Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 110 Pertarungan Sengit


__ADS_3

"Fathir kenapa menangis terus, mbak??" tanya Tyas sambil menggendong Afifah yang hari ini akan berulang tahun yang pertama.


Sasha menoleh pada Tyas dan Afifah sambil terus membujuk Fathir.


"Wah cantiknya Putri Mutiara Afifah!! lihat Fathir...Afifah cantik banget!!" kata Sasha menyebutkan nama lengkap Afifah.


"Entahlah, Yas...sejak tadi Fathir menangis terus, dan perasaanku sebenarnya sejak pagi juga nggak enak!!" gumam Sasha.


"Iya, Juan pun berkali-kali kuhubungi tak menjawab panggilanku!!" ucap Tyas.


"Kalau itu sih salahmu, kenapa pacaran dengan bocah kelas 3 SMA!!" kata Sasha sambil tertawa.


"Mbak Sasha sudah menelpon ibunya Alfath kah??" tanya Tyas.


Sementara Sasha menghubungi ibu mertuanya, Tyas bermain dengan Fathir dan Afifah.


Tak lama Sasha keluar kamar dengan panik.


"Mas Alfath tadi pagi meminta ibu agar Vallen bersiap-siap karena Juan akan menjemputnya, terus mereka pergi dan sampai sekarang mereka belum kembali!!" kata Sasha cemas dan Tyas pun juga ikut-ikutan cemas sekarang.


"Kemana sebenarnya mereka pergi??" desis Sasha.


'Mas Alfath juga sebenarnya mulai kemarin seperti menyembunyikan suatu masalah tapi saat mbak tanya, mas Alfath bilang tak ada apa-apa!!" kata Sasha.


"Sama mbak, Juan pun tadi pagi sewaktu mengantarkan kue dari mommy Santi tampak gelisah tidak seperti biasanya." Kata Tyas.


Sementara itu...


"Kakakku seorang intel dari kepolisian??" ah...nggak mungkinlah!! kakakku adalah seorang pengusaha yang menjalankan bisnisnya di dalam dan di luar negeri!!" tapi begitu mendengar Alex yang telah membunuh kakaknya, Alfath keluar juga dari dalam mobil dengan murka.


"Keparat kamu Alex, maju sini kita tentukan apakah kamu memang sehebat mulut besarmu!!" tantang Alfath.


"Kamu tak usah membantuku Juan, cukup kamu awasi aja takutnya si licik ini bermain licik menyuruh anak buahnya membokong dari belakang!!" ujar Alfath.


"Mari kita bermain Alex...akan kuperlihatkan sisi gelap dari diriku yang selama ini sudah kutinggalkan!!" kata Alfath tiba-tiba wajahnya berubah menjadi dingin.


Alfath menyerang Alex terlebih dahulu. Laki-laki itu tampak kaget dengan jurus yang di keluarkan Alfath, sangat cepat dan berbahaya.


Juan dan Kei Lan pun tampak terkesima, di balik sosok Alfath yang kebapakan dan sosok suami yang teramat menyayangi keluarganya, tersembunyi satu sosok yang keras dan kuat.


"Awas kalian jangan ada yang berani ikut campur kalau masih sayang nyawa kalian!!" gertak Juan.


Pertempuran antara Pedro dengan sosok Kyai Abdullah dan Badai juga terlihat semakin seru.


Hingga satu pukulan Badai berhasil memukul tubuh asli Pedro hingga jatuh terpental dan muntah darah.

__ADS_1


Dengan cepat Pedro duduk bersila dan berkomat kamit seperti melafatkan sesuatu.


Tiba-tiba cuaca berubah menjadi mendung, halilintar bersahutan di angkasa, deru angin bergulung semakin menambah seramnya suasana.


Asap hitam bergulung entah dari mana datangnya dan semakin lama semakin jelas membentuk sesosok tubuh.


Sosok tubuh tinggi berjubah hitam muncul. Dia membuka penutup kepalanya dan tampaklah wajah seorang pria muda berusia sekitar 25 tahunan.


"Bukan main...ternyata kau Malidan!!" ucap Kyai Abdullah.


"Kyai Abdullah kenal siapa dia??" bisik Badai.


"Namanya Malidan, dia putra pangeran Bintan yang hidup pada zaman Mataram Kuno, keluarganya habis terbunuh oleh musuh dan menyisakan Malidan yang hidup dalam kebencian dan dendam lalu bersekutu dengan iblis untuk membalas dendam."


"Rupanya kehidupan abadi begitu mendominannya hingga dia kini ingin selamanya dengan mendirikan sekte sesatnya."


