
Tak jauh dari mereka si empunya makam sedang berdiri menatap Sasha dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Ali...aku tidak tau, apakah aku bisa memaafkan perbuatan kalian atau tidak...rasa sakit itu masih menusuk dalam hatiku!!" air mata Sasha berlinangan tertiup angin sore yang semakin dingin itu....
"Sha...kita ini hanya manusia, Allah saja Maha pemaaf...masa kita umatnya ngga bisa memaafkan?? buang semua rasa sakit hatimu dan ikhlaskan, biarkan Ali dan Rina pergi ketempat yang seharusnya mereka tuju...kasihan jika terlalu lama di dunia ini karena urusan mereka ngga kelar-kelar...ntar Ali sama Rina lupa jalan menuju akherat nanti!!" kata Yusuf yang ikut berjongkok di samping Sasha.
Hik...hik...hik
Akhirnya ego gadis manis itu runtuh juga.
"Kamu tau, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, tapi mengapa kamu mendua di belakangku??"
"Jika aku ada salah, jika aku ada kekurangan, kamu bisa langsung katakan agar aku bisa segera intropeksi diri, bukan dengan cara mendua di belakangku!!"
"Aku ingin membencimu agar kamu tidak bisa segera melanjutkam perjalananmu karena apa?? karena aku ngga ikhlas kamu tinggalin aku dengan cara yang seperti ini!!"
"Aku terlalu sayang, Li...walaupun aku kecewa karena kamu dan dia selama ini telah banyak membohongi aku!!"
"Kenapa Li...kenapa kamu harus berbohong?? jika kamu tidak berbohong tentu kamu tidak akan mati dengan cara seperti ini!!"
"Sekarang pergilah kalian berdua...aku muak dengan kalian berdua...pergilah dan tidak usah lagi kembali walaupun hanya dalam bentuk seperti kutu ayam sekalipun!!
Huffttt...
Ha...ha....ha
Yusuf tak dapat lagi menahan tawanya mendengar ucapan Sasha yang sedikit nyeleneh.
Sasha yang sedang asyik menangis dan Ali yang berdiri di samping Sasha dengan wujudnya yang tak kelihatan menjadi heran dan tidak mengerti apa sebenarnya yang lucu dan ditertawakan oleh pemuda itu.
"Heh...kampret...mengapa kamu tertawa?? apanya yang lucu?? kamu menertawakan pacarku, ya??" kata Ali kesal sambil mendorong ujung kakinya kepantat Yusuf dan mencongkelnya.
"Aduh..."
Sontak Yusuf terlonjak dan terduduk di tanah karena kaget.
"Apa sih, Li?? siapa juga yang menertawakan pacarmu!!" kata Yusuf masih menyimpan seringai tawanya.
"Ali??? dia ada di sini??" gumam Sasha sambil menyusut air matanya.
"Suf, bisa kah aku berkomunikasi dengannya??" pinta Sasha.
Yusuf memandang dulu pada Ali meminta persetujuannya.
Yusuf mendekat keaerah Sasha, lalu dia menekankan jempolnya diantara pertengahan dahi Sasha lalu mengusap kedua mata gadis itu.
"Aku tidak mau jadi juru bahasa kalian, kalian saling berkomunikasilah sendiri...Sasha kamu bisa melihat sosok Ali paling lama tiga menit, manfaatkanlah waktu itu sebaik mungkin!!" kata Yusuf Darmawan.
__ADS_1
"Sha...."
Sasha menoleh pada Ali yang berdiri di sampingnya.
Sasha ingin menyentuhnya tetapi Ali menghindar.
"Jangan sentuh dia Sha, kamu sentuhpun percuma karena kamu hanya akan memegang angin!!" kata Yusuf membuat Sasha semakin terpukul.
"Aku kangen, Li!!" suara Sasha sudah serak karena menangis sejak tadi.
"Aku tau, Sha...karena aku selalu menemani kamu menangis di sepanjang malam sebelum kamu tidur!!" kata Ali juga sedih.
"Aku makin tersiksa dan merasa sangat berdosa, Sha...berdosa karena telah menduakanmu dan tersiksa karena merasa bersalah telah membuatmu selalu menangisi pendosa sepertiku!!"
"Andai aku bisa memutar waktu, Sha...akan aku abaikan taruhan konyol itu...karena taruhan konyol itulah maka membuatku terpisah dan harus meninggalkanmu selamanya!!" kata Ali.
Sosok itupun ikut menangis melihat kekasihnya menangis.
