Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Keberangkatan Pamela


__ADS_3

Mama Ratih mengajak Pamela untuk bersiap dan berangkat ke bandara karena pak sam sudah menunggu nya di mobil. Pak sam orang dekat keluarga firman, sering diminta tolong untuk sekedar menjaga rumah jika sedang liburan keluar kota satu keluarga dan jadi sopir pribadi jika diperlukan. Pamela pun menyalami kedua temannya begitu juga mama Ratih tak lupa mereka berfoto sekedar kenang kenangan.


"Gaes gue pamit ya, kalau sudah masuk universitas jangan lupa kabari gue." pinta Pamela sebelum masuk kedalam mobil.


"Mel hati hati ya, jangan lupa kabari kalau sudah sampai." ucap Bona


"Oke...." Pamela pun masuk kedalam mobil karena mama Ratih sudah berada di dalam nya.


Saat akan masuk ke dalam mobil suara seseorang mengagetkan Pamela.


"Mela...." terdengar suara jatmiko memanggilnya, Pamela pun mengurungkan masuk ke dalam mobil. Dika lah yang memberitahu jatmiko karena yakin Pamela akan pergi tapi tidak tahu akan pergi kemana.


"Kamu mau pergi?" tanya jatmiko, Pamela hanya menganggukkan kepala.


"Aku serius dengan omongan ku kemaren Mela, atau kamu sudah menerima Vino?" pertanyaan jatmiko membuat Pamela menggelengkan kepala, jatmiko tahu kalau Vino pasti akan datang untuk bertanggung jawab mengenai perbuatan nya.


"Aku minta maaf Miko, aku tidak bisa menerima niat baik mu. Kamu orang baik dan pantas mendapat yang lebih baik." kata Pamela dengan lembut.


"Baiklah kalau itu keinginan mu, aku takkan memaksa dirimu. Minggu depan aku berangkat ke Jerman meneruskan studi ku di sana." jelas jatmiko.


"Selamat, semoga lancar dan sukses di sana." kata Pamela


"Terima kasih, Aku ingin memeluk mu untuk yang terakhir kali." kata jatmiko dengan sendu lalu meraih tubuh Pamela kemudian memeluk nya dengan erat. Bona dan Desi ternganga melihat jatmiko memeluk Pamela bahkan cowok itu terlihat dingin saat menjadi ketua OSIS.


Setelah berpamitan dengan kedua temannya nya kini Pamela dan mama Ratih harus segera ke bandara karena satu jam lagi jadwal penerbangan nya. Pamela tidak ingin juga berlama-lama dengan jatmiko takut hatinya akan goyah. Sesampainya di bandara Pamela turun dari mobilnya kemudian menuju ruang tunggu secepatnya. Pamela merasa bingung saat melihat satu koper lagi selain koper dirinya.


"Loh koq ada tambahan koper lagi, apa isinya mah?" tanya Pamela saat pak sam menurunkan koper itu.


"Heh mama juga butuh liburan kali..." ujar mama Ratih.


"Serius, mama mau ikut." kata Pamela dengan senyum gembira, bahkan Pamela berpikir akan melakukan penerbangan seorang diri dalam keadaan hamil muda tanpa pendamping.


"Iyalah mama ambil cuti beberapa hari buat ngantar kamu sayang. Mama khawatir kalau terjadi apa apa sama kamu." Mama Ratih tak akan membiarkan Pamela pergi perjalanan jauh seorang diri dalam keadaan sedang hamil.


"Terima kasih pak sam, titip rumah ya pak, dan ini kunci rumahnya." ujar mama Ratih sambil menyerah kan kunci rumah untuk Pak sam yang sudah dipercaya sejak suami nya masih hidup karena orang nya baik dan jujur. Setelah menerima kunci dan berpamitan, pak sam lalu meninggal kan bandara dengan menaiki mobil tadi.


"Terima kasih ya mah sudah mau mengantar Pamela sampai di sana." kata Pamela dengan memeluk mama Ratih.

__ADS_1


"Iya, ya udah ayo buruan kita ke sana bentar lagi dah mau berangkat." mama Ratih menarik koper milik nya diikuti Pamela juga menarik koper milik nya untuk langsung ke ruang tunggu karena waktu keberangkatan hampir tiba tapi sebelum nya Pamela sudah mengganti bajunya sesaat sebelum berangkat ke bandara di toilet sekolah.


