Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 99 Nenek Tiri


__ADS_3

TIIIIITTTTT


Lia memutuskan sambungan teleponnya. Perasaan marah yang dia pendam selama ini pada sang kakak akhirnya dia keluarkan semua...dia memang sangat lelah selama ini menghadapi kelakuan Sari.


"Dasar adik lucknout...berani sekali dia mematikan sambungan telepon saat kakaknya sedang menelpon??" bentak Sari kesal.


"Kurang ajar...siapa sih yang berani-berani mempermainkan kita??" tanya Ganda Suri sementara Surtinah sibuk berkelebat kesana kemari mencari sumber suara yang menjengkelkan itu.


"Kalian para tua bangka ini sebenarnya mencari apa sih??? masa kalian tidak melihat aku ada duduk di atas pohon ini??" kata seseorang lalu meluncur turun dari atas pohon dekat gerbang pemakaman.


Nyai Sambang, Ganda Suri dan Surtinah tampak mendelik saat melihat remaja seumur Juan meluncur turun dari atas pohon.


Wajahnya putih bersih, kepalanya melingkar sorban putih dan tangannya memegang tasbih.


Bibirnya selalu menyunggingkan senyuman ramah dan mata bulatnya yang bersinar bening dan teduh, menenangkan siapapun yang memandangnya terkecuali ketiga wanita iblis yang ada di depannya.


"Oooohhh hanya bocah bau kencur!!" Nyai Sambang memandang remeh pada remaja tampan itu.


"Assalamualaikum para nenek!!" sapanya dengan sopan dan ramah.


"Nenek kepala bapakmu itu...dasar bocah gila...sok akrab kamu!!" sentak Ganda Suri.


"Itu sudah nek...kan ada pepatah tak kenal maka tak sayang!!" jawabnya tenang.


"Bencinya aku sama bocah sialan itu....hajar dia Tinah!!" seru Nyai Sambang.


"Eits...tunggu dulu nenek Sambang...masa nenek mau memukulku jika aku tak bersalah?? nenek macam apa kau ini??" kata pemuda tanggung itu.


"Siapa sih sebenarnya pemuda ini??? dari tadi memanggilku dengan sebutan nanak nenek aja?? tapi sepertinya aku kenal dengan mata indah itu, aku seperti pernah melihatnya tapi aku lupa di mana!!" desis Nyai Sambang di antara kekesalannya.


"Nenek Sambang bertobatlah...semoga pintu ampunan Allah masih terbuka untukmu, stop jangan lagi berbuat kejahatan!!" kata pemuda itu.


"Heh bocah ingusan...tidak usah sok mengajari orang tua, kau...pulang sana ganti popok terus tidur!!" kata Ganda Suri.


"Nenek cantik...wajahmu cantik, sayang matamu buta...aku bukan lagi bocah yang perlu pakai popok...nenek Ganda Suri kali yang harus memakai popok!!" sahutnya tenang.


"Kenapa?? kenapa harus aku??" tanya Ganda Suri dengan wajah menggelap.


"Ya siapa tau nenek sudah pikun jadi takut beser sembarangan...!!" lalu dia tertawa mengekeh.


"Aku sudah tak tahan lagi guru...biar aku sendiri yang akan ******* tubuhnya jadi dendeng!!" ucap Ganda Suri dengan murkanya.


"Hati-hati nek, nanti encokmu kambuh lho...di sini jauh rumah sakit!!" katanya memperingatkan.

__ADS_1


Siapakah anak muda bermulut usil itu?? dia adalah Muhammad Syarif cucu dari Kyai Abdullah.


Sebenarnya Nyai Sambang dan Kyai Abdullah bersaudara tiri, hanya saja Nyai Sambang menempuh jalan yang salah dan selalu saja Kyai Abdullah yang menjadi perintang langkahnya.


Makanya sejak tadi Nyai Sambang merasa seperti kenal dengan pemuda itu, karena mata bening dan teduh pemuda itu semuanya mewarisi mata Kyai Abdullah adik tirinya.


"Siapa kamu sebenarnya anak muda?? mengapa sepertinya aku mengenalmu??" tanya Nyai Sambang.


"Aku putra Fatimah putri dari Kyai Abdullah...masa nenek Sambang lupa dulu semasa aku kecil nenek suka menimang dan menggendongku sebelum nenek tersesat mengikuti kekasih nenek yang berilmu sesat itu??" kata Syarif.


"Jangan terpengaruh guru...ingat jalan kita semula!!" teriak Ganda Suri memperingatkan gurunya yang dia lihat mulai goyah pendiriannya setelah melihat cucunya.


