Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 79 Akhir Dari Surtinah


__ADS_3

Kedatangan Yusva tepat di saat bayi merah yang malang itu akan diputus urat nadi di lehernya oleh orang ber jubah hitam itu.


"Hentikan manusia iblis!!!" teriak Yusva lantang membuat orang itu kaget, sejenak berhenti dan menoleh ke belakang!!


Tau-tau Yusva telah berdiri di sampingnya dan tanpa sempat dicegah dan entah kapan tangan pemuda itu bergerak tiba-tiba bati malang itu sudah berpindah tangan kepadanya.


"Jaha*nam kau anak muda, lagi-lagi kamu yang ingin menggagalkan rencanaku!!" teriak orang berpakaian hitam yang ternyata seorang wanita itu.


Sambil mendekap erat bayi yang mulai menangis itu, Yusva menajamkan penglihatannya pada sesosok manusia di depannya.


"Ooh rupanya kamu wanita iblis!!" seru Yusva berhasil mengingat bahwa wanita itu adalah wanita yang sama yang telah mengganggu Sasha saat melahirkan dulu!!


"Bagus kamu sudah mengingatku, sekarang kembalikan bayi itu!!" katanya mengulurkan kedua tangannya untuk meminta.


"Ambillah jika kamu mampu!!" seringai Yusva.


Tak berapa lama beberapa orang dari kampung berdatangan.


"Mas Tarno, bawalah bayimu cepat kalian pergi dari sini, tinggalkan kami berdua...cepat!!!" teriak Yusva.


Dengan geram Surtinah menyerang Yusva dengan jurus yang mematikan dan berbahaya.


"Tampaknya wanita iblis ini telah kehilangan separuh kekuatannya!!" desis Yusva.


"Tetapi kuku panjangnya itu?? tampaknya di situlah letak kekuatannya karena jika kukunya yang berwarna hitam itu diarahkan pada lawan, maka seolah darah tersedot sendiri dari tubuh kita...dasar ilmu iblis!!" geram Yusva.


"Kenapa kamu mundur anak muda?? kamu takut padaku?? Jika begitu maka jadilah pengikutku dan jadikan aku sesembahanmu!!" kekeh Surtinah dengan angkuhnya merasa jika pemuda tampan di depannya itu akan takluk padanya.


Yusva tersenyum mengejek.


"Seberapa tinggi ilmu kamu?? kamu hanya manusia yang disesatkan oleh ilmu iblis, kembalilah ke jalan yang lurus sebelum terlambat, semoga dosa-dosamu diampuni Allah sebelum kamu mati!!" kata Yusva.


"Bang*sat!! kamu bocah kemarin sore tidak usah mengajari aku, mendekat lah biar kukorek jantung dan hatimu dengan kuku milikku dan kuhisap habis darahmu!!" teriakan Surtinah menggema di lembah sunyi diujung malam menjelang subuh itu.


Pak RT dan beberapa orang yang masih tersisa bergidik mendengar teriakan Surtinah yang melengking tinggi.


"Pak saya takut!!" kata salah seorang dari antara mereka.


"Saya tidak mungkin meninggalkan orang yang sudah rela mengorbankan hidupnya untuk kampung kita!!" kata pak RT.


Dengan tenang Yusva melepaskan kalung tasbih yang selalu melingkar di lehernya.


Mulutnya yang selalu berkomat kamit berdzikir memohon pertolongan kepada yang Maha Kuasa.


Setiap serangan yang dilakukan oleh Surtinah selalu mental saat akan menghantam tubuhnya sehingga membuat tenaga Surtinah yang memang belum sepenuhnya pulih menjadi semakin terkuras.


Sehingga suatu ketika satu lemparan biji tasbih di tangan Yusva mengenai kuku tangannya.


TRAK...


Kuku yang menjadi ilmu andalan Surtinah patah membuat Surtinah meraung kesakitan.


Dan memang benar apa yang diduga oleh Yusva, di situlah letak kelemahan ilmu Surtinah jika selama ini bahkan saat ilmunya dicabut oleh Juan, dia masih mampu membangkitkan kembali ilmunya tetapi sekarang Surtinah benar-benar roboh ke tanah tak berdaya.


"Bunuh saja aku...jangan siksa aku seperti ini!!" jerit Surtinah.


"Pergilah tante, semoga tante sempat bertobat!!" karena Yusva tau umur Surtinah mungkin tak akan lama lagi.


Tiba-tiba selarik sinar hitam pekat menyerang Yusva sehingga pemuda itu melompat mundur.

__ADS_1


Ternyata tujuan si penyerang gelap itu adalah mengambil tubuh Surtinah yang sudah tak berdaya dan sekejapan mata tubuh Surtinah lenyap di kegelapan malam.


"Astagfirullahaladzim!!" kata Yusva.


Lalu dia melangkah menuju beberapa orang termasuk pak RT yang masih menunggunya.


"Ayo kita pulang, pak!!" ajak Yusva.


"Bagaimana dengan wanita iblis itu nak Yusva??" tanya pak RT.


"Semoga dia tidak akan mengganggu ketentraman orang lain lagi, pak!!" kata Yusva.


Mereka kembali ke kampung bersamaan dengan suara azan subuh berkumandang di mushola.


"Sebaiknya kita sholat subuh berjamaah dulu bapak...bapak!!" ajak Yusva.


Dan mereka semua mengiyakan ajakan Yusva.


