
Begitupun dengan Keikei yang duduk di depannya. Beberapa hari lalu dia bertemu dengan Kei Lin yang sedang menangis duduk di sebuah taman karena kelaparan dan tak boleh masuk ke dalam rumah karena dia tak sengaja memecahkan porselen milik ibu tirinya.
Cuaca yang sangat dingin ditambah perut yang dalam keadaan lapar membuat Kei Lin meringkuk di bangku taman, tertidur berselimutkan dinginnya malam.
Keikei mencarikan sepotong roti dan menjaga gadis malang itu supaya tak ada orang jahat mengganggunya. Entah mengapa dia begitu berempati pada gadis itu seperti ada sesuatu hubungan yang mengikatnya dengan gadis malang itu.
************
"Wah, anak tiri enak ya...naik motor sama cowok ganteng idola satu sekolah...gue laporan nyokap sama bokap loe nanti pulang sekolah ya!!" kata Kanaya Faraditha saat dilihatnya Kei mau masuk ke dalam kelas.
"Kalau kamu iri dia ikut denganku, kenapa kamu lempar dia di pinggir jalan tadi seperti sampah?? saudara macam apa kamu ini, tapi tidak heran ya...karena kalian ini hanya saudara tiri jadi secara dari segi kelakuan bahkan segi kecantikan pun lebih unggul Kei Lin kemana-mana!!" cecar Juan dan kembali mulut racunnya menebar bisa kemana-mana.
Bukan main malunya Kanaya mendengar perkataan Juan yang tidak dia ketahui kapan datangnya tiba-tiba sudah ada berdiri tepat di belakangnya.
"Hei Juan, mulutmu pedas banget seperti perempuan!!" sindir Kanaya untuk menghindari rasa malunya.
"Sudah tau mulutku pedas dan beracun, jangan berani-berani kamu adu mulut dan adu debat denganku!!" kata Juan penuh penekanan.
Kanaya jadi terdiam mendengar perkataan Juan.
"Dan ingat, jangan pernah kamu mengganggu Kei Lin lagi, kamu tau betapa urakan dan berandalannya aku??" kata Juan menatap langsung mata Kanaya membuat gadis itu jadi sedikit gemetaran.
Siapa sih juga yang ngga mengenal Juan Fernandes?? dia mempelajari kungfu mulai dia berumur 4 tahun hingga sekarang.
Kanaya memandang melengos pada Juan sambil balik kekelasnya dan Kei masul juga kekelas sebelah.
'Keikei...awasi gadis malang itu!! Keikei...!!" Juan berbisik lebih keras.
"Baik koh Juan!!" kata Keikei pelan.
"Kamu kenapa sih Kei?? beberapa hari ini kulihat kamu selalu murung?? apa ada yang mengganggu pikiranmu??" tanya Juan.
"Entahlah koh, tapi sepertinya aku seperti kenal dekat dengan kakak itu tapi rasanya seperti sudah lama sekali!!" kata Keikei pada Juan.
"Awasi gadis malang itu, sepertinya saudara tirinya itu sangat jahat!!" kata Juan.
"Dari mana koh Juan tau bahwa itu hanya saudara tirinya??" tanya Keikei.
"Tadi Kanaya mengatakannya sendiri!!" kata Juan.
Karena Juan duduknya di bangku paling belakang dan tidak mau sebangku dengan siapapun, dia leluasa mengawasi sekitarnya termasuk gadis berambut panjang yang wajahnya tertutup sebelah rambutnya.
Suatu hari Juan dengan usilnya menyibak rambut gadis itu, alhasil terlihat lah separuh wajah rusak dan mata bolong dari Karenina nama gadis itu.
"Kamu tidak takut padaku??" kata Karenina.
"Ngga tuh!!" anggap aja lagi nonton film horor!!" kata Juan.
"Kalau begini bagaimana??" lalu Karenina mengulurkan kedua tangannya hendak mencekik leher Juan.
"Coba kalau kamu mampu!!" tantang Juan.
Berkali-kali Karenina terpelanting setiap mau menyentuh Juan Fernandes. Hingga akhirnya Karenina dan Juan menjadi akur dan Juan pun tau bahwa Karenina meninggal karena dibunuh dan sampai kini pembunuhnya belum diketahui siapa!!"
