Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 91 Tertangkap Basah


__ADS_3

"Lho mbak Lia...Ansar kok dibawa kerja?? apa ibunya tidak ada di rumah??" tanya tukang ojek langganan Lia.


"Ibunya tadi pergi jalan, paklek!!" kata Lia.


"Ooo mungkin tadi yang naik mobil sedan berwarna putih itu ya...kalau ngga salah bersama seorang pria bule, ganteng sih orangnya!!" kata paklek tukang ojek itu.


DEG.....


"Paklek salah liat kali??" kata Lia.


"Iya kali ya, paklek salah lihat...yang paklek lihat tadi perempuan rambutnya setengah pirang pakai baju kotak-kotak!!" kata paklek tukang ojek itu.


"Bukankah kak Sari juga pirang?? bukankah tadi kak Sari memakai baju kotak-kotak juga?? kok semua serba kebetulan yah??" gumam Lia.


"Ayo mbak Lia...naik nanti terlambat lho...!! kata paklek ojek itu.


Sementara itu di tempat Anjar bekerja....


"Aduh...ini Sari ngelayap kemana lagi sampai Lia mengajak Ansar ketempat kerjanya!!" gerutu Anjar.


"Terpaksa aku pulang naik ojek online kalau begini...aku nggak bisa bawa motor sambil gendong Ansar."


"Semakin hari semakin keterlaluan tingkahnya Sari ini!!" gerutu Anjar.


Anjar sedang menunggu ojek online pesanannya datang saat dia melihat sebuah mobil putih melintas.


"Kok seperti Sari?? tapi dia sedang bersama siapa ya??" pikir Anjar.


"Pak ikuti dulu mobil putih di depan itu...!!" kata Anjar begitu ojek online pesanannya tiba.


"Kemana tujuan mobil putih yang ditumpangi Sari itu??" pikir Anjar.


Mobil sedan putih itu berhenti disebuah penginapan dipinggir kota. Setelah lima belas menit mengikuti akhirnya mobil itu berhenti.


Setelah agak lama dua sejoli itu masuk, Anjar pun masuk dan langsung menemui resepsionisnya


"Mbak maaf bisa tanya pasangan yang baru masuk tadi menginap di kamar berapa ya??"tanya Anjar.


"Bapak ini siapa ya?? maaf pak...kami di sini menjaga privasi mereka yang menginap di sini!!" kata resepsionis itu.


"Barang berharga mereka berdua tadi tertinggal di toko saya, dan saya harus membawakannya dan mengembalikannya langsung pada mereka.


Setelah dibujuk diberi tiga lembar uang merah, akhirnya resepsionis itu buka mulut juga.


"102....itu nomor kamarnya!!" bisik Anjar.


TOK...TOK...TOK


"Siapa itu beib???" tanya suara seorang wanita.

__ADS_1


"Ngga tau...!!"


CEKLEK...


"Iya...ada perlu apa??" tanya pria berwajah bule itu.


"Maaf pak istrinya ada?? tadi ada barang miliknya tertinggal di toko saya, saya cuma memastikan ini benar barang miliknya atau bukan!!" jawab Anjar.


"Beib, keluar dulu...ada yang nyari nih, dia bilang ada barang belanjaanmu tertinggal di tokonya!!" sahut si bule.


Sari menongolkan diri dari kamar mandi masih memakai kimononya. Karena posisi Anjar terlindung oleh pintu maka Sari harus keluar kamar.


"Beib...mana o...???"


Sari tercekat. Susah payah dia menelan salivanya.


"Saya mau tanya nyonya...bayi dan adik anda yang tertinggal di kontrakan saya mau diapakan??" tanya Anjar tenang dan datar.


Entah mengapa perasaannya biasa aja saat melihat Sari selingkuh, berbeda saat dia melihat Tyas dekat dengan Juan, dunianya terasa jungkir balik!!


"M..mas Anjar!!" hanya kata itu yang mampu diucapkan oleh Sari.


"Saya langsung jatuhkan talak 3 untukmu Sari Inayah!!" kata Anjar lalu berbalik meninggalkan tempat itu.


Sari terduduk lemas, permainan panasnya dengan James belum juga dimulai, dia sudah merasa lemas duluan.


"Lama amat mas...kasihan Ansar kelamaan di sini??" ujar Lia masih memakai celemek, lari keluar membawa Ansar.


"Ansar ganteng pulang sama ayah dulu ya...nanti tante nyusul pulang kalau kerjaan tante sudah selesai!!" kata Lia menciumi pipi Ansar gemas.


