Maaf Atas Dustaku

Maaf Atas Dustaku
Bab 75 Ingatan


__ADS_3

"Shinta meninggal tanpa kami tau siapa ayah dari anak yang dia kandung selama ini!! dan baru beberapa bulan ini Chintia memberi kabar sudah mendapatkan keterangan tentang keberadaan ayah Alma." Kata bu Titin.


"Kalau saya boleh tau, ibu ini siapanya Shinta dan Chintia?" tanya Alfath lagi.


"Ibu ini yang merawat Shinta dan Chintia saat kedua orang tua mereka meninggal kecelakaan saat mereka masih kecil!!" jawab bu Titin.


Kasihan Shinta, karena keadaan ekonomi dia terpaksa harus bekerja di sebuah klub malam dan berakhir dengan ternodanya dirinya dan harus hamil di luar nikah sampai akhirnya dia meninggal saat melahirkan Alma.


Bu Titin menyusut air matanya. Dia sama sekali tak bermaksud menyinggung perasaan Alfath tetapi mampu membuat Alfath terdiam membisu.


Kesalahannya terhadap Shinta terulang lagi saat itu pada Sasha istrinya sekarang.


Pada saat status Sasha masih sebagai seorang istri dari Yusuf Darmawan tetapi karena tak bisa menahan rasa cintanya membuat dia memperko*sa wanita itu dan akhirnya hamil Fathir.


Tetapi nasib Sasha tak setragis Shinta yang dia tinggalkan begitu saja karena kondisinya saat melakukan malam itu dalam kondisi mabuk berat.


"Maafkan aku Shinta, tapi aku berjanji akan merawat putri kita dengan baik, untuk menebus semua salahku padamu dulu...semoga dengan ini kamu bisa tenang, Shinta!!" batin Alfath.


"Lalu mengapa Chintia harus berbohong dengan mengatakan bahwa dia adalah Shinta dan meminta saya untuk menikahinya?? dan saya melihat dengan mata kepala saya sendiri dia memperlakukan Alma dengan sangat buruk!!" kata Alfath tak terima.


"Mungkin Chintia ingin mencari keuntungan untuk dirinya sendiri, barangkali??" kata ibu Titin berspekulasi.


"Keterlaluan sekali Chintia ini!!" geram Alfath.


"Saya akan secepatnya mengambil putri saya, kasihan jika Alma terlalu lama hidup bersama dengan orang seperti Chintia, sebaiknya ibu juga ikut dengan saya karena saya tau Alma juga sangat menyayangi ibu!!" kata bu Titin.


"Kalau bisa sekarang saja kita berangkat bu!! jangan menunggu besok-besok lagi saya tidak sanggup melihat penderitaan putri saya lebih lama lagi!!" ucap Alfath.


"Mumpung Chintia tidak ada di rumah bawa baju seperlunya saja untuk ibu dan Alma!!" kata Alfath.


Walaupun dia tau perbuatannya itu sama seperti penculikan, tetapi ini demi menyelamatkan putri kecilnya dari Chintia.


*************


"Siapa yang telah membuatmu seperti ini Surtinah??" teriak Nyi Ganda Suri guru ilmu hitam dari Surtinah.


Surtinah yang sudah kepayahan, menempuh perjalanan jauh dalam kondisi keadaan tubuhnya seperti itu langsung jatuh terkapar di depan pintu dan langsung dipapah oleh Nyai Ganda Suri.


Setelah keadaan lebih tenang, Nyai Ganda berusaha mengorek keterangan dari muridnya yang sekarang seperti lebih tua usianya dari dirinya sebagai guru.


"Siapa yang telah membuatmu jadi tak karuan seperti ini Tinah??" tanya Nyai Ganda lagi.


"Seorang pemuda Nyi!!" kata Surtinah lemah.


Kembali Nyai Ganda memeriksa keadaan Surtinah muridnya itu.


"Bukan main, dia bukan hanya mempecundangimu, tetapi dia juga mencabut seluruh ilmumu dan membuatmu kini seperti mahluk bodoh yang tak berdaya."


"Butuh waktu lama untuk bisa memulihkan keadaanmu seperti dulu, Surtinah...itupun syaratnya juga sangat berat, Surtinah...apakah kamu sanggup untuk melskukannya??" tanya Nyai Ganda Suri pada murid tunggalnya itu.


"Apapun syaratnya Nyai yang penting aku bisa kembali seperti dulu dan terutama aku bisa membalaskan dendamku pada pemuda sontoloyo itu!!" kata Surtinah.

__ADS_1


"Baiklah, beristirahatlah kamu dulu nanti setelah keadaanmu pulih, kita bicara lagi." Kata Nyai Ganda Suri.


Setelah Surtinah masuk kekamar dan beristirahat, Nyai Ganda Suri seperti berpikir keras untuk mengingat sesuatu.


"Ilmu pencabut raga yang digunakan untuk mencabut seluruh ilmu hitam muridku mengingatkan aku pada masa puluhan tahun lalu saat aku, Ridwan dan Tio masih satu perguruan...tapi apakah pemuda sontoloyo yang dikatakan Surtinah itu dia??ataukah muridnya??" gumam Nyai Ganda Suri.


***Flashback on***


"Ganda, Ridwan, Tio...nanti sehabis latihan sore ini kalian jangan pulang dulu ya!!" Kata Kyai Abdullah guru mereka.


Memang seperti biasa ketiga muridnya itu setiap sabtu sore pasti pulang ke kampung untuk berkumpul dengan keluarganya apalagi Ganda Suri adalah putri satu-satunya dari tuan tanah di desa mereka.


Memang usia Ganda Suri jauh lebih tua dari Tio dan Ridwan karena dia adalah murid pertama Kyai Abdullah.


