Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 104 Kematian Sari


__ADS_3

HUHFTT...


"Apaan sih Cin...kurang kerjaan banget tiup telinga aku!!" kesal Kanaya pada teman sebangkunya itu.


"Kamu yang aneh...mana ada aku tiup telingamu kayak aku kurang kerjaan aja!!" sentak Cindy tak kalah kesal.


"Jadi kalau bukan kamu siapa dong??" sentak Kanaya kesal.


"Ya mana aku tau?? hantu kali!!" jawab Cindy asal.


AUWWWHHH


Sekarang apalagi Kanaya??? lebai banget sih loe!!" geram Cindy.


"Ihhh jangan...jangan kamu benar Cindy kalau di kelas ini ada hantunya!!" lirih Kanaya.


*************


Sari melangkah lunglai pulang menuju kontrakannya.


Dia berjalan gontai hingga tak menyadari sebuah sepeda motor melaju dari arah depannya.


CIITTTT...BRAKKK..


Tanpa sempat menghindar tubuh Sari ditabrak oleh sepeda motor yang melaju di kawasan yang agak sepi pejalan kaki itu.


Tubuh Sari terguling dan kepalanya menghantam batu di pinggir jalan menyebabkan darah mengucur dari luka di kepalanya juga luka yang merembes dari pahanya.


"Tolong...tolong....!!"


Sari berteriak minta tolong tetapi tak seorangpun mendengarnya dan memberikannya pertolongan.


"Kok aku di sini?? tapi yang tergeletak di pinggir jalan itukan juga aku??" teriak Sari.


"Apakah aku sudah mati??" ucapnya lagi.


TIDAK...TIDAK


"Aku belum mau mati!!" teriak Sari.


"Tak adakah yang akan menolongku??" teriak Sari lagi.


ADDUUHHH...


"Ada apa yank....!!"


Badai tersentak saat mendengar jeritan Lia dari arah dapur.


Sontak Badai yang sedang bermain bersama Ansar langsung lari kearah dapur.


Badai melihat jari tangan Lia teriris dan berdarah cukup banyak.


Lia tampak meringis menahan sakit. Tiba-tiba Ansar meraih tangan Lia sambil terus mengoceh.


Aneh...sentuhan tangan Ansar mampu menghentikan pendarahan luka di jari tangan Lia.


Badai tampak takjub dengan keajaiban yang dibuat oleh putra angkatnya itu.


"Perasaanku tiba-tiba nggak enak!!" lirih Lia pada Badai.


"Nggak enak gimana?? luka di jarimu masih sakit??" tanya Badai.


Lia menggelengkan kepalanya.


"Bukan itu!!" kata Lia.


"Aku tengah merasa seperti terjadi sesuatu pada kak Sari!!" gumam Lia lagi.


"Kamu lihatlah, Ansar tampak gelisah persis seperti saat bang Anjar dalam bahaya dulu!!" kata Lia.


DDDRRTTTT....DDRRRTTTT


"Ponselmu bunyi, biar kuangkat ya!!" ijin Badai dan dijawab anggukan kepala oleh Lia.


📱"Selamat malam...apa benar dengan saudari Lia??"


📱"Iya benar saya pacarnya, ada apa ya!!"


📱"Kami dari kantor polisi ingin mengabarkan bahwa saudari Sari mengalami tabrak lari dan meninggal, sekarang jenazahnya ada di rumah sakit xxx."

__ADS_1


DEG...


Badai melirik pada Lia yang sedang menggendong Ansar yang tiba-tiba menjadi rewel.


"Ada apa??" tanya Lia memberi kode pada Badai.


"Kak Sari!!" lirih Badai.


"Kak Sari mengalami kecelakaan, dia ditabrak oleh seseorang siang tadi baru sire ini ditemukan jadi nyawanya sudah tidak bisa ditolong lagi." Kata Badai.


"Ayo kita lihat kak Sari, Badai...seburuk apapun perbuatannya semasa hidup, dia tetaplah kakakku!!" kata Lia lagi.


Akhirnya mereka bertiga menuju kerumah sakit yang dimaksud.


Dari hasil visum menyatakan bahwa Sari tengah mengandung pada saat terjadinya kecelakaan.


"Ya Allah...begini berat karma yang harus di terima oleh kakakku itu!!" kata Lia terisak dirangkul oleh Badai.


*************


"Lepaskan nenekku!!"


Sebuah suara menggelegar membuat Ki Badra berhenti menarik rambut Nyai Sambang.


"Oughhh...ini rupanya cucu tersayang yang membuatmu sudah berani membangkang padaku Sambang!!" kekeh Ki Badra.


