
Pamela sampai rumah terlihat lelah, karena ada tindakan operasi Pamela pulang hingga malam. Seharian Pamela menunggu kabar dari Vino bahkan saat menanyakan ke farhan jika Vino tidak masuk kerja.
Setelah meletakkan tas nya dikamar, Pamela melihat Alvin di kamarnya yang sudah tertidur lelap. Di usap nya kepala Alvin kemudian mencium pipinya.
"Maaf kan mommy sayang, sibuk bekerja hingga jarang menemani." gumam nya.
Hamil semester pertama membuat Pamela sering kelelahan dan berharap kabar bahagia ini di ketahui suaminya. Vino yang tidak pulang membuat Pamela yakin jika Vino marah dengan nya. Bahkan Pamela merasa segan jika mama Dewi dan tuan Antoni mengetahui nya.
"Kamu benar-benar marah padaku Vino." gumam nya.
Pamela memilih duduk di sofa berharap vino pulang malam ini.
_________________
Tengah malam Dika mengantar Vino hanya sampai depan rumah karena Vino ngotot ingin masuk kedalam sendiri dan merasa tidak terlalu mabuk.
"Aku bisa sendiri." kata Vino.
"Ya, itu terserah lo. Oke, gue balik " pamit dika.
"Thanks."
Dika hanya mengangguk kemudian pergi masuk ke mobil dan meninggalkan kediaman tuan Antoni.
Vino masuk ke dalam rumah terlihat sepi namun saat diruang tamu yang tadi gelap tiba-tiba lampu terang berdiri sosok tuan Antoni yang seperti nya menunggu kedatangan Vino pulang hingga larut.
"Dari mana saja kamu Vino!" seru tuan Antoni kemudian mendarat kan bokongnya di sofa ruang tamu.
"Papa ingin bicara, dari kemaren kamu tidak pulang bahkan kamu meninggalkan tanggungjawab di perusahaan." seloroh tuan Antoni.
"Vino hanya minum bersama teman pah." ucap Vino makin membuat tuan Antoni marah.
"Bagaimana kamu bisa menjadi pemimpin jika kamu seperti ini!" kata tuan Antoni kesal karena yakin Vino di bawah pengaruh alkohol saat ini. "kamu juga abaikan keluarga kamu." imbuh nya.
"Vino capek pah, mau istirahat." pamit Vino tidak mempedulikan tuan Antoni yang masih ingin berbicara dengan nya.
__ADS_1
Ceklek
Vino membuka pintu kamar sosok yang di rindukan nya sedang tidur di sofa. Pamela tertidur di sofa karena menunggu Vino yang sejak kemaren tidak memberi kabar membuat khawatir mama Dewi dan tuan Antoni.
"Maaf sudah membuat mu khawatir, entah kenapa aku tidak bisa marah setelah melihat mu meskipun kamu membuat ku kecewa. Ah bukan! aku cemburu sayang, sangat!" gumam Vino pelan sambil mencium pipi dan kening Pamela yang tidur lelap.
Pamela yang terlihat lelap tidak terusik dengan Vino karena kelelahan sepulang kerja. Vino memindahkan Pamela di tempat tidur sebelum dirinya ikut mengarungi mimpi bersama Pamela.
Pagi hari Pamela terheran karena dirinya sudah di tempat tidur saat bangun, dari balik pintu kamar mandi terdengar suara pintu terbuka terlihat vino keluar dari kamar mandi. Vino bangun pagi karena farhan menghubungi nya untuk meeting pagi ini.
"Vino...." panggil Pamela ketika melihat Vino keluar dari kamar mandi, vino yang hanya memakai handuk melilit di pinggang nya kaget tiba-tiba pamela memeluk dirinya.
Pamela memeluk erat Vino dari belakang tanpa memperdulikan dirinya ikut basah karena Vino baru selesai mandi.
"Kenapa kamu tidak memberi ku kabar Vino?" ucap Pamela pelan dan semakin mengeratkan pelukan nya.
