
Hari weekend memang paling ditunggu terutama Alvin karena bisa bersama dengan mommy nya walaupun terkadang Pamela harus pergi ke rumah sakit jika ada telepon mendadak. Karena hujan Pamela tidak membawa Alvin pergi jalan dan memilih menemani Alvin bermain dan belajar di rumah.
"Mommy kapan kapan kita ajak om Vino bermain ke taman lagi yuk." kata Alvin.
"Hah!?..... kenapa harus om Vino memang nya Alvin tidak punya teman yang lain?" tanya Pamela.
"Alvin tidak suka mommy, mereka kadang menyebalkan."
Memang Alvin terkadang memilih sendiri jika ada teman yang menyebalkan menurutnya.
"Lha koq gitu? kalian harus berteman karena kamu satu sekolah sama mereka Alvin."
"No mommy, Alvin nggak suka." Pamela paham dengan sifat Alvin yang keras kepala menurut nya tapi pemikiran Alvin berbeda dengan usianya yang lebih bijak.
"Iya nanti mommy pikirkan." Pamela heran dengan Alvin koq bisa mengenal akrab dengan Vino yang notabene nya Pamela sendiri menghindari nya atau ini memang takdir bahwa keduanya ada ikatan batin anak dan ayah tapi kan itu masa lalu.
"Mommy, saat ulang tahun Alvin nanti ajak om Vino juga ya."
"Alvin!!......Om Vino!.......om Vino terus!.......stop Alvin." bentak Pamela membuat Alvin langsung menangis.
Mama Ratih yang mendengar nya langsung menghampiri mereka.
"Pamela kenapa harus membentak sih...... sudah Alvin sayang, jangan menangis! mommy lagi banyak pikiran." mama ratih memeluk Alvin dan mengelus kepala nya dengan lembut.
"Mel, apa salah nya sih kamu menuruti anak kamu." mama Ratih seakan menyuruh Pamela untuk menenangkan hati Alvin.
"Mah, he is a busy person dan............" Pamela tidak melanjutkan bicara nya.
"Okay setelah ini jelaskan pada mama apa yang membuatmu marah." kata mama Ratih kemudian membawa Alvin ke kamar dan mencoba menenangkan nya karena terlihat Alvin masih sedih.
Hujan semakin deras di hari minggu dari pagi hingga siang masih belum reda seakan pikiran Pamela bingung apa yang akan dilakukan nya untuk membuat Alvin senang tanpa harus dengan Vino.
"Mela coba cerita sama mama, kenapa kamu harus sampai membentak anakmu? " kata mama Ratih saat menyusul Pamela di ruang tamu.
"Alvin mana mah?" tanya Pamela saat mama Ratih menghampiri nya tanpa Alvin.
"Dia sudah tidur, dan jawab dulu pertanyaan mama."
"Maafkan Mela mah sebenarnya Pamela tidak mau Alvin selalu berharap dengan orang itu."
"Tapi kenapa Mela, kan bagus Alvin bisa mengenal orang karena kau tahu sendiri Alvin itu, anaknya tidak mudah bergaul lebih suka mandiri."
"Sebenarnya Vino itu ayah biologis nya Alvin, mah." jelas Pamela .
"Hah.....jadi Vino yang dimaksud Alvin itu Malvino." mama Ratih kaget koq bisa Alvin akrab dengan orang itu.
"Iya mah...."
"Mela..... mungkin sudah takdir bahwasanya Alvin lah yang akan menemukan ayahnya sendiri meskipun kamu tidak pernah memberi tahu tentang ayahnya. Apakah pria itu pernah mengatakan sesuatu padamu Mela?" tanya mama Ratih.
"Iya mah saat bertemu waktu Alvin mengajaknya bermain di taman minggu lalu dia mengatakan kalau dia berharap padaku."
"Ohh...... memang nya dia belum menikah juga sama seperti mu." Pamela hanya menggeleng.
"Sayang.....dia membuktikan kalau rasa tanggung jawabnya padamu berdasarkan rasa cinta juga, nyatanya dia belum menikah. Jika waktu dulu kalau kamu menerima Vino menikahi mu hanya karena kasihan sama kamu dan alasan lain ingin dinikahi anak konglomerat atau istilahnya menjebaknya, mulai sekarang buang pemikiran itu karena ternyata pria itu ada rasa sama kamu kan." jelas mama Ratih.
Pamela masih terdiam dengan apa yang dikatakan mama Ratih.
"Mela, mulai sekarang buka hati mu terlihat Alvin sudah senang dengan Vino karena dia butuh sosok seorang ayah nyatanya takdir lah yang mempertemukan dengan nya meskipun Alvin belum menyadarinya. Dan pasti Vino sudah mengetahui nya jika kamu kembali dengan anak yang kamu kandung waktu itu adalah anaknya."
