
"Sudah kamu jangan merasa sedih, masih ada bude, pakde, mba Sasha bersamamu...ingat kamu tidak sendiri...kami selalu mendukungmu...suatu hari nanti Anjar pasti menyesal telah membuang wanita sebaik dan secantik serta sehebat dirimu, biarkan saja dia toh itu jalan yang telah dia pilih untuk hidupnya." Kata Sasha memberi semangat pada Tyas.
Tyas mengangguk pasti mendengar perkataan sepupunya itu.
"Mba tidak memberikan atau berniat memprovokasi pernikahanmu dengan Anjar, hanya mba tidak ingin melihat kamu menderita lagi!!" ucap Sasha.
"Berpisah dengan Anjarpun kamu masih sanggup untuk membiayai hidupmu dan anakmu tanpa harus bergantung hidup pada suamimu yang sialan itu.
"Ada pembicaraan apa sih ini?? kok sepertinya serius banget??" kata Alfath datang sambil menggendong Fathir yang baru saja selesai di mandikan dan dibedong dengan kain.
Sasha langsung tersenyum pada Fathir yang matanya berkedip-kedip.
"Wow...anak bunda sudah ganteng dan wangi ya..." lalu dia menyambut Fathir dan menggendongnya.
Alfath memandang dua orang terkasih dalam hidupnya itu dengan perasaan bahagia.
"Dek selesai masa nifasmu nanti kita akan melangsungkan pernikahan kita, ya!!" kata Alfath.
"Ngga....!" kata Sasha menolak tegas sambil memandang Alfath dengan sorot mata tajam membuat Alfath terhenyak.
"Ngga bisa nolak!!" kata Sasha lalu tertawa menggoda ayah Alfathir tersebut membuat Alfath jadi gemas melihatnya.
"Ooohhh awas ya...nanti mas balas kalau kita sudah nikah nanti!!" ujar Alfath sambil mencubit hidung Sasha.
"Sayang...sebenarnya ada masalah apa antara Anjar dan Tyas??" tanya Alfath sambil duduk di sampimg Sasha.
"Anjar berselingkuh mas!!" kata Sasha pelan.
"Apa???" kata Alfath kaget.
"Berselingkuh?? bodohnya Anjar ini...kurang apa lagi Tyas itu...siapa perempuan yang jadi duri dalam pernikahan mereka??" tanya Alfath lagi.
Sasha cuma menggeleng karena memang tidak tau, jangankan dia sedangkan Tyas yang punya suami aja ngga tau, jika Tyas tau bisa habis bonyok itu perempuan dihajar sama Tyas.
"Kalian ini dicariin juga...sarapan dulu setelah itu kita akan bersiap-siap pulang!!" kata pak Tio yang sedang berjalan-jalan dengan pak Alfredo.
"Ibu kalian itu semua pada syok jika ingat kejadian semalam!!" kata pak Tio.
*********
Anjar nampak frustasi di dalam kamarnya.
Kemarin ranjang ini telah ternodai oleh pergumulan panasnya dengan Sari.
Alih-alih berduka dengan kepergian Tyas, dia malah tergoda lagi menggumuli Sari yang selalu datang untuk menggodanya.
"Maafkan mas ya, dek!! di mana kamu sekarang?? mas Anjar kangen sama kamu!!" Anjar meraih foto pernikahan mereka yang ada di meja rias istrinya.
Di foto itu Tyas tampak sangat cantik seperti seorang putri keraton. Senyumnya begitu nampak sangat bahagia dan begitu tulus.
Entah kenapa setiap kali otaknya saat lagi waras sedang membandingkan tentu Sari tak ada apa-apanya dibandingkan Tyas istrinya, tetapi jika sudah berhadapan dengan Sari entah mengapa dia mati kutu.
Bagaimana jika suatu hari Tyas datang dan menuntut untuk bercerai darinya??
"Oooh tidak, jangan sampai itu terjadi!!" gumam Anjar cepat menghapus pikiran jelek itu.
Kemarin dia sudah berkali-kali mendatangi kediaman budenya Tyas tapi rumah mereka sepi dan lampu luarnya menyala pertanda penghuninya tak ada di rumah.
__ADS_1
Berkali-kali juga nomor Tyas dia hubungi tapi tak pernah aktif lagi sejak seminggu lalu sejak kepergian Tyas.
Anjar bangkit berdiri dan menyiapkan sendiri sarapan dan kopi untuk dirinya sebelum berangkat kerja.
************
"Sasha mengucapkan banyak terima kasih atas pertolongan juga kesediaan pak Kyai dan nyai Hamas menampung dan menjaga Sasha selama di sini!!"
"Terima kasih banyak ya Yusva, atas pertolonganmu padaku!!"
Keluarga Sasha dan Alfath pun juga mengucapkan banyak terima kasih pada Kyai Hamas dan istrinya yang baik itu.
"Semoga kalian menjadi keluarga yang SAMAWA ya...!!" ucap mereka pada Shasa dan Alfath.
Menjelang siang mobil mereka bergerak meninggalkan area pondok pesantren.
Ayah Sasha dan Alfredo ayah Alfath duduk di depan bersama Valen sementara kedua ibu dan Tyas duduk di tengah dan di belakang Alfath sedang menggendong bayinya sementara Sasha tidur-tidur ayam karena semenjak kejadian dia merasa sangat lelah.
CIIIIITTTT....
"Ayah ada apa??" teriak bu Ratna pada suaminya yang sedang mengemudi.
"Besan, ada apa??" tanya Alfredo sementara Valen melihat kesekitar dengan pandangan mata hazelnya.
"Entahlah Alfred, kenapa tadi di bawah pohon besar yang kita lewati barusan aku seperti melihat wanita bergaun hitam seperti yang semalam kita lihat berdiri sambil memperhatikan mobil kita!!" kata pak Tio sedikit gugup.
