Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Kehangatan Keluarga


__ADS_3

"Oke kita foto bareng dulu sebentar." seru Rey kemudian mengambil beberapa foto Pamela bersama mama Ratih dan keluarga kecil Rani tidak ketinggalan Alvin yang saat ini sudah pandai ngomong dan lari, setelah acara wisuda Pamela. Mereka turut berbahagia dengan kelulusan Pamela bahkan Pamela dinyatakan lulus dengan nilai cumlaude.


Saat selesai berfoto banyak dosen yang memberi selamat kepada Pamela.


"Miss Pamela congratulations on your achievement." Mr Edward menghampiri Pamela dan memberi selamat.


"Thank you Mr. Edward, I am happy as long as you are my lecturer." jawab Pamela.


"Okay Hope you become a great doctor." ucap Mr Edward sebelum pergi.


"Thank you..." jawab Pamela dengan senyum.


"Ayo Alvin kita foto sama mommy." ajak mama Ratih karena lihat Alvin seperti nya cemberut. "Alvin ayo, kenapa cemberut aja sih kan mommy sudah nunggu tuh."


"I hate mommy, dari tadi tidak ingin memeluk Alvin." kata Alvin merasa marah karena dari pagi Pamela sibuk hingga selesai acara hingga melupakan Alvin.


"Alvin wants to hug mommy?" tanya mama Ratih alvin pun menganggukkan kepala. "Okay kita foto sama mommy." mama Ratih membawa Alvin mendekat ke Pamela.


"Alvin wants a photo