"Ksu tampan sekali anak muda!! pantas nenek cantikmu ini berani menentang gurunya sendiri!!" Sorot mata Ki Badra berubah menjadi tajam merah menyala menatap Syahril.


"Tolong Badra...jangan sakiti cucuku!! kumohon padamu lepaskan dia Badra!!" isak Nyai Sambang.


"Kamu rupanya sangat menyayangi cucumu itu ya?? Sepertinya lebih baik kamu dan dia kuajak bersama-sama menuju ke neraka." Jawab Ki Badra.


"Heh kakek tua bangka, aku tau wajah gantengmu itu hanya topeng...wajah aslimu yang sebenarnya buruk rupa dan cacat yang kamu sembunyikan dibalik topeng kepalsuan kamu itu!!"ejek Syahril.


"Pemuda keparat!! belum puas hatiku jika belum mencincang tubuhmu itu!!" teriak Ki Badra lalu melesat cepat kearah tubuh Syahril.


"Tidak usah bicara segala omong kosong kakek mesum...jamgan kamu pikir aku tak tau mengapa nenekku tak mau lagi padamu, karena hobimu menggauli para wanita menebar ketampanan palsumu itu, dasar kakek mesum!!" ejek Syahril sengaja memancing kemarahan si kakek!!


Dugaan Syahril benar Ki Badra sibuk terpancing dengan kata-katanya dan mulai menyerang membabi buta kearahnya.


Sementara hati Nyai Sambang berkebat kebit tak karuan takut jika terjadi sesuatu pada cucu kesayangannya itu.


"Ayo kakek tua...keluarkan seluruh kemampuanmu, masa kamu kalah menghadapi aku!!" kembali dia mengeluarkan ejekan mautnya.


"Benar-benar cari mati cucuku ini??" desis Nyai Sambang.


"Bagaimana kakek?? apakah kamu sudah lelah??" tanya Syahril.


"Baiklah...jika kamu sudah lelah kini giliran aku yang menyerang, bersiaplah kakek burik!!" seringai ejekan dari wajah Syahril semakin membuat Ki Badra naik pitam.


Tampak Syahril membacakan sesuatu lalu tampak telapak tangannya berwarna seputih perak lalu dengan cepat dipukulkannya kearah Ki Badra.


Serangan pertama dan kedua mampu ditepis oleh Ki Badra tetapi serangan ketiganya dengan telak menghantam dada Ki Badra sehingga membuat orang tua itu langsung muntah darah.


"Hebat sekali bocah ini...aku tak akan sanggup menghadapinya jika dalam keadaan terluka dalam separah ini!!" gumam Ki Badra.


Dengan gerakan seperti seolah mau menyerang tiba-tiba Ki Badra melemparkan sesuatu yang mengeluarkan asap tebal.


UHUK...UHUK...UHUK


Syahril dan Nyai Sambang terbatuk-batuk.


"Syahril...kanu nggak apa-apa nak!!" sebuah suara disertai tangan memegang tangannya dengan lembut.


"Nenek....!!" kata Syahril.


"Nek kita pulang yuk...rumah nenek bukan di sini, kita balik kepesantren lagi, kita bersihkan hati nenek yang sudah kotor agar bersih kembali!!" desis Syahril pada neneknya.


Diraihnya tangan tua yang dulu sangat menyayanginya itu.


"Aku akan bantu menghilangkan semua pengaruh ilmu hitam dari dalam tubuh nenek lalu cucu dan nenek itu seketika hilang dari pandangan.


**************


Suasana pemakaman Sari siang itu tak begitu ramai.


Ansar yang dipeluk oleh Lia diam tak bersuara seolah bocah itu tau bahwa ibunya telah tiada.


"Sekarang Ansar nggak punya ayah juga nggak punya ibu...tapi jangan khawatir ibu Lia dan ayah Badai akan berusaha menjadi ibu dan ayah pengganti untuk Ansar!!" bisik Lia ketelinga Ansar.

__ADS_1


Bayi lucu itu diam tak merespon apapun pertanda diapun merasakan kesakitan akibat kehilangan.


"Ayo Yank kita pulang...nggak baik Ansar dibawa ke area pemakaman terlalu lama!!" kata Badai lagi.


"Tidurlah yang tenang kak Sari,


aku sudah memaafkan semua dosa-dosa kak Sari!! bisik Lia.


Sepanjang perjalanan mereka tak ada yang mengeluarkan suara. Semua diam terhanyut dalam pikiran masing-masing!!


