Mahasiswa Baru

Mahasiswa Baru
23 MABA


__ADS_3

"Terus lo yang dari tadi ngikutin gue ngapain ?". Tanya Devan.


"Ya karena Niana cemburu lah kalo lo emang udah jadian sama tu anak". Sarkas temannya.


Niana menoleh, "Apaan sih lo Del, gue cuman nanya doang kok ?".


"Jujur aja Lo deh Na di belakang aja lo ngomel kayak pacarnya, asal Lo tau yang suka sama dia itu bukan lo doang tapi gue juga !". Keduanya terkejut, Niana yang mendengar itu merasa kesal.


Dela dasar perempuan gak tau malu dia sudah di ajak dalam grupnya, selalu di traktir jika sedang bersama dan sekarang dia mengkhianatinya.


"Lo itu ya dasar cewek gila !". Niana malah menjambak rambut Dela dengan keras Devan yang melihat itu malas dengan suasana seperti ini, tiba-tiba notifikasi dari Anya membuat senyuman dari bibirnya terbit.


^^^by^^^


^^^Aku di taman kampus^^^


Devan


Aku ke sana


Banyak orang yang menonton kejadian antara Niana dan Dela, mereka memang tidak tahu malu jika sudah begini.


Di taman Anya terlihat seperti anak kecil yang menunggu ibunya di jemput, ia bingung sebenarnya harus ke kampus memakai baju apa jadi ia sekarang memakai baju yang di pilih oleh ibunya.


Devan ternyata sudah muncul dan duduk di sampingnya dengan senyuman yang membuat Anya canggung, jujur baru kali ini ia merasa terpesona dengan tampilan Devan, wibawa seorang dokter terpancar dari dirinya.


Jika kelak Devan memang benar akan menjadi suaminya akan ia jaga dari kejahatan perempuan yang menggodanya.


Anya melirik ke sekeliling di taman hanya ada dirinya dan Devan di sebelah depan pun sebenarnya ada yang sedang mengobrol tetapi cukup jauh jika di lihat dari sini.


"Aku bawain kamu makan sama jus". Ucap Anya santai.


Devan tidak menghiraukan, ia malah memusatkan tubuhnya untuk berhadapan dengan kekasihnya itu lalu menumpukan tangannya di kursi taman.


"Kenapa ?", Tanya Anya bingung.


Devan mengarahkan tangannya untuk menyisipkan rambut Anya yang terkena angin, entah kenapa Anya hari ini terlihat sangat imut dan cantik, apalagi dengan rambut yang di cepol asal dan hoodie yang kebesaran menambah kesan lucu.


"Cantik banget sih pacar Devan, kesini nya dandan dulu ya ?". Ucapnya.


"Ih enggak, emang kenapa belepotan lipstik nya ?". Ucap Anya sambil memegang bibirnya.


Devan tersenyum rasanya ia ingin terus menjahili tingkah Anya yang lucu menurutnya.


"Sekarang aku bawa nasi goreng sama jus jambu buat kamu".

__ADS_1


Anya mengeluarkan paper bag nya yang berisikan makanan yang telah Anya siapkan dari pagi, jika Devan tahu Anya menyiapkan ini dari pagi pasti dia akan terkejut.


Anya adalah tipe orang yang suka masak tetapi malas, tadi pagi ia mendadak seperti orang amnesia yang lupa akan caranya memasak, ia mencoba selama 4x itupun nasinya menjadi habis akibat ulahnya.


"Kayaknya enak ?".


"Enak dong buatan aku". Ucap Anya bangga.


Anya memberi suapan pertama dan di sambut oleh Devan yang melahapnya, "Gimana enak ga ?".


Sebenarnya sedikit asin untuk ukuran dirinya tapi Devan akan menghargai perjuangan Anya dengan memakannya.


"Enak". Ucap Devan.


Anya tersenyum tidak sia-sia tadi ia bangun pagi hanya untuk menyiapkan nasi goreng dan jus.


Anya menemani Devan hingga makannya habis, sebenarnya Anya ingin menanyakan mengenai foto di Instagram tapi alasan apa Anya untuk menanyakannya.


"Kenapa sayang ?". Anya tersadar lalu menggeleng.


"Udah ?".


Devan mengangguk, "Makasih Nya kamu udah mau jauh-jauh ke sini terus bikinin aku ini".


Anya tersenyum kemudian mengangguk, ponsel Devan berbunyi ternyata mereka akan mengadakan rapat untuk satu minggu sekali.


