
"Yas...sedang apa kamu sekarang?? masihkah kamu merindukanku seperti aku yang juga merindukanmu??" kata Anjar pelan.
Begitu pun di tempat lain, seorang pemuda sedang menatap bulan yang bersinar penuh tetapi dia sangat kaget saat bulan itu berubah menjadi wajah seorang wanita dewasa yang akhir-akhir ini memenuhi rongga kepalanya.
"Aduh...kebanyakan menghalu nih aku jadi agak sengklek deh otakku!!" gumamnya.
"Sebaiknya aku masuk saja ah... kedalam rumah nanti aku malah bukan melihat wajah dia aja jadi bulan, nanti malah sosok lain berubah jadi wajahnya, kan bisa berabe!!" gumamnya lalu bangun dari duduknya dan bergegas masuk ke dalam rumah.
**************
Siang itu di kantor Alfath sedang kedatangan seorang tamu.
Leonel sahabatnya dan Rani datang dari Aussie ke Indonesia.
Leon memeluk sahabatnya itu dengan berbagai macam perasaan.
"Maafkan aku Alfath!!" bisiknya sambil memeluk erat sahabatnya.
"Tak ada yang perlu di maafkan, Leon...akulah sebenarnya yang harus minta maaf kepadamu seandainya aku tau kamu juga mencintai Rani, aku akan lepaskan dia untuk bahagia bersamamu!!" ucap Alfath.
"Duduklah!!" kata Alfath mempersilakan Leonel duduk.
"Nanti aku minta tolong antarkan aku berziarah kemakam Rani ya, Fath...aku mau meminta maaf sekaligus juga memaafkan segala kesalahannya padaku." ucap Leon.
Sementara di salah satu sudut ruangan, sosok Rani berdiri dengan mata berkaca-kaca menatap pada sosok Leonel.
"Terima kasih akhirnya kamu mau datang juga untukku. Leonel!!" kata Rani dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Leon, ehmmm...." Alfath berat untuk mengatakannya.
"Apakah kamu tahu pada saat Rani meninggal..." kembali Alfath menggantung ucapannya...
"Rani hamil dua bulan!!" kata Alfath.
"Dia sempat mengatakan jika dia hamil anakmu!!" kata Alfath lagi.
"Ha...hamil anakku??" tanya Leon gugup.
"Iya, karena itu dia mau memintaku untuk menikahinya....tentu saja aku menolak karena aku sama sekali tak pernah menyentuhnya."
"Setelah aku mendesak akhirnya dia mengakui bahwa anak yang dia kandung adalah anakmu, maka aku memutuskan pertunangan kami dengan baik-baik ternyata dia tak terima dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan mengiris urat nadinya." Kata Alfath pelan.
"Maafkan aku, Fath...aku saat itu tidak tau jika Rani masih berhubungan denganmu, karena dia mengatakan dia tidak mempunyai hubungan apapun lagi denganmu hingga kejadian malam itu!!" desis Leon.
"Setelah itu terjadi aku berencana hendak menikahi dia dan mempertanggung jawabkan perbuatanku tapi anehnya dia menolak lalu meninggalkan aku begitu saja."
"Tentu saja aku sangat kecewa mendengar itu lalu aku memutuskan untuk kembali ke Aussie meninggalkannya dengan segala keputusannya." Kata Leon.
"Sudahlah Leon, Rani sekarang sudah tenang di sana...lupakan saja itu semua masa lalu....kita pergi kemakamnya saja nanti sore kita doakan semoga Rani diterima di sisi Allah SWT.
Tanpa kedua sahabat itu tau sesosok berbaju putih yang nampak berdiri di dekat mereka dengan beruraian ait mata.
"Maafkan salahku Leon...Alfath!!" kata Rani lagi.
*************
"Kei....kamu belum pulang??" tanya Juan yang berhenti tepat di samping Kei Lin di dekat gerbang sekolah.
"Aku lagi nunggu angkot!!" jawab Kei Lin singkat.
Sebenarnya dia ingin sekali naik ojek online tapi dia tidak punya cukup uang, untuk naik angkot saja dia harus rela untuk tidak belanja ke kantin hari ini.
