
"Matanya menyorot merah melihat kearah rumah kita, mas!! aku segera menutup jendela dan merapatkan kordennya lalu memeluk Ansar!!" terang Lia.
"Dan alhamdulillah bayangan itu segera hilang!!" terang Lia.
Badai melihat kearah anak angkatnya, bocah buta itu masih asyik bermain di ruang tengah.
Badai tahu, anak angkatnya itu juga yang telah mengusir mahluk yamg telah dilihat Lia dengan kekuatannya.
"Bukan main anak ini, kekuatan fisik dan pikirannya sungguh luar biasa, tak salah jika dia akan memimpin kami menghadapi semua angkara murka yang akan ditimbulkan oleh Ki Badra dan para anteknya." gumam Badai.
"Ya sudah yang penting sekarang kalian selamat, tadi kan mas bilang kalau takut di rumah, pergi kerumah ayah sama ibu aja!!" kata Badai.
"Nggak apa-apa mas, aku yakin Ansar bisa menjaga kami berdua!!" bisik Lia sambil memandang bayi tampan yang kini tam0ak terkantuk-kantuk karena sudah waktunya dia untuk tidur.
BRAAKKK...
Alfath menggebrak meja yang ada di depan Rudi sang asisten.
"Keterlaluan kamu Rudi...di saat saya membutuhkan bantuanmu ponselmu malah nggak aktif saat di telepon.
Rudi tampak terkejut besar. Terkejut karena gebrakan di atas mejanya dan lebih kaget lagi saat dia melihat siapa yang menggebrak meja itu.
"Tidak mungkin!! " batin Rudi. Kenapa pak Alfath masih hidup setelah mobilnya terbalik dan meledak di dasar jurang, bahkan tampaknya dia sangat baik-baik saja, tak ada luka bahkan lecet sedikitpun di tubuhnya.
"Mengapa kamu melihat saya kaget seperti itu?? seolah saya ini hantu!!" ujar Alfath.
"Maaf pak saya kaget saat bapak menggebrak meja saya, tapi saya minta maaf dari sore begitu pulang saya lansung tidur dan ponsel saya low bat!!" Rudi memberikan alasan.
"Kurang ajar, kenapa dia masih hidup?? aku harus lekas memberi tahu ketua kalau begini caranya!! " batin Rudi.
Melihat Rudi yang tampak gugup, Alfath jadi curiga. Tetapi kecurigaannya dia pendam terlebih dahulu.
"Sekarang kamu selesaikan semua pekerjaanmu hari ini, saya ada meeting dengan klien di luar!!" kata Alfath.
"Di mana pak??" tanya Rudi.
"Di hotel xxx!!" jawab Alfath.
"Itu hotel di pinggiran kota, jauh banget pak??" kata Rudi.
"Saya sekalian mau meninjau pembangunan komplek perumahan di lahan yang telah perusahaan beli!!" jawab Alfath singkat.
"Oke, pak!!" jawab Rudi pendek.
Alfath segera berlalu masuk keruangannya, tetapi dia membuka sedikit korden untuk mengintai keluar.
Benar dugaan Alfath setelah dia pergi tampak Rudi seperti tengah menelpon seseorang.
"Aku jadi curiga sama Rudi ini, beberapa hari lalu aku juga hampir terpeleset saat menuruni tangga darurat." Gumam Alfath.
"Bang Alex, gawat bang...ternyata Alfath belum mati!!" kata Rudi dengan suara pelan.
__ADS_1
"Appaaaa!!" suara teriakan menggelegar dari seberang sana seolah memekakan telinga Rudi.
"Kenapa kok belum mati?? kita sendiri yang menyaksikan mobil Alfath terbalik masuk jurang dan neledak!!" teriak Alex geram.
"Nyatanya dia berdiri di depan mejaku dan menggebrak meja karena marah telepon urgen dari dia tidak kuangkat." Kata Rudi lagi.
"Kita harus lapor pada bang Pedro!!" kata Alex dari seberang sana.
"Kamu mau bermain-main denganku, Rudi...kita lihat saja hasil akhirnya, siapa yang akan tersingkir!!" gumam Alfath geram.
Tak lama Alfath keluar dari ruangannya.
"Rudi, saya titip handlekan dulu pekerjaan saya, ya!! saya akan pergi dulu!!" kata Alfath.
"Bapak pergi dengan siapa??" tanya Rudi.
"Sendiri aja, orang lokasinya juga tidak terlalu jauh dari jalan raya!!" kata Alfath.
