Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 89 Asal Kekuatan


__ADS_3

"Jangan kamu sia-siakan hidupmu yang baru kali ini!!" ujar Ganda Suri.


"Aku mengerti bagaimana rasanya dicampakan, seolah kita tak ada harganya sama sekali!!"


"Aku akan selalu memdukungmu muridku!!" ucap Nyai Ganda Suri.


**************


"Bagaimana Chintia?? kamu sudah mendapat kabar keberadaan Alma dan bu Titin??" tanya Alex pada Chintia.


"Belum Lex...apa aku lapor polisi aja ya??" tanya Chintia.


"Kamu ini bego aja atau bego banget, Chintia?? kamu lupa apa yang telah kamu lakukan pada Shinta??? kamu ingin kasusmu diangkat kembali?? Kalau aku mah ogah!!" sahut Alex.


Chintia terdiam.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?? jangan sampai bi Titin ingat sesuatu lalu dia menceritakan kepada orang lain, bisa mati kita!!" kata Chintia.


"Ini sebenarnya terjadi karena kegoblokanmu juga, Chintia...andainya kamu tidak percaya penuh pada bi Titin, dia tak akan berani kabur begini!!" ucap Alex.


"Tapi mengapa aku masih curiga sama Alfath itu, ya??" ucap Chintia.


"Bisa saja dia berpura-pura tidak tahu, buktinya?? sampai sekarang dia tenang-tenang mendengar kabar Alma hilang." Kata Chintia.


"Kamu sudah menyelidiki apartemen Alfath?? Tanya Alex lagi.


"Sudah...orang-orang kita sudah kusebar di sana tapi hasilnya tetap nihil." Jawab Chintia.


"Berarti dia tidak tinggal lagi di apartemen itu, mungkin dia tinggal di rumah yang lainnya!!" kata Alex.


"Kita harus terus berusaha mencari mereka jika bu Titin sampai buka mulut kita bungkam saja mulutnya itu!!" kata Alex.


*************


"Bi...bi Titin...bi!!!" kata Sasha agak


keras karena dilihatnya bi Titin melamun saja semenjak tadi.


"I...iya bu, ada apa??" tanya bi Titin agak gagap.


"Sebenarnya bibi ada masalah apa?? cerita ke saya bi, saya dan Alfath bukan menganggap bibi orang lain lagi, kita kan sudah menjadi satu keluarga!!" jawab Sasha.


"Bu, sebenarnya bibi menyimpan satu rahasia besar tentang kehidupan Alma dan ibunya Shinta.


Sebenarnya non Shinta itu bukan meninggal saat melahirkan tapi non Shinta itu dibunuh oleh Alex pacarnya Chintia.


"Lho...memangnya kenapa Shinta sampai dibunuh bi??" tanya Sasha.


Non Shinta mengetahui sebuah rahasia besar bu!! sebenarnya bibi pun jika tidak pura-pura hilang ingatan pasti juga akan ikut terbunuh." Kata bibi.

__ADS_1


"Sebenarnya ada rahasia apa sih bi?? coba tolong ceritakan!!" kata Sasha.


"Belum waktunya bu, karena saksi kunci kejahatan Alex dan Chintia sudah dinyatakan tewas dalam kecelakaan padahal sebenarnya dia masih hidup dan menunggu waktu yang tepat untuk kembali!!" kata bi Titin.


"Ya sudah bi, jika bibi belum siap untuk bercerita sebaiknya nanti aja ceritanya." Kata Sasha.


"Dan mulai sekarang, Bibi dan Alma jangan lagi keluar rumah, okey!!" kata Sasha.


"Siap bu!!" kata bi Titin.


**************


Anjar duduk di teras rumah kontrakannya. Di dalam ingatannya terbayang kembali kemesraan antara Tyas dan Juan serta Afifah.


"Aku marah...aku cemburu pada kedekatan kalian berdua, tapi aku bisa apa kini??" gumam Anjar.


OEK..OEK..OEK


"Liaaaaaa....bisa ngga sih Ansar itu ngga menangis terus??" teriak Sari dari dalam kamar.


"Berisik tau!!" teriaknya lagi.


"Aduuhh apa lagi sih Sari itu?? semenjak dia pulang, perasaan rumah ini tak ada ketenangan lagi!!" gerutu Anjar.


"Dari pagi ketemu pagi begitu matanya melek, mulutnya mangap juga seperti ngga ada capeknya!!" kata Anjar kesal.