__ADS_1
"Biasanya jika ada ayahnya di rumah, secara diam-diam Kei akan diberi uang saku lebih, tapi ini ayahnya sedang tugas keluar kota, jadi oleh ibu tirinya dia hanya dia diberi uang saku pas-pasan saja.
Pulang pergipun Kanaya tak mau semobil dengannya. Jadi untuk menghemat ongkos, Kei harus rela naik angkot pulang pergi kesekolah.
"Ayolah Kei...sekolah mulai sepi, kan jarang ada angkot lewat di depan sekolah kita!!" kata Juan yang dibenarkan juga oleh Kei Lin.
Akhirnya Kei mau juga ikut dengan Juan pulang sekolah.
"Kei, kamu keberatan ngga jika aku mau menanyakan sesuatu padamu??" tanya Juan pada Kei Lin.
"Kamu mau tanya apa??" kata Kei Lin lagi.
Tanpa menunggu jawaban Kei Lin, Juan masuk kearea taman kota dan berhenti di sana.
"Duduklah Kei...sebentar aku beli minum dulu ya..." kata Juan lalu meninggalkan Kei sebentar.
Tak lama Juan datang dengan dua botol teh di tangannya dan diberikannya satu untuk Kei lin.
"Kei, berapa lama ibu kandung sudah meninggal??" tanya Juan membuka pertanyaannya.
"Sepertinya sejak aku berumur 7 tahun deh...waktu itu aku dan ibu dibawa ayah Tang Jhan pergi dari Hongkong ke kota ini!!" kata Kei Lin mencoba mengingat-ingat kembali.
"Maksudmu kalian pindah gitu dari kota asal kalian kemari??" tanya Juan lagi.
"Iya, karena samar-samar aku ingat bahwa ayah kandung dan saudara kembarku telah meninggal!!"
"Iya...aku ingat sekarang, waktu itu oma dan opa membawaku dan ibu pergi dari rumah, Kei Lan saudaraku dan ayah kami mengejar mobil yang membawaku dan ibu pergi, lalu sebuah mobil datang menabrak ayah dan Kei Lan setelah itu aku tidak tau lagi nasib mereka berdua bagaimana."
"Yang aku tau ibu begitu menderita sejak kami berpisah dari ayah dam Kei Lan!! akhirnya ayah Tang membawaku dan ibu pindah ke kota ini agar ibu tidak stres terus menerus!!" Kei Lin menjelaskan panjang lebar.
"Kamu punya foto keluargamu?? Tanya Juan lagi.
"Ini....!!" kata Kei Lin memperlihatkan sebuah foto lusuh tetapi masih bisa jelas terlihat.
"Koh...itu kan Keikei!!" tiba-tiba sebuah suara kecil muncul di belakangnya.
"Keikei...kamu bikin kaget koh Juan aja!!" kata Juan berbicara pada tempat kosong di sampingnya dan sontak membuat Kei Lin takut.
"Kamu berbicara dengan siapa??" kata Kei Lin merinding.
Tiba-tiba tanpa permisi, Juan meraih tangan Kei Lin. Awalnya Kei Lin ingin marah dan menyentak tangan Juan, tetapi Juan menahannya.
"Lihatlah kesamping kirimu!!" perintah Juan.
"Kei Lan...kaukah itu?? mengapa kamu tidak besar sepertiku?? kamu tetap saja kecil...mana ayah, Kei??" tanya Kei Lin pada Kei Lan yang belum dia ketahui bahwa saudaranya itu adalah hantu.
"Keikei...benarkah ini Kei Lin saudara kembarmu yang telah terpisah denganmu selama 12 tahun lamanya??" tanya Juan pada sosok Kei Lan.
Kei Lan diam memandang Kei Lin, hanya airmatanya saja yang membanjiri pipi pucatnya.
"Kei Lin...saudara kembarmu ini..." suara Juan terputus.
"Aku ingat sekarang!!" kata Kei Lin bersimbah air mata.
"Kei Lan dan ayah saat itu tertabrak mobil dan langsung meninggal di tempat...ya, aku melihat ayah dan Kei Lan bersimbah darah dan mendadak berteriak histeris sampai ibu meninggal kami tidak pernah tau Kei Lan dan ayah di makamkan di mana!!" isak Kei Lin.