Bayi itu seolah tau bakal terjadi sesuatu di sore menjelang maghrib itu. Dia memegang baju Lia kuat-kuat seolah tak mau pisah.


"Ayo kita pulang nak...nanti keburu maghrib di jalan!!" kata Anjar lalu mengambil alih menggendong Ansar.


Mereka pulang naik gojek menuju kerumah. Sepanjang perjalanan Anjar itu heran jika bisa dikatakan merasa aneh, mengapa sore itu jalanan begitu lengang...hampir tak ada kendaraan berlalu lalang...


"Kok jalanan sepi banget ya?? perasaan jalan menuju kontrakan ngga sepi-sepi amat seperti ini deh!!" gumam Anjar.


Ditambah lagi bang gojek itu diam saja tak bersuara seperti orang bisu.


Waktu tadi si tukang gojek datang, Anjar tidak bisa melihat jelas wajahnya karena memakai helm dan masker, hanya saja Anjar melihat mata itu menyorot kemerahan, tetapi karena fokus Anjar adalah mengejar Sari...maka Anjar tak begitu memperhatikan dan tak begitu mempedulikan keanehan si tukang ojek.


Ansar yang ada di dalam gendongan Anjar terlihat gelisah tapi tidak sampai menangis karena Ansar pada dasarnya bukan bayi yang cengeng.


"Bang...jangan laju-laju bawa motornya...kasihan anak saya!!" kata Anjar memperingatkan si tukang ojek yang mulai memacu motor dengan cepat.


"Bang...dengar ngga sih??" teriak Anjar.


"Wah...kayaknya kesurupan nih tukang ojek!!" kata Ansar.

__ADS_1


Karena semakin takut dirinya dan Ansar kenapa-napa...akhirnya Anjar memutuskan untuk lompat dari motor.


AAAGGHHHH....


Anjar berteriak kesakitan saat punggungnya menghantam tanah keras tetapi Ansar selamat.


BRUAKKK...


Tukang ojek dan motornya menabrak tiang penunjuk arah di pinggir jalan.


Anjar terkesiap melihatnya. Dengan cepat walaupun posisi punggungnya masih sakit, dia bangkit berdiri.


"Ada yang aneh dengan tukang ojek itu...!!" pikir Anjar cepat.


"Tadi ojek yang kupesan itu pengendaranya laki-laki, tapi mengapa sekarang menjadi seorang wanita??" gumamnya.


Karena menabrak penunjuk jalan, maka motor oleng dan berbenturan lagi dengan pembatas jalan yang menyebabkan motor jatuh.


Helm dan masker si tukang ojek terbuka. Dia bangkit berdiri tanpa kurang suatu apapun juga padahal kondisi motor ringsek di depannya.


Rambutnya yang hitam tergerai panjang hingga ke pinggang.


Wajahnya sangat cantik walaupun pucat seperti mayat hidup dan yang paling menggidikan adalah sorot matanya yang berwarna kemerahan menatap Anjar yang sedang menggendong Ansar dan memeluk bayinya erat-erat.


TIBA-TIBA GREP...


Wanita itu mengangkat kaku kedua tangannya lurus kedepan dengan posisi siap mencekik orang yang ada di depannya.


"Ya Allah...sebenarnya itu mahluk apa yang menyamar menjadi tukang ojek yang aku tumpangi??' kata Anjar ketakakutan.


NGUNG...BRUK...


Dari arah belakang si pengendara misterius itu muncul seorang pengendara motor gede dan dengan sigap menabrak wanita misterius itu hingga jatuh terguling-guling sedikit menjauh dari Anjar dan Ansar.


"Cepat naik bang..." kata pengendara itu memberi instruksi pada Anjar yang masih berdiri bengong.


"Cepat bang...aku tak punya banyak waktu itu untuk menunggu abang bengong di situ seperti ayam ketelen karet!!" sentak si pengendara moge tersebut dan sontak juga mengagetkan dan menyadarkan Anjar.


Apalagi dilihatnya si wanita misterius yang tadi jatuh terguling itu mulai bangkit berdiri tegak siap mendatangi dia. Tanpa pikir panjang Anjar naik keatas moge tersebut dan si pengendara langsung tancap gas dan kabur!!


*


*


***Bersambung...


Apakah yang selanjutnya akan terjadi???


Jangan lupa untuk mengikuti kisah selanjutnya dan jangan lupa dukungannya, guys!!

__ADS_1


__ADS_2