Saat ini Pamela dan mama Ratih sudah didalam pesawat karena sudah waktunya pesawat akan berangkat.


___________


Di Rumah sakit....


Vino yang mendapat kabar dari mama nya kalau papah nya jatuh sakit dan tak sadarkan diri langsung putar balik arah menuju ke rumah sakit dimana tuan antoni dirawat tanpa menghiraukan acara perpisahan sekolah nya. Vino berpikir penyebab papahnya sakit karena dia juga meskipun beberapa bulan terakhir ini papahnya terlalu sibuk dan sering merasakan sakit di badan nya tapi tidak pernah pergi ke dokter karena banyak kerjaan di kantor meskipun ada Farhan yang selalu membantu pekerjaan papahnya.


Saat tiba di parkiran rumah sakit terlihat farhan juga baru sampai juga.


"Farhan, papah sakit." kata Vino saat bertemu Farhan.


"Iya, tadi bi asri bilang sama saya mas Vino." jelas Farhan. Kemudian mereka berdua segera masuk kedalam rumah sakit dan mencari keberadaan papah Antoni dirawat.


"Mah bagaimana keadaan papah?" tanya Vino saat ketemu mama dewi yang sedang menunggu pemeriksaan tuan antoni.


"Belum tahu Vino mama khawatir dengan papah, vino." tangis mama Dewi pecah saat melihat kedatangan Vino dan Farhan.


Hingga menunggu beberapa saat dokter yang memeriksa tuan Antoni pun menghampiri mereka bertiga dan menjelaskan kondisi tuan Antoni yang sudah sadar dan butuh istirahat, perlu cek kesehatan secara rutin. Vino, Farhan dan mama Dewi merasa lega kerena tuan Antoni sudah sadar tapi meskipun sudah sadar tuan Antoni tetap dirawat inap. Melihat papahnya sudah sadar, Vino teringat dengan Dika kemudian Vino melajukan kembali mobilnya menuju ke sekolahan setelah pamit dengan mama Dewi. Vino meninggalkan mama Dewi ketika tuan antoni sudah siuman juga ada farhan yang menemaninya. Sesampainya diparkiran sekolah Vino langsung bergegas mencari Dika atau Andreas bahkan sekolah terlihat tidak terlalu ramai lagi mungkin acaranya sudah selesai namun saat akan menemui Dika yang masih berada di dalam aula, Vino bertemu dengan jatmiko.


"Miko....." panggil Vino dan jatmiko pun menoleh. "Gue minta maaf." ujar nya lagi.


Jatmiko pun berbalik badan menghadap ke Vino yang sebelum ingin pergi.


"Dia sudah pergi, gue nggak tahu harus memaafkan mu atau tidak." jawab jatmiko dingin.


"Gue nggak bisa menahan nya untuk tidak pergi, mungkin ini yang di inginkan dia agar bisa jauh dari cowok brengsek kayak elo." kata jatmiko lagi.


"Maksud lo apa?" Vino mencengkeram baju jatmiko karena kesal. "Gue memang brengsek tapi ini bukan kesalahan gue sepenuhnya, asal kau tahu kami ini di jebak dan gue sudah tahu pelakunya." jelas Vino dengan tatapan sinis nya tangan nya masih mencengkeram baju jatmiko.


"Jelaskan sama mela kalau memang seperti itu, tapi nyatanya dia memilih pergi kan?" bentak jatmiko dan melepas cengkeraman tangan Vino.


"Gue nggak tahu kalau dia pergi tapi gue bersedia bertanggung jawab bahkan gue mulai suka sama dia." ujar Vino, jatmiko tersenyum sinis saat Vino bilang suka sama Pamela.


"Bahkan kau tidak berubah sama seperti dulu, apa yang gue suka pasti elo ambil dari gue. Brengsek!" bentak jatmiko hingga akhir nya tangan nya memukul wajah Vino hingga berdarah di ujung bibirnya. Vino tidak mau kalah kemudian tangan Vino membalas memukul wajah jatmiko hingga tersungkur.

