Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Rasa Bersalah Vino


__ADS_3

Vino pulang ke rumah dengan wajah penuh luka karena pukulan dari jatmiko , mama dewi yang melihat nya jadi terkejut dengan kondisi anak nya pulang sekolah dengan wajah penuh luka lebam.


"Vino, apa yang terjadi sama kamu?" tanya mama dewi khawatir.


"Bukan apa apa mah." jawab Vino ikut duduk mama Dewi di ruang tamu.


"Tapi kenapa wajahmu seperti itu? nggak banget deh sama wajah anak mama yang ganteng ini. Seharusnya kan ini hari kelulusan kamu malah bonyok kayak gini." ujar mama Dewi.


Vino masih terdiam tanpa mendengarkan kata mama Dewi. Vino menyandarkan kepala nya di sandaran sofa dan pikiran berkecamuk tentang kejadian disekolah tadi.


"Vin, koq diam sih, kamu berkelahi karena rebutan cewek ya." tanya mama Dewi penasaran penyebab luka di wajah nya.


"Isshhh mama berisik deh." ucap Vino lalu bangkit dari duduknya dan pergi ke kamar nya.


"Vino! ga ada akhlak mama dicuekin." teriak mama Dewi saat Vino sudah menaiki tangga lantai 2. Sesampai di kamar, Vino merebahkan tubuhnya dia atas kasur.


Di rumah, Pamela langsung masuk kamar dan menangis, Bona dan Desi yang mengantarkan pulang Pamela ikut sedih.


"Jangan terlalu dipikirkan mel, sama omongan orang orang, tapi pikirkan kesehatan bayi kamu." bujuk Desi.


"Iya Mel kami tahu elo kuat dan sabar." Bona ikut menyemangati Pamela.


"Gue sudah bikin malu keluarga gue, semua sudah mengetahui kalau gue hamil." jawab Pamela sambil menangis.


"Tenangkan pikiran mu Mela mending kamu istirahat." Pamela membaringkan tubuhnya di kasur miliknya sedangkan bona dan Desi ikut berbaring juga di kasur Pamela.


___________


Terdengar suara musik keras yang memekakkan telinga di salah satu tempat hiburan malam di jakarta. Vino ditemani dika dan Andreas sedang asyik menikmati minuman alkohol. Malam ini Vino nampak kacau sehingga tidak terkontrol saat minum alkohol di depan meja barista.


"Sudah lah vin, kau bisa mabuk." cegah Dika.


"Gue nggak mabuk Dika, benar kata jatmiko kalau gue memang cowok brengsek." suara sedih Vino


"Sebenarnya apa yang terjadi padamu Vino?" tanya Andreas.


"Gue sudah buat masa depan anak orang hancur, dan gue nggak tahu ternyata dia cewek yang disukai jatmiko, tapi gue sudah buat dia hamil." rancau Vino saat mabuk.


"Vin, elo dah mabuk? jangan terlalu banyak minum. Seperti nya elo sedang frustasi." bujuk Andreas.


"Kami melakukan perbuatan itu dibawah pengaruh obat saat malam promnight, sepertinya ada yang sengaja memberikan padaku juga sama cewek itu. Jadi malam itu kami melakukan nya tanpa pengaman." oceh Vino yang sudah mabuk.

__ADS_1


"Pantas saja waktu itu elo ngilang aja tanpa bilang sama kita, tapi siapa yang berani melakukan itu padamu?" ujar Dika.


"Kau nggak kepikir untuk mencari pelaku nya." tanya Andreas


"Gue pikir cewek itu yang memberi gue obat tapi seperti nya cewek itu juga dijebak sama seseorang. Saat kami saling ketemu bahkan cewek itu cuek sama gue tidak seperti cewek lain pasti ngejar ngejar gue buat pertanggungjawaban yang sudah gue lakukan." Vino kembali menegak minuman haram itu.


"Terus apa yang akan elo lakukan sekarang?" tanya Dika.


"Gue nggak tahu percuma juga gue minta maaf, cewek itu pasti membenci gue bahkan jatmiko juga." jawab Vino.


"Pamela itu cewek baik, gue rasa dia mau memaafkan elo apalagi anak elo di rahim nya." kata Dika.


"Gue sudah menyinggung perasaan nya." Vino terlihat menyesal.


"Bagaimana perasaan elo sama tuh cewek?" tanya Andreas, Vino hanya terdiam.


"Ya udah gini aja, elo pergi minta maaf dan katakan elo mau tanggung jawab." saran Dika. Dika menghentikan Vino untuk tidak meminum alkohol lagi kemudian mengantar nya pulang karena terlihat sudah mabuk.


_____


Pagi hari Pamela terbangun dengan perut mual setelah memuntahkan isinya dan sekarang merasa lapar. Desi dan Bona tidak menginap, mereka pulang setelah mama Ratih datang.


