Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 86 Kehidupan Kedua


__ADS_3

"Oke yah!!" kata Alma.


"Ya Allah...semoga ayah dan ibu akan menerima Alma juga sebagai cucunya, kasihan putriku itu !!" batin Alfath yang selama tinggal bersama dengan Sasha, putrinya sangat membantu menjaga kedua adiknya padahal usianya belum genap 5 tahun.


************


"Bagaimana Ganda Suri?? semua sudah kamu persiapkan??" tanya Nyai Sambang gurunya.


"Sudah guru!!" sahut Ganda Suri.


"Persiapkan dirimu tengah malam nanti, jangan ada bahan untuk ritual pemanggilan arwah ada yang tertinggal karena begitu ada yang salah sedikit saja, maka semua rencana kita akan berantakan!!" kata Nyai Sambang.


"Sekali lagi guru peringatkan Ganda, jika nanti pemanggilan arwah itu berhasil, itu bukan lagi sosok muridmu si Surtinah itu, dia bukan lagi muridmu, dia sudah seperti mayat hidup yang dibangkitkan yang akan selalu menuruti semua keinginanmu, jangan sampai dia jatuh pada orang lain yang berakibat akan menentang kita nantinya.


"Baik guru!!" kata Ganda Suri.


"Dan ingat pada orang yang memiliki tanda lahir bulan sabit yang bisa memusnahkan muridmu itu untuk selamanya." Kata Nyai Sambang.


Mereka berdua bersiap melaksanakan ritual itu tengah malam.


Malam begitu terasa sunyi dan mencekam. Tidak seperti malam-malam biasanya, malam ini hawa begitu dingin, di langit tak nampak bintang satupun dan suara binatang malampun begitu hening.


Mungkin bagi orang biasa itu adalah hal yang wajar, tetapi bagi mereka yang memahami soal dunia mistis, ini malam yang luar biasa karena ini adalah malam 1 Suro.


Tio dan Ridwan sejak tadi berjaga di rumah mereka begitu pula dengan orang tua Alfath yang malam itu menginap di rumah Sasha. Karena atas anjuran Vallen, mereka harus berkumpul takut jika terjadi sesuatu.


Pak Wiryo dan Yusva masih mengaji pelan di sajadah masing-masing.


Kei Lan yang selalu setia mendampingi Juan di rumah besarnya.


"Mommy kok belum tidur??" tanya Juan pada Santi mommy nya.


"Mommy belum mengantuk, entah mengapa malam ini hawa terasa gerah padahal di luar cuaca seperti mendung dan mau hujan!!" kata Santi.


"Juan, ini hanya perasaan mommy atau apa ya...tapi malam ini begitu sunyi jika bisa di bilang suasananya horor banget!!" kata mommy Santi.


"Ini kan malam 1 Suro mom!!" kata Juan.


"Pantas...tampaknya seperti ada sesuatu yang terjadi jauh di luar sana, sesuatu yang mengerikan!!" desis mommy Santi.


Sementara itu....


Darah ayam yang ditampung di wadah dicipratkan keseluruh tubuh Surtinah bersama dengan lantunan mantra dan lemparan bunga-bunga keseluruh tubuh telan*jang itu.


Nyai Sambang terus melafatkan mantra sementara Nyai Ganda Suri juga terus menyipratkan keseluruh tubuh itu.


Tiba-tiba Ganda Suri melihat jari-jari tangan Surtinah bergerak perlahan.

__ADS_1


Ganda Suri melirik pada wajah Surtinah.


Mata itu terbuka nyalang menatap lurus keatas. Perlahan tubuh itu bangun dan duduk. Gerakannya teramat kaku seperti robot.


"Selamat datang kembali di kehidupan keduamu Surtinah!!" kata Nyai Sambang.


Sorot mata Surtinah teramat dingin. Tetapi wajahnya menjadi berkali-kali lipat cantiknya. Tubuhnya juga bertambah bagus dan kencang dari sebelumnya dengan rambutnya yang hitam legam.


"Makanan Surtinah sekarang hanyalah bunga melati, Ganda...jangan kamu cekoki dia dengan darah...paham??" kata Nyai Sambang.


"Sekarang murid kesayanganmu sudah hidup kembali, apakah kamu ingin memerintahkannya membunuh seluruh keluarga Tio dan Ridwan serta mencari orang yang telah membunuhnya??" tanya Nyai Sambang.


"Sepertinya begitu guru...mereka adalah orang-orang yang menghalangi langkah kita untuk menguasai dunia!!" kata Ganda Suri.


Nyai Sambang tersenyum menyeringai...


