Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 18 Aku Kembali


__ADS_3

Diulurkannya tangan kanannya untuk menerima handuk itu.


"Terima kasih bu, maaf merepotkan!!" seru Sasha dari dalam kamar mandi sambil cengengesan.


Sepi....


Tak ada jawaban atau suara apapun!!!


Tanpa curiga Sasha memakai handuk dan bergegas ke kamar untuk berpakaian dan menjalankan sholat ashar terlebih dahulu.


Setelahnya dia keluar kamar dan dilihatnya rumah nampak sepi, tapi ibu sudah menyiapkan makanan di meja makan.


"Pasti ibu lagi mengantarkan makanan buat cewek gangster itu!!" kata Sasha sambil meneruskan makannya.


"Lagian juga ngapain pakai acara pulang sih itu anak??" gerutu Sasha.


"Assalamualaikum...."


"Waalaikum Salam..." jawab Sasha.


"Lho ibu sama Tyas dari mana??" kata Sasha sambil berdiri menuju wastafel untuk mencuci piring bekas makannya.


"Ibu tadi minta antarkan Tyas ke supermarket untuk beli bahan kue, habis nunggu kamu lama banget, mandimu aja dua jam sendiri!!" kata ibu Ratna.


"Memang ibu sama Tyas pergi ke supermarket sejak kapan??" tanya Sasha mulai ngga enak hati.


"Sekitar satu jam lalu sebelum kamu masuk kamar mandi kayaknya." Jawab ibunya lagi.


DEG...


"Satu jam lalu?? lalu setengah jam lalu saat Sasha teriak minta ambilkan handuk dan ada yang membantu mengambilkan handuk dan mengulurkannya ke tanganku, siapa dong??" pikir Sasha mulai panik.


"Wah ibu sama Tyas jangan bercanda nih...nakutin Sasha aja...!! seru Sasha mulai kesal.


"Wah ngajak ribut nih mba Sasha!!" gerutu Tyas.


"Lagian untuk apa kita bercanda ngga pergi tapi pura-pura pergi ke supermarket?? ngga liat apa nih belanjaan yang dibawa sama bude??" gerutu Tyas kembali antara perasaan kesal dan juga perasaan yang mulai diliputi ketakutan.


"Bu...Yas...kalau kalian pergi sejam yang lalu berartikan Sasha di tinggal mandi sendirian nih, di rumah..." kata Sasha.


"Ya terus maksudmu??" kata ibu mencoba untuk tenang.


"Maksud Sasha...siapa tadi setengah jam lalu saat Sasha berteriak sama ibu meminta bawakan handuk terus ada yang menyodorkan handuk di dekat kamar mandi??" kata Sasha mulai risau.


"Terus mba Sasha ambil handuknya begitu aja tanpa melihat siapa yang memberikan handuk itu kepada mba Sasha, begitu kan??" kata Tyas mulai gemetar ketakutan.


"Bude....Tyas mau nginep di sini aja lagi, Tyas takut mau pulang!!" rengeknya.


"Ya iyalah kuambil handuknya tanpa melihat siapa yang memberi wong aku telanjang bulet!!" kata Sasha.


Mereka bertiga saling berdiam diri mendengar cerita Sasha tadi.


"Masa hantu yang mengambilkan handuk??" pikir mereka bertiga.

__ADS_1


"Tau ah bu...Yas...Sasha mau tiduran dulu di kamar sebentar capek banget!!" kata Sasha.


"Mba Sasha ngga takut sendirian??" tanya Tyas.


"Nggalah Yas...biarin aja semaunya dia!!" kata Sasha lalu beranjak masuk ke kamarnya sambil menunggu waktunya masuk sholat maghrib.


Tyas sudah tidur bersama ibunya sementara Sasha masih berkutat dengan rumus matematika karena besok mau ulangan.


Di tengoknya jam dinding sudah menunjukan pukul dua belas kurang sepuluh. Tiba-tiba buku Shasa yang terbuka di atas meja tertutup dengan sendirinya.


"Li??? kamukah itu???" lirih Sasha dengan raut wajah ceria


Hening....


"Ternyata bukan kamu!!"


"Aku kangen, Li...kabarmu di sana bagaimana?? apakah kamu ngga kangen sama aku??" lirih Sasha.


Lalu terdengar suara isakannya. Lama dia terisak sambil menelungkupkan kepalanya di atas meja belajarnya.


