
"Kurang ajar....apa si Alfath itu yang membawa bi Titin dan Alma pergi dari rumah ini??"
AARRGGHHH...
Chintia menendang meja yang rapuh di ruang tamu beralaskan lantai tanah itu.
"Hilang sudah ladang berlianku jika itu memang terjadi, tetapi kapan dia kemari dan bagaimana dia bisa tau?? apakah dia mengikutiku sore tadi?" Chintia terus bermonolog pada dirinya sendiri.
"Benar-benar kau Alfath, kamu yang telah menyebabkan saudara kembarku meninggal, jangan harap kamu akan kubiarkan hidup tenang begitu saja!!" desis Chintia.
**************
Tubuh Kei Lan bergetar hebat saat melihat pria setengah tua yang di panggil papa oleh Kei Lin itu.
"Aku tak pernah lupa wajah orang itu yang telah menabrakku dan ayah sehingga kami meninggal, ternyata dia laki-laki yang telah menikahi ibu dan telah menjadi ayah Kei Lin selama ini!!" lirih Kei Lan.
"Dia sangat menyayangi Kei Lin seperti anak kandungnya sendiri, menjaga Kei Lin hingga dia dewasa seperti sekarang ini, haruskah aku melupakan dan memaafkan semua dosa-dosanya di masa lalu??" ujar Kei Lan.
"Kanaya rupanya belum jera juga...masih saja menjahati Kei Lin!!" ujar Kei Lan.
"Kei Lin....bangun, buatkan aku mie goreng ceplok telor dong...aku lapar nih!!" teriak Kanaya menggedor-gedor pintu kamar Kei Lin.
Kei Lan yang masih berada di situ menggeram jengkel.
"Tak bisakah manusia satu ini bersikap lebih sopan pada orang lain??" dengus Kei Lan.
"Awas kamu kukerjai memang kamu ya??" geram Kei Lan.
Saat pintu kamar diketuk setengah digedor oleh Kanaya, tiba-tiba pintu itu seperti terbuka sendirinya.
Yang membuat Kanaya terkejut setengah mati, wajah Kei Lin yang membukakan pintu ternyata sangat mirip sekali dengan wajah Kei Lin yang sedang terbaring meringkuk di atas kasur.
Hanya bedanya wajah Kei Lin yang membukakan pintu tampak pucat seperti tak berdarah dan tampak menyeringai menakutkan menatap Kanaya yang berdiri di depan pintu kamar.
"Ada perlu apa kamu membangunkan aku, Kanaya??" suara Kei Lin seperti datang dari dasar sumur yang dalam menggema menakutkan.
"Siapa kamu??" bentak Kanaya memberanikan diri.
"Aku?? aku juga tidak tau aku siapa...hihihihi!!" tawanya hanya pelan tetapi terdengar seperti sangat mengerikan bagi Kanaya.
"Ya sudah aku mau keluar saja!!" sentak Kanaya!!"
"Kamu tak ingin melihat wajah asliku dulu??" tanya Kei Lin palsu.
Kanaya bergeming mendengarnya.
Hihihihi.....nih kamu lihat dan perhatikan baik-baik!!" kata jelmaan Kei Lin tersebut.
Tiba-tiba lehernya berputar cepat seperti kitiran. Kanaya kaget dan ketakutan bukan main tetapi anehnya seluruh penghuni rumah tak ada yang mendengar jeritan Kanaya!!!
Hingga akhirnya Kanaya jatuh pingsan di depan pintu kamar Kei Lin yang sudah tertutup dengan sendirinya.
Setelah Kanaya benar-benar pingsan, secara ajaib tubuh itu terbang dan berpindah kekamarnya sendiri.
Keesokan harinya kembali Kanaya menjerit histeris saat bangun di pagi hari.
__ADS_1
"Kei Lin jadi hantu, Kei Lin jelmaan iblis!!" teriak Kanaya.
"Apa-apaan sih kamu?? bukannya bangun pagi cepat bersiap-siap ini malah heboh buat keributan aja, pagi-pagi!!" kata Thang Jhan ayah tiri Kei Lin.
"Ada apa sih??" kata ibunya Kanaya.
"Tau tuh anakmu bangun tidur ribut aja!!" kata Thang Jhan.
"Mah, Kei Lin mana?? Naya mau minta buatkan nasi goreng dong!!" rengek Kanaya.
"Kei Lin kan sudah berangkat sekolah sejak pagi tadi!! jika kamu tidak bergegas kamu pasti akan terlambat juga!!" sentak mama nya.
******************
Bunyi kentongan bertalu-talu menandakan adanya bahaya di kampung itu.
Yusva yang kebetulan menginap di kampung itu tepatnya di rumah pak RT juga kaget.
Tergesa-gesa dia keluar dari kamarnya menemui pak RT yang juga tengah keluar dari kamarnya.
"Ada apa pak?? kenapa bunyi kentongan ramai sekali??" tanya Yusva.
Sebenarnya Yusva sedang dalam perjalanannya menuju rumah orang tua angkatnya, lebih tepatnya pak Wiryo pamannya, orang tua almarhum Yusuf.