"Kamu benar Ganda...musnahkan semua orang yang ingin menghalangi kita melalui Surtinah yang tak tertandingi kini kesaktiannya yang memiliki kekebalan tubuh yang luar biasa juga kesaktian yang sulit diukur ketinggiannya." Kata Nyai Sambang.


"Bersiaplah kalian menghadapi kehancuran kalian!!" kata Ganda Suri.


Suara auman dan gonggongan anjing yang bersahut-sahutan di kejauhan semakin menambah seram suasana.


"Alma kenapa bangun??" tanya bi Titin.


"Alma mau pipis tapi atut antu!! antel Alma ya bi!!" celotehnya.


"Saya juga takut...untung Vallen selalu berada di samping saya!!" kata ibunya Alfath.


Sementara di tempat kediaman pak Wiryo...


"Dia sudah bangkit paman...tanpa kita bisa mencegahnya!!" kata Yusva.


"Pintar sekali mereka mengadakan ritual yang tak terdeteksi oleh alam bawah pikiranku sekalipun!!" kata Yusva lagi.


"Sebenarnya dia itu siapa sih, Yusva??" tanya pak Wiryo pamannya.


"Dia seorang perempuan yang pernah Juan cabut ilmunya tetapi berhasil mendapatkan kekuatannya kembali tetapi sudah berhasil aku musnahkan semua kekuatan ilmu hitamnya lalu mungkin dia pulang ketempat gurunya dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di sana." Jelas Yusva.


"Maksudmu wanita itulah yang dibangkitkan kembali oleh gurunya??" tanya pak Wiryo.


"Jika memang dia yang telah dibangkitkan berarti kamu juga dalam bahaya karena kamu adalah orang terakhir yang mencabut seluruh kesaktiannya hingga tak tersisa." Ucap pak Wiryo.


"Memang tidak ada jalan lain selain menghadapinya paman, bagi mayat hidup seperti itu, di manapun kita bersembunyi pasti akan ditemukan olehnya." Kata Yusva.


Tiba-tiba...


DRRTTT...DDRRTTT

__ADS_1


📱"Assalamualaikum, ini Yusva??"


📱"Waalaikum Salam...ini om Tio kah??"


📱"Yusva, apakah kamu mengetahui sesuatu??"


📱"Wanita jelmaan yang mengganggu proses persalinan mba Sasha waktu itulah penyebabnya, om...!! sekarang dia sedang meneror kita semua tapi dalam wujud yang lain!!"


📱"Maksudmu wujud yang lain itu gimana?? Yusva??"


📱"Wanita itu sesungguhnya telah meninggal tetapi dihidupkan kembali oleh gurunya.


📱"Apakah maksudmu dia sudah berubah seperti setengah mayat hidup??"


📱"Benar om, apakah om tau kelemahan mahluk itu?? karena dia tak mungkin mati lagi kan, secara dia adalah mayat yang dihidupkan.


📱"Seingat om ada satu kelemahan mahluk itu yaitu dikalahkan oleh seseorang yang lahir tepat di malam 1 Suro juga!! karena dia mempunyai tanda lahir bulan sabit dalam lingkaran di tubuhnya.


📱"Ya sudah, kita harus hati-hati terutama di malam 1 Suro hari kebangkitannya, dan malam jumat kliwon...karena setahu om mahluk itu tidak bisa berkeliaran mengganggu dan meneror selain dua hari keramat itu.."


📱"Selagi dia tidak bisa berkeliaran maka kita bisa menyusun strategi bagaimana cara mengalahkan nya.


📱"Ya sudah tutup dulu teleponnya ya..."


📱"Oke om!! Assalamualaikum!!"


📱"Waalaikum Salam!!"


Setelah percakapannya dengan Yusva berakhir, Ridwan bertanya pada Tio.


"Dari mana kamu tau itu pantangannya??" tanya Ridwan.


"Apakah di dalam mimpi waktu itu Kyai Abdullah tidak mengatakan kepadamu tentang hal itu??" tanya Tio.


"Aku agak lupa karena fokusku saat di mimpi itu adalah seseorang yang mempunyai tanda lahir bulan sabit dalam lingkaran...tetapi aku tidak melihat dengan jelas bagaimana wajahnya." Kata Ridwan.


"Apakah ada orang lain lagi yang memiliki tanda lahir seperti itu selain Kyai Abdullah sendiri??" tanya Ridwan.


"Entahlah...tapi aku yakin masih ada lagi tapi tidak kita ketahui, tetapi aku yakin dia pasti yang akan mendatangi kita!!" kata Tio.


*


*


***Bersambung...


Ikuti terus kisah mereka ya reader jangan lewatkan kelanjutannya dan selalu dukungan nya!! terima kasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2