"Tinah...ayo kita serang pemuda ingusan itu...!!" teriaknya memberi perintah pada Surtinah muridnya.


Tanpa menoleh pada Surtinah, Syarif mengibaskan lengan bajunya yang menimbulkan angin besar menghantam tubuh Surtinah.


BRAKKKK....


Tubuh Surtinah terhempas menghantam pohon besar tempat Syarif tadi bersembunyi.


KRAAKKK


Pohon besar itu hendak tumbang menghantam beberapa makam di bawahnya.


"Pohon tua itu tak salah nenek Surtinah...begitu juga dengan makam-makam tua yang bertebaran di bawahnya...jangan sampai pohon itu tumbang merusak makam di bawahnya." Kata Syarif penuh kelembutan.


Mata Surtinah menyalang berwarna merah menyala menatap Syarif.


Tiba-tiba tangannya mulur seperti ada per nya bertambah panjang dan berusaha menelikung tubuh dan leher Syarif.


"Ilmu iblis kacangan...ilmu itu tak akan mempan denganku nenek Surtinah!!" katanya tersenyum lalu menghilang dari pandangan semua orang dan tiba-tiba sudah berada di belakang Surtinah.


Tangan Syarif menarik sejumput rambut dari kepala Surtinah lalu tangannya yang lain menempelkan dua jarinya pada kulit kepala Surtinah yang tidak ditumbuhi rambut.


Syarif membaca beberapa ayat suci seraya menekan keras ubun-ubun Surtinah.


AAARRRGGHHHH


Surtinah melengkingkan suaranya tanda kesakitan yang teramat sangat.


Melihat itu Ganda Suri tak tinggal diam...dia menyerang Muhammad Syarif dari belakang dengan cara membokongnya.


Hebatnya, tanpa melihat kearah datangnya serangan mematikan yang membokongnya itu...Syarif kembali melambaikan tangannya menyongsong serangan Ganda Suri.

__ADS_1


AARRGGHHH BYAARRR


Tubuh Ganda Suri terseret kebelakang menghantam pagar pembatas makam dan langsung masuk kedalam kubangan lumpur di belakangnya.


"Nah kan...aku bilang juga apa!! jangan suka membokong dari belakang, masuk kubangan lumpurkan...persis seperti kerbau mandi lumpur!!" tawa Syarif menggema seolah ada yang lucu di situ.


Dengan susah payah Ganda Suri bangun dari jatuhnya. Seluruh tubuhnya terasa sakit dan remuk.


"Keparat kamu bocah!!!" teriak Ganda Suri.


STOP.....


Seketika itu juga tubuh Ganda Suri terhenti tak bisa bergerak dari tempatnya.


"Bagus...nenek diam begitu lebih baik!!" kata Syarif tersenyum tenang.


"Kau nenek Tinah, kamu sudah mati...duniamu bukan di dunia manusia, kembalilah keasalmu dan tidurlah dengan tenang kembali!! semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosamu semasa hidup dulu nek!!" berbarengan dengan akhir perkataan Syarif, tubuh Surtinah roboh ke tanah dan hilanglah sudah roh jahat yang selama ini menguasai tubuhnya.


Ganda Suri meraung keras melihat murid kesayangannya telah pergi untuk selamanya...tapi karena tubuhnya tak bisa digerakan, dia hanya bisa mencaci maki saja dari tempatnya berdiri.


Sementara Nyai Sambang yang sejak tadi terdiam seolah tersadar saat mendengar teriakan Ganda Suri. Dia segera maju untuk menolong muridnya.


"Berhenti di situ nek!!" seru Syarif cepat.


Awalnya Nyai Sambang berhenti, tetapi pada akhirnya dia maju untuk menyelamatkan Ganda Suri.


"Jangan membuat aku terpaksa untuk menurunkan tangan kasar pada nenek!!" teriak Syarif.


"Tetapi seolah tak peduli pada peringatan Syarif, Nyai Sambang terus merangsak maju.


BLASSS....


Sebuah angin keras melabrak tubuhnya dan membuatnya oleng dan sebelum tubuhnya jatuh, sesosok berpakaian hitam entah datangnya dari mana langsung menyambar tubuh Nyai Sambang.


Syarif juga tersentak tetapi dia tak berniat mengejar neneknya itu.


*


*


***Bersambung....


Siapa sosok hitam yang membawa Nyai Sambang pergi???

__ADS_1


Minta dukungannya selalu ya reader...like, komen, vote, favorit dan ratenya. Terima kasih🙏🙏


__ADS_2