"Aku sudah memaafkanmu, Li...pergilah kamu dan Rina...semoga kalian tenang di alam sana!!" kata Sasha setelah berusaha meredakan gejolak perasaan dalam hatinya.
Sosok yang berdiri jauh dari mereka tampak tersenyum bahagia. Perlahan penampilan awut-awutan dan wajah serta tubuh yang penuh darah kembali bersih seperti sedia kala.
"Terima kasih Sasha sahabatku...maafkan aku sekali lagi yang telah menyakiti hati orang sebaik dirimu!!" kata arwah Rina perlahan lalu menghilang seperti asap yang tertiup angin.
"Aku juga mau pamit, Sha...semoga di lain kehidupan kita bisa bertemu dan dipersatukan sebagai pasangan kekasih lagi, titip Sasha ya Suf...aku percaya kamu akan menjaganya dengan baik!!" lalu Ali pun turut lenyap dari pandangan meninggalkan Sasha dan Yusuf berdua di tempat.
Sasha masih terisak tak percaya bahwa Ali kini benar-benar telah pergi meninggalkan dia untuk selamanya.
"Hari sudah semakin sore, sebentar lagi sore akan berganti dengan senja...tak baik kita berada di area pemakaman saat sudah jam-jam seperti ini!!" lalu Yusuf berdiri dan diikuti oleh Sasha lalu mereka kembali kearea parkiran.
"Suf...terima kasih ya!!" kata Sasha pelan sambil berjalan menunduk.
"Untuk semua nasehatmu dan untuk waktu yang telah kamu berikan agar aku bisa bertemu lagi dengan Ali walaupun hanya sesaat."
"Biasa aja kali, Sha...bukankah kita sebagai sesama mahluk hidup harus saling tolong menolong??" kata Yusuf.
Yusuf mengambil motornya sementara Sasha diam berdiri mematung menatap nisan Ali yang masih kelihatan dari arah pelataran parkir.
"Ayo naik Sha!!" kata Yusuf Darmawan.
Lalu mereka berdua berlalu meninggalkan area pemakaman.
Sepanjang perjalanan tak ada satu percakapanpun yang terjalin antara mereka.
Sasha masih sangat sedih saat dia bertemu dengan Ali tadi.
"Sha, kita sudah sampai!!" kata Yusuf mengagetkan lamunan Sasha.
__ADS_1
"Oh, terima kasih ya Suf...." kata Sasha.
"Kamu mau mampir dulu??" tawar Sasha.
"Ngga usah Sha sudah sore, lain kali aja ya...Assalamualaikum....!!" lalu Yusuf pamit langsung pergi.
"Waalaikum salam," jawab Sasha.
"Sha...kamu baik-baik aja kan nak??" tanya ibu Ratna.
Tadi sepulang sekolah Tyas sudah melaporkan ke budenya bahwa Sasha pergi mengunjungi makam Ali dan Rina.
Setelah melihat Sasha pulang dalam keadaan lesu, ibu Ratna langsung memberondong Sasha dengan pertanyaan.
"Sasha baik aja kok, bu...cuma lelah saja!!" jawab Sasha.
"Kamu mandilah bersihkan seluruh badanmu lalu sholat ashar dan langsung makan!!" kata bu Ratna.
"Tyas mana bu??" tanya Sasha karena tidak melihat Tyas di dalam rumah.
"Tidur di rumahnya...katanya dia kangen kamarnya sebab sudah tiga hari dia nginep di sini terus!!" jawab ibu Ratna.
"Memangnya ayah sama paklek pulangnya kapan sih, bu??" tanya Sasha.
"Kan masih dua hari lagi, Sha....!!' jawab ibunya.
Sasha langsung mandi tetapi setelah selesai mandi dia sadar bahwa dia lupa membawa handuk.
"Aduhhh dasar Sasha pikun...kenapa setiap kali mandi pasti lupa bawa handuk??" gerutu Sasha.
"Bu...ibu...tolongin Sasha ambilkan handuk, dong!!" teriak Sasha.
Sepi...tiba-tiba pintu kamarnya diketuk. Sasha berpikir itu pastu ibunya yang membawakan handuk untuknya.
Diulurkannya tangan kanannya untuk menerima handuk itu.
"Terima kasih bu, maaf merepotkan!!" seru Sasha dari dalam kamar mandi sambil cengengesan.
Sepi....
Tak ada jawaban atau suara apapun!!!
*
*
****Bersambung....
__ADS_1
Mengapa ibu Ratna kok diam saja ya???
Jangan lupa untuk selalu mengikuti kelanjutan ceritanya ya reader...terima kasih😊😊🙏🙏