
Tetapi sampai Alma berusia 3 tahun, tidak juga dia menemukan keberadaan Alfath. Hingga suatu hari dari pemilik klub malam akhirnya dia tahu Alfath berada di luar negeri tetapi Alfath akan segera bertunangan dengan Rani.
Hati Cyntia semakin sakit mendengar kabar itu tapi dia tetap berusaha untuk tetap mencari tau tentang keberadaan Alfath di indonesia.
Penantian Cyntia tak sia-sia...dia mendengar kabar Alfath dan tunangannya kembali ke Indonesia, tetapi lagi-lagi dia kehilangan jejak saat Rani dikabarkan bunuh diri beberapa waktu yang lalu.
Dikarenakan Alfath memang tak aktif di sosial media, maka Cyntia kesulitan melacaknya, hingga suatu hari secara tak sengaja dia melihat Alfath keluar dari sebuah perusahaan besar dan setelah dia mencari tau, akhirnya dia mengantongi beberapa informasi termasuk Alfath sekarang yang sudah menikah dan mempunyai seorang putra.
Lalu dia mulailah menyusun skenario untuk menyamar menjadi Shinta ibunya Alma untuk meminta pertanggung jawaban Alfath.
Dia tahu betapa tampan dan tajirnya pria yang bernama Alfath Alfredo itu.
***Flashback off***
"Begitulah ceritanya sayang...kuakui dulu aku memang brengsek karena kelakuan liarku aku telah mengakibatkan seorang gadis hamil diluar nikah...tapi sumpah jija aku tau gadis itu hamil anakku pasti aku akan mempertanggung jawabkan perbuatanku!!"
"Aku memang seorang bajingan, tetapi aku bukan seorang pengecut yang lari dari perbuatannya...tapi tentu bukan untuk yang sekarang ini, sekarang aku telah menikahimu dan kita sudah mempunyai seorang putra makanya aku akan mengambil tanggung jawab Shinta dengan membiayai Alma tanpa harus menikah dengannya, tetapi Shinta tetap ngotot ingin aku menikahinya dan mengancam untuk menemuimu jika aku tidak mengabulkan permintaannya."
Alfath sama sekali tak tau bahwa yang bersama dengan Alma itu bukanlah Shinta tetapi Cyntia saudara kembar Shinta yang ingin berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan dan menarik keuntungan dari masalah ini.
Sasha terdiam mendengar kejujuran suaminya. Sebagai manusia dia ingin marah, masa lalu Alfath memang kelam tetapi jika dia tidak membantu suaminya keluar dari masalah ini, istri macam apa dia??
Sakit hati sudah pasti, tetapi demi Fathir dan keutuhan rumah tangganya, dia akan berusaha berdamai dengan masa lalu suaminya itu.
"Tetapi ada yang aku curigai dari Shinta..." kata Alfath.
"Apa itu??" tanya Sasha pada suaminya setelah sejak tadi diam tak mengeluarkan sepatah katapun.
"Sepertinya Alma tak nyaman berada dekat dengan Shinta...bocah itu hanya sibuk bermain sendiri tanpa mempedulikan ibunya!! bahkan saat mengantuk di kafe tadi, Alma malah memilih menyenderkan tubuh mungilnya di bangku kafe!!" desis Alfath.
"Mas, jika adek punya usul apakah mas Alfath mau menerima??" tanya Sasha.
"Usul apa dek?? asal jangan usul yang aneh-aneh aja ya??" kata Alfath.
"Bagaimana jika mas menerima permintaan Shinta untuk menikahinya sambil mas mencari tau kebenaran perkataan Shinta tentang Alma." Kata Sasha.
"Apa?? mas ngga mau ah...!!" sentak Alfath langsung menunjukan keberatannya.
"Kan mas dan Shinta tak langsung menikah toh?? kaliankan pasti penjajakan dahulu, di situlah saat kalian mulai dekat dengan Alma dan Shinta, mas bisa mencari tau tentang mereka." Kata Sasha.
"Ngga ada usulan lainkah selain menikahi Shinta??" tanya Alfath masih keberatan.
"Mas mau berusaha mengorek keganjikan itu kan?? hanya dengan cara inilah mas bisa melakukannya.
