
"Udah siap belum"
"Tunggu bentar lagi"
"Jangan lama-lama sayang, keburu siang nanti macet"
"Iya ini udah"
Terakhir tangannya memoleskan lipstik berwarna pink ke bibir. Mereka akan pergi ke rumah sakit untuk mengecek kandungan. Karena lama Hilmi menyusul ke dalam kamar dan melihat istrinya tengah bersiap.
"Cantik banget mau kemana"
"Kan mau cek kandungan sayang"
Hilmi hanya mengangguk-angguk lalu kakinya berjalan ke arah Anya. Tangannya ia selipkan di antara pinggang dan menatap Anya serius.
CUP
Ciuman lembut itu mendarat tepat di bibirnya. "Kita belum mikirin mau bulan madu dimana ?" Tanya Hilmi dengan posisi yang masih sama
"Bali aja gimana ?".
__ADS_1
"Bali ya"
Anya mengangguk, "Kamu mau ke sana ?".
"Mau" Ucapnya sambil merajuk
Wajah Hilmi seketika berubah melihat perut Anya yang sudah besar, "Kayaknya kita harus tunda dulu, aku takut kamu kenapa-kenapa di jalan"
Jika di lihat lagi memang benar apa yang di ucapkan Hilmi, tidak mungkin ia berangkat dengan keadaan perut besar seperti ini. Anya pun sama takutnya karena ini adalah pertama kali bagi dirinya mengalami kehamilan.
Tiba-tiba saja dari ekor mata Anya melihat Clara yang tengah melihat mereka dari kejauhan. Refleks Anya langsung memeluk Hilmi dengan keras.
"Aku sayang banget sama kamu"
Clara yang melihat nafsu di antara keduanya membuat dia semakin ingin merebut Hilmi dari Anya. Seperti yang tadi ia dengar mereka akan pergi ke rumah sakit dan dirinya harus ikut, siapa tahu di sana ada kesempatan bagi Clara untuk menghalau mereka.
Nafas keduanya terengah, baik Anya maupun Hilmi mereka merasakan kecanggungan karena hal yang memalukan padahal status mereka sudah menikah.
"Kita lanjut nanti yah"
Cubitan di lengan Hilmi membuat dia mengadu kesakitan, "Ayo cepetan"
__ADS_1
"Bukannya dari tadi kamu yang lama"
Anya menghentakkan kaki kesal lalu pergi ke luar kamar terlebih dahulu. Ketika di pintu ia melihat Clara yang tengah berdiri di depan pintu.
Hilmi yang menyusul Anya pun melihat kehadiran Clara di antara mereka, "Kalian mau ke rumah sakit ya, aku boleh ikut gak ?".
Hilmi melirik ke arah Anya sebagai jawaban tapi Anya diam saja. "Maaf ya Clara kita cuman mau cek kandungan"
"Bukan itu maksud aku, aku kan udah lama gak di sini jadi lupa jalan ke rumah papa. Sekalian nganterin aku ke papa bisa gak"
"Boleh" Ucap Anya
"Tapi sayang"
"Gapapa, dia kan mau ke papanya. Nanti malah nyasar gimana ?".
"Ya udah, kamu ke mobil duluan. Aku mau ambil kunci mobil dulu, Clara kamu tunggu di sana".
Clara mengangguk lalu pergi menuju mobil yang terparkir di garasi. Sedangkan Anya berjalan pelan dengan mata yang terus memperhatikan gerak-gerik Clara.
Orang seperti Clara sangat berbahaya bagi Anya. Dia itu seperti seekor ular yang tiba-tiba bisa saja menggigit dan mengeluarkan racun. Padahal ini kali pertamanya Anya bertemu dengan Clara tapi rasa tidak sukanya seperti sudah mengenal Clara amat lama.
__ADS_1
Karena Anya yakin Clara bukanlah anak muda dengan wajah polos yang lugu. Dia itu sangat licik terlihat dari wajahnya yang selalu menampakkan raut tidak suka pada dirinya saat Hilmi tidak ada di sampingnya.