"Mataram Kuno itu kalau tidak salah sekitar tahun 700 an masehi Kyai, jadi usia pemuda itu sebenarnya sudah lebih 1000 tahun??" kata Badai.


Malidan tertawa mengekeh. Suaranya menggema seperti datang dari dasar sumur yang dalam.


"Kamu masih mengenaliku Abdullah?? puluhan tahun kamu kucari tak kusangka kamu menyembunyikan rohmu dalam tubuh seorang balita." Kata Malidan.


Sejak dulu aku ingin membunuhmu karena aku tau kamu pasti akan berusaha untuk menggagalkan rencana besarku!!" ucap Malidan.


"Puluhan tahun lalu aku hampir memusnahkanmu, Malidan seandainya saja waktu itu aku langsung memusnahkanmu!!" kata Kyai Abdullah.


"Sayangnya hatimu yang penuh welas asih malah membiarku hidup, Kyai...seandainya dulu kamu membunuhku tentu kamu tak usah capek-capek menitis ke tubuh bocah itu!!" kekeh Malidan si pangeran kegelapan.


Kini Badai harus menghadapi Pedro dan Kyai Abdullah menghadapi Malidan.


"Kei, koh Juan akan membantu Badai menghadapi Pedro yang licik...kamu bantu awasi bang Alfath ya!!" pesan Juan pada Kei Lan.


"Siap koh!!!" kata Kei Lan.


Alfath benar, sisi liarnya yang selama ini sudah tak lagi diperlihatkannya semenjak menikah dengan Sasha dan punya anak, kini Alex telah membangunkan singa tidur dengan mengungkapkan tentang kebenaran soal kematian kakaknya.


Tiba-tiba...


DOR...DOR...


Alfath kaget saat Alex tersungkur ke tanah mandi darah saat dadanya di tembak oleh seseorang.


Alfath menoleh keasal suara tembakan itu.


Di sana berdiri seorang laki-laki memakai masker dan mengenakan topi.

__ADS_1


"Siapa orang itu??" pikir Alfath.


Pedro melihat adiknya telah ditembak oleh seseorang jadi mengamuk dan ingin meninggalkan area pertarungannya dengan Badai yang dibantu oleh Juan.


"Eitsss...kamu mau pergi kemana, Pedro??" tanya Badai menyeringai.


"Minggir kalian bocah ingusan??" teriak Pedro sambil membagi pukulan dan tendangannya untuk Badai dan Juan.


"Wooowww...tidak segampang itu meninggalkan kami Pedro!! sebelum kamu meninggalkan nyawamu di sini!!" ejek Badai.


Pedro mengamuk membuat Badai dan Juan sedikit kewalahan. Sementara orang bermasker dan bertopi serta menggunakan mantel itu mendekati mereka.


"Kenapa aku sepertinya mengenal orang itu, tetapi siapa ya??" pikir Alfath.


"Kita berjumpa kembali Alex!!" desis orang itu.


"Si...siapa ka...mu??" desis Alex menahan rasa sakitnya.


"Kamu sungguh tak mengenalku walaupun malaikat maut hampir menjemputmu??" tanya orang itu.


Perlahan dia membuka topi dan masker yang dia kenakan.


"Bang Alvian???" teriak Alfath tak percaya saat tau abang kandungnya itu masih hidup setelah menghilang selama sepuluh tahun lamanya.


"Hai Alfath...sudah dewasa kamu sekarang??" kata Alvian tetapi matanya masih mengawasi Alex yang terbaring di tanah.


Alvian melangkah mendekati Alex dan menginjak dadanya.


"Sudah waktunya kamu pergi keakherat menghadap malaikat maut Alex...sudah terlalu banyak dosa dan kesalahan yang telah kamu perbuat selama ini!!" ucap Alvian dingin.


Mata Alex membulat melihat musuh bebuyutannya itu masih hidup dan masih segar bugar setelah sepuluh tahun berlalu.


"Mau apa kamu keparat!!" sentak Alex tersengal-sengal.


"Aku menikmati detik-detik kematianmu, Alex!! seperti kamu dulu menikmati keadaanku yang tengah sekarat." Ujar Alvian menyunggingkan seringai mautnya.


Alex yang sudah terluka tampak semakin ketakutan saat Alvian semakin mendekat bak malaikat maut siap menjemput nyawanya!!


*


*


***Bersambung...


Bagaimana kisah selanjutnya?? jangan lupa untuk selalu mengikuti kisahnya ya reader🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2