Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 50 Rasakan Olehmu


__ADS_3

"Liiaaa..." bentak Sari.


"Kamu ini sebenarnya memihak kepada siapa sih?? kok malah menyudutkan mba kamu ini??" kata Sari kesal pada ucapan adiknya membuat sang adik akhirnya diam dan hanya bisa menggelengkan kepalanya saja.


"Terserah mba Sari aja deh...Lia sebagai adik sudah berusaha untuk memperingatkan mba Sari kalau jalan yang mba Sari tempuh itu adalah jalan yang salah...ingat mba setiap perbuatan pasti ada balasannya...baik yang kita lakukan maka akan mendapatkan balasan yang baik, sebaliknya jahat yang kita lakukan kelak kita juga akan menerima balasannya." Kata Lia lalu berdiri beranjak pergi meninggalkan kakaknya.


"Lia....mau kemana kamu dasar adik durhaka!!" umpat Sari pada adiknya.


"Oh, iya...mereka yang waktu itu datang di resepsi pernikahanku dan membuat ulah dengan menyiram kepala mba Sasha dengan kuah soto...tapi bagaimana dia dan mas Anjar saling mengenal, ya?? atau jauh sebelum menikah denganku mereka sudah saling mengenal dan menjalin hubungan??" kembali hati Tyas merasa sedih dan kecewa karena selama ini telah dibohongi oleh Anjar.


"Aku harus memberi tahu Alfath dan Sasha bahwa selingkuhan suamiku itu ternyata si Sari." Geram Tyas.


**************


"Ayah...kita kerumah calon menantu kita, yuk!! Ibu kangen sama Fathir!!" rengek ibunya Alfath pada Alfredo suaminya.


Valenpun juga tampak menggerakan jari jemarinya seakan menyetujui usulan ibu angkatnya itu.


"Ah, kamu Valen...apapun yang dikatakan oleh ibumu, pasti kamu setuju!!" Alfredo cemberut.


"Kan baru kemarin kita dari sana??" kata Alfredo lagi.


"Mumpung kita belum kembali ke Aussie, yah...nanti jika kita sudah balik susah kita mau bertemu dengan cucu kita lagi!!" kata istrinya.


"Ya...ya...ya...ntar telepon anakmu dulu nanti dia menggerutu lagi jika tidak bersamanya kesana, ibu kan tau Alfath itu jago menggerutu." Ucap sang ayah.


Sementara itu...


Alfath memperhatikan gerak gerik Sari yang seolah mencari perhatiannya yang bolak balik lewat di depan ruangannya seolah sibuk mengerjakan sesuatu.


Tiba-tiba suara ponselnya berdering mengagetkannya.


📱"Assalamualaikum..." Alfath, kamu di kantor atau di rumah??"


Sebuah suara dari ujung sana mengagetkannya.


📱"Waalaikum Salam, aku masih di kantor, kenapaYas??"


📱"Ada yang ingin kubicarakan denganmu dan Sasha, kalau bisa sore ini kamu datanglah kerumah bude Ratna!!"


📱"Oke, baiklah...hari ini aku memang berencana menjenguk Sasha dan putraku!!"


📱"Oh ya sudah...sampai jumpa di sana!!"


Telepon terputus dan Alfath bersiap akan pulang.


"Apa yang akan kamu bicarakan Tyas??" kata Sasha saat hanya tinggal mereka yang duduk di teras.

__ADS_1


"Mba Sasha ingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat kepala mba Sasha disiram kuah soto di resepsi pernikahanku oleh seorang wanita??" tanya Tyas.


"Oohh wanita gila itu??" tanya Sasha.


"Ternyata wanita itulah yang menjadi selingkuhan mas Anjar!!" kata Tyas dengan sorot mata kebencian.


"Apa??" kata Sasha dan Alfath bersamaan.


"Sari??" batin Alfath.


"Kalau tidak salah namanya Sari, apakah Sari yang ini dan Sari yang bekerja di perusahaanku adalah wanita yang sama??" batin Alfath.


"Tidak, Sasha tidak boleh tau...aku ngga mau dia kepikiran...akupun harus mencari bukti perselingkuhan itu agar aku bisa memecat si Sari." kembali Alfath membatin.


"Mas...ada apa ??" tanya Sasha.


"Aku jadi khawatir padamu dan bayi kita!!" kata Alfath.


