Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 29 Noda Hitam


__ADS_3

"Adek bukan hanya kangen tapi juga khawatir pada keadaan mas Yusuf!!" kata Shasa sambil mengusap air matanya.


"Adek kenapa nangis?? jangan nangis sayang...mas ngga mau istri mas sedih!!" kata Yusuf sambil mengusap air mata istrinya dengan susah payah.


"Cepat sembuh mas, supaya kita bisa pulang kerumah lagi!!" rengek Sasha sambil menggenggam tangan suaminya.


"Mas...cutinya adek sudah habis, ngga apa-apakan jika adek tinggal bekerja?? siang nanti kita makan siang sama-sama ya...selama Sasha kerja nanti ayah, dan ibu yang gantian jaga!!" kata Sasha.


"Iya dek, ngga apa-apa..kamu hati-hati ya!!" Yusuf mengecup kening istri tercinta.


Di dalam hatinya bergumam, "Ali, maafkan aku...aku sepertinya tak bisa lagi meneruskan amanatmu untuk menjaga Sasha!!"


Sepeninggal Sasha Yusuf memejamkan matanya dan terus berdzikir.


"Ya Allah apakah waktuku akan tiba?? lalu bagaimana dengan istriku jika aku tiada??" air mata menggelinding melewati kelopak matanya yang sudah nampak cekung.


"Sasha...kamu sudah masuk?? Bagaimana keadaan suamimu??" tanya bu Cindy.


"Hasilnya sudah negatif bu, hanya kondisinya memang masih lemah..." jawab Sasha.


"Pagi semua....!!"


"Kamu sudah masuk Sasha??" tanya pak Alfath.


"Iya pak!!" sahut Sasha.


"Bagaimana kondisi suami kamu??" tanya Alfath.


"sudah agak mendingan, pak!!" jawab Sasha.


"Ya sudah, kembalilah lagi semua bekerja!!" ucap Alfath lalu masuk keruangannya.


"Eh tumben sri ratu kok ngga bersama dengan pak Alfath??? kesiangan kali ya habis nonton drakor!! hihihi...."


Ibu Cindy tertawa lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.


*******


Sasha sudah mau pulang kerja saat jam sudah menunjukan pukul 5 sore saat pak Alfath memanggilnya keruangan.


"Maaf Sha, hari ini kamu lembur ya...saya perlu laporan keuangan perusahaan dalam beberapa bulan ini untuk besok pagi!!" kata Alfath datar matanya memerah sepertinya dia sedang memendam kemarahannya.


Sasha, bu Cindy dan mba Grace tadi siang memang mendengar suara pertengkaran via ponsel mungkin antara ibu Rani dan pak Alfath seperti ucapan ibu Cindy tadi pagi yang mengatakan tumben bu Rani tidak mengekor di belakang pak Alfath


Di ruangan mereka memang hanya ada 5 karyawan saja dan semuanya wanita kecuali bos mereka itu.


Sasha ingin menolak tapi dia juga harus bertanggung jawab dengan pekerjaannya apalagi sudah berhari-hari dia cuti dan pekerjaannya di handle bergantian antara bu Cindy dan mba Grace.


Sebenarnya Sasha agak takut ditinggal hanya berduaan di ruangan pak Alfath apalagi sebentar lagi hari akan menjelang maghrib baru dia selalu teringat tentang Yusuf yang masih dirawat diruangan ICU.


Di antara mereka tidak ada percakapan. Lelaki yang berusia 27 tahun lebih tua 7 tahun dari Yusuf dan Sasha itu diam sambil terus mengerjakan pekerjaannya.


"Pak, pekerjaan saya sudah selesai saya mau sholat Isya dulu baru balik kerumah sakit menjenguk suami saya!!"


Alfath tidak menjawab, dia hanya melirik saja dengan ekor matanya memandang wanita ayu yang mengenakan hijab itu.


Sasha baru selesai dan melipat sajadahnya tapi dia tidak melihat bosnya itu di mejanya. Alangkah terkejutnya Sasha saat dia berbalik, pak Alfath sudah ada tepat di belakangnya.

__ADS_1


Sontak Sasha mundur kebelakang karena kaget.


"Eh bapak, saya kira siapa...tugas saya sudah selesai dan saya mau segera pulang, pak!!" kata Sasha agak takut apalagi bos nya itu berdiri membelakangi pintu keluar.


