
Ilmu yang di dalaminya selama puluhan tahun, lenyap tak bersisa, semua sudah dicabut dan di musnahkan oleh pemuda yang dia sebut sontoloyo tetapi memiliki kemampuan di atasnya itu.
Marah, kecewa, dendam berkecamuk menjadi satu di dalam hatinya.
"Bunuh saja aku pemuda keparat!!" lirihnya.
"Sudah kubilang bahwa aku bukan pembunuh, jika aku mau sudah dari awal bertemu denganmu aku bisa membunuhmu karena aku tau di mana letak kelemahan ilmu kamu itu...sekarang pergilah yang jauh dan jangan menampakan dirimu lagi di manapun!!" sentak Juan.
"Kamu tunggulah pembalasanku pemuda keparat!!" lalu Tinah alias Surtinah melangkah dengan tertatih-tatih menyeret langkahnya perlahan meninggalkan tempat itu.
"Aku selalu menunggumu iblis betina!!" seringai Juan.
Tak lama kemudian...
Oek...oek...oek
"Alhamdulillah!!" ucap mereka semua.
"Terima kasih ya Allah...terima kasih nak Juan...Allah mengirimkan pertolongannya melalui dirimu!!" kata pak Broto.
************
"Pak Tono, mommy Juan sebentar lagi balik dari Batam, Juan harus segera pulang sebelum mommy mengetahui Juan kelayapan kemana-mana!!" ucap Juan.
"Terima kasih pak Tono mau menampung saya di sini, saya pamit dulu pak...jaga kesehatan ya pak!! saya ngga bisa memberi apapun!!" ucap Juan.
"Ngga usah repot-repot nak...kamu mau di sini menemani bapak aja bapak sudah sangat senang!!" ucap pak Tono lagi.
Sepeninggal Juan pak Tono membereskan kasur lipat yang Juan pakai untuk tidur, dan betapa kagetnya pak Tono saat mengangkat kasur itu dia melihat seikat uang seratusan berjumlah lima juta rupiah di bawahnya disertai dengan tulisan...."Pak jangan menolak pemberian saya, anggap saja ongkos makan dan tidur saya selama beberapa hari menumpang di warung bapak!!"
Pak Tono hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan pemuda itu.
Sementara Juan dan Keikei sudah melaju dengan motornya membelah jalan raya...satu misteri sudah dia pecahkan bersama kawan hantunya itu.
"Kei, koh Juan mau singgah sebentar di rumah mba Tyas, kangen sama Afifah!!" kata Juan.
"Kangen sama Afifah atau sama ibunya??" goda Keikei.
__ADS_1
"Dua-duanya!!" sahut Juan.
"Jadi kepincut pesona janda judulnya ya, koh??" kata Keikei.
"Ishhh anak kecil diem aja!!" sentak Juan membuat Keikei tambah nyaring tertawanya.
"Lho itu bang Anjar ngapain ya kok naik motor sampai sejauh ini??" tanya Juan pada Keikei yang hanya dibalas bocah hantu itu dengan menggedikan bahunya.
Juan dan Keikei berhenti di samping tukang ketoprak pinggir jalan.
"Bang Anjar...sedang apa di sini??" tanya Juan.
Anjar yang sedang makan nampak kaget.
"Kamu, Juan...kamu ngga ikut liburan ke Batam bareng yang lain??" tanya Anjar.
"Malas bang...Juan menghabiskan waktu libur di kota ini aja!! abang sendiri ngga ikut ngumpul keluarga ke Batam?? kan mba Sari bisa dikenalkan pada keluarga besar kita!!" kata Juan.
"Bawa si Sari?? abang aja belum tentu diterima oleh keluarga besar kita, apalagi membawa Sari!!" celoteh Anjar.
"Ketopraknya satu bang!!' kata Juan pada si penjual ketoprak.
"Ya adem dek, apalagi kalau abang guyur kepalanya Sari pakai air seember setiap pagi!!" Anjar mencoba bercanda walaupun hatinya sedih dan tanpa dijelaskan pun, Juan sudah tau itu.
"Abang sudah nengok putri abang??" tanya Juan pelan.
"Abang ngga berani, dek!! entah mengapa setiap kali mau berhadapan dengan mantan istri abang itu, abang jadi kisut duluan!!" kata Anjar menunduk.
"Bang, seandainya suatu hari nanti ada pria yang mencintai mba Tyas dan Afifah dengan setulus hati, apakah abang ikhlas??" tanya Juan berhati-hati karena dia tau seandainya Sari tidak menebar pesona peletnya, tentu Tyas dan Anjar masih bersama hingga sekarang.
Anjar menarik napas panjang terlebih dahulu baru menjawabnya.
"Sejujurnya abang tidak ikhlas tapi abang bisa apa?? karena semua ini terjadi karena kesalahan abang sendiri." Jawab Anjar.
"Sekarang aja jangankan menyapa, menoleh pada abang aja jika bertemu, Tyas ngga mau lagi!!" lirih Anjar.
"Ya sudah, yang sabar bang!!"sahut Juan sambil menepuk bahu Anjar.
__ADS_1
"Ini ngomong-ngomong jauh amat abang beli ketopraknya??? ngga ada di sana orang jualan ketoprak, ya??" tanya Juan sambil mulai makan ketoprak miliknya.
"Abang hanya bosan di rumah jadi abang habiskan untuk berjalan-jalan saja!!" ucap Anjar.
Lalu mereka berdua saling diam tak lagi bicara sambil menikmati makanan masing-masing.
***********
"Bagus...dari mana aja kamu mas jam segini baru pulang, punya simpanan lagikah??" tanya Sari sambil berkacak pinggang di muka pintu.
"Astahfirullah mulut kamu Sari, kalau dijaba oleh Allah, baru kamu tau, bicara itu mbok ya di saring pakai filter bila perlu!!" ucap Anjar kesal.
"Habis aku kesal sama kamu mas, aku semenjak sore menunggumu mau minta uang, ada baju ibu hamil yang bagus di online aku mau pesan tapi kamu kutunggu ngga pulang-pulang!!" kata Tyas dengan wajah cemberut.
"Masya Allah Sari, baru dua hari lalu kamu beli baju sekarang sudah mau beli lagi??" tanya Anjar kesal.
"Mana mas uangnya!!" Sari
menengadahkan kedua telapak tanganya.
"Mas ngga punya uang, sudah mas isikan bensin tadi!!" dusta Anjar.
"Mas Anjar pelit!!" Sari menghentak-hentakan kakinya kelantai dengan raut muka kesal karena keinginannya tak terpenuhi.
Anjar hanya bisa mengelus dada, untung tadi dia sudah makan kalau ngga dia pasti sudah kenyang karena omelan Sari.
Dia masuk mau mengganti pakaiannya tetapi pintu kamar dikunci oleh Sari dari dalam kamar.
"Keterlaluan kamu Sari, bagaimana mas mau ambil baju di dalam??" tanya Anjar sambil berulang kali mengetuk pintu kamar tetapi tak ada sahutan apapun dari Sari.
Dengan menahan kesal Anjar akhirmya tidur di ruang tamu beralas dengan kasur tipis.
Lia yang baru pulang dari bekerja jadi kaget melihat Anjar tidur di luar kamar.
*
*
__ADS_1
***Bersambung....
Lanjut ke episode berikutnya🙏🙏