"Sudah bangun sayang?" tanya mama Ratih saat Pamela menghampiri nya di sana.


"Kenapa? kemungkinan seminggu lagi kita berangkat ke Aussie. Kan kamu bisa telepon tante Rani kenapa harus mama sih."


"Mela malu mah sama tante Rani."


"Sayang sudah lah jangan sedih begitu percayalah sama mamah kamu pasti bisa, dan tante Rani pun sama seperti mama selalu mendukung mu."


"Tapi mah, bagaimana dengan om Rey?"


"Rani sudah cerita dan Rey pun menyuruh kamu ke sana dan kuliah apalagi saat mama kasih tahu nilai kamu." mama Ratih mendengar Pamela lulus dengan nilai sempurna langsung menghubungi Rey suami adiknya untuk di carikan universitas yang terbaik di sana. "Kamu tenang aja semua udah mama urus tinggal kapan berangkat."


"Pamela mau nya lusa kita berangkat mah."


"Kamu tidak menunggu acara perpisahan dengan teman sekolahmu?" Pamela hanya menggeleng kan kepala karena tidak ingin menghadiri acara perpisahan setelah sebagian temannya tahu dirinya hamil.


"Cepat makan sarapan mu jangan lupa minum susunya." Hari ini mama Ratih ngajar kuliah siang jadi bisa masak buat Pamela.


Siang nya saat mama Ratih akan berangkat kerja ada yang mengetuk pintu rumah.

__ADS_1


"Iya siapa?" tanya mama Ratih.


"Siang tante, Pamela nya ada?" sapa seorang cowok. Mama Ratih terpaku saat membukakan pintu ada seorang cowok yang berdiri didepan nya.


"Oh Pamela ya, tunggu bentar tante panggilkan Pamela silahkan duduk." mama Ratih naik ke lantai atas untuk memanggil Pamela.


"Mela, ada yang nyari kamu sayang?" panggil mama Ratih.


"Siapa mah?"


"Mama nggak tahu sepertinya dia mengenal kamu."


"Mama mau tanya, apa cowok ini ayah bayi itu?" tanya mama setelah menutup pintu kamar Pamela. Pamela berpikir siapa cowok yang datang ke sini dan terlintas nama jatmiko. Pamela pun hanya menggelengkan kepala.


"Ya sudah temui dia dulu mama mau bersiap bentar lagi berangkat."


Mama Ratih pun keluar dari kamar Pamela lalu turun dari lantai 2 terus ke kamar nya untuk bersiap berangkat kerja.


Pamela ragu untuk menemui seseorang yang sudah menunggu di ruang tamu. Sesampai diruang tamu Pamela melihat jatmiko duduk di sofa yang ada di ruang tamu.


"Mela, mama berangkat ya." pamit mama Ratih lalu tersenyum sama cowok yang ada di sebelah Pamela.


"Iya mah hati hati." kata Pamela. Terdengar suara mobil keluar meninggalkan garasi rumah.


Setelah mama Ratih berangkat keheningan dan kecanggungan pun menyelimuti mereka berdua saat Pamela duduk di sebelah jatmiko.


"Hai, apa kabar?" sapa jatmiko memecahkan keheningan.


"Baik...." jawab Pamela canggung.


"Maaf, kemarin waktu di UKS gue....." kata jatmiko ragu.


"Nggak papa, gue tahu elo pasti terkejut mendengarnya kalau gue hamil dan soal yang itu gue akan menjawab nya sekarang." Pamela menunduk rasanya tak kuasa melihat kekecewaan jatmiko. "Maaf gue nggak bisa."


"Mela, gue serius sama kamu dan gue mau menikah dengan mu." Jatmiko meraih tangan Pamela.


"Elo nggak perlu melakukan itu, bahkan gue nggak pantas buat lo. Elo pantas mendapat yang lebih baik dari gue." Pamela menarik tangan nya yang digenggam jatmiko.


"Gue cinta sama elo Mela, kalau boleh tahu apa kamu akan menerima Vino kalau dia mau bertanggung jawab?" pertanyaan jatmiko membuat Pamela terdiam. Pamela merasa Vino nggak mungkin mau bertanggung jawab.


"Gue nggak berpikir sampai kesitu dan maaf, gue ingin istirahat." maksud dari perkataan Pamela membuat jatmiko berdiri dari tempat duduknya dan pamit untuk pulang bahkan belum sampai ditawarkan minum.

__ADS_1


"Baiklah gue pulang dulu, lain waktu gue ke sini lagi." pamit jatmiko lalu melangkah keluar. Pamela hanya terpaku saat jatmiko sudah pergi.


Gue doakan kamu mendapatkan gadis yang lebih baik dariku. gumam Pamela lirih lalu menutup pintu kemudian pergi ke kamar nya.


__ADS_2