"Jadi yang berdiri di depanku ini adalah hantunya Kei Lan??" tanya Kei Lin.
"Apakah kamu takut padanya??" tanya Juan lagi.
Kei Lin menggeleng.
__ADS_1
"Aku sangat merindukannya, bagaimana aku bisa takut padanya??" tanya Kei Lin balik.
"Peganglah tangannya Kei...kalian dua saudara kembar yang telah terpisah selama 12 tahun, walaupun kini kalian bertemu dengan dua dunia yang telah berbeda tetapi ikatan persaudaraan kalian akan tetap ada." kata Juan juga ikut sedih.
"Terima kasih koh Juan sudah mempertemukan aku dan Kei Lin, tapi aku belum bisa pergi, tugasku untuk melindungi Kei Lin belum selesai...aku bisa tenang jika melihat Kei Lin sudah bahagia."
"Dan satu yang harus kamu tau, Kei...bahwa yang menabrak ayah dan aku sampai mati itu adalah orang yang sekarang menjadi ayahmu!!"
JEDAR....
Kei Lin langsung lemas mendengarnya. Siapa yang menyangka sosok yang menjadi sandarannya selama ini, sosok yang selalu baik padanya dan selalu melindunginya ternyata adalah pembunuh ayah dan kembarannya??
Dia juga bingung harus bagaimana. Belasan tahun dia hidup dengan pembunuh ayah dan saudaranya, haruskah dia membencinya?? membalaskan dendam ayah dan saudaranya atau sebaliknya??
"Kei...!!" kata Juan mengagetkannya.
"Sebaiknya kita pulang, nanti kamu dicari oleh ibu dan saudara tirimu...jangan khawatir kamu akan tersakiti sekarang....Keikei akan menjagamu!!" hibur Juan.
Akhirnya Kei Lin diantar Juan pulang kerumahnya. Sebelumnya Juan berpesan pada Kei Lan untuk menjaga Kei Lin dari ibu dan saudara tirinya.
*************
Anjar pulang kerja dengan lesu tak bergairah. Ketok palu hakim sudah mengesahkan bahwa dia dan Tyas sudah resmi bercerai. Kini dia harus menjalani hidup di rumah kontrakan bersama Sari dan Lia adiknya.
Sari sudah tidak bekerja karena perutnya semakin membuncit, jabatan Anjarpun kini diturunkan dari supervisor hanya menjadi karyawan biasa yang gajinya juga pastinya lebih kecil sehingga dia harus sering lembur untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Seperti hari ini, sudah jam 9 malam dia baru menyelesaikan pekerjaannya.
Dengan tubuh lelah dan lengket oleh keringat dia pulang kerumah memacu motornya.
Di depan perempatan dia melewati tukang tahu tek-tek kesukaan mantan istrinya itu.
Anjar memutuskan untuk makan di sana sambil mengenang masa lalunya dengan Tyas.
"Tahu tek nya satu ya bang...!!" kata Anjar lalu duduk di bangku yang sudah di sediakan.
"Eh, mas Anjar...kok sendiri?? mba Tyasnya kemana??" tanya si abang celingukan.
"Ngga ikut bang, saya pulang kerja langsung mampir kemari??" kata Anjar.
Tak mungkinkan dia mengatakan yang sejujurnya kalau dia dan Tyas sudah bercerai??
Sementara di rumah kontrakan....
Mas Anjar ini kemana sih sudah hampir jam 10 malam belum juga pulang??" Sari dengan kesalnya bolak balik di luar kontrakan mereka.
"Mba Sari memang ngga capek ya??" kata Lia adiknya.
"Mungkin mas Anjar sedang dalam perjalanan pulang, mba!!" kata Lia pada Sari.
"Perasaan mba Sari ini dari matanya melek pagi tadi bawaannya ngomel melulu, apa lidah mba Sari ngga keseleo??" tanya Lia agak kesal dengan omelan kakaknya itu.
"Diamlah kau Lia...jika tidak punya solusi dan saran untuk disampaikan, lebih baik kamu diam saja.
*
*
Bersambung....
Menyesal ya bang Anjar??? dari mana aja loe nyeselnya baru sekarang???😂😂
__ADS_1