"Ya udah, kamu bujuk Alvin nanti jangan membentak nya lagi dan jujur mama juga ingin bertemu dengan Vino karena waktu itu wali kelas Alvin bilang ada seorang pria yang mengaku ayah nya Alvin datang ke sekolah." kata mama Ratih membuat Pamela terkejut.
"Iya mah saya juga menyesal sudah membuat Alvin ngambek dan nangis padahal anak itu tidak pernah membuat ku kecewa." akhirnya Pamela menurunkan ego nya.
Pamela pun menyusul Alvin tidur tak lupa mencium pipi anaknya karena sudah dibentak nya.
"I'm sorry my son...." ucap Pamela hingga akhir nya ikut tertidur sementara hujan masih menyelimuti siang itu.
Sore hari nya Pamela mengajak Alvin pergi di Mall untuk membuat Alvin agar tidak ngambek lagi. Alvin pun kembali ceria saat diajak makan di restoran tempat saji favorit nya.
__ADS_1
"Alvin, mommy minta maaf tadi siang sudah membentak Alvin." ujar Pamela.
"It's okay mom, Alvin tidak marah koq." kata Alvin sambil menikmati makan es cream nya.
Mereka pun menikmati makan nya kemudian dilanjutkan main di timezone karena Alvin ingin bermain sebelum pulang. Pamela pun tak melarang Alvin yang asyik bermain hingga menjelang malam.
"Alvin, mommy ke kasir dulu tunggu mommy okay." kata Pamela yang kemudian mendorong troli nya ke depan kasir.
"Yes mommy." kata Alvin yang terlihat lelah karena lama main di timezone tadi.
Sebelum pulang Pamela menyempatkan ke supermarket untuk belanja kebutuhan, setelah membayar semua belanjaannya Pamela mengajak Alvin pulang namun sialnya saat keluar dari pintu keluar mall itu tiba tiba mobil Pamela terasa oleng ternyata salah satu ban mobilnya bocor, pamela terus memaksa mobilnya itu namun takut terjadi sesuatu akhirnya memilih berhenti di pinggir jalan.
"Aduhhh malah kempes nih ban, dah mau hujan lagi." gerutu Pamela saat memeriksa ban belakang salah satunya kempes.
"Mommy........." panggil Alvin Terlihat sudah ngantuk.
"Sebentar ya sayang, mommy telepon tante Desi dulu." ujar Pamela kemudian mengambil ponselnya yang di dalam tas.
"Halo Desi..... " kata Pamela setelah terhubung dengan nomor Desi.
".................... "
"Desi bisa menjemput ku? ban mobil aku bocor di jalan, nanti ku share-loc."
"......................"
"Iya, terimakasih"
Dengan cuaca gerimis dan gelap membuat Alvin tertidur di mobil karena lama menunggu. Pamela pun keluar dari mobilnya untuk mencari taksi dan menggendong alvin ke haltke yang tak jauh dari mobilnya.
"Mommy......" suara Alvin yang terbangun dari tidurnya.
"Alvin tidur aja ya biar mommy gendong."
"Mana sih Desi lama banget jemput nya." gumam Pamela dalam hati.
Hampir setengah jam kendaraan taksi pun tak ada yang menghampiri nya padahal masih jam 8 malam mungkin karena hujan. Tiba-tiba sebuah mobil mendekat ke halte dan membuka pintu mobil nya ternyata mobil tadi milik Vino.
"Eh...." Pamela kaget saat Vino membuka pintu mobil untuk nya.
"Iya, kalian sudah lama nunggu disini?" tanya Vino.
"Lumayan, terima kasih." Pamela bingung dan hanya menurut karena capek menggendong Alvin.
"Mana kunci mobilnya biar ku pindahkan barang bawaan mu ke sini."
"Ini......" Pamela menyerahkan kunci mobilnya dan Vino segera mengambil semua barang belanja maupun tas Pamela.
"Sudah semua nya." kata Vino setelah kembali duduk di kursi kemudi. "Sudah ku telepon orang bengkel nanti mereka yang akan mengantar mobil mu ke rumah." ucap hujan Vino yang di angguki Pamela.
Sudah yang kedua kali kejadian seperti ini saat mobilnya mogok atau bannya bocor, Vino lah yang menolong nya. Vino pun melajukan mobil nya dan mengantar Pamela meskipun dengan suasana hening seolah mereka saling menunggu satu sama lain untuk memulai berbicara. Setelah mengirim pesan ke Desi Pamela kembali memeluk Alvin yang makin terlelap di pangkuannya, tak dipungkiri ekor mata Vino pun sesekali melirik ke Pamela yang duduk di sebelah nya.
________
Di lain tempat sebelumnya...
"Eh Pamela nelpon nih, kira kira ada apa ya, beb?" tanya Desi bingung saat ponselnya berdering.
"Ya udah angkat aja telpon nya." suruh Dika.