**************


"Bagaimana keadaanmu kak Sari??" tanya Lia yang sore itu berkunjung ke rumah sakit bersama Ansar di gendongannya.


Tatapan Sari kosong menatap jauh kedepan seolah dia menganggap Lia dan putranya itu tak ada.


"Lihatlah putramu kak, dia lucu dan ganteng!!" kata Lia sambil menyentuhkan tangan Sari pada Ansar yang tertidur nyenyak.


Tiba-tiba Sari yang tadinya tenang kini nampak beringas.


"Kemarikan anak itu...aku akan membunuh bayi buta itu....!!" teriak Sari histeris membuat Lia ketakutan dan Ansar yang terkejut juga ikut menangis keras.


"Suster...tolong!!" teriak Lia.


Tak lama seorang dokter muncul dari dalam ruangan Sari menghampiri Lia.


"Dokter, ada apa dengan kakak saya?? mengapa kakak saya seperti kehilangan kewarasannya??" tanya Lia.


"Entahlah pada kasus kakak mba Lia ini, biasanya seorang wanita yang terkena serangan baby blues saat melahirkan itu tidak akan berlangsung lama tapi entah pada kasus kakak mba Lia, kami masih mencari penyebabnya, jika keadaannya terus menerus begini tak ada jalan lain selain menempatkannya di rumah sakit jiwa agar tidak membahayakan nyawa putranya sendiri!!" jelas dokter itu panjang lebar.


"Rumah sakit jiwa dokter?? apakah kakak saya gila dokter??" tanya Lia lagi.


"Kita cuma mengambil langkah yang teraman dulu mba, semoga bu Sari bisa segera sembuh dan kesadarannya pulih kembali!!"


Lia pulang sambil menggendong Ansar. Sampai di rumah, Anjar telah menunggunya di teras.


"Dari mana kalian berdua?? hari hampir menjelang maghrib!!" kata Anjar.


"Kami habis menjenguk kak Sari mas!!" jawab Lia.


"Bagaimana keadaannya, Lia?? apakah ada kemajuan tentang kesembuhannya??" tanya Anjar.


Lia menggeleng lemah.


"Kak Sari tadi hampir merebut Ansar dari gendonganku dan hampur membantingnya, kak!!" jawab Lia.


"Astagfirullah!!" desis Anjar.


"Separah itukah Lia??" tanya Anjar pelan.


"Bahkan mungkin dalam waktu dekat kak Sari akan di pindahkan kerumah sakit jiwa, kak!!" jawab Lia.

__ADS_1


"Ya Allah...cobaan apalagi ini!!" kata Anjar sambil mendekap putranya.


"Putraku yang malang...karena kesalahan ayah dan ibu, maka kamu juga ikut menderita, nak!!" lirih Anjar.


"Ayo kita masuk mas, mas Anjar jaga Ansar dulu ya...Lia mau menghangatkan makan malam sekaligus membuatkan susu untuk Ansar."


"Ya Allah, di sela-sela kesulitanku aku bersyukur masih punya adik ipar sebaik Lia!!" bisik Anjar sedih.


**************


"Hai...anak siapa ini??" tanya Tyas melihat Alma bermain bersama Fathir dan Afifah.


"Tante!!" sapa Alma dengan riang.


"Anak siapa ini mba?? kok wajahnya mirip Alfath??" tanya Tyas yang baru pulang habis dinas pagi.


"Memang anak Alfath!!" jawab Sasha singkat.


Tyas nampak mengerenyitkan dahinya.


"Maksud mba Sasha gimana ya?? kok Tyas ngga ngerti?? anak dari siapa??" tanya Tyas lagi.


Lalu Sasha menceritakan semua pada Tyas tanpa tersisa.


Tyas menatap Sasha yang sedikit murung setelah mengakhiri kisahnya.


"Mba Sasha baik-baik saja??" tanya Tyas melihat wajah kakak sepupunya yang agak murung.


"Mba baik aja kok, kamu jangan khawatir ya...!!" kata Sasha.


"Afifah Tyas bawa pulang dulu ya mba, sudah mau maghrib!!" kata Tyas lalu mengangkat Afifah.


"Unda...Alma nanti bobo cama bibi ya!!" kata Alma.


"Lho, Alma ngga mau bobo sama adik Fathir??" tanya Sasha.


"Alma cama bibi aja, kacian bibi!!" tegas Alma.


"Dek, kamu ngga apa-apa?? kamu kok belum tidur??" tanya Alfath saat melihat televisi di kamar masih menyala.


Dilihatnya Sasha istrinya masih betah duduk di depan televisi. Entah memang benar menonton atau entah apa yang sedang dipikirkan oleh istrinya itu.


Dilihatnya Sasha hanya diam, Alfath pun jadi ngga enak mau mengajaknya ngobrol.


"Sekali lagi maafkan mas Alfath, ya dek!! " batin Alfath.


"Mas, seandainya Shinta masih hidup...apakah mas akan menikahinya??' tanya Sasha tiba-tiba.


Alfath menoleh sesaat pada istrinya lalu menjawab.


"Dek, berapa kali mas jelaskan bahwa Shinta adalah kesalahan mas di masa lalu tolong jangan ungkit hal itu lagi!!" kata Alfath turun dari tempat tidur dan memeluk Sasha.


*


*


***Bersambung...


Akhirnya sepak terjang Surtinah berhasil dipatahkan oleh Yusva, bagaimanakah kisah selanjutnya??

__ADS_1


Nantikan kelanjutannya di next episode ya🙏🙏


__ADS_2