Selisih usianya dengan dua adik seperguruannya sekitar sepuluh tahun, jadi Ganda Suri sudah berusia dua puluh tahun sementara Tio dan Ridwan beru berisia sepuluh tahun.


"Kenapa kami belum boleh pulang kampung, guru??" tanya Tio. Kentara sekali dia sudah sangat merindukan ibu dan ayahnya.


"Guru kedatangan seorang Shinsei dari China dan seorang muridnya, mereka teman guru dulu, kebetulan mereka melewati kampung kita, mereka berniat untuk singgah."


Ganda Suri membantu istri Kyai Abdullah memasak makanan sementara Tio dan Ridwan membantu Kyai Abdullah bersih-bersih.


"Ganda, berapa sekarang usiamu??" tanya Nyai Abdullah.


"20 tahun Nyai!!" kata Ganda Suri masih meneruskan acara memasaknya.


"Kamu sudah punya calon suami??" tanya Nyai Abdullah lagi.


"Mana ada sih laki-laki normal yang mau sama wanita yang kakinya tinggi sebelah seperti Ganda, Nyai!!" kata Ganda Suri.


Ganda Suri memang cantik tetapi dia mempunyai cacat fisik sejak lahir, kakinya tinggi sebelah yang membuatnya sering minder karena diolok-olok oleh teman-temannya sehingga Ganda Suri tidak mau bersekolah lagi semenjak itu dan memilih mondok di pesantren Kyai Abdullah lalu datang juga Tio dan Ridwan yang ikut mondok di sana.


"Nyai dengar murid tunggal Shinsei Chang itu tampan sekali lho Ganda...!!" goda Nyai Abdullah membuat Ganda Suri sebagai gadis normal merasa penasaran.


Tak lama kemudian...


'Sepertinya di luar ramai, Ganda...coba kamu tengok??" kata Nyai Abdullah.


"Nyai...sepertinya Shinsei Chang dan muridnya sudah tiba, tapi siapa gadis cantik yang bersama mereka itu??" kata Ganda Suri.


Ganda Suri dan Nyai Abdullah keluar membawakan makanan kecil dan minuman.


"Assalamualaikum, Nyai??" sapa Shinsei Chang memberi salam.


"Kenalkan Nyai ini putra saya Ji An Lee dan ini menantu saya namanya Susanti.


DEG....


Hati Ganda Suri mencelos. Dari tadi dia memang mengintip pemuda blasteran China Kanada itu dari balik tirai. Dia masih berpikiran positif bahwa wanita cantik dengan rambut ekor kuda itu adalah anak Shinsei Chang, ternyata anak menantunya.


Sedih?? sudah tentu...kecewa?? jangan ditanya lagi...dia jatuh hati pada Lee sejak pertama dia melihatnya tadi.

__ADS_1


Ganda Suri menunduk sedih lalu dengan langkahnya yang sedikit diseret masuk kedalam rumah.


"Mungkin aku memang tidak diinginkan oleh siapapun!!" rintihnya dalam hati.


"Jangan kamu bermimpi terlalu tinggi Ganda...kamu dan dia itu bagaikan langit dan bumi yang terpisah jauh." Rintihnya lagi.


Ganda Suri menyibukan dirinya mencuci perabotan kotor sebelum pulang ke desa sore ini.


"Maaf nona...kamar kecil di sebelah mana ya??" sebuah suara lembut sontak mengagetkannya.


Ganda Suri cepat menoleh pada pemuda blasteran bermata warna kelabu yang sejak tadi selalu ada dalam pikirannya.


"Oh maaf tuan muda, saya tidak mendengar!!" kata Ganda Suri sambil menundukan kepalanya.


"Kamar kecil ada di belakang tuan, mari saya antar!!" jawab Ganda Suri sopan.


"Terima kasih nona cantik!!" jawab Lee tulus.


Mungkin bagi Lee mengatakan hal itu biasa saja tetapi bagi gadis lugu seperti Ganda Suri ucapan Ji An Lee itu merupakan pujian untuknya dan membuat pipinya merona tanpa sepenglihatan Lee.


Seminggu telah berlalu....Shinsei Chang sudah menyelesaikan pekerjaannya di desa itu dan kemudian pamit pulang.


Hati Ganda Suri tentu sedih saat tau Lee akan pergi.


Sore itu Ganda Suri berjalan sendirian menuju ke pondok dari arah sungai. Dia jalan sambil melamun memikirkan Lee dan keluarganya yang akan pulang besok.


BRAKKK...


Tak sengaja Ganda Suri bertabrakan dengan seorang wanita setengah baya memakai pakaian dan kerudung hitam dan membuat Ganda Suri yang memang memiliki kali yang cacat jadi jatuh terduduk.


Wanita itu cantik sekali dan begitu mempesona. Ganda Suri yang sangat kagum pada kecantikan wanita itu sampai lupa berdiri.


"Hati-hati kalau berjalan nak!!" kata wanita itu sambil mengulurkan tangannya yang harum dan lembut untuk membantu Ganda Suri berdiri.


"Nak?? kakak memanggilku nak??" tanya Ganda Suri bingung.


"Kakak??" ganti wanita itu yang mengerenyitkan dahinya.


"Usia saya ini sudah lima puluh tahun lho..." katanya terkekeh geli mendengar panggilan dari Ganda Suri tadi.


Ganti Ganda Suri yang terperanjat kaget mendengar penuturan wanita tua berwajah gadis tersebut!!


Dia tampak menggelengkan kepalanya hampir tak percaya.


*


*


***Bersambung....


Siapakah wanita cantik yang telah ditabrak oleh Ganda Suri tersebut??

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya reader...like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏


__ADS_2