"Mungkin kamu lelah, apa kita bergantian menyetirnya??" tawar Alfredo.
"Aku belum ada satu jam menyetir, masa aku sudah lelah?? rasanya tak masuk di akal saja." Kata pak Tio lagi.
"Kita semua mengalami kejadian mengerikan semalam dan juga tidak bisa tidur, bisa saja kita berhalusinasi!!" ucap Alfredo.
Setengah jam kemudian...
Perasaan persimpangan itu tak ada deh!!" ucap pak Tio pada Alfredo.
"Iya, ya....!! seingatku saat 3 hari lalu kita kemari, persimpangan ini tak ada!!" ucap Alfredo.
"Ada apa lagi ayah?? mengapa kita berhenti??" tanya bu Ratna dari bangku tengah.
Lalu Alfredo menceritakan apa yang dia lihat ini kepada istrinya.
"Ayah benar, saat itu seingat ibu persimpangan ini ngga ada deh...terus kita pilih jalan yang mana??" kata ibunya Alfath.
Tak disangka Valen turun dari mobil dan berdiri sejenak di depan mobil mereka.
"Anak itu??" pikir pak Tio.
"Walaupun dia bisu, tetapi aku yakin dia mempunyai kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain...mata hazelnya menyimpan berjuta misteri!!" batin pak Tio.
Lalu Valen masuk kembali dan menunjuk kearah kiri.
Mereka yang sudah tau kemampuan Valen akhirnya mengikuti petunjuk bocah itu.
Tak sengaja pak Tio menengok kearah belakang melalui kaca spionnya.
"Masya Allah...wanita itu lagi!!" desis pak Tio membuat Alfred menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Mas, sebelum kita menikah...adek tinggal di rumah ibu dan ayah dulu, ya!!" kata Sasha.
"Ngga apa-apakah?? sebenarnya mas khawatir dek, apalagi sehabis kejadian tadi malam, mas jadi kepikiran terus." Kata Alfath.
"Kita banyakin sholat dan dzikir aja mas, minta perlindungan pada Allah!!" kata Sasha tetapi matanya melihat kearah motor yang tadi berselisihan dengan mobil mereka.
DEG...
"Itukan si Anjar...cewek yang digoncengnya itu siapa?? kok kayaknya mesra banget pakai pelukan segala??" batin Sasha.
"Dek, ada apa?? apa yang kamu lihat??" tanya Alfath saat memandang Sasha tengah serius menatap sesuatu.
Sasha berbisik pelan ketelinga Alfath agar tidak terdengar oleh Tyas dan juga ibunya Sasha yang duduk di depan mereka.
"Anjar...!!" bisik Sasha ketelinga Alfath.
"Iyakah??? sama siapa??" tanya Alfath lagi pelan.
"Sama cewek, mungkin itu kali pacar 5 watt nya!!" bisik Sasha lagi.
"Kok 5 watt sih dek?? gelap dong!!" kata Alfath menahan tawa.
"Dari pada adek bilang pacar gelapnya Anjar?? lebih ngga enak lagi kedengarannya!!" bisik Sasha lagi...
"Yang duduk di belakang itu, tolong jangan bisik-bisik ya..." kata bu Ratna dari bangku tengah.
"Tenang bu, kita berdua ngga gibahin orang kok!!" kata Sasha sambil tersenyum.
"Kalau yang tadi itu benar Anjar, sepertinya memang tak ada niat buat dia untuk mempertahankan rumah tangganya!!" bisik Alfath setengah geram.
"Adek penasaran mas, secantik apa sih perempuan yang digilai Anjar sehingga dia rela berpaling dari istrinya sendiri??" balas berbisik Sasha.
"Yang jelas kecantikannya tidak bisa mengalahkan kecantikannya sayangku bundanya Fathir!!" bisik Alfath sambil tersenyum.
"Gombal!!" lirih Sasha mencubit pinggang Alfath.
Sementara Tyas hanya termenung menatap keluar jendela.
"Besok masa cutiku sudah habis, haruskah aku pulang lagi kerumahku?? rumah yang menjadi kenangan untuk ku dan mas Anjar?? tetapi jika tidak pulang nanti ayah curiga bahwa rumah tanggaku dan mas Anjar sedang tidak baik-baik saja, tetapi mas Anjar telah menjatuhkan talak padaku dan bisa saja selama semingguan ini mas Anjar membawa pulang selingkuhannya itu kerumah kami??" Tyas menggigit bibir bawahnya untuk menahan gejolak perasaannya.
Alangkah iri nya dia melihat kebahagiaan kakak sepupunya yang begitu mesra dengan Alfath.
Padahal dulu dia yang selalu memberikan semangat untuk Sasha agar tidak menyerah pada keadaan, tetapi kini giliran dia yang merasa terpuruk.
"Yas...kamu ngga pengen ngemil??" tanya bu Ratna yang melihat Tyas yang diam semenjak tadi.
"Perjalanan kita masih agak jauh lho...makanlah supaya kamu tidak masuk angin!!" kata ibu Ratna sambil menyodorkan plastik berisi cemilan.
"Ibu....Sasha ngga ditawarin??" kata Sasha merajuk.
Alfath terlihat membuka tas ranselnya dan memperlihatkan isinya.
"Nih...ngga usah iri sama Tyas, ini satu ransel penuh berisi cemilanmu aja!! sini Fathir biar mas gendong lagi, tuh kamu ngemil sepuasmu!!" kata Alfath mengambil alih Fathir dari tangan Sasha.
*
*
__ADS_1
***Bersambung....
Lanjut ke next episode ya reader🙏🙏