
"Mas Anjar dan Tyas sebenarnya tidak salah apapun padaku, tetapi mereka adalah orang terdekat Sasha...selama Sasha belum ditemukan, merekalah yang jadi mainanku, Ratna, Tio, dan Ridwan tak terkecuali tak akan luput dari pembalasanku."
"Sampai kamu rasakan sakitnya orang yang kita sayangi direbut oleh orang lain!!" Sari terus tersenyum sambil memainkan jimat yang ada di lehernya.
********
Alfath sudah kembali ceria lagi. Sudah dua hari ini semenjak dua bulan kehilangan calon istri dan bayinya membuat Alfath seperti orang gila.
"Mas jangan melakukan Video call jika di kantor ya...adek takut orang itu tau kalau adek masih hidup dan kita masih berhubungan." Pesan Sasha pada Alfath.
"Dek, bagaimana dengan kandunganmu?? bagaimana dengan bayi kita??" tanya Alfath.
"Alhamdulillah baik mas!!" kata Sasha.
"Mas, pak Kyai berpesan juga pesan Yusva, perbanyaklah dzikir dan sholat mas jangan sampai bolong-bolong supaya bisa membentengi diri mas dari gangguan yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan."
"Mas, apa di kantormu ada menerima karyawan baru lagi??" tanya Sasha menatap wajah tampan ayah dari anak yang di kandungnya itu meski hanya lewat video call!!
"Ada dek, dia di bagian office girl!!" jawab Alfath.
"Mas...!!" Sasha menggantungkan ucapannya.
"Berhati-hatilah dengan dia, jangan makan dan minum apapun yang dia buatkan untuk mas Alfath dan sebisa mungkin jangan menatap matanya!!" pesan Sasha.
"Kenapa begitu dek??" tanya Alfath.
"Pokoknya turuti aja saran Sasha mas, jika tidak maka mas Alfath akan seperti mas Anjar nantinya lupa sama istri dan bayi di dalam kandungan Tyas!!" ucap Sasha menjelaskan panjang lebar.
"Amit...amit...mas ngga mau lah dek...berpikir kesitu aja mas ngga berani membayangkan kok!!" kata Alfath bergidik.
"Sudah sekarang pergi kerja, gih...dan ingat pesan adek!!" sekali lagi Sasha berpesan pada calon suaminya itu.
********
"Sial....sial...."
Umpatan keluar dari mulut Sari Inayah karena belum juga berhasil mendapatkan Alfath dan belum berhasil menemukan keberadaan Sasha.
Setiap kali dia mencoba menerawang dengan ilmu hitam yang dimilikinya, setiap itu juga pandangan matanya terasa sakit dan telinganya terasa berdenyut kadang sampai mengeluarkan darah.
"Ada apa lagi, mba Sari??" tanya Lia adiknya melihat wajah kacau dan kusut sang kakak.
"Mba kesal dek...Alfath belum bisa juga mba Sari taklukan seperti ada sesuatu yang menutupi dan melindungi dia setiap kali mba mau mencoba merapalkan ilmu pelet untuk menggaet hatinya!!" geram Sari.
"Bukannya mba sudah mendapatkan Anjar??" tanya sang adik.
"Tujuan kakak itu Shasa lalu laki-laki di sebelahnya, kalau Anjar hanya jadi batu loncatan saja." Sinis senyum Sari.
__ADS_1
Lia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan kakaknya.
"Hati-hati kak nanti kena batunya lho..." kata Lia sambil berlalu.
"Saatnya kembali beraksi!!" senyum Sari mengembang.
Sari memang sengaja menunggu kedatangan Alfath di dekat pantry sambil mau menebarkan pesonanya.
Mulutnya tak henti membaca mantera pengasihan yang dia pelajari dari Malaysia dulu sewaktu dia masih menjadi TKW.
Tak lama Alfath tiba. Tanpa dilihat siapapun, Rani mengekor dibelakangnya.
"Kuntilanak hidup itu lagi...dasar neneknya kunti!!" gerutu Rani.
"Selamat pagi pak??" Sari membuat suaranya seramah dan seseksi mungkin untuk menarik perhatian Alfath agar mau menoleh padanya.
"Pagi..." Alfath menjawab tanpa menoleh pada Sari lalu menuju ruangannya.
Dia jadi teringat pesan Sasha tadi pagi waktu mereka video call!!"
