
Beberapa bulan berlalu.
Budhe Inem memutuskan untuk tidak bekerja kembali di rumah itu. Dia tidak mau mengingat fakta di temukan tulang Kiki di sana. Ratih dan Beni pun harus melepas budhe Inem dengan berat hati. Namun, memang itu jalan yang terbaik untuk budhe Inem. Sesekali, Ratih, Beni dan Hani mengunjungi rumah budhe Inem untuk silahturahmi.
Sedangkan Hani, dia mulai belajar kembali dengan guru privat baru. Dia juga ada jadwal khusus untuk mengunjungi dokter psikolog untuk menyembuhkan traumanya. Meski kadang Hani masih merasa sering was-was ketika sendirian.
__ADS_1
Kini dia sudah masuk di sekolah yang sama dengan Jaelani SMA 18. Hani kembali mengulang di kelas dua, dan Jaelani sudah kelas tiga sekarang. Selama di SMA 18 Hani di ganggu oleh Anggi yang terus-terusan mengatakan Jaelani pacarnya. Sedangkan Hani hanya diam dan menyetujuinya. Bukan ikhlas karena Jaelani dengan Anggi. Tapi karena Hani tidak ingin ambil pusing, toh dia lebih tau keadaan Jaelani di banding Anggi. Itu sudah cukup, walau tidak ada hubungan apapun di antara Hani dan Jaelani.
Sedangkan Jaelani, kini terlihat lebih keren. Dia bisa membagi waktu antara sekolah, belajar, melakukan hobi basketnya dan kerja part time di kafe Gio. Selain itu, dia juga mulai fokus untuk belajar agar bisa kuliah di jurusan management bisnis dan meneruskan perusahaan papanya. Meski dia merelakan keinginannya untuk jadi atlet basket.
Azzahra juga sudah menyelesaikan skripsinya dan sedang magang di rumah sakit yang sama dengan suster Sari. Dan kini status suter Sari sudah menjadi istri dari pak Rian. Rasanya Azzahra tidak bisa jauh dari jangkauan Hani.
__ADS_1
Sedangkan Tony dan Tina, semua kejahatannya terungkap. Markasnya, uangnya di bank, dan beberapa perusahaan yang masih aktif di berhentikan dan di sita negara. Untuk pegawainya yang berhubungan langsung dengan Tony dan Tina, mereka mendapat ganjaran di kantor polisi. Lalu, Tony dan Tina di hukum mati karena banyaknya kasus, terlebih tentang kasus pembunuhan.
Mengenai Beni, Ratih, Mia dan Deden. Mereka sudah total berdamai, meski keadaan Deden mulai memburuk. Ratih selalu berusaha menguatkan Mia untuk bertahan dengan keadaan sekarang. Tidak jarang Ratih membantu keuangan keluarga Mia dengan investasi di perusahaan Deden.
Terakhir, untuk kelebihan Hani. Dia memang tidak bisa menutupnya. Tapi pak Yanto mengajarkan untuk Hani menerima dirinya apa adanya dan lebih mendekat ke Tuhan untuk minta perlindungan. Dan jadilah Hani yang sekarang, kembali ke Hani yang ceria dan sedikit tomboy.
__ADS_1