Vino pura-pura bersikap dingin ingin melihat yang di lakukan Pamela.
"Apa kamu melihat nya?" tanya Pamela karena yakin Vino melihat saat jatmiko memeluk dirinya.
"Sialan kenapa harus sekarang." batin vino karena harus menahan hasrat, sudah beberapa hari tidak menyentuh istrinya.
Dalam hatinya ingin membawa Pamela ke atas tempat tidur dan menghukum nya dengan *** *** tapi niatnya di urung kan.
"Aku khawatir sama kamu! menunggu kabar mu hiks... Kata farhan kamu enggak ke kantor hiks...." gumam Pamela dengan suara isak tangis.
"Kamu bisa di andalkan farhan." batin Vino, ternyata pamela juga menghubungi farhan.
Mendengar suara isak tangis hati Vino tersentuh saat Pamela menangis hanya ingin mendengar kabar dari nya Dan bodoh nya, Vino malah enggan membalas pesan yang di kirim oleh Pamela dan tidak mengangkat telpon saat Pamela menghubungi dirinya. Seharusnya Vino mendengar dan meminta penjelasan dari Pamela bukan malah menjauh dan tidak pulang ke rumah.
"Maaf aku tidak bisa menghindar saat dia(jatmiko) memelukku." ucap Pamela.
Vino masih terdiam meskipun hati nya semakin berdebar saat Pamela membenamkan wajah nya di punggung Vino yang tanpa baju.
"Itu tidak akan terulang lagi karena aku sudah menjadi milikmu, Vino. Aku......" kata Pamela lirih, ingin sekali mengatakan jika dirinya sedang hamil tapi tidak mampu karena melihat Vino sedang marah pada nya.
__ADS_1
Tersirat senyum di bibir Vino saat Pamela mengatakan jika dirinya adalah milik nya. Ya, vino berharap Pamela benar-benar sudah menerima dan mencintai dirinya saja tanpa memikirkan masa lalu.
"Sampai kapan kamu akan seperti ini?" suara Vino tiba-tiba karena sudah tidak bisa menahan.
Pamela mengangkat kepalanya dari punggung Vino saat mendengar suara Vino.
"Atau kita akan mandi bersama kalau kamu mau." Vino memutar tubuhnya menghadap ke Pamela kemudian mengusap sisa air mata di wajah cantik istri nya.
"Vino........." ucap Pamela.
"Maaf sudah mengabaikan mu." ucap Vino lalu mencium kening Pamela kemudian memeluknya dengan erat.
"Terima kasih...." ucap Pamela lirih di sela pelukan nya.
Dari sini Vino bisa melihat cinta dimata Pamela.
"Jangan terlalu dekat dengan pria lain meskipun itu farhan sekalipun karena aku bakal marah padamu." ucap Vino.
Cup
Satu kecupan mendarat di kening pamela dari bibir vino. Tidak ingin terjadi sesuatu vino melepas pelukan nya setelah mencium kening pamela.
"Kamu mandi sekarang atau aku mandikan?" bisik Vino di telinga pamela.
"Aku.........?" ucap Pamela gugup setelah menyadari vino hanya memakai handuk saja terlihat telanjang dada.
"Kenapa? ini bukan yang pertama kali kamu melihat nya hmm." ujar vino menggoda melihat Pamela sedang blushing.
Pamela menjadi salah tingkah membuat Vino terus menggoda, memang bukan yang pertama kali bahkan bakal adik Alvin sudah dalam proses.
"Sudah siang aku mau mandi." dengan sigap Pamela segera menghindar dari rayuan vino lalu pergi ke kamar mandi.
Vino tersenyum melihat tingkah pamela, kalau bukan karena ada meeting pagi mungkin sudah di terkam nya.
"Wanita ini benar-benar bikin aku gila." gumam Vino.
__ADS_1
Vino sadar dirinya terlalu mencintai Pamela hingga membuat nya mudah cemburu. Terkadang pikiran membuat kesimpulan sendiri tanpa tahu yang terjadi sesungguhnya.