Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Berat Meninggalkan Mu


__ADS_3

"Turun di depan lobby farhan." pinta Vino karena hari ini akan menghadiri rapat direksi rumah sakit.


"Jadi hari ini nggak langsung ke perusahaan?" tanya Pamela karena belum tahu jika akan ada rapat.


"Kenapa?"


"Kalau kamu nggak ke perusahaan aku turun di sini saja. Nggak enak dilihat karyawan yang lain." ucap pamela, namun tangan Vino menghentikan tangan Pamela yang akan membuka pintu mobil saat farhan berhenti.


"Kita masuk bareng." ucap Vino.


"Please deh jangan buat perhatian karyawan kalau kita bareng masuk."


Meskipun pernikahan nya dengan Vino masih tertutup namun lambat laun pasti akan terungkap pasalnya mereka belum mengadakan resepsi pernikahan hanya ijab qobul. Semua orang mengetahui jika Pamela seorang single parent.


"Baiklah tapi kamu jangan menggoda pria lain." ujar Vino karena tahu ada salah satu dokter yang menyukai nya.


"Siapa juga yang mau tebar pesona, aku ini dokter Vino! jadi aku harus bisa bersosialisasi dengan baik."


Farhan yang mendengar nya hanya senyum saja karena heran sejak kapan bosnya ini jadi posesif.


Vino pun mengerti apa yang akan terjadi jika dirinya memasuki rumah sakit bareng dengan Pamela apalagi turun satu mobil dengan nya, pasti akan terjadi rumor tapi sebenarnya itu tidak penting bagi Vino namun itu akan berpengaruh dengan Alvin dan Pamela.


Pamela pun turun terlebih dahulu dan segera pergi keruang poli klinik sedangkan Vino dan farhan turun di pintu lobi utama dan langsung menuju ruangan nya yang berada di lantai paling atas.


"Sudah beberapa hari kamu nggak bawa mobil Mela? kenapa mobil kamu, masuk bengkel?" tanya Ranti.


"Enggak, cuma pengen aja nggak mau nyetir." ucap pamela bohong padahal Vino yang melarang nya untuk membawa mobil sendiri.


"Ohh..... oh ya bentar lagi kita rapat."


"Okay, aku bersiap dulu."


Setengah jam kemudian semua dokter dan anggota rapat sudah berkumpul di ruangan direksi. Rapat hari ini melibatkan dokter jadi sebagian dokter mengikuti rapat itu.


Vino terlihat gagah dan berkharisma saat memasuki ruang rapat direksi, farhan yang ikut serta mendampingi Vino karena sebagai asistennya. Tatapan Vino tidak suka saat melihat Pamela duduk di sebelah dokter indra.


"Kita bisa mulai rapat nya." kata Vino dengan suara lugas nya begitu sudah duduk di kursi utama.


Vino menyimak dengan seksama saat seorang moderator yang ditunjuk melaporkan hasil laporan keuangan maupun manajemen rumah sakit serta akan ada perekrutan dokter spesialis dan pembelian alat penunjang yang lebih canggih untuk meningkatkan kualitas rumah sakit. Vino juga memberi kesempatan kepada dokter untuk menyampaikan keluhannya saat dalam memberikan pelayanan maupun hak yang diterima nya.


"Saya persilahkan di antara para dokter bisa menyampaikan keluhan atau kesulitan di sini" ujar Vino saat di tengah jalan nya rapat.


Vino memberikan kesempatan kepada dokter yang hadir atau rekan sejawat nya yang mengalami kesulitan atau ada keluhan untuk disampaikan pada saat rapat selama bergabung di rumah sakit, namun tak ada satu pun di antara dokter yang mengajukan keluhan nya bukan karena takut tapi karena memang rumah sakit menjamin kesejahteraan seluruh karyawan nya agar bekerja lebih totalitas dan royalitas tentu nya.


"Baiklah jika tidak ada yang ingin disampaikan saya akhiri rapat nya, saya minta data dokter baru yang akan direkrut dan saya harap kedepannya tidak akan mengurangi kualitas kinerja jika di dukung alat penunjang yang lebih canggih. Terima kasih...." Vino mengakhiri rapat nya kemudian meninggal kan ruang rapat direksi dan semua yang ikut rapat ikut membubarkan diri.


