuhkan, Rudi selalu tidak bisa dihubungi sih??" geram Alfath.


Di dalam paniknya tiba-tiba dia teringat pada Vallen adik angkatnya itu.


Alfath tau Vallen juga diberi fasilitas sebuah ponsel oleh ibunya. Dengan cepat Alfath mencari nomor Vallen dan menghubunginya.


Panggilan pertama tak terangkat...


"Ayolah Vallen, angkatlah bang Alfath membutuhkan bantuanmu.


Pada panggilan kedua panggilan itu kemudian tersambung...


📱"Vallen, tolong abang Vallen, abang dalam bahaya ada sebuah mobil yang berwarna hitam terus mengikuti abang, mungkin mereka berniat jahat pada abang.


*


*


***Bersambung....


Bagaimana nasib Alfath selanjutnya?? mampukah Vallen datang untuk menolong??

__ADS_1


Jangan lupa ikuti terus kisah mereka selanjutya?? dan jangan lupa dukungannya ya reader!!🙏🙏


__ADS_2