"Okay aku angkat telpon dan kamu diam dulu." Dika pun menurut yang di suruh Desi.
Desi langsung mengangkat telpon nya yang sedari tadi berdering.
"................. "
"Iya Mel, ada apa?"
"..................."
__ADS_1
"Hah!!.... dimana? Ya udah, kamu tunggu dulu di situ ntar aku jemput ke sana."
"......................"
Setelah panggilan telepon nya terputus Desi mengerutkan alisnya saat menoleh ke dika.
"Kenapa, ada masalah Pamela?" tanya Dika.
"Iya beb, Pamela nelpon minta aku jemput dia di jalan, katanya ban mobilnya bocor bawa anak nya lagi jam segini. Gimana?" jelas Desi.
Desi seolah olah minta pendapat Dika karena mereka sedang menikmati kencan mereka di hari weekend ternyata pamela membutuhkan nya dan kebetulan mereka sedang nongkrong di sebuah cafe.
"Ya sudah kamu tenang aja, ada yang tepat untuk membantu Pamela saat ini." kata Dika dengan penuh licik.
"Siapa?" tanya Desi penasaran.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Desi, Dika langsung menelpon seseorang untuk menolong Desi lebih tepat nya membantu Pamela karena Dika masih ingin berlama lagi dengan Desi. Berapa saat kemudian Dika sudah menutup telepon nya setelah berhasil menghubungi orang yang di harapkan.
"Beb, tadi kamu telpon siapa sih beb?" Desi masih penasaran.
"Mau tahu aja, apa banget?"
"Dua duanya lah, buruan deh."
"Okay tadi aku telpon Vino....."
"Terus.... terus....." kata Desi.
"Ya katanya dia yang akan menjemput pamela terus dia minta share-loc tempat mereka itu."
"Tapi beb, gimana nanti kalau Pamela kesal sama aku kalau yang nyuruh Vino itu kita beb?" tanya Desi.
"Kamu tenang aja Vino pasti bisa mengatasi nya, Oh ya aku belum cerita sama kamu ya?"
"Soal apa?"
"Vino mau di jodohkan sama orang tuanya."
"Lalu! Vino mau dengan perjodohan itu?" tanya Desi penasaran.
Sambil mengangkat bahu nya
"Kalau itu sih aku nggak tahu." kata Dika.
Desi terdiam sambil mengetuk ngetuk bibir dengan telunjuk jari nya.
"Napa sih seperti itu minta di cium ya?" kata Dika penuh menggoda.
"Gila lo! belum halal kali..." kata desi dengan mendorong tubuh Dika yang mencondongkan di hadapan nya.
"Iye..... bentar lagi abang halalin." gumam Dika.
Semoga pamela baik baik saja. gumam Desi dalam hati.
Kemudian sepasang sejoli ini kembali menikmati waktu weekend mereka di dalam cafe itu dan beberapa jam kemudian Desi menerima pesan dari Pamela jika dirinya sudah pulang ke rumahnya.
_______
Ketika sampai di depan rumah pamela, Vino membuka pintu mobilnya untuk pamela namun terlihat Alvin masih tertidur Vino mengambil alih Alvin untuk membawa Alvin dan menggendongnya karena tidak ingin Alvin terbangun. Pamela hanya menurut apa yang dilakukan Vino kemudian pamela mengambil tas dan barang belanjaannya untuk dibawa masuk kedalam rumah. pemandangan itu tidak luput jadi perhatian mama Ratih yang tadinya khawatir jadi merasa lega dan heran.
Setelah Vino menidurkan Alvin ke kamar nya kemudian Vino kembali ke ruang tamu dan mama Ratih sudah menunggu nya di sana. Pamela meletakkan semua belanjaannya di dapur kemudian pergi ke kamar untuk bersih bersih akibat sempat kena hujan tadi berbeda dengan Alvin yang tertidur lelap. Mama Ratih mengantar Vino untuk menidurkan Alvin di kamar dan saat ketemu Pamela, mama Ratih meminta penjelasan kenapa bisa pulang dengan seorang pria.
Ketika Pamela keluar kamar terlihat vino sedang mengobrol dengan mama nya di ruang tamu dan saat Pamela ingin bergabung ternyata Vino pamit pulang.
"Terima kasih sudah menolong dan mengantar pulang." kata Pamela saat Vino akan membuka pintu mobilnya.
"Ya dan saya minta imbalan nya." ujar Vino membuat Pamela terkejut.
"Temani saya makan siang." lanjut nya tak peduli dengan jawaban Pamela lalu Vino masuk kedalam mobil nya dan pergi meninggalkan rumah Pamela.
__ADS_1
Pamela masih penasaran koq kebetulan sekali Vino lewat di jalan itu. Tanpa memikirkan rasa penasarannya itu Pamela pun tersenyum saat teringat ucapan vino barusan.