
Tak jauh dari tempatnya duduk, berdirilah seorang pemuda berpakaian seragam putih abu-abu berwajah oriental bertubuh tinggi dan berambut ikal.
Saat Tyas menatapnya dengan mata sembab, pemuda berambut ikal itu tersenyum manis dengan menampilkan dua lesung pipit yang dalam di kedua pipinya.
"Tante...kok menangis di tempat seperti ini sih??" katanya jahil.
Tyas yang semula merasa sangat sedih jadi meradang karena di panggil tante.
"Tante...tante...kepala loe peang...kapan saya nikah sama om kamu??" teriak Tyas.
"Upss...galak banget....iya deh kalau tidak mau dipanggil tante di panggil ibu aja, deh!!" katanya semakin membuat Tyas jengkel.
"Kamu ini siapa sih bocah ingusan?? kamu ngga ada kerjaan ya...kalau ngga ada kerjaan, tuh kuras air comberan di depan tuh!!" geram Tyas.
"Bocah ingusan...!!! gini-gini sudah tokcer lho kalau bikin dedek, tante!!" ucap pria muda itu semakin menggoda Tyas.
Kepala Tyas semakin pusing berdebat dengan tuh bocah, akhirnya dia memilih berdiri dan pergi dari tempat itu.
"Hei tante cantik mau kemana?? kita belum selesai lho ngobrolnya, kok malah pergi?? nama tante siapa?? kenalkan namaku Juan...lengkapnya Juan Fernandes!!" teriaknya.
"Ngga urus..." teriak Tyas lalu beranjak pergi.
"Ohhh, tante itu lagi hamil tho...pantesan aja dia begitu sensitif!!" ujar Juan tersenyum-senyum sendiri.
"Aduh!!! Itu bocil siapa sih lepas dari kandangnya?? bikin moodku bertambah buruk aja!!" keluh Tyas.
Tyas berjalan tanpa tujuan. Dia tidak tau harus pergi kemana. Tiba-tiba dia teringat dengan pemuda berseragam putih abu-abu tadi.
"Tuh anak pasti bolos sekolah jam segini sudah keliaran di taman begini, kena razia satpol PP baru mampus!!" kata Tyas.
Dia berhenti di bawah pohon. Dipandangnya cincin pernikahannya yang remuk gepeng seperti juga hidupnya.
Kamu sudah tidak bisa menyangkal lagi Anjar, bukti perselingkuhanmu sudah aku dapatkan, bersiaplah aku akan segera menggugat cerai darimu, aku sudah tidak sanggup lagi jika harus kamu selingkuhi terus menerus seperti ini Anjar!!" kata Tyas.
***********
"Kenapa lagi Anjar???" istri kamu itu sudah pulang kerumah sekitar jam 8 tadi pagi, apakah kamu tidak bertemu dengannya???" tanya bu Ratna.
Berbarengan juga saat itu Sasha keluar sambil menggendong Fathir.
"Ya sudah bude, jika begitu saya permisi dulu!!" jawab Anjar lalu berbalik.
"Tunggu Njar, ada yang mau aku tanyakan padamu!!" kata Sasha.
"Bu bisa titip Fathir sebentar ya, Sasha ada yang mau dibicarakan dengan Anjar sebentar!!" kata Sasha sambil mengangsurkan Fathir untuk digendong oleh ibu Ratna.
__ADS_1
Setelah bu Ratna masuk Sasha lalu menghampiri Anjar di dekat pagar.
"Njar, aku mau tanya...siapa perempuan yang kamu gonceng kemarin siang?? karena perempuan itukah kamu berselingkuh dari sepupuku??" tanya Sasha menatap Anjar dengan tajam.
Mendapat pertanyaan yang tak terduga, dan mendapat tatapan tajam seperti itu dari Sasha membuat Anjar gelagapan.
"Aku...!!" Anjar tampak menggantung jawabannya.
"Sudahlah aku tak butuh jawaban kamu, Anjar!!" kata Sasha.
"Sekarang jawabannya sudah jelas, putuskan ikatanmu dengan Tyas sepupuku dari pada dia terus menerus terluka dengan perselingkuhanmu...aku berani bertaruh dia tadi pagi pulang kerumah kalian, dan pasti dia telah melihat perbuatan tidak senonoh kalian makanya dia memutuskan untuk pergi lagi!!"
"Sayang sekali kamu Anjar, Tyas padahal sudah berbesar hati untuk memaafkanmu dan mencoba membuka diri untuk menerimamu kembali dan berusaha menerima kenyataan biarlah yang lalu yang telah terjadi hanya akan jadi bagian masa lalu, ternyata aku dan Tyas keliru, sekali pengkhianat tetaplah menjadi seorang pengkhianat sampai matipun akan tetap menjadi pengkhianat dan aku mendukung Tyas untuk secepatnya berpisah denganmu!!" mata Sasha tampak memancarkan kebencian, seolah pengalaman masa lalunya kembali mendera hidupnya sekarang.
"Sekarang kamu pulanglah, jangan kamu coba menginjakan kakimu lagi di halaman rumah ini kalau tidak maka semua perbuatan akan aku adukan pada ayah dan paklek ku." Lalu Tyas berbalik meninggalkan Anjar masuk ke dalam rumah dan langsung menutup pintu dengan keras.
Anjar terduduk lemas di atas mogenya, terbayang kembali sebelum Tyas pergi rengekannya untuk meminta Anjar dan Sari mengulangi kembali perbuatannya di dalam kamar.
Anjar tau Tyas sakit, tapi dia menutupi dengan rengekan dan sifat manjanya sebelum dia pergi.
Anjar lalu kembali kerumahnya berharap Tyas sudah kembali pulang ke istana mungil mereka tapi harapan hanya tinggal harapan, Tyas tidak kembali kesana.