********************
Empat bulan kemudian
Oek...oek...oek
"Cup...cup...anak cantiknya bunda jangan nangis ya!!! main dulu sama abang Fathir ya!!" kata Tyas sambil mengambilkan popok untuk Tiara.
Sudah tiga bulan usia Tiara tidak ada juga niatan Anjar untuk menjenguk putrinya.
Bahkan dia belum tau jika Tyas sudah melahirkan.
__ADS_1
Terkadang jika Tyas bekerja, Sasha juga sering menyusui Tiara dan Fathir bersamaan.
Sasha dan Alfath sudah menikah dua bulan lalu dan membangun rumah minimalis di belakang rumah orang tua Sasha sehingga semua berkumpul berdekatan.
"Sayang....mas pergi kerja dulu ya???" kata Alfath tergesa-gesa karena ada meeting pagi ini.
"Mba....titip Tiara ya?? Tyas sudah telat nih!!" kata Tyas juga buru-buru meletakan perlengkapan bayinya setelah pamit pada bu Ratna dan Sasha dia lalu melarikan motornya.
"Di lampu merah saat Tyas berhenti tak jauh dari motor matic yang sepertinya dia tidak asing.
Dua orang pria dan wanita berboncengan. Si wanita dengan erat memeluk pinggang si pria.
Nyesss....
Ada luka yang kembali membuka di hati Tyas. Dia tau kedua orang itu adalah Anjar dan Sari.
Tak dinyana si pria menoleh kepada Tyas, dia memandang Tyas penuh kerinduan lalu dia beralih melihat perut Tyas yang sudah mengempis.
Memang sudah tiga bulan dia tidak lagi berhubungan dengan istrinya itu bahkan bertemu juga baru hari ini lagi.
"Tyas...!!" desisnya.
Tapi dengan cepat Tyas mengalihkan pandangan matanya menghadap kearah lain seolah jijik melihat Anjar.
"Sepertinya aku memang harus mengajukan gugatan cerai untuk Anjar!!" batin Tyas lalu melajukan motornya saat lampu hijau menyala.
"Tampaknya kamu bahagia dengannya sekarang mas di bandingkan dengan bersamaku dulu." Kata Tyas.
Sedih?? sudah pasti!! tapi Tyas berusaha tabah dan ikhlas. sebenarnya sudah dari beberapa bulan lalu dia sudah ingin mengajukan gugatan perceraiannya tetapi selalu ditahan dulu oleh ayah dan Sasha beserta keluarganya berharap Anjar bisa berubah.
Bahkan tante Santi dan Juan tidak kurang-kurang untuk membantu Anjar keluar dari pengaruh ilmu pelet itu, tetapi entah mengapa berhenti sebentar lalu Anjar kumat kembali.
"Sudah tak ada jalan untuk kembali!!" gumam Tyas.
**************
Dengan malas Sari menuju keruangan bos nya itu. Sudah beberapa hari ini Sari suka pusing dan terasa mual.
"Ada apa saya dipanggil ya mba??" tanya Sari!!" Cindy hanya mengangkat bahunya saja tanda tak tau.
TOK...TOK...TOK
"Masuklah....!"
CEKLEK
Bapak memanggil saya??" tanya Sari.
"Duduklah Sari!!" kata Alfath.
"Sari, kamu tau aturan perusahaan ini...karyawan yang belum genap satu tahun bekerja tidak bisa mendapatkan cuti, bagaimana kamu bisa bekerja dengan maksimal jika kamu sedang dalam keadaan hamil seperti sekarang ini??" kata Alfath.
"Hamil pak??" tapi bapak tau dari mana jika saya sedang hamil??" tanya Sari heran.
Sebenarnya memang tidak ada yang memberi tahu Alfath tentang kehamilan Sari, tadipun sebenarnya Alfath hanya sekedar memancing omongan karena sebagai lelaki yang sudah mengetahui bagaimana keadaannya saat Sasha istrinya hamil Fathir dan kejadian serupa kini dilihatnya juga menimpa Sari.
Sari tampak menggigit bibirnya kuat untuk menenangkan hatinya.
"Maaf ya Sari, karena kamu belum genap setahun kerja di perusahaan ini, maka dengan berat hati saya terpaksa mengeluarkanmu."
"Ini gaji kamu terakhir bulan ini!!" kata Alfath menyodorkan sebuah amplop.
"Tapi pak, saya masih butuh kerjaan ini??" kata Sari sedih.