Tak disangka...


SREETTT...


Alfath menarik tangan Sasha dan langsung memeluk wanita bertubuh mungil itu masuk kedalam pelukannya.


Sepersekian detik Sasha terdiam karena terkejut dan saat dia tersadar dia langsung spontan mendorong tubuh Alfath.


"Apa-apaan pak Alfath ini??" seru Sasha kesal.


Tetapi pelukan Alfath semakin mengerat di tubuh mungil yang hanya sebatas leher Alfath tingginya.


"Kenapa kamu tidak pernah melirikku sedikitpun?? sudah setahun kita ada dalam satu ruangan tapi tak sedikitpun kamu merespon balik tatapanku!!" ujar Alfath sambil menciumi pipi dan kening Sasha.


"Lepaskan saya pak...saya harus kerumah sakit, suami saya sedang menunggu kedatangan saya..." Sasha mulai menangis ketakutan.


"Sasha...lihat saya??? saya suka sama kamu, saya jatuh cinta sama kamu...karena saya mencintai kamu sekarang saya sering mengabaikan tunangan saya!!"


Selanjutnya Sasha sudah tidak bisa berkata apapun lagi karena mulutnya telah dibekap oleh bibir dan lidah Alfath yang bermain-main di rongga mulutnya. Sementara kedua tangannya menahan tangan dan memaksa menarik rok panjang yang dikenakan oleh Sasha.


Apalah kekuatan Sasha...tenaganya habis untuk berontak hingga dia tidak bisa berbuat apapun lagi selain menangis dan menangis saat penyatuan mereka terjadi.


Selama ini Sasha diperlakukan lembut oleh Yusuf, tak pernah sedikitpun kekasaran yang dilakukannya.


Jam sudah menunjukan pukul 9.30 malam saat Alfath menyudahi kebejatannya. Dia mengenakan kembali celana panjangnya dan memandang tubuh setengah telanjang Sasha yang hampir dua jam telah digelutinya.


Sasha sudah tidak bisa bicara apapun lagi. Rasanya saat ini dia ingin mati saja agar segala kekotoran yang baru saja menimpanya bisa terkubur bersama jasadnya.


"Sha...maafkan kekhilafan saya...saya antar kamu ya!! Saya akan mengatakan yang sejujurnya pada suamimu apa yang telah terjadi...saya akan bertanggung jawab Sha...saya bukan tipe lelaki pengecut yang lari dari tanggung jawab." Kata Alfath.


"Stop...jangan mendekat apalagi menyentuh saya lagi!!" seketika tangisan Sasha pecah kembali.


"Cukup sudah...bapak hanya membawa masalah dalam kehidupan saya...saya menyesal telah bekerja di sini, saya menyesal telah bertemu dengan anda, jika saya tidak bekerja di sini tentu saya tidak akan merasakan kebejatan bapak yang telah menghancurkan harga diri saya sampai hancur sehancur-hancurnya bahkan untuk berkaca melihat wajah saya di cermin saja saya merasa jijik."


"Saya memang tidak akan melaporkan masalah pelecehan yang bapak lakukan pada saya ini kekantor polisi bukan karena saya juga menginginkannya tetapi demi agar penyakit suami saya dan kondisinya tidak memburuk karena saya sangat mencintai suami saya!!"


Setelah itu Sasha berlari sambil setengah menyeret langkahnya karena seluruh sendi-sendi di tubuhnya terasa bertanggalan.


Alfath hanya berdiri mematung tak berani lagi mengejar langkah Sasha.


Sumpah dia sungguh menyesal pada apa yang dia lakukan, akibat pertengkarannya denga Rani tadi siang jadi menyeret Sasha ikut masuk kedalam lingkaran masalah mereka.


****Flashback on****


"Rani...maafkan aku, sepertinya lebih baik kita akhiri saja pertunangan kita ini...karena semakin kesini aku semakin menyadari bahwa di antara kita itu tak ada cinta tapi hanya obsesi untuk memiliki satu dengan yang lain."


"Aku tau kamu masih berhubungan dengan mantan pacar kamu...jangan kamu tanya aku tau dari mana karena aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kemesraanmu dengannya kemarin.


"Alfath...apa yang kamu lihat kemarin bukan seperti yang kamu pikirkan!!" kata Rani cepat.