Pamela keluar di barisan terakhir bersama Ranti dan diikuti indra. Terdengar di antara dokter yang khusus nya wanita memuji Kharisma dan ketampanan Vino termasuk Ranti. Mereka berjalan beriringan setelah meninggal tempat rapat.


"Gila! ternyata direktur kita ganteng banget ya, sangat berkharisma banget." pujian yang dilontarkan Ranti.


"Menurut mu bagaimana Mel? pasti tertarik juga kan?" tanya Ranti yang belum mengetahui kebenarannya jika orang yang dibicarakan nya adalah suami Pamela.


"Hmm gimana ya? ga tau deh." jawab Pamela.


"Selama ini aku hanya melihat asistennya saja yang sering wara wiri ke sini ternyata rupa direktur memang ganteng banget dan masih muda lagi." gumam Ranti yang masih memuji Vino sambil berkhayal menjadi kekasih nya.

__ADS_1


Pamela hanya tersenyum saat tingkah konyol Ranti yang memuji suaminya.


Kenyataan nya Vino memang ganteng dan terlihat tegas saat bekerja tetapi berbeda kalau sudah bersama keluarga terutama saat berada didekat Pamela menjadi suami yang posesif.


"Ehem...... sudah berkhayal nya?" seru indra.


"Apaan sih.... terserah gue dong." ucap Ranti.


"Ndra kenapa sih dari tadi diam aja?" tanya Pamela.


Meskipun duduk berdekatan dengan Pamela saat rapat namun seperti ada yang mengawasi mungkin perasaan indra karena mata direktur seperti memperhatikan mereka. Indra jadi curiga jika Pamela ada hubungan dengan direktur rumah sakit ini tapi kecurigaan nya itu pasti akan terbukti. Dokter indra yang menaruh hati ke Pamela namun cinta nya pasti akan bertepuk sebelah tangan.


"Is't okay....Kalian turun saja, aku masih ada perlu."


"Eh mau kemana ndra? bukannya tadi ada pasien emergency yang mau di rujuk?" seru Ranti sebelum masuk ke lift untuk turun ke lantai bawah dimana ruangan poliklinik berada.


Indra hanya mengangkat sebelah tangan nya saat Ranti meneriaki nya.


Beberapa menit kemudian Pamela dan Ranti sudah berada di ruang poli dan bersiap melakukan pelayanan.


Langkah indra memasuki bagian administrasi rumah sakit. Dan menyerahkan sebuah amplop yang berisi surat resign dirinya.


Ya, dokter indra memutuskan resign dari rumah sakit.


Pukul 1 siang, Pamela baru merenggangkan otot setelah selesai pemeriksaan pasien terdengar suara ponselnya yang berbunyi ternyata satu pesan dari Vino.


^^^Sayang, sudah selesai? aku tunggu di ruangan ku atau aku menjemput mu ke sana.^^^


Pamela menutup ponselnya setelah membaca pesan dari Vino kemudian bersiap untuk menemuinya.


"Mau kemana dokter Mela?" tanya dokter Beni begitu melihat Pamela akan meninggalkan poli nya.


Dengan langkah terburu Pamela naik melalui lift menuju ruangan Vino.


Tok tok tok


Ceklek


Pamela masuk ke ruangan Vino begitu terdengar kata seseorang menyuruh masuk dari dalam. Vino duduk di sofa dengan menyandarkan kepalanya.


"Kamu sakit?" tanya Pamela menghampiri Vino dan ikut duduk di samping nya.


Vino membuka jas kerjanya dan menaruhnya di bantalan kursi kemudian menyandarkan kepala nya di bahu Pamela.


"Kamu kenapa sih Vino? apa perlu ku periksa kalau kamu sakit?" Vino terlihat lesu seperti sedang sakit sebagai dokter Pamela bisa melihat nya jika suaminya itu sedang tidak baik baik saja.


"Aku hanya ingin tidur sebentar."


"Akan pesan makan ya? kita makan siang di sini."


