Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 105 Pernikahan Lia


__ADS_3

"Bagus...kamu sendiri yang mencari gara-gara denganku dasar roh brengsek!!" gumam pak Ridwan lalu membaca ayat-ayat untuk mengusir setan.


AAARRGGGHHHH.....


Roh Sari berteriak kepanasan lalu perlahan menghilang.


"Aku masih memberimu ampun Sari tapi lihat jika kamu datang lagi dan mau mengganggu keluargaku!!" ucap pak Ridwan.


Lalu lelaki paruh baya itu masuk kembali kedalam rumah.


Sementara tak jauh dari tempat itu roh Anjar tampak menggeram marah pada Sari.


"Aku tau dulu semasa aku hidup kamu mengguna-gunai aku Sari, tetapi sekarang posisi kita sama jadi jangan kamu menggangguTyas atau pun Fifah." Geram Anjar.


Sementara di kediaman Alfath...


"Aduh...bi Titin suhu tubuhnya sejak tadi nggak mau turun sepertinya bi Titin demam!!" kata bu Ratna pada Sasha.


"Gimana ini mas?? sepertinya bi Titin sedang sakit, dia terus mengigau sambil mengatakan, jangan bunuh kami!! kata-kata itu selalu berulang kali bu Titin sebutkan seperti ada yang tengah dia takutkan.


"Apa ini ada hubungannya dengan Chintia dan kekasihnya itu!!" kata Alfath pelan.


"Bi Titin kehilangan separuh ingatan masa lalunya, Alfath...Sasha!!" kata bu Ratna.


"Celakanya yang hilang itu adalah ingatan terpenting dari penggalan masa lalunya, itu yang tak dapat dia ingat sama sekali." Kata bu Ratna.


"Aku telah mengompres dahinya semoga bisa membantu meringankan penderitaannya!!" Kata Sasha pada ibu dan suaminya.


**************


"Kamu mau lari kemana bersama Shinta dan putrinya itu, Via???" tanya dua sosok yang mengejarnya.


"Tolong tuan, jangan bunuh kami, kami janji tak akan pernah membocorkan rahasia itu kepada siapapun!!!" mohon seorang wanita paruh baya yang dipanggil Via itu!!"


DORRR...


Tubuh Sinta melemah saat senjata itu menembua punggungnya. Dia rela tertembak asalkan putri dan pengasuhnya itu selamat.


"Nona muda??? teriaknya lantang dan akhirnya juga ikut tertembak.


Beruntung bayi dalam gendongannya selamat dan tidak terluka.


"Meninggal bos...!!" kata si penembak.


"Tetapi wanita setengah baya dan bayinya itu masih selamat walaupun keadaannya kritis." Kata si penembak itu.


"Alex...apa yang terjadi dengan adikku??" teriak wanita yang wajah dan fisiknya sangat mirip dengan wanita yang ditembak tadi!!"


"Shinta telah mati sedangkan pengasuh bayi itu belum diketahui keadaannya, tetapi jika dia sadar maka akan segera diperiksa semoga...dia tetap hilang ingatan selamanya supaya kita nggak usah ribet menembaknya.


Mimpi wanita itu terus berlanjut sampai tiba-tiba dia berteriak kesakitan.


"Bi Titin...ayo di minum dulu airnya!!" kata Sasha dilihatnya bi Titin sudah mulai berada dipuncak kesadaran.

__ADS_1


Sasha pergi mengambilkan lagi air kompresan untuk menyeka seluruh tubuh bi Titin.


"Kasihan sekali mereka, sebenarnya apa yang sudah dilihat oleh bi titin dan Alma sehingga mereka juga dikejar untuk dihabisi.


"Unda...Alma aus!!" kata bocah perempuan itu terbangun dari tidurnya.


"Alma kaget ya waktu bi Titin teriak tadi?? tanya Alfath juga terbangun.


"Bagaimana keadaan bi Titin, dek??" tanya Alfath.


"Sudah agak mendingan kok mas!!" kata Sasha.


"Syukurlah...mas sedikit cemas kasihan bi Titin!!" ucap Alfath.


***************


"Bagaimana sah?? tanya pak penghulu.


"Sah..." kata para tamu yang hadir.


Lia dan Badai akhirnya menikah juga walaupun acaranya sederhana tetapi keduanya sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


Dari luar Anjar tersenyum bahagia karena Badai menepati janjinya untuk membuat Lia bahagia terutama untuk melindungi Lia dan Ansar.


"Terima kasih Badai...akhirnya Lia dan Ansar ada yang melindungi!!" ucap Anjar ikut bahagia.


"Terima kasih ayah...ibu...Lia akan menyayangi kalian seperti orang tua Lia sendiri!!" kata Lia sambil sungkem pada kedua mertuanya.