"Awalnya aku mencoba berpikir positif, Ran...tapi aku bukan bocah belasan tahun yang bisa kamu bohongi...mana ada pertemuan biasa disertai dengan pelukan sampai luma*tan bibir?? pikirkan ajalah secara logika!!" kata Alfath.


"Awalnya aku pikir aku marah...aku kecewa padamu...tetapi sampai hari ini aku berusaha mencari semua rasa itu tapi tidak aku dapatkan, itu artinya aku memang tidak punya rasa apapun denganmu selain hanya sebatas komitmen!!"

__ADS_1


"Jika begini terus keadaannya, jika kita terus paksakan maka kita tak akan pernah mendapatkan kebahagiaan."


"Bohong...pasti kamu sudah terpikat dengan wanita lain, kan?? katakan siapa wanita itu aku akan menghancurkannya sampai tak tersisa." Teriak Rani marah.


"Kenapa kamu yang marah dan melibatkan orang lain dalam masalahmu?? aku yang melihatmu nyara-nyata berselingkuh di depanku aja aku ngga marah, kok ini malah kamu yang salah tapi kamu yang malah marah-marah!!" jawab Alfath enteng.


Alfath meninggalkan apartemen Rani. Sepeninggal Alfath Rani mengamuk sejadinya melempar apa saja yang ada di depannya.


Sehingga kejadian siang tadi perang mulut via ponsel keduanya terus berlanjut sehingga menyebabkan Alfath pusing dan melampiaskan hasratnya pada Sasha.


****Flashback off****


Dengan penuh deraian air mata Sasha memacu motor maticnya dengan kencang menuju rumah sakit tempat Yusuf suaminya dirawat.


Kebetulan besok hari sabtu dia libur makanya dia mau tidur di rumah sakit saja menemani Yusuf. Persetan dengan semua laporan keuangan yang tadi dia kerjakan.


Siang tadi perawatan Yusuf sudah dipindahkan keruangan karena kondisinya sudah jauh lebih baik.


Sasha masuk perlahan kedalam ruangan. Dia bermaksud mencuci wajahnya dulu, dia merasa selalu ingin menangis bila dekat dengan suaminya.


"Yusuf sudah tidur, dengan jarum infus masih terpassng di tangan kanannya.


Sejenak memandang wajah Yusuf membuat perasaan Sasha menjadi damai.


Ruangan ini kosong, tadi pak Wiryo ayah mertuanya telepon bahwa beliau pulang untuk menghadiri rapat RT sebentar lalu akan balik kembali setelah selesai nanti.


Setelah dia mandi membersihkan noda hitam yang telah ditorehkan oleh Alfath beberapa jam yang lalu ke tubuhnya, Sasha duduk di sofa membuka ponsel yang tadi sempat dia non aktifkan.


Puluhan notifikasi masuk termasuk puluhan panggilan tak terjawab dari bos mesumnya itu.


Kembali rasa benci menyeruak di dalam hati Sasha. Dia sudah bertekad untuk mengurus surat pengunduran diri mulai senin nanti, dia tak sanggup jika harus berdekatan dengan laki-laki yang telah menghancurkan hidupnya.


Selain itu dia bertekad untuk mengurus bisnis online suaminya sambil menyelesaikan kuliahnya sekaligus merawat Yusuf di rumah.


Tubuh ringkih dan kurus itu bergerak.


Tasbih kecil yang dipegangnya di tangan kiri juga ikut bergerak.


"Adek sudah pulang?? adek sudah makan??" tanyanya dengan nada lemah lembut seperti biasa.


"Kenapa mas bangun?? mas mau minum atsu mau kekamar kecil?? Tanya Sasha.


"Ngga dek, mas hanya kebangun aja kok!!" jawabnya.


"Kalau adek mau makan, makanlah ibu tadi membawa makanan di dalam rantangan itu!!" tunjuknya.


"Terus ibu sama ayah Sasha ngga kesini nanti mas??" tanya Sasha.


"Ngga usah dek, kasihan ayah sama ibu juga lelah nanti mereka juga sakit, kan malah lebih repot!!" jawabnya sambil tersenyum memandang wajah istrinya.


*


*


****Bersambung....


Apa yang akan dilakukan Sasha selanjutnya??

__ADS_1


Mohon dukungannya selalu ya readerπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™


__ADS_2