"Kupikir setelah sakit, sifatnya akan berubah...ternyata semakin menjadi-jadi!!" gumam Anjar.


"Ogah aku ngurusi anak buta itu...dia bukan anakku!!" teriak Sari.


Mendengar itu Anjar sudah tak tahan lagi didorongnya pintu kamar dan menarik tangan Sari keluar.


"Gendong anakmu itu, Sari...durhaka betul kamu jadi ibu!!" teriak Anjar sangat marah.


"Terlalu kamu mas...demi bayi buta itu kamu menyakiti aku!!" teriak Sari tak kalah marahnya.


"Aku bukan hanya akan menyakitimu, Sari...aku bahkan akan memukulmu!! kamu sungguh keterlaluan!!" bentak Anjar.


Sari tampak tergugu. Dia menangis sesunggukan untuk membuat Anjar iba padanya, tetapi Anjar memang benar-benar sangat marah sekarang!!


Dibantingnya pintu keras-keras sangking kesalnya dengan Sari.


"Awas kamu Lia...gara-gara bayi buta itu dan kamu, aku jadi dibentak-bentak oleh mas Anjar seperti ini!!" geram Sari.


Sari mendatangi Lia yang sedang menggendong Ansar sambil memberikannya susu formula.


Maksud hati Sari ingin menjambak rambut adiknya itu dari belakang, tapi tiba-tiba sebuah kekuatan dahsyat seperti mendorong tubuhnya hingga terpental kebelakang.


Karena kaget Lia pun menoleh pada kakaknya yang jatuh terduduk dilantai sambil memegangi dadanya yang berdenyut.

__ADS_1


"Sialan!!!" maki Sari.


"Kak Sari kenapa??" tanya Lia mengulurkan tangan ingin menolong tetapi segera ditepis dengan kasar oleh Sari.


"Jauh-jauh kamu dan bayi buta itu dariku...kalian sungguh pembawa sial!!" kata Sari sambil berdiri dan melangkah tertatih-tatih.


"Ibumu itu kenapa sih Ansar?? kok datang-datang marah-marah ngga jelas??" kata Lia sambil kembali memegangi botol susu Ansar.


"Sebenarnya kekuatan yang mendorongku tadi itu dari mana datangnya ya?? kok aku tiba-tiba terlempar dan jatuh terduduk lagi!!" gumam Sari.


"Masa Lia punya kekuatan?? Tapi sejak kapan??" gumam Sari lagi.


"Masa dari bayi buta itu?? melihat aja ngga bisa, apalagi mau melemparkanku dengan kekuatannya??" pikir Sari.


"Sialan kalian semuanya!!" geraham Sari sampai bergemeletukan menahan kesal dan amarah yang membaur menjadi satu.


"Anjar masuk kedalam lagi untuk melihat keributan tadi, dia memang melihat dengan jelas tadi detik-detik saat Sari terlempar oleh suatu kekuatan yang tak kasat mata.


"Apa iya Lia?? ah...ngga mungkin deh!!" kata Anjar.


"Atau malah Ansar?? ah...lebih ngga mungkin lagi." kata Anjar.


*************


Valen memandangi tanda lahir berbentuk bulan sabit dalam lingkaran yang ada di punggungnya.


"Apa makna dari tanda lahir seperti ini ya?? gumam Vallen.


Dipandangnya lekat-lekat tanda itu.


" Seandainya aku bisa memecahkan teka-teki dari tanda lahir ini...tanda lahir yang membuatku harus kehilangan seluruh anggota keluargaku."


"Sekarang takdirku harus menjadi pelindung keluarga baruku!!" batin Vallen.


"Aku akan menjalani takdir hidupku, kemanapun aku menghindar takdir itu pasti akan mendatangiku, jadi lebih baik aku hadapi saja." Kembali kata hati Vallen bergejolak.


"Vallen...apa yang sedang kamu pikirkan??" tanya ibu angkatnya tiba-tiba muncul di depan kamar Vallen.


Vallen tampak menggerakan sepuluh jari tangannya memberi isyarat pada ibunya bahwa dia baik-baik saja tidak sedang memikirkan apapun!!


Ibu Alfath pun membalas dengan menggerakan tangannya pula sambil tersenyum.


*


*


****Bersambung....


Darimana kah asal kekuatan yang melempar Sari itu??

__ADS_1


Ikuti terus lanjutan kisah mereka di episode selanjutnya dan jangan lupa dukungannya ya reader🙏🙏


__ADS_2