"Mampus...syukurin...bagus beb!! biar dia ngga keganjenan!!" cibir Rani sambil menjulurkan lidahnya saat melewati Sari.
"Annjjiirrr!!! jangankan ngeliatin aku...noleh aja kagak!!" umpat Sari dalam hatinya.
"Untuk saat ini aku belum ada alasan untuk memecatmu, tapi lihat saja nanti!!" Alfath membatin.
*******
"Ambil cuti??" tanya Anjar.
"Iya mas...tadi pagi Tyas mengantar surat permohonan cutinya!!" kata mereka.
"Oo ya sudah, terima kasih ya mba!!" kata Anjar berlalu.
"Tyas...kamu kemana dek?? di rumah ngga ada, tempat budemu ngga ada, di tempat kerja ngga ada...terus kamu pergi kemana??" Anjar benar-benar frustasi dibuatnya.
Sementara jauh dari tempar Anjar berada...
Dua pasang saudara sepupu yang sedang sama-sama hamil sedang duduk di taman belakang rumah Kyai Hamas.
"Terus bagaimana nasib pernikahanmu, Tyas??" kata Sasha menatap wajah adik sepupunya.
"Aku ngga tau mba...aku benar-benar benci sama mas Anjar...tega sekali dia berselingkuh di belakangku sementara aku lagi membawa gendang kemana-mana!!" kata Tyas sambil terisak.
"Barusan ibu telepon katanya Anjar mencarimu kerumah!!" kata Sasha.
"Biar aja mba, dia yang menalakku nanti saat anak aku lahir, aku yang akan melayangkan gugatan cerai padanya!!" ucap Tyas pelan.
__ADS_1
Sasha tau Tyas masih sangat mencintai suaminya, tapi Sasha juga tau betapa sakitnya kala kesetiaan kita diuji dengan perselingkuhan dan pengkhianatan.
"Jadi selama cuti kamu mau di sini aja??" tanya Sasha.
"Iya....aku nemenin mba Sasha aja di sini!!" jawab Tyas.
"Assalamualaikum, bumil-bumil cantik??" sapa Yusva.
"Waalaikum Salam..."
"Bisa aja kamu Yus, mana aja bumil gini di bilang cantik, kalau gendut sih iya!!" kata Tyas menggerutu.
Yusva hanya tersenyum mendengar gerutuan Tyas.
"Kalian berdua dipanggil sama nyai Hamas, tuh!!" kata Yusva menyampaikan maksud kedatangannya.
Lalu dengan diantar Yusva, mereka menghadap nyai Hamas.
"Nyai memanggil saya??" tanya Sasha dan Tyas.
"Duduklah nak, jangan berdiri-berdiri begitu anggap aja rumah sendiri!!" kata nyai Hamas dengan ramah.
"Lalu mereka bertiga duduk di teras belakang rumah Kyai Hamas yang lumayan luas itu.
Tak lama Kyai Hamas muncul dan ikut duduk bersama mereka.
"Nak Sasha...bukan maksud pak Kyai menahanmu di sini dan tidak memperbolehkanmu pulang, tetapi Yusva pasti sudah cerita bahwa orang yang mengincar nyawamu masih belum yakin bahwa kamu tewas dalam kecelakaan dua bulan yang lalu."
"Iya pak, Yusva sudah bercerita...dan Sasha juga sudah memberitahukan kepada ibu di rumah kok, semoga ibu, ayah dan paklek Ridwan tidak apa-apa!!" jawab Sasha.
"Sejujurnya Sasha sangat takut pak Kyai karena belum tau siapa sebenarnya yang punya niat jahat pada Sasha sekeluarga."
"Kamu kuatkan imanmu kalau bisa sholatmu juga jangan suka bolong-bolong...mintalah perlindungan kepada Allah!!" ujar pak Kyai pada Sasha dan Tyas.
"Apalagi kalian berdua dalam keadaan hamil!!" tegas pak Kyai.
"Tentu banyak sekali sesuatu yang tampak dan tak kasat mata suka mengikuti kalian berdua!!" kata Kyai Hamas lagi.
*********
"Mas Anjar...mas kemana aja sih??? Sari tungguin lho dari tadi, Sari sudah bawakan bekal buat kita makan berdua!!" ucap Sari manja sambil bergelanyut di lengan kekar Anjar.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Bagaimanakah nasib pernikahan Anjar dan Tyas selanjutnya??
Mohon selalu dukungannya ya reader tercinta🙏🙏