"Mintalah waktu pada Shinta untuk saling mengenal satu dengan yang lain sebagai alasan mas Alfath...dan manfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya untuk mencari tau."
"Tapi bagaimana jika dalam masa waktu yang sudah ditentukan tapi mas belum bisa menguak cerita ini??" tanya Alfath.
"Ya berarti mas harus siap untuk kehilangan adek dan Fathir, karena tak ada seorang wanitapun yang mau di poligami kecuali dia wanita gila, adek juga mau memberi pelajaran kepada mas agar jangan jadi seorang pengecut!!" tegas Sasha.
"Baiklah dek, beri mas waktu sebulan untuk melaksanakan misi ini, mas ingin agar adek tidak cemburu melihat mas dekat dan jalan dengan Shinta." Kata Alfath akhirnya mengalah.
****************
"Bagaimana Kei?? apakah kamu menemukan petunjuk??" tanya Juan pada hantu kecil sahabatnya itu.
"Koh...ada yang aneh dengan perempuan yang bernama Tinah itu!!" tutur Keikei.
"Apanya yang aneh Kei??" tanya Juan.
"Semalam Keikei mengikuti wanita itu atas anjuran koh Juan, bahkan Keikei ikut sampai kedepan rumahnya, tetapi saat Kei mau ikut masuk kedalam, Kei seperti dilempar oleh satu kekuatan yang tidak kelihatan yang seperti mengusir Kei agar tidak ikut masuk kedalam rumah itu."
"Jadi Kei hanya mengamati dari samping jendela memantau keadaan di dalam." Jawab Kei.
"Tebakan koh Juan benar, wanita itu adalah Surtinah si pengisap darah yang legendaris itu!!" jawab Kei lagi.
"Legendaris apanya, Kei?? berbuat kejahatan kok legendaris!!" omel Juan sementara Kei hanya tersenyum nyengir.
"Dan rumah itu koh Juan tau bau apa??" tanya Kei.
"Bau amis darah??" jawab Juan.
"Koh Juan salah besar!!! rumah itu malah wangi seperti bau di pemakaman!!" kata Keikei.
Tak lama setelah itu Surtinah pergi lagi dengan menggunakan baju dan kerudung hitam.
__ADS_1
"Dia mengambil jalan melewati perkebunan kelapa sawit di belakang kampung, koh!!" jawab Keikei.
"Sabar aja Kei, besok malam kita bergerak kerumahnya karena koh Juan tadi mendengar selentingan dari ibu-ibu sepertinya anak pak Broto akan melahirkan tetapi orang tua mereka berniat untuk melakukan operasi caesar di rumah sakit agar putri mereka selamat dari gangguan tetapi koh Juan yakin, si Surtinah itu pasti tidak akan tinggal diam dan pastinya dia akan berusaha agar anak pak Broto itu melahirkan dengan normal." kata Juan.
"Bagaimana caranya dia melakukan itu, Koh??" tanya Keikei.
"Iblis punya seribu cara, Kei!!" jawab Juan.
Ternyata apa yang dikatakan Juan benar, kelahiran putri pak Broto itu sebenarnya masih beberapa hari lagi dan direncanakan akan melakukan operasi caesar akan tetapi sesuatu telah terjadi.
Sore itu pak Broto dan istrinya sedang duduk di teras dan putrinya sedang berjalan-jalan di sekitar halaman rumah mereka yang luas, maklum pak Broto juga merupakan orang terkaya di kampung itu.
Secara tak sengaja kaki putrinya tersandung akar pohon yang entah dari mana timbulnya dan jatuh terduduk di tanah.
Mereka panik apalagi melihat darah merembes dari paha putrinya.
Dari balik pohon tak jauh dari rumah besar itu sesosok tubuh berpakaian serna hitam tampak tersenyum menyeringai.
Matanya membola melihat darah segar yang menetes tak jauh darinya.
Sosok itu baru bersiap untuk mengangkat telunjuknya mau mengisap darah tersebut melalui kukunya yang tiba-tiba meruncing panjang, sebuah suara mengagetkannya.
"Apa yang sedang kamu lakukan dengan menunjuk wanita hamil itu??" suara itu terdengar biasa saja namun baginya seperti bom yang meledak di telinganya.