"Tidak perlu, farhan sudah memesannya."


Beberapa saat kemudian farhan datang dengan membawa paper bag berisi makanan.


"Maaf bos lama, ini makan siang nya 1 jam lagi kita akan berangkat ke bandara karena penerbangan akan dipercepat." ujar farhan membuat pamela terkejut.

__ADS_1


Ternyata yang membuat Vino lesu karena akan meninggalkan Pamela ke luar negeri untuk perjalanan dinas nya.


"Farhan, aku mau makan siang ditemani istri ku dulu." kata Vino.


"Waktu kita hanya satu jam bos sampai di bandara." ucap farhan.


"Aku tahu farhan." kemudian farhan keluar.


"Sayang, aku akan ada perjalanan dinas keluar negeri selama beberapa hari." ucap Vino.


"Ohh.... koq mendadak banget." tanya Pamela.


"Ada masalah di kantor cabang di sana yang baru dibuka."


"Ya sudah kita makan dulu biar kamu enggak sakit kan mau perjalanan jauh."


Pamela pun membuka dan mengeluarkan isi dalam paper bag dari farhan kemudian mulai makan siang nya.


Mereka makan hanya 10 menit karena vino terburu dengan waktu. Vino bersiap memakai jas kerjanya untuk berangkat ke bandara, sebelum meninggal kan ruangan Vino meraih tangan Pamela yang masih sibuk membersihkan sisa makan hingga posisi mereka sangat dekat.


"Ah vino.......nanti kamu terlambat ke bandara." kata pamela, tangan Vino semakin erat pelukannya di pinggang pamela.


"Bentar lagi sayang, aku hanya ingin memelukmu." ucap Vino seakan berat meninggalkan Pamela.


"Farhan pasti sudah siap dan menunggu mu, Vino."


"Biarkan dia menunggu." dengan senyum tangan sebelah vino menelusup ke tengkuk pamela dan wajah Vino semakin dekat hingga pamela merasakan hembusan napas Vino.


Pamela memejamkan matanya saat bibir Vino sudah menempel di bibir nya kemudian mereka saling mencium dan mengecap seakan mereka tidak akan bertemu kembali. Mereka melakukan ciuman perpisahan begitu lama hingga Pamela tersentak dan melepas bibir nya karena Vino harus segera pergi dan pastinya akan malu jika di lihat orang saat mereka sedang bermesraan di kantor dan menimbulkan gosip.


"Vin, nanti kamu terlambat."


"Padahal aku ingin lebih dari ini." ucap Vino dengan senyum menggoda.


"Jangan gila Vino! kamu bisa terlambat."


"Seandainya kamu ikut sayang kita akan pergi honeymoon sekalian. Aduuh......"


Pamela mencubit pinggang Vino dengan keras hingga Vino melepas pelukan nya.


"Nggak segampang itu Vino."


Sebagai dokter Pamela tidak mau mengikuti tindakan konyol Vino yang meninggalkan tanggungjawab nya sebagai dokter harus ada dokter pengganti.


"Baiklah jika urusannya sudah selesai secepatnya aku akan kembali. Aku pasti akan merindukan kalian." ucap Vino maksud kalian adalah Alvin dan Pamela.


"Kamu hati hati di sana jangan lupa kasih kabar."


"Maaf bos kita harus berangkat sekarang." ucap farhan setelah pintu terbuka.


"Iya farhan, kita berangkat sekarang." sekali lagi Vino mencium Pamela namun di kening nya. "Jangan genit selama aku tidak ada." ucap Vino karena mengingat saat rapat dokter indra duduk di sebelah Pamela.


Untung farhan tidak melihat yang mereka lakukan tadi. batin Pamela dan juga malu dengar kata Vino.


"Aku berangkat ya." pamit Vino dan farhan mengangguk kepala ke Pamela.

__ADS_1


"Iya.... hati hati."


Pamela sudah kembali ke poliklinik karena bentar lagi kembali pelayanan. Saat dari ruangan Vino, Pamela melanjutkan visit ke ruangan pasien nya dirawat sebelum kembali poliklinik.


__ADS_2