"Yank, kamu fokus mengurus rumah tangga kita aja, berhentilah bekerja!!" pinta Badai pada istrinya.


***********


"Siapa yang kamu bawa pulang itu Syarif?" ucap abinya melihat Syarif datang dengan seseorang.


"Abi tidak mengenalnya?? ini nenek... Abi, Syarif menolong nenek dari seorang yang bernama Ki Badra.


"Nenek sekarang sudah insyaf, abi dan tugas kita untuk membimbingnya kembali ke jalan yang benar!!" kata Syarif.


Tubuh Nyai Sambang tampak sangat lemas seperti tak mempunyai tulang.


"Kasihan nenekmu ini Syarif, kata uminya.


"Kita harus mengajari nenek dari awal lagi!!" sahut abinya.


"Terima kasih ya Syarif...nenek senang akhirnya bisa bertemu lagi dan bersama lagi denganmu cucu kesayangan nenek." Kata Nyai Sambang tulus.


Sementara itu Kei Lan si hantu usil masih saja mengerjai Kanaya dan Cindy sahabatnya.


Kanaya tergesa-gesa menuju kekelas Kei Lin di saat Kei Lin sedang mengerjakan tugas.


"Kei Lin, aku lapar...belikan aku mie pangsit di kantin dong!!" serunya.


"Tapi aku lagi mengerjakan tugas matematika yang harus dikumpul siang ini!!" kata Kei Lin tanpa dia sadari ada seseorang yang menatap kearah Kanaya dengan kesal.

__ADS_1


"Kanaya...kamu lagi, kamu lagi!!" kata Juan.


"Apakah kamu tidak mempunyai kaki untuk melangkah kesana sendiri?? seperti orang cacat saja!!" kata Juan yang membuat Kanaya cemberut.


"Juan lagi...Juan lagi yang menghalangi langkahku!!" kesal Kanaya.


"Ingat Kanaya...Kei Lin saudaramu bukan pembantumu, paham kamu??" sarkas Juan.


Kei Lin kembali keruang kelasnya sambil mulutnya mencaci maki tak berkeputusan sangking kesalnya pada Juan.


"Awas kamu Juan, suatu hari akan kubuat kamu menyesal kayaknya." Kata Kanaya.


************


"Hei, dijemput pujaan hati bukannya senang kok malah cemberut gitu sih??" tanya Juan menatap wajah Tyas yang ditekuk.


"Ada masalah apa beb??" tanya Juan.


"Kamu nggak dengar kabar terbarukah??" tanya Tyas pada Juan.


"Kabar apa??" tanya Juan.


"Sari telah meninggal dunia!!" kata Tyas.


"Walaupun dulu aku sangat membencinya, aku sekarang malah merasa iba pada Lia dan Ansar, untung ada Badai yang bisa menerima mereka apa adanya." Kata Tyas pada Juan.


"Jadi sekarang kamu maunya apa supaya nggak cemberut lagi??" tanya Juan sambil tersenyum.


"Kita pulang aja, kasihan Fifah di rumah kelamaan ditinggal sendiri!!" kata Tyas.


"Hei Kanaya...cewek berseragam perawat yang bersama Juan itu siapa??" tanya Cindy.


"Sepertinya mereka mesra sekali pakai gandengan tangan segala ya??" tanya Cindy yang kesal karena sudah lama dia naksir Juan tapi tak pernah ada respon dari pemuda tampan itu.


Juan tetap sosok yang penuh misteri bagi para gadis di sekokah mereka yang hatinya tak terjangkau oleh siapapun, tersenyum pada wanita aja dia sangat jarang, apalagi pacaran?? Tapi apa yang mereka lihat sungguh membuat hati Cindy sakit.


"Kenapa loe??? sakit hati??? samperin tu cewek...bilang kalau kamu suka sama Juan...anak sekolah itu pacarannya dengan anak sekolah, bukan dengan mbak...mbak yang sudah bekerja gitu!!" kata Kanaya mengompori Cindy.


Akhirnya Cindy termakan omongan Kanaya. Dia menghampiri Juan yang sedang suap-suapan dengan Tyas.


"Wihhh...siapa sangka cowok seganteng dan setenar kamu kok pacarannya sama ibu-ibu sih??" kata Cindy sambil memcibir pada Tyas.


"Memang siapa yang melarang?? mau gue pacaran sama ibu-ibu kek, apa urusannya denganmu?? sebaiknya kamu urus saja masalahmu...tidak usah ikut campur urusan orang yang bukan menjadi urusanmu!!" geram Juan melihat kemunculan Kanaya dan Cindy di depannya dan Tyas yang membuat rusak mood nya aja.


"Siapa sih mereka beb??" tanya Tyas yang juga heran dengan kemunculan kedua gadis remaja itu.


*


*


***Bersambung...


Lanjut ke next episode ya reader dan jangan lupa dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2