"Kamu mau berniat jahat ya!!" kembali suara itu menyentaknya tetapi dia sama sekali tak melihat siapa si empunya suara, yang jelas itu adalah suara seorang pemuda.
***Flashback on***
Juan yang sore itu sedang mengantar berobat pak Tono yang sedang tidak enak badan sejak semalam pergi ke puskesmas yang melayani 24 jam.
Sepulang dari puskesmas entah apa yang menuntun Juan hingga pulang bersama pak Tono melewati rumah pak Broto.
"Kok kita lewat sini, nak?? bukannya ini jalan tambah memutar??" tanya pak Tono yang ingin cepat sampai kerumah dan pengen baring-baring meluruskan tubuh tuanya.
"Ngga apa-apa pak hanya sekedar mengecek keadaan kampung, apalagi pak Broto mempunyai anak perempuan yang sedang hamil dan rumah beliau kebetulan juga berada jauh di ujung kampung!!" celetuk Juan yang akhirnya dibenarkan oleh pak Tono.
"Waduh pak...anaknya pak Broto jatuh tuh...cepat kita tolongin!!" sergah Juan saat melihat keadaan putri pak Broto.
Baru saja dia hendak masuk ke halaman rumah menyusul pak Tono tiba-tiba netranya yang tajam melihat sesuatu di balik rimbunnya semak di sebelah pohon dekat pagar rumah pak Broto.
"Bapak duluan aja tolong pak Broto dan putrinya Juan melihat ada sesuatu yang mencurigakan di balik semak itu." Jawab Juan.
Dia menyelinap kebalik semak belukar tanpa sepengetahuan orang berbaju hitam itu.
***Flashback off***
"Jawab....apa yang ingin kamu lakukan??" tanya Juan.
Karena panik, si baju dan kerudung hitam hendak berbalik, tapi bukan main terkejutnya dia, Juan sudah berdiri di belakangnya padahal tadi tak ada siapapun di belakangnya.
"Keparat!!!"
Hanya kata itu yang terlontar dari mulutnya sementara sebagian wajahnya tertutup kerudung hitamnya.
Dia mendorong tubuh pemuda di depannya bermaksud hendak melarikan diri tetapi tubuh yang di dorong tidak bergeming seolah d ia mendorong patung batu.
"Ayo ikut denganku!!"
Lalu dengan gerakan sangat cepat Juan meraih tangan itu dan menariknya keluar dari tempat persembunyiannya.
Sekuat apapun dia itu berontak, tetapi tenaga orang yang menariknya melebihi kekuatannya, padahal jika hanya ditarik oleh orang biasa maka akan dengan mudah dipentalkan olehnya.
Dia mulai panik saat tangan itu menariknya sangat kuat ke arah pak Broto dan beberapa orang kampung yang sudah berkumpul untuk memberikan pertolongan pada keluarga pak Broto.
"Siapa yang kamu tarik itu Juan??" tanya sebagian dari mereka yang telah mengenal Juan sebagai keponakan pak Broto.
"Saya menemukannya mengendap-endap di belakang semak belukar di samping halaman rumah!!" sela Juan.
"Lepaskan saya...pemuda ini gila...masa saya ditariknya masuk kesemak belukar dan mau mencium saya??" katanya berusaha memutar balikan fakta.
Juan tak menjawab tapi tangannya menarik kerudung yang menutupi kepala orang itu!!
"Mba Tinah?? apa-apaan kamu kok berpakaian serba hitam begini??" tanya mereka heran tapi juga mulai waspada.
"Memang saya salah berpakaian hitam begini??" tanya Tinah.
__ADS_1
"Tidak salah..." jawab Juan.
"Yang salah adalah mengapa kamu berdiri cengengesan di belakang semak itu sambil menunjukan jarimu kearah putri pak Broto??" tanya Juan lagi.
Tiba-tiba....
NYESSSS...
Dia mengiris kulit Juan dengan kuku jari tangan sebelahnya yang masih terbebas dari cengkeraman Juan.
AAHHHH....
Juan meringis tapi tak lantas melepaskan pegangan tangannya, dia tetap memegamg erat-erat tangan itu walaupun darah terus mengucur dari lukanya yang lumayan dalam.
"Dasar wanita iblis...." teriak Juan.