Sasha hampir tertidur saat dia merasa ada sebuah tangan membelai rambutnya...


Perlahan Sasha mengangkat kepalanya karena dia pikir itu ibunya atau Tyas yang diam-diam masuk ke dalam kamarnya.


Alangkah kagetnya Sasha saat netranya beradu pandang dengan netra seseorang yang sangat dia rindukan.


"Ali??? benarkah kamu Ali??? bukankah tadi sore...." Sasha menggantung kalimatnya.


"Hah??? aku...aku bisa memelukmu??" tanya Sasha heran sekaligus senang.


Sosok Ali pun juga heran karena tak menyangka dia bisa melakukan kontak fisik dengan Sasha.


"Bagaimana ceritanya kamu bisa kembali??" tanya Sasha.


"Aku juga tidak tau, sore tadi di pemakaman aku itu ikut rombongan Rina dan beberapa orang lainnya menuju cahaya putih berkilauan."


"Satu persatu mereka masuk kedalam cahaya putih itu, yang terakhir giliran Rina dan dia pun diijinkan masuk tetapi begitu giliranku, aku di tahan di depan cahaya putih mereka mengatakan bahwa aku masih ada urusan di dunia yang belum aku selesaikan dan aku di lempar kembali ke dunia ini."


"Jadi tadi sore yang memberikan handuk padaku itu kamu??" tanya Sasha membulatkan matanya.


"Iya...tapi aku ngga liat apa-apa kok....paling kalau lihat tipis-tipis doang!!"


PLAK...


Lengannya di pukul oleh Sasha yang juga langsung heran mengapa Ali bisa dia sentuh??"


"Aduh...sakit beb!!" Ali meringis saat pukulan tangan Sasha mampu membuat kulit lengannya memerah


"Aku tidak tau urusan apa itu, yang jelas aku di suruh kembali ke dunia lagi!!" jawab Ali.


"Sekarang kamu tidurlah...besok kamu akan terlambat kesekolah!!" lalu Ali menutup juga buku paket tebal yang ada di meja belajar Sasha.


"Kamu tidak tidur??" kata Sasha.

__ADS_1


"Mahluk sepertiku mana bisa tidur lagi!!" kata Ali.


"Tidurlah, aku akan menjagamu di sini!!" kata Ali sambil membenarkan selimut Sasha.


********


"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri, Sha??" kata bu Ratna yang tengah menata makanan di meja.


Berbeda dengan Tyas yang kelihatan lusuh dan kusut dan berkali-kali menguap di meja makan.


"Kamu kenapa, Yas??? kok seperti orang kalah judi begitu??" tanya Sasha.


"Aku kurang tidur semalam mba, gara-gara aku mimpi buruk semalam!!" kata Tyas.


"Mimpi apa, Yas??" tanya bu Ratna.


"Tyas mimpi di datangin hantunya Ali, bude...wajahnya seram banget rasanya seperti nyata, bude!!" kata Tyas sambil menguap lagi.


"Makanya kamu kalau mau tidur berdoa dulu, Yas!!" kata Sasha menimpali.


"Sha, aku ikut kesekolahan ya??" kata Ali!!"


"Boleh!!" kata Sasha.


"Apanya yang boleh mba Sasha?" tanya Tyas.


Sasha cepat berpikir, itu artinya hanya dia yang dapat melihat Ali tetapi Tyas dan ibunya tak dapat melihat sosok itu.


Kok kamu ceria banget hari ini, Sha??" kata Ramlah dan Fauziah.


"Sha...kamu dicariin abang sepupu gue!!" kata Adit menghampiri meja mereka.


Tak lama muncullah sosok Yusuf Darmawan di pintu lalu masuk mendekat kearah Sasha dan kedua temannya.


"Hei Sha...apa kabarmu??" tanya Yusuf pada Sasha.


Lalu matanya melirik kesamping tempat duduk Sasha di mana ada Ali dudukdi sana.


Awalnya Yusuf agak terkejut melihat kehadiran Ali kembali.


"Kok kamu kembali lagi??" gumam Yusuf pada Ali.


"Entahlah...gue di suruh kembali menyelesaikan masalah gue di dunia ini..." kata Ali.


*


*


****Bersambung....


Masalah apa gerangan yang harus di selesaikan oleh Ali Wardhana??


Jangan lupa mampir, baca, like, komen, vote, favorit dan rate nya ya reader!! Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2