
"Vallen...apa yang sedang kamu pikirkan??" tanya ibu angkatnya tiba-tiba muncul di depan kamar Vallen.
Vallen tampak menggerakan sepuluh jari tangannya memberi isyarat pada ibunya bahwa dia baik-baik saja tidak sedang memikirkan apapun!!
Ibu Alfath pun membalas dengan menggerakan tangannya pula sambil tersenyum.
"Tampak satu peristiwa besar akan terjadi pada keluarga baruku...aku mempunyai kekuatan dan aku berkewajiban membantu dan menolong mereka, siapa tau aku juga bisa sekalian mencari pembunuh keluarga lewat peristiwa ini semua." Batin Vallen.
"Vallen antar ibu yuk...kita main kerumah Fathir dan Afifah...di sana kan juga ada Alma!!" ajak ibu Alfath.
Vallen menggerakan jari-jari tangannya lalu tak lama dia sudah siap mengikuti wanita yang dia sayangi sama seperti dia menyayangi almarhumah mommynya dulu.
"Kamu tidak usah khawatir, ayah ada di kantor bang Alfath!!" kata ibunya sambil membalas pertanyaan Vallen.
"Kita mampir beli kue dan es lrim dulu buat mereka!!" kata ibu sambil memarkirkan mobil di depan toko cake.
Vallen tampak sangat senang dan langsung turun duluan berlari kedalam tanpa sadar dia bertabrakan dengan Lia yang sedang menggendong Ansar.
"Adik kecil hati-hati!!" kata Lia.
Tak lama ibu Alfath lari masuk juga kedalam.
"Aduh...maafkan anak saya mbak...dia tidak bisa bicara!!" kata ibunya Alfath.
"Oughhh maaf bu...ngga apa-apa kok, tadi saya tegur karena saya takut dia jatuh karena lantainya licin barusan di pel." Kata Lia.
"Gantengnya anaknya mbak!!" kata ibu Alfath yang memang penyuka anak kecil.
"Tapi matanya...maaf...apakah dia buta??" tanya ibu Alfath hati-hati.
"Bayi ini ponakan saya bu, anaknya kakak saya...iya dia memang buta sejak lahir." Kata Lia.
"Kalau tidak keberatan, bagaimana kalau kita ngobrol di teras sambil minum teh dan makan cake??" tawar ibu Alfath.
"Boleh bu...saya juga masuk sore kok ini jadi hanya jalan-jalan membawa Ansar agar dia tidak bosan di rumah terus." Kata Lia.
Mereka berempat duduk ngobrol di pojok toko yang juga merupakan kafe itu.
"Tampaknya Vallen sangat menyukai Ansar??" kata Lia melihat Vallen dan Ansar saling bermain dengan gaya mereka sendiri.
Ansar dan Vallen bola matanya sama warna ya bu??" kata Lia.
"Apa ibu atau ayahnya Vallen orang bule??" tanya Lia lagi.
"Sebenarnya Vallen itu anak angkat saya, saya tidak tau asal usulnya dari mana saat saya menemukannya dua tahun lalu kondisinya memprihatinkan!!" ucap ibu Alfath.
__ADS_1
"Terus orang tua Ansar bekerjakah??" tanyanya lagi.
"Ayahnya bekerja, ibunya tidak!!" jawab Lia berubah murung.
Ibu Alfath yang sudah menangkap gelagat di wajah Lia langsung bertanya.
"Maaf mbak Lia kalau tebakan saya salah, apakah ibunya Ansar malu mempunyai putra yang cacat seperti ini??" tanyanya dan dijawab anggukan oleh Lia.
Ckckck
"Ibu macam apa itu...sebagai seorang ibu mestinya melindungi anak-anaknya, mau menerima kekurangan dan kelebihan mereka.." jawab ibu Alfath dan keduanya melihat Vallen sedang menjaga dan bermain dengan Ansar yang mulai belajar tiarap.
Kafe ini memang menyediakan juga tempat bermain bagi pengunjung yang memiliki anak untuk tetap bisa bersantai di kafe mereka.
"Coba mbak Lia lihat...Vallen itu tuna wicara dan Ansar tuna netra...tapi mereka berdua bisa saling melengkapi...lihat betapa bahagianya mereka berdua saat bersama." Kata ibu Alfath.
Sementara itu menurut versi kata hati Vallen...
"Syukurlah...aku tidak sendirian di sini, ada orang lain yang memiliki takdir seperti aku, yang memiliki tanda lahir bulan sabit dalam lingkaran."