"Aku tak akan lagi melepaskanmu dan membiarkanmu bebas berkeliaran menebar teror membunuh ibu hamil dan bayi yang tak bersalah!!" teriak Juan.
"Masya Allah!!" teriak mereka yang ada di situ.
"Benarkah begitu??" kata mereka semua yang ada di situ.
"Bohong...pemuda ini bohong!!" teriak Tinah.
"Oh iya??? bohong?? lalu jika saya berbohong, mengapa kamu melukai tangan saya dengan kukumu yang runcing itu?? mengapa kamu tampak panik?? semestinya kamu biasa saja!!" kata Juan menyeringai sambil menahan sakit di tangannya.
"Satu lagi yang akan saya buktikan kepada orang banyak yang ada di sini!!" teriak Juan lagi.
Ditariknya secara tiba-tiba selendang panjang yang melingkari leher Tinah.
"Kalian lihat lingkaran di leher wanita ini??" teriak Juan.
"Karena ilmu sesat yang dianutnya menyebabkan kepalanya ini bisa terpisah dari tubuhnya!!" teriak Juan membuat orang yang mulai berdatangan bergidik ngeri.
Bukan main marahnya Tinah pada Juan, yang tadinya dia merasa takut penyamarannya terbongkar kini rasa takutnya berubah menjadi rasa geram dan dendam, dia bertekad untuk berjibaku melawan semua orang yang ada di situ, apalagi sekarang hari akan menjelang malam, di situlah letak kekuatan mereka para mahluk malam tersebut.
"Lawan aku pemuda sontoloyo...biar kupisahkan kepala dari tubuhmu sekarang juga!!" seringai iblis menyungging di bibir Surtinah.
Orang banyak mulai mengurung tempat itu, dan sebagian menjaga putri pak Broto yang akan melahirkan dibantu oleh bidan Ria yang dijemput untuk menolong persalinan putri pak Broto.
Surtinah menggeliatkan tubuhnya seperti orang menari.
"Awas...dia akan memisahkan kepala dari tubuhnya!!" setelah berteriak memberi peringatan Juan dengan cepat merapalkan sesuatu dan memukul keras bagian punggung Tinah dan membuatnya gagal merapalkan ilmunya.
"Akan kucabut semua ilmu sesat dari dalam tubuhmu dan membuatmu menjadi manusia utuh kembali.
Sebelum Tinah kembali bersiap Juan telah lebih dulu merapalkan sesuatu dan memukul beberapa bagian tubuh Tinah yang membuat Tinah berteriak histeris dan kesakitan.
Seberkas cahaya hitam tertarik keluar dari tubuh Tinah seperti ditarik oleh satu kekuatan besar yang tak kasat mata.
Surtinah berteriak semakin histeris dan akibat keluarnya selarik sinar hitam itu, tubuh muda dan wajah cantik Surtinah jadi berubah menjadi sosok wanita tua dengan sebagian rambutnya yang hampir memutih dan tubuh serta wajah yang keriputan.
Tubuh itu melorot lemas ke tanah seperti tak mempunyai tenaga lagi.
"Bunuh saja aku!!" rintih Tinah yang tidak bisa menerima keadaan dirinya yang sekarang.
"Aku bukan pembunuh...!! seru Juan.
"Aku masih memberimu kesempatan untuk bertobat, aku akan menghilangkan ingatan orang kampung pada perbuatan jahatmu, hukuman yang kuberikan ini jauh lebih mengerikan dari pada kematian!!"
"Kamu akan merasakan apa yang dialami oleh para orang tua seusiamu, menjadi tua, renta tanpa seorangpun yang ada di sampingmu...kamu akan merasa sendirian dan kesepian!!" perkataan Juan begitu menakutkan bagi Surtinah.
Ilmu yang di dalaminya selama puluhan tahun, lenyap tak bersisa, semua sudah dicabut dan di musnahkan oleh pemuda yang dia sebut sontoloyo tetapi memiliki kemampuan di atasnya itu.
Marah, kecewa, dendam berkecamuk menjadi satu di dalam hatinya.
*
*
***Bersambung...
Bagaimana reaksi orang kampung selanjutnya??
Jangan lupa dukungannya ya reader dan nantikan di episode berikutnya.
__ADS_1