Rudi menatap punggung Alfath dengan tatapan yang sulit diartikan hingga bosnya itu hilang dari pandangan matanya.
Dengan cepat Rudi mengirim pesan singkat pada Alex bahwa Alfath akan pergi sendiri meninjau lokasi tersebut.
"Bagus, selamat datang di kematian keduamu Alfath...nikmatilah perjalananmu menuju akhirat." Seringai iblis tampak di wajah Alex.
Sementara Alfath pun tak tinggal diam. Tadi dia sudah menghubungi ibunya untuk mengatakan pada Vallen dan dia pun sudah menghubungi Juan untuk membantunya.
Juan menggonceng Vallen dan memakaikannya helm lalu mereka janjian bertemu Alfath dan mengikutinya dari jarak yang tidak terlalu dekat.
Juan terus memantau mobil Alfath tersebut.
"Kei duluanlah hampiri dan lindungi Alfath!!" kata Juan pada sahabat hantunya itu.
"Baik koh Juan!!" jawab Kei Lan.
Sosoknya terbang lalu menembus masuk ke dalam mobil Alfath.
Kei duduk di samping Alfath yang tentu saja tak bisa melihatnya.
Kaca mobil digedor-gedor oleh mereka dengan menggunakan ujung pistol.
Seberani-beraninya Alfath melihat enam pasang pistol menodongnya, nyalinya ciut juga.
Tiba-tiba ponselnya berdering.
"Juan!!!" desisnya.
๐ฑ"Usahakan jangan panik, aku ada dibelakang mas Alfath bersama Vallen.
๐ฑ"Jangan perlihatkan ketakutanmu pada mereka, jamgan perlihatkan sisi lemahmu!!"
Telepon terputus.
__ADS_1
Alfath dengan ditemani sosok Kei tetap berusaha tenang.
"Keluar kau Alfath atau kami bakar kamu bersama mobil kamu ini." Teriak mereka.
Tiba-tiba tubuh salah satu dari mereka terangkat keatas sehingga membuatnya panik.
Alfath sendiri bingung terkecuali Juan dan Vallen yang memang mampu melihat mahluk halus.
BRAKKK...
Dengan keras tubuh itu dilempar oleh yamg tak kasat mata ke pagar pembatas jalan.
Orang itu langsung terkapar dan pingsan saat bahunya menghantam pembatas dengan keras. Mungkin ada tulangnya yang retak.
Tiba-tiba salah satu dari mereka berteriak.
"Ada hantu anak kecil yang membuat teman kita jadi terluka setengah sekarat di sana.
"Minggir dulu kalian semua, sepertinya hantu itu berpihak pada orang ini, aku harus memberinya pelajaran."
"Orang itu adalah Pedro, musuh bebuyutan keluarga Vallen. Dia juga mampu melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang awam.
"Berhenti berulah kau hantu kecil atau aku akan memusnahkanmu untuk selamanya.
"Sialan...orang itu mampu melihat Kei Lan!! celakanya jika terus dibiarkan maka Kei Lan cepat atau lambat akan ditangkap dan di musnahkan oleh orang itu." Kata Juan.
Dengan cepat Juan memacu motornya melaju menabrak Pedro yang masih berkomat kamit membaca mantera untuk menangkap Kei Lan sehingga membuat buyar konsentrasi mereka semua yang ada di situ.
Kei Lan yang awalnya seperti terhipnotis menjadi sadar pada bahaya besar yang tengah mengintainya.
"Keparat!!" maki Pedro melihat usahanya gagal percuma.
Kemarahannya kini tertumpah pada Juan yang baru tiba, dan anak itu???
Pedro mengerenyitkan dahinya mencoba berpikir dan mengingat-ingat.
"Aku seperti kenal dengan bocah bermata zamrud itu tapi aku lupa di mana, seandainya aku bisa membuka maskernya pasti aku bisa mengenali dirinya!!" gumam Pedro.
Begitu terbebas dari hipnotis Pedro, Kei Lan langsung melayang menjauhi Pedro kembali kedalam mobil untuk melindungi Alfath.
Akhirnya dua mata itu saling beradu pandang beradu kekuatan. Mencoba mengukur kekuatan masing- masing.
*
*
***Bersambung...
Apakah Vallen akan membalaskan dendam keluarganya atas perbuatan Pedro dan kaki tangannya??
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya di next episode ya reader๐๐
__ADS_1