Seperti yang pernah di kisahkan di bab sebelumnya, kedua orang tua Yusva dan ibunya Yusuf, meninggal dalam kecelakaan tunggal, kemudian oleh pak Wiryo, anak dan keponakannya di pondokan di pesantren Kyai Hamas...Yusuf selepas sekolah menengah pertama langsung pulang kembali dan tinggal bersama ayahnya, sedangkan Yusva memilih untuk tetap melanjutkan sekolahnya sampai dia menempuh kuliah di Kairo Mesir atas rekomendasi Kyai Hamas.
Karena menurut berita yang beredar di beberapa kampung santar terjadi pembegalan di malam hari bagi pengendara mobil dan sepeda motor, maka Yusva memutuskan untuk beristirahat di kampung itu untuk malam ini demi keselamatannya.
Dia beristirahat di rumah pak RT karena tak ada penginapan di kampung itu.
"Kami tidak tau nak Yusva, hanya saja beberapa hari ini di beberapa kampung kini sering terjadi kejahatan!!" kata pak RT.
"Kejahatan apa pak??" tanya Yusva.
"Penculikan dan pembunuhan bayi nak...kami yang di tinggal berdekatan dengan kampung tersebut merasa sangat khawatir."
"Rupanya kini penjahat itu juga masuk ke kampung kami." Kata pak RT.
"Bapak mau berkumpul dulu di pos ronda nak!!" kata pak RT.
"Saya ikut pak, siapa tau saya bisa membantu!!" jawab Yusva.
Lalu keduanya pergi sebelum terlebih dahulu pak RT berpesan pada istrinya untuk tidak membukakan pintu bagi siapa pun.
Para lelaki menatap curiga pada Yusva!!
"Siapa yang bersama dengan bapak itu??" tanya mereka.
"Dia tamuku kalian tidak usah khawatirkan dia." Sela pak RT lagi.
"Sebenarnya apa yang terjadi, pak!!tanya Yusva.
Di beberapa kampung tetangga sudah banyak sekali terjadi penculikan dan pembunuhan bayi, tapi sampai sekarang tak ada satupun dari kasus itu yang terpecahkan.
"Apakah ada tanda-tanda lain nya yang mengundang kecurigaan warga??" tanya Yusva.
__ADS_1
Menurut pengamatan kami dari dua kali kejadian, bayi yang diculik itu lahir di malam jumat kliwon!!" kata salah seorang dari warga itu.
"Tumbal!!" desis Yusva...
"Entah pesugihan ataupun tumbal untuk ilmu hitam, biasanya ilmu untuk awet muda!!" kata Yusva lagi.
"Berarti masih ada kelanjutan dari penculikan ini!!" desis Yusva lagi.
"Bisa kita kerumah keluarga yang bayinya diculik itu, pak RT??" tanya Yusva.
Akhirnya warga berduyun-duyun menuju ke kediaman keluarga Tarno yang bayinya baru saja diculik.
Tampak istri Tarno menangis histeris menangisi bayinya.
"Berapa menit yang lalu kejadiannya, mas Tarno??" tanya Yusva.
"Sekitar setengah jam yang lalu!! Kata mas Tarno lunglai.
"Pak RT, saya akan coba mengejar penculik itu!! semoga masih bisa terkejar." Jawab Yusva.
"Bisakah saya masuk sebentar ketempat awal bayi mas Tarno di baringkan sebelum di culik??" tanya Yusva.
Tarno mengantar Yusva kedalam kamar mereka bersama beberapa orang kampung.
Yusva menyentuh seprei tempat bayi Tarno tadi dibaringkan.
Yusva memejamkan matanya sesaat untuk memperjelas bayangan setengah jam yang lalu. Tak lama dia membuka mata.
"Kebarat itu arah menuju kemana pak RT??" tanya Yusva.
"Kelembah!!" jawab mereka serempak.
"Penculik itu tengah menempuh perjalanan kebarat kearah lembah, niatnya darah bayi itu untuk diminum dan korbannya akan dilemparkan kedalam lembah yang curam!!" kata Yusva.
"Pak RT pandu beberapa pemuda kesana dan sebagian berjaga di kampung, saya akan pergi lebih dahulu kesana karena terlambat sedikit saja, saya tidak yakin bisa menyelamatkan bayi mas Tarno...saya pergi duluan!!" kata Yusva.
Seperti anak panah lepas dari busurnya, gema suaranya belum juga hilang, tetapi orangnya telah hilang dari pandangan mata!!
Pak RT dan beberapa pemuda kampung sampai berdecak kagum melihat kecepatan gerak Yusva.
Dan seperti yang Yusva katakan, separuh dari mereka berjaga di kampungnya dan beberapa ikut pak RT bergerak menuju lembah di barat.
Yusva terus berlari cepat sehingga hanya baju putihnya saja yang berkelebat di penghujung malam itu.
Kedatangan Yusva tepat di saat bayi merah yang malang itu akan diputus urat nadi di lehernya oleh orang ber jubah hitam itu.
"Hentikan manusia iblis!!!" teriak Yusva lantang membuat orang itu kaget, sejenak berhenti dan menoleh ke belakang!!
*
*
***Bersambung....
Siapakah orang berjubah hitam yang dikejar oleh Yusva??
__ADS_1
Jangan lupa selalu dukungannya ya...dan selalu ikuti terus lanjutan kisah mereka