"Aku anterin kamu pulang dulu, rapat mah nanti juga bisa".


"Ih kamu itu ketuanya masa ketuanya ilang lagi rapat kan gak lucu, aku kan bisa naik taksi atau di jemput supir mama".


Devan terkekeh, sebenarnya ia tidak mau meninggalkan Anya untuk pulang sendiri tapi rapat minggu ini sangat penting jadi ia memang harus merelakan untuk saat ini.


"Benar by ?". Anya mengangguk.


"Cepetan ih sana !". Anya mendorong Devan untuk pergi.


Devan berdiri lalu mengecup pelan pipi Anya dan membuat pemiliknya malu bukan main, Devan tersenyum sambil pergi melihat wajah Anya yang memerah.


Devan ini apa dia tidak sadar bahwa sekarang mereka sedang berada di kampus untung saja tidak ada orang yang melihat mereka.


Anya memasukkan tempat makan dan botol minum lagi ke dalam paper bag dan berniat untuk naik grab untuk pulang ke kostan


Tes


Anya tertegun mimisan dari hidungnya muncul lagi dan tepat mengenai handphone yang sedang ia pegang, untung dirinya membawa tissue di tasnya.

__ADS_1


Lagian akhir-akhir ini dirinya sering mengalami mimisan, kemarin saja saat dirinya selesai mandi di dalam kamar mandi tetesan darahnya lebih banyak dari pada sekarang.


Jika dulu kejadian seperti ini sangat jarang membuat Anya tidak perduli tapi semakin kesini rasanya ia harus pergi ke dokter untuk menanyakan ini.


Tapi nanti jika dirinya sedang ada waktu senggang dan kalau tidak sedang mager. Anya berdiri lalu pergi menuju gerbang depan kampus untuk pulang.


Di fakultas teknik menuju gerbang depan Niana dan Dera melihat Anya yang sedang sendirian, "Na Itu pacarnya Devan yang Lo sebut tadi bukan ?".


Niana mengikuti arah pandang Dera dan benar saja di sana ada Anya yang sedang berjalan sambil membawa paper bag.


"Samperin Der !". Ucap Niana.


"Eh ada queen baru di kampus ini". Niana memotong langkah Anya yang membuat empunya bingung.


"Kira-kira udah duduk di singgasana belum yah ?". Ucap Dera menambahkan.


"Lo tuh gak tau malu banget sih ? datang ke kampus nyelonong aja kayak punya nenek moyangnya !".


"Sorry gue gak ada urusan sama kalian ?". Anya melanjutkan jalannya tapi malah di halangi oleh Niana.


"Eh eh tunggu, dasar lo belagu hah, mentang-mentang lo pacar Devan apa Lo bisa jadi seenaknya di sini ?".


"Iya ih, so cantik tau gak, centil lagi".


Anya terdiam sedari tadi mendengar ocehan orang yang tidak penting seperti mereka.


"Kalian emang pengen jadi kayak Irana yah !". Ucap Anya santai.


Keduanya saling bertatapan, emang ada apa dengan Irana ?


"Emang kalian gak tau ? Irana yang masuk penjara gegara nembak gue ?".


Mereka terkejut bukan main, kenapa Niana tidak mendengar berita tentang itu. Apakah dirinya ketinggalan berita sampai tidak tahu apa-apa ?.


Niana tersenyum, "Lo nipu gue kan ?". Tanyanya.


Anya memutarkan bola matanya, "Sengaja berita ini di sembunyiin dari maba yang kemarin ikut kemping karena mereka gak ingin nama Irana jadi kotor apalagi sampai di DO dari kampus".


Niana rasa Anya tidak sedang berbohong dari wajahnya terlihat jika dia berkata jujur, "Kalo lo pada jadi tolol cuman gara-gara cinta jangan sampe diri lo sendiri yang di jadiin korban paham ?".


Anya tersenyum lalu pergi meninggalkan mereka yang berdiri mematung.


Niana berfikir jika berita ini menjadi aib kenapa tidak ia bocorkan saja pada seluruh mahasiswa di kampus dan menjadikan Anya sebagai tersangka utama atas bocornya berita baru ini.


Niana tertawa bangga sekarang dirinya baru mendapat ide yang sangat cemerlang untuk membuat cewek itu malu.

__ADS_1


"Na Lo kenapa ketawa sendiri gue takut ?". Ucap Dara.


"Ishh apaan sih lo ? sini gue bisikin gue punya ide !".


__ADS_2