"Maaf Sari tapi ini sudah peraturan perusahaan harus begini...sekali lagi saya minta maaf!!" kata Alfath berpura-pura menyesal padahal hatinya riang bukan main karena telah berhasil memecat Sari tanpa dia harus repot-repot mencari kesalahan Sari.
__ADS_1
Dengan lesu Sari keluar dari ruangan Alfath. Melewati bu Cindy dan Grace yang sibuk mengerjakan laporannya.
"Kenapa si Sari??" tanya Grace.
"Entahlah...dipecat kali??" kata Cindy yang sedari awal kedatangan Sari di perusahaan ini dia sangat tidak suka...terutama pada kelakuan Sari yang seolah mencari perhatian pak Alfath.
*************
"Mas, Sari hamil!!" kata Sari saat sedang berduaan dengan Anjar.
Anjar yang saat itu sedang fokus mengerjakan laporan bulanannya tidak terlalu menanggapi ucapan Sari.
"Mas!!!" Sari minta mas bertanggung jawab menikahi Sari!!" rengek Sari.
"Tak mungkinlah mas menikahimu Sari...kan kamu tau mas sudah punya istri?? bisa habis mas dipecat oleh perusahaan jika ketauan mas melakukan poligami??" desis Anjar.
"Pokoknya Sari ngga mau tau, mas Anjar harus menikahi Sari!!" geram Sari kepada laki-laki di depannya itu.
"Ayolah mas, kita harus menghadap istrimu bersama-sama, paksa dia untuk mengijinkan kita menikah jika dia tidak mau ya bercerai saja dari mas Anjar!!" jawab Sari enteng sambil menatap dalam mata Anjar.
Anjar hanya bisa menghela napasnya, mungkin langkahnya memang sudah terlanjur salah, dia sudah tercebur masuk kedalam kubangan, sekalian aja basah dan kotornya!!" gumam Anjar pelan.
****************
Siang itu denga ditemani Alfath dan Sasha, akhirnya mereka bertemu dengan Sari dan Anjar.
"Apa kabarmu dek?? tanya Anjar basa basi...
"Bagaimana kabarnya anak kita??" Anjar terus mengajak Tyas bicara sementara menunggu kedatangan Sari.
Tetapi Tyas hanya diam membisu, dia hanya sibuk berselancar dengan gawai cerdasnya sambil sesekali senyum-senyum...begitu pula Alfath dan Sasha yang juga sibuk dengan ponselnya.
Tak lama kemudian...
"Maaf...tadi bayi di dalam kandungan Sari lagi kepingin makan nasi goreng buatan auntynya...jadi Lia buatkan dulu deh seberangkat kesini!!" ucap Sari tidak tau malu.
"Sekarang sudah kumpul semua mas, apa yang ingin kamu sampaikan pada saya??" kata Tyas tegas.
"Yas, Sari hamil anakku!!" kata Anjar dengan pelan berusaha meredakan gejolak hatinya.
"Iya, saya tau...saya tidak tuli, saya sudah mendengarnya." Kata Tyas lagi.
"Ya jelas kami ingin kamu merestui kami menikahlah...tak mungkinkan anak aku lahir tanpa ayah??" sentak Sari seolah lupa pada siapa perempuan yang sedang dia hadapi sekarang.
"Dasar perempuan jaha*nam!!" desis Sasha emosi tetapi cepat ditahan oleh Alfath agar tidak terpancing emosi.
Tyas menatap lekat wajah Anjar dan Sari bergantian, jelas tatapan matanya menyorot jijik pada kedua pasangan zinah itu.
"Boleh kalian menikah saya tidak melarang, tetapi ada syaratnya!!" ujar Tyas tiba-tiba tersenyum simpul.
"Apa syaratnya??" tanya Sari antusias sementara Anjar hanya tertunduk lemas.
"Pertama, ceraikan saya!!" kata Tyas yang sontak membuat Anjar kaget.
"Tidak bisakah kamu tetap menjadi istriku, dek??" tanya Anjar menatap menyorot tak setuju.
"Bisakah perkataan permintaan syarat dari saya tidak dipotong dengan kalimat kalian terlebih dulu??" tanya Tyas geram.
*
*
Bersambung....
Setujukah Anjar dan Sari dengan syarat dan ketentuan yang diminta oleh Tyas??
__ADS_1
Ikuti terus lanjutan ceritanya di next episode reader tercinta!!🙏🙏