"Yas...apakah kamu tau bahwa Sari telah meninggal??' tanya Sasha pada adik sepupunya itu.


"Kapan meninggalnya dan kenapa mbak?? bukannya jemarin kita masih bertemu di rumah sakit??" tanya Tyas.


"Aku dengar sih sore kemarin, katanya sepulang dari rumah sakit, gitu sih penjelasannya!!" kata Sasha.


"Kasihan juga ya Lia dan Ansar tetapi mau gimana lagi namanya juga umur manusia ." Kata Sasha.


*************


"Duduklah kalian, Lia dan Ansar!!" perintah ibunya Badai.


Kedua orang tua Badai sudah kembali dari Bandung. Kemarin Badai sudah menceritakan semua keoada ayah dan ibunya perihal dia mau menikahi Lia dan menganggap keponakan Lia sebagai putranya sendiri.


"Ibu dan ayah sudah mendengar semua ceritamu dari Badai, sejujurnya kami tak pernah ikut campur tangan masalah pernikahan Badai karena dia sudah dewasa."


"Menikahlah kalian jika kalian saling mencintai!!" kata ibu Badai sambil tersenyum bijaksana.


Badai dan Lia bersujud dihadapan kedua orang tua Badai mrngucapkan terima kasih atas pengertian mereka berdua.


"Terima kasih ayah...ibu!!" kata Badai dan Lia bersamaan.


Kami ingin acara yang sederhana aja bu yang penting sah..." kata Badai yang juga mengkhawatirkan sesuatu jika pernikahan mereka dilangsungkan dengan meriah.


"Terserah kalian sajalah...kami menyerahkan semua keputusan kepada kalian berdua!!" kata ayah Badai.


"Alhamdulillah ayah dan ibu merestui kita, yank!!" kata Badai.


Sementara itu...


"Yah, perasaan dari tadi Tyas lihat seperti ada orang berdiri di bawah pohon nangka di depan pagar rumah itu yah!!" kata Tyas sambil mengintip dari balik tirai korden.


"Kamu ngintip aja keluar, ntar timbilan baru kamu tau rasa!!" kata Ridwan yang masih menonton televisi.


"Sudah kamu bawa Fifah masuk kamar dan tidur jangan lupa baca doa biar nggak diganggu oleh mahluk-mahluk yang nggak kelihatan.


Sebenarnya pak Ridwan sudah menyadari ada yang tidak beres semenjak tadi, tetapi dia sengaja diam saja agar Tyas yang penakut tidak menjadi panik.


Makanya sejak tadi pak Ridwan tidak tidur dia sengaja menunggu Tyas dan Fifah tidur duluan, agar dia bisa leluasa melihat keluar apa sebenarnya yang semenjak tadi berdiri di bawah pohon nangka di depan rumah mereka.


"Akhirnya tuh anak tidur juga, coba tidur dari tadi jadi aku bisa mengecek keadaan sekitaran rumah." Kata pak Ridwan.


"Sudah aku duga, mahluk itu yang datang...tidak cukup dia mengganggu Tyas semasa hidupnya, setelah matipun dia tetap saja ingin.membuat resah kehidupan putriku." Kata pak Ridwan geram.


"Sari...kematianmu sebenarnya belum cukup menghapus luka di hati putriku, jangan kamu menambahkan lagi dengan ketakutannya." Gumam pak Ridwan.


Setelah dia merasa Tyas dan Afifah sudah tidur, pak Ridwan keluar ke halaman menemui mahluk itu.


Apa yang diduga oleh pak Ridwan benar. Sosok yang mereka lihat itu memang roh Sari.


"Mau apa kamu datang kemari?? jika tujuanmu untuk menyakiti putri dan cucuku maka aku sendiri yang akan memusnahkanmu."


Sosok itu menyeringai meremehkan ucapan pak Ridwan.


"Bagus...kamu sendiri yang mencari gara-gara denganku dasar roh brengsek!!" gumam pak Ridwan lalu membaca ayat-ayat untuk mengusir setan.


AAARRGGGHHHH.....


Roh Sari berteriak kepanasan lalu perlahan menghilang.


"Aku masih memberimu ampun Sari tapi lihat jika kamu datang lagi dan mau mengganggu keluargaku!!" ucap pak Ridwan.


*


*


***Bersambung...


Masih hidup bermusuhan rupanya setelah kematian datang pun Sari tetap membenci Tyas.

__ADS_1


Ikuti terus kisah mereka selanjutnya ya reader dan jangan lupa tinggalkan jejaknya🙏🙏


__ADS_2