"Orang seperti itu tidak segan untuk melakukan apapun dan menghalalkan cara apapun untuk mendapatkan keinginannya!!" kata Alfath.


"Iya...walaupun harus menjadi pelakor sekalipun!!" kata Tyas dengan mata berapi-api.


"Mas, adek takut!!" ucap Sasha.


"Sudah kamu ngga usah takut, serahkan saja pada yang Kuasa, kepadaNya kita semua berlindung!!" bisik Alfath menenangkan Sasha.


*************


"Tapi kok serem juga ya di ruang ganti ini kalau sudah jam 7 malam begini??" gumam Sari agak bergidik.


"Itu putih...putih apa ya?? ngga ada angin kok melambai-lambai sendiri??" monolog Sari.


Cepat-cepat Sari berganti pakaian dan buru-buru menuju keluar gedung untuk memesan ojek online.


"Sialan banget nih orang-orang...mas Anjar kutelepon ngga aktif, Lia kutelepon ngga diangkat...paksa deh naik ojek gini caranya!! Sari masih terus menggerutu.


Pos satpam sepi karena dua orang satpam yang berjaga sedang keliling mengunci semua pintu kantor. Tinggalah Sari duduk sendirian sambil menunggu ojek online pesanannya.


"Iihhh kok televisinya nyala sendiri sih??" kata Sari agak merinding.


Dimatikan oleh Sari tak lama menyala sendiri lagi sampai akhirnya Sari melihat sesuatu yang tak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya.


Semenjak dari ruangan ganti tadi sebenarnya Rani ingin sekali mengerjai Sari tetapi momentnya belum tepat.


"Inilah saatnya aku mengerjai perempuan pelakor ini!!!"


Mula-mula televisi yang mati hidup, mati hidup lalu pada puncaknya Rani menampakan dirinya di depan Sari dalam wujud yang mengerikan.

__ADS_1


AARRGGHHHH


HA...HANTU....


"Teriakan Sari menggema sebelum akhirnya diapun pingsan. Edi dan Dodo satpam yang bertugas malam itupun jadi panik melihat Sari pingsan.


"Hantu katanya, Do??" bisik Edi mengkeret ketakutan.


"Weleh...kesampingkan dulu rasa takutmu, kita bawa mba Sari ini keatas Sofa!!" kata Dodo.


Sekitar sepuluh menit kemudian Sari sudah sadarkan diri.


"Di...di mana aku??" lirihnya memandang sekitar. Sialnya matanya berbenturan lagi pada sosok Rani yang berdiri menyeringai padanya.


ARRGGHHHH....


Sekarang Sari dan Edi teriak bersamaan karena ketakutan lalu keduanya jatuh pingsan kembali.


"Aduuhhh...lebay banget sih mereka berdua ini...ini juga si Edi pakai acara ikut pingsan segala, menyusahkan aja." Gerutu Dodo.


"Mampus...siapa suruh jadi orang kok jahat banget, hobinya kalau ngga ngambil pacar orang ya ngambil suami orang!!"


"Aku tidak akan membiarkan siapapun mengganggu Alfath dan keluarganya!!" cibir Rani melihat tampang Sari yang pingsan.


Sementara Dodo sibuk dengan kedua orang yang pingsan itu.


Sementara itu di tempat Anjar bekerja....


"Aneh, semenjak pulang dari tempat kediaman tante Santi, aku merasa lebih rileks dan santai.


Tidak lagi kepikiran Sari melulu seperti biasanya.


Seperti ada sesuatu yang biasanya mengganjal di kepalaku kini sedikit plong rasanya.


"Besok aku kesana lagi ah...sekalian aku jalan mencari istriku!!" ucap Anjar.


"Aku akan tetap berusaha untuk meminta maaf darimu, dek!! mungkin kesalahan mas sangat besar membawa seorang wanita pulang kerumah kita dan bercinta di atas ranjang kita tetapi percayalah itu semua di luar kemauan mas Anjar!!" lirih Anjar.


"Terkadang aku sangat membenci Sari, tapi di waktu yang lain aku begitu bergairah melihatnya seolah-olah dia wanita paling cantik yang pernah kutemui!!" Akhirnya Anjar juga beranjak pulang setelah pergantian shift siang ke malam.


*


*


***Bersambung...


Mohon dukungannya selalu ya reader dan lanjut di next episode dan jangan lupa tinggalkan jejaknya.🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2