"Walaupun dia masih bayi dan buta, tetapi aku bisa merasakan betapa besar kekuatan bayi ini!!" monolog Vallen pada dirinya sendiri.
Sementara Ansarpun sangat senang bermain dengan Vallen.
Tak terasa dua jam telah berlalu....
"Saya juga mbak Lia, semoga besok-besok kita bisa ngeteh bareng lagi!!" kata ibu Alfath lalu mereka berpisah.
"Assalamualaikum...!!"
""Waalaikum Salam!!"
"Ibu...Vallen...dua jam ditungguin, mampir kemana dulu??" tanya Sasha sambil mengambil paper bag berisi kue dari tangan ibu mertuanya lalu mengeluarkanya dan menata di talam.
"Ibu dan Vallen tadi ngeteh dulu di kafe!! maaf ya...mana cucu ibu??" tanya ibu Alfath.
Itu Fathir lagi main bareng Alma dan Afifah!!" tunjuk Sasha.
Vallen langsung bergabung dengan mereka sementara ibu Alfath duduk bersama Sasha.
"Tadi ibu ngeteh bareng cewek yang namanya Lia, dia membawa seorang bayi...ibu pikir itu anaknya sekalinya hanya keponakannya."
"Kamu tau, bayi itu tampan sekali tapi matanya buta dan ibunya tak mau mengakui bayi itu sebagai anaknya." Kata ibu Alfath.
"Bayi matanya buta?? Lia?? apakah bayi itu namanya Ansar bu??" tanya Sasha.
__ADS_1
"Benar sekali...kamu mengenalnya??" tanya ibu mertuanya.
"Kalau yang ibu maksudkan Ansar yang itu, Ansar itu anak tirinya Tyas bu, Anjar menikah dengan ibunya Ansar dan bercerai dari Tyas saat Afifah masih ada di dalam kandungan." Jelas Sasha.
"Oh ya??" terlalu sekali Anjar itu!!" geram ibu mertuanya.
"Mungkin entah kena karma atau apa, Sari itu pernah dirawat di rumah sakit jiwa dan anaknya terlahir dalam keadaan buta." Kata Sasha.
"Ya begitulah...orang tua yang berbuat, anak yang tak berdosa kena imbasnya." Kata ibu Alfath.
*************
"Kak Sari mau kemana??? sebentar lagi Lia mau berangkat kerja lho???terus kalau kakak pergi, entar Ansar sama siapa??" kata Lia.
"Aku mau jalan, bosan aku di rumah terus...ya kamu tidurkan saja dia terus kamu tinggal kerja...nah bereskan masalah?? gitu aja kok dibuat repot!!" kata Sari sambil memoles bibirnya dengan lipstik warna merah menyala.
"Masya Allah kak Sari...Ansar ini putramu sendiri...lihatlah betapa lucunya dia, hanya karena dia buta kakak menolaknya!!" lirih Lia tapi masih terdengar oleh Sari.
"Lia, kalau kamu merasa keberatan mengurus Ansar, sudah kasih sana ke panti asuhan...kamu itu perkara mudah kok dipersulit sendiri!!" gerutunya.
"Ya Allah...ampunilah dosa kakakku yang sebagai ibu telah durhaka kepada anak kandungnya sendiri!!" Lia menghapus air matanya.
Ansar memang hanya keponakannya, tetapi bagi Lia Ansar sudah seperti anak kandungnya sendiri, begitupun Ansar dia merasa sangat nyaman walaupun seharian bersama Lia.
Tak lama Sari pergi entah kemana setelah memesan taxi online.
"Sar...ikut tante kerja aja dulu ya nak...nanti tante telepon agar ayahmu menjemputmu sepulang dia kerja nanti, janga rewel di tempat kerjaan tante ya, leh!!" ujar Lia pada bayi Ansar.
Terpaksa Lia memakai payung untuk melindungi Ansar agar tak terkena panas matahari sambil berangkat menuju pangkalan ojek.
"Lho mbak Lia...Ansar kok dibawa kerja?? apa ibunya tidak ada di rumah??" tanya tukang ojek langganan Lia.
"Ibunya tadi pergi jalan, paklek!!" kata Lia.
"Ooo mungkin tadi yang naik mobil sedan berwarna putih itu ya...kalau ngga salah bersama seorang pria bule, ganteng sih orangnya!!" kata paklek tukang ojek itu.
DEG.....
*
*
***Bersambung...
Benarkah yang dikatakan dan dilihat tukang ojek tadi adalah Sari??
__ADS_1
Lanjut next episode ya reader...terima kasih🙏🙏