
Pagi hari ketiga anak gadis masih terlelap di tempat tidur. Mela terbangun saat ada yang mengetuk kamar Bona.
"Bon bangun deh, ada yang mengetuk kamar lo tuh." Mela membangun kan Bona.
"Biarin aja Mel, paling bu Surti suruh kita sarapan." kata Bona dengan suara khas banget tidur.
Bona paling tajir diantara mereka bertiga secara orang tua Bona punya perusahaan batubara dan periklanan terbesar.
"Bona, desi... yaelah mereka berdua kayak kebo tidur nya dah jam 9 juga belom bangun." omel Mela keluar dari kamar mandi, setelah ada yang mengetuk pintu tadi Mela langsung pergi mandi sementara Bona kembali tidur bersama Desi.
"Kebakaran woi... kebakaran...." teriak Pamela dekat kuping mereka.
Dengan spontan Desi dan Bona bangun seperti orang kebingungan.
"Dimana Mel kebakaran nya." tanya Desi dan Bona seperti orang kebingungan.
"Hahaha...... dalam mimpi kalian lah kebakaran nya." canda Mela.
"Issh kau Mel mengganggu tidur ku." kata Desi ingin melanjutkan tidurnya diikuti Bona.
"Woi dah jam sembilan kelezz..." bentak Pamela.
"Anjrit dah siang ternyata bon." kata Desi
"Iya buruan bangun kalian, dan mandi katanya mau ke salon?" kata Mela dengan memanyunkan bibir nya.
"Ke Salon." jawab Desi dan Bona langsung beranjak dari tempat tidur.
Akhirnya Pamela berhasil membangun kan mereka, setelah semuanya sudah mandi lalu ikut sarapan bersama keluarga Bona kebetulan weekend jadi orang tua Bona ada di rumah.
"Pagi pah, mah...." sapa Bona
"Pagi om dan tante...." Desi dan Mela ikut menyapa orang tua Bona.
"Ayuk sini ikut sarapan bareng kami, dari tadi ya mama ketuk pintu nggak ada yang nyahut." kata Rani mama nya Bona.
"Apa rencana kalian hari ini." tanya Rudy papanya Bona.
"Kami nanti malam ada acara pah jadi hari ini kami mau pergi ke salon." jelas Bona.
"Eh kenapa nggak pergi ke salon langganan mama sayang, ntar mama telepon pemiliknya." mama Rani.
"Boleh tuh mah biar kami langsung meluncur ke sana." kata Bona dan di angguki kepala mama nya.
Setelah selesai sarapan pagi mereka bertiga meluncur ke tempat salon langganan mama Rani.
"Gila rame banget..." kata Desi setelah sampai ditempat salon itu
Mereka memutuskan masuk kedalam dan menemui pegawai salon itu.
"Aduh aduh ada cewek cantik cantik, bisa di banting eh sorry maksud eyke ada yang bisa dibantu?" sapa pegawai salon terlihat b****g dengan pakaian modis ala cewek pada umumnya jika dilihat kepiawaian dalam melayani customer salon sangat bagus.
"Kami mau perawatan dan make over deh kak." jawab Bona.
"Baiklah serahkan sama eyke, akan eyke buat cewek cewek cantik di depan mata eyke ini seperti bidadari." jelas pegawai tadi lalu datang wanita cantik seumuran mama Rani.
"Apa ini dari Rani? perkenalkan nama saya Yulia." tanya wanita cantik tadi.
"Iya tan itu mama saya." jawab Bona.
"Woalah, angela cepat layani cewek cewek cantik ini, mereka pelanggan prioritas kita." kata Yulia ke pegawai yang b****g tadi.
"Siap madam, yuhuu kita mulai yuk... ayukk." dengan langkah gemulai angela dan karyawan salon lainnya mulai perawatan Desi, Bona dan Mela.
Dilain tempat, Malvino masih asyik bermain game kesukaan nya dari handphone nya di ruang keluarga.
"Vin nggak ada acara apa gitu? hari minggu biasa pergi jalan atau nongkrong." tanya mama Dewi ikut duduk di sebelah Vino yang masih memainkan game nya.
__ADS_1
"Mama mau Vino pergi jalan dan nongkrong gitu, mah?" mata Vino masih tertuju di handphone nya.