************
"Kamu itu niat kerja atau tidak, Sari???" terdengar suara Alfath membentak dengan nada tinggi.
Alfath marah bukan main saat tadi pagi mendengar Cindy mengatakan bahwa Sari dua hari tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas, baru setelah dia masuk hari ini, Sari kembali menongolkan wajahnya di kantor kelakuannya seperti bekerja di perusahaan nenek moyangnya saja.
Sari menatap tajam pada Alfath seolah tidak terima dengan perkataan Alfath.
"Kenapa?? kamu tidak suka?? mengapa menatap saya begitu?? mau memelet saya lewat tatapan matamu?" tanya Alfath balas menatap Sari tapi dia tidak mau menatap mata wanita itu dia hanya menatap jidat atau di pertengahan kedua alis Sari.
Sari agak terkejut mendengar perkataan Alfath. Dia kesal sekali dengan lelaki bermulut pedas yang duduk di depannya itu, tapi dia berpikir lagi jika dia resign dari perusahaan maka dia tidak bisa membalaskan sakit hatinya pada Sasha.
Rani tampak berdiri di belakang Alfath memperhatikan wajah Sari lekat-lekat.
"Ada yang bersinar di tengah dahi di kedua alis Sari!!" gumam Rani.
Lalu dia memandang lagi pada Alfath.
"Wah gawat nih, kalau tidak aku cegah salah-salah Alfath akan jadi seperti Anjar!!" gumam Rani lagi.
Lalu dengan kekuatannya dia menggerakan foto Sasha dan Alfath yang ada di meja di belakang Alfath dan menjatuhkannya sehingga konsentrasi keduanya buyar.
Sari yang sibuk berkonsentrasi dengan mantra pemikatnya dan Alfath yang hampir saja terkena mantra itu karena menatap langsung pada susuk yang bersinar di tengah kedua alis mata Sari.
__ADS_1
"Astagfirullah...!!" Alfath langsung beristighfar.
"Terima kasih ya Allah, terima kasih Rani!!" bisik hati Alfath membuat Rani tersenyum bahagia melihat lelaki mantan tunangan yang dikhianatinya itu masih mau menyebut namanya.
Saat Alfath melanjutkan perkataannya, Rani berdiri di tengah Alfath menjadi pembatas untuk menutup pandangan Alfath ke Sari secara langsung.
"Bagaimana??? masih niat kerja atau tidak?? jika masih niat bekerja, saya akan memberimu kesempatan sekali lagi, tetapi jika tidak ada niatan kerja lagi maka saya akan meminta Cindy mengeluarkan sisa gajimu!!" kata Alfath dengan tegas.
"Baik pak, maafkan saya...saya masih niat bekerja di sini!!" kata Sari akhirnya mengalah.
"Pergilah!!! kembalilah bekerja, ingat ini kota besar, tidak gampang mencari pekerjaan di kota besar begini walaupun hanya menjadi seorang office girl." Alfath menyudahi ceramah paginya yang membuat dia kehilangan mood dalam bekerjanya.
Tiba-tiba senyumnya mengembang saat ada pesan WA masuk dari Sasha.
"Assalamualaikum mas, maaf mengganggu!! mau di masakan apa untuk makan siang ini?? adek antar nanti ke kantor ya!!
Alfath langsung menjawabnya.
"Ngga usah sayang, biar jam makan siang nanti mas pulang kerumah ibu, mas kangen sama kamu dan bayi kita!!"
Seakan mendapat energi baru, Alfath dengan semangat mengerjakan semua pekerjaannya biar cepat selesai agar cepat pulang, dia ingin makan di rumah calon mertuanya sekalian mau ketemu Sasha dan Fathir si semangat barunya.
*************
"Wihhh tumben kamu main kemari, Anjar??" sapa tante Santi adik ibunya.
"Suntuk tan, Juan mana tan??" tanya Anjar celingukan mencari sosok sepupu gantengnya itu.
"Juan??? jam segini??? kamu kalo nyari dia itu malam baru dia ada di rumah itupun kalo ngga langsung molor tuh anak!!"
"Anjar masuk ke kamarnya ya, tan!!" lalu tanpa persetujuan adik ibunya itu Anjar melenggang masuk ke kamar sepupunya.
Santi hanya mengangkat bahu tetapi saat dia mau berbalik badan melanjutkan pekerjaannya secara tak sengaja dia melihat aura hitam menyelimuti tubuh keponakannya itu dari belakang.
"Apa itu?? Dari depan tidak nampak apapun sehingga tadi aku hampir terkecoh, saat Anjar berbalik badan baru aura jahat itu terasa dan terlihat...sepertinya di tersembunyi di bagian belakang kepala Anjar!!" gumam Santi pelan.
"Ini Juan Fernandes kemana juga ngelayapnya?? tadi bilang mau pulang cepat karena guru sekolahnya rapat...tapi ini sudah dua jam berlalu dari dia telepon tadi, jangankan batang hidungnya, bayangannya pun belum kelihatan!!" ucap Santi sedikit kesal pada putra semata wayangnya itu.
Santi adalah seorang single parent. Suaminya meninggal saat putranya Juan masih berusia 5 tahun. Dia adik ibunya Anjar. Ibu dan ayah Anjar tinggal di Batam bersama seorang adiknya lagi. Saat Anjar dan Tyas menikah beberapa bulan lalu, Santi dan Juan sedang pergi ke Hongkong karena kedua mertuanya tinggal di sana jadi mereka berdua tidak bisa menghadiri pernikahan keponakan sekaligus sepupu Juan itu.
*
*
****Bersambung....
__ADS_1
Lanjut ke next episode ya reader...jangan lupa taburan like nya!!🙏🙏