__ADS_1


"Gue nggak se brengsek itu, bangsat....!" maki Vino. Vino merasa masa lalu itu bukan kesalahan dia karena waktu itu masih kecil dan hanya cinta monyet saja bahkan demi gadis itu Vino terpaksa menuruti kemauan nya karena gadis itu menderita kanker otak. Hingga SMP gadis itu membatasi pertemanan Vino padahal jatmiko selalu berada disampingnya lalu Vino meninggalkan nya pindah ke Australia.


Melihat Vino seperti sedang berkelahi dengan jatmiko membuat Andreas dan Dika langsung berlarian mendekat ke mereka untungnya tidak terlalu ramai karena acara selesai setengah jam yang lalu bahkan sebagian teman teman nya sudah ada yang pulang.


"Vino tenangkan dirimu." suara Dika mendekat ke Vino dan Andreas membantu jatmiko untuk berdiri karena tersungkur tadi.


"Sorry Dik, gue lepas kendali." jawab Vino.


Jatmiko yang sudah bisa berdiri karena dibantu Andreas memilih pergi dari tempat itu.


"Vin, kontrol emosi elo. Kita berteman dari kecil." kata Andreas.


"Iya ndre, gue minta maaf tapi sepertinya kita tidak bisa lagi. Jatmiko sudah benci sama gue." ujar Vino.


"Santuy kuy.... sekarang apa yang akan elo lakukan? Pamela seperti nya dah pergi bro, gue lihat lagi berpamitan sama teman temannya." jelas Dika. Vino terdiam mungkin ini yang membuat jatmiko marah padanya.


"Gue nggak tahu apa yang akan kulakukan sekarang, tapi gue akan berusaha mencarinya." kata Vino pasrah.


"Ya Udahlah bro, kalau Mela memang tidak mau menerima niat baik elo, lupakan dia! toh dia pasti punya alasan sendiri. Santai bro....." Andreas mencoba menghibur Vino.


Entah kenapa rasanya nyesek sekali, Vino yang terlihat cuek, dingin bisa jadi melo karena sudah menghamili cewek bahkan cewek itu menolak nya. Jika cewek lain pasti akan mengejar Vino hingga ke lubang semut pastinya sebab Vino sudah ganteng punya orang tua tajir bahkan Vino anak tunggal yang jelas harta kekayaan orang tua Vino akan jatuh ditangan nya.


Vino berjalan lesu ke parkiran kemudian melajukan mobil nya menuju rumah sakit setelah berpamitan dengan Dika dan Andreas.


________


Baru satu jam perjalanan pesawat yang ditumpangi Pamela seakan terasa lama sudah didalam pesawat padahal jarak tempuh Jakarta-sydney masih masih lama beberapa jam lagi, mungkin karena efek sedang hamil. Sudah dua kali Pamela meminta jus mangga kepada pramugari namun pikiran bosan nya menyelimuti, sedangkan mama Ratih yang duduk disebelah nya sudah tertidur.


Pamela masih termenung mengingat kata kata jatmiko saat di sekolahan tadi yang meminta nya ikut ke Jerman bersama nya bahkan dia bersedia ingin membantu membesarkan anak Pamela namun ditolak nya. Pamela juga teringat dengan Vino yang berniat untuk tanggung jawab bahkan mama Ratih pun mau menerima keputusan Pamela yang akan membesarkan bayi yang dikandungnya seorang diri. Pamela tidak ingin menambah masalah keluarga jika ia menerima Vino karena belum tahu keluarga nya yang ia tahu dari temannya Vino anak tunggal konglomerat apalagi menikah dengan nya tanpa ada cinta.


Dibuka nya amplop yang diberikan kepala sekolah ternyata surat beasiswa dan merekomendasikan universitas terkenal di luar negeri kebetulan Pamela memilih ingin melanjutkan universitas di Sydney dengan kehamilan nya itu.


"Semoga aku bisa memulai awal perjalanan hidupku dengan baik." gumam Pamela sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit. Kemudian ikut memejamkan mata nya disebelah mama ratih yang sudah tertidur.


BESAMBUNG


Jangan lupa gaes.....vote, like dan komentar nya, Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2