"Ya enggak gitu, masa anak mama yang ganteng ini tak punya pacar?"
"Vino nggak punya mah, nggak ada yang Vino suka."
''Tapi yang naksir Vino banyak kan?"
Drrrt drrrt drrrt
Ponsel Vino berdering saat permainan game nya sedang seru.
"Ah sial.... " maki Vino lalu menerima panggilan dari Dika.
"Ada apa?" tanya Vino kesal saat terhubung dengan Dika.
"Woi santai bro..." suara Dika jauh diseberang sana.
"Iya, kenapa?"
"Nanti malam elo datang kan ke promnight?"
"Nggak tahu? nanti kalau gue mau pergi nanti gue hubungi elo."
"Ayo lah bro kita have fun malam ini. Dah tahu tempat acaranya kan?
"Nggak tahu mang dimana?"
"Dasar loh pasti nggak lihat di papan pengumuman."
Vino bahkan tidak mencari tahu soal acara promnight cuma info dari Andreas saat nongkrong bareng di rooftop waktu itu.
"Di hotel Moresta jangan lupa jam 8 gue tunggu di sana.
"Oh.... " kata Vino lalu menutup telepon nya sepihak.
"Telepon dari siapa Vino?" tanya mama Dewi.
"Mama ke.... po..." jawab Vino lalu pergi menaiki tangga ke lantai dua dimana kamar nya berada.
Vino lalu merebahkan badan nya di kasur kings size milik nya lalu tidur terlelap karena semalaman begadang hanya untuk bermain game kerena tahu besok nya libur.
__________
Hotel Moresta
Jam menunjukkan pukul 7 malam. Desi, Mela dan Bona sudah siap dengan pakaian terbaik nya malam ini tak lupa sedikit riasan dari hasil salon tadi siang.
"Mela, lo bener bener cantik banget malam ini, sumpah!" puji Desi dengan menunjukkan kedua jarinya.
"Ah gue ngerasa biasa saja." jawab Mela santai.
"Benar kata Desi, Mel. Elo cantik banget pas deh dengan gaun yang kau pakai." tambah Bona.
Memang benar kata kedua teman nya, Pamela malam ini kelihatan cantik apalagi setelah perawatan dan make over di salon siang tadi ditambah dress yang dikenakan meskipun simpel namun terlihat elegan.
"Udah deh kalian berdua juga cantik koq malam ini seperti bidadari tau nggak." puji Mela balik.
"Iya bidadari turun dari taksi kali." canda Desi kemudian mereka bertiga tertawa bareng.Tidak dipungkiri Desi dan Bona juga terlihat cantik malam ini dengan memakai gaun yang mereka beli waktu itu.
Setelah pamit dengan orang tua Bona lalu mereka bertiga masuk kedalam mobil Bona.
"Area you ready ladies?" tanya Desi sebelum melajukan mobilnya.
"Yes, ready...." jawab Desi dan Mela serempak.
Desi melajukan mobilnya menuju hotel dimana tempat acara promnight berlangsung tidak butuh waktu lama mobil Bona sudah sampai di parkiran hotel.
__ADS_1
"Gila gede banget nih hotel?" kata Desi takjub.
"Sudah ah masuk yuk." ajak Bona lalu mereka bertiga masuk kedalam lift hotel karena acara mereka ternyata di aula hotel lantai 3. Saat sampai di tempat acara ternyata sudah banyak yang datang bahkan jesy dan kawan kawan nya sudah duluan datang memakai gaun long dress dengan belahan pinggir hingga diatas lutut.
Dari jauh tatapan tidak suka jesy saat melihat Pamela datang dan terlihat betapa cantik nya Pamela malam ini bahkan Jatmiko menatap Pamela tak berkedip hingga tepukan bahu Ryan mengembalikan kesadaran nya.
"Jangan dilihat doang bro cepat katakan isi dalam hati lo dengan nya." Ucap Ryan.
Jatmiko dan anggota OSIS lainnya sudah sampai duluan karena ikut membantu acara promnight. Jatmiko menghampiri Mela dan kedua teman nya membuat Bona salah tingkah. Bona memang salah satu fans Jatmiko.
"Kalian sudah datang? pilihlah tempat menurut kalian nyaman." kata Jatmiko.
"Terima kasih Miko." jawab Bona sementara Mela dan Desi hanya tersenyum.
"Gue tinggal dulu untuk menyiapkan keperluan acara, kalau sudah selesai gue kembali ke sini." kata Jatmiko sebelum pergi.
Suasana didalam seperti ada bar pada umumnya dan terdapat panggung kecil di samping ada tempat musik yang sering DJ mainkan. Dan kursi bundar dan sopa berbentuk L juga ada. Bona, Desi dan Pamela memilih duduk di sofa. Jam 9 malam suasana semakin rame semua siswa-siswi SMA Tunas Sakti sudah pada datang namun Vino, Dika dan Andreas belum nampak batang hidung nya membuat meisya kepikiran.
"Belum datang?" tanya jesy saat duduk di depan meja barista.
"Sial kalau sampai nggak datang kacau deh rencana gue." keluh meisya.
"Siapa yang mau elo hancurin." tanya meisya.
"Tuh cewek sialan itu." jesy menunjuk mela dengan dagunya.
"Oh dia, pantes... kenapa nilai elo hancur gara-gara dia?" tanya meisya penasaran.
Karena setahu meisya Pamela tidak ada masalah tapi berbeda dengan sepupunya yang pintar harus kecewa karena kalah prestasi dengan Pamela kalau meisya tidak terlalu memikirkan nilai tinggi yang penting bisa lulus sekolah.
"Bukan cuma itu doang seperti nya Jatmiko suka sama dia." jelas jesy menunjukan kekesalannya.
"Pas sendirian lah elo beraksi." suruh meisya.
"Nih gue sudah siapkan." jesy menunjukkan Segelas lemon tea yang sudah di beri obat.
"Mantap..." seru meisya. Sayang nya omongan mereka tidak terdengar satu orang pun karena DJ yang menjadi bintang tamu di acara itu sudah mulai memainkan alat musiknya memenuhi ruangan setelah acara pembukaan dan sambutan sudah dimulai.
Pamela tidak sadar akan bahaya yang mengancam dirinya selama kedua kawan nya masih bersama dengan nya, Pamela merasa aman.
"Desi, Mela, dekat panggung yuk seperti nya seru musik nya." ajak Bona melihat banyak teman teman sekolah nya pada ngumpul di dekat panggung saat terdengar alunan musik dari DJ terkenal itu.
"Seperti nya lebih seru kita ke sana." ucap Desi.
"Kalian ajalah, gue di sini saja." tolak Pamela karena tidak begitu suka ditempat seperti itu.
"Oke elo jangan kemana-mana tunggu kami datang." Pesan Desi sebelum pergi karena merasa suasana semakin rame dan tidak dipungkiri mungkin sudah ada yang mabuk.
"Iya gue disini." kata Mela menyakinkan kedua temannya.
Melihat Pamela sendirian jesy menggunakan kesempatan itu, lalu memanggil pelayan untuk mengantarkan minuman ke Pamela.
"Ada lemon tea nona?" tawar pelayan yang disuruh jesy.
"Iya mas, terima kasih." Mela meraih gelas minuman itu lalu meminumnya karena pikirnya cuma lemon tea non alkohol. Pamela menikmati minuman nya dengan santai sambil melihat tingkah polah kedua temanya. Jatmiko kesal karena tugasnya belum selesai padahal Pamela sedang duduk sendirian kesempatan dirinya bersama Pamela dan menyatakan perasaan nya. Saat melihat Pamela sedikit aneh setelah menghabiskan minuman nya, jesy dan kedua teman nya mendekati Pamela.
"Kenapa, muka lo koq pucat? elo sakit." tanya jesy pura-pura bodoh.
"Nggak tahu nih tiba-tiba kepala gue pusing dan tenggorokan gue seperti terbakar." jawab Mela dengan pelan.
"Oh, elo butuh istirahat deh, gue bantu elo antar istirahat di kamar ya." jesy menyakinkan Pamela agar mau dibawa ke kamar hotel yang susah disiapkan. Setelah mendapat kode nia dan wati membawa Pamela pergi tanpa diketahui Desi dan Bona yang masih asyik di sana.
Teman teman jesy membawa Pamela ke lantai empat nomor 211.
Yang ditunggu tunggu akhirnya datang juga Vino, Dika dan Andreas datang saat acara akan selesai. Meisya sangat bahagia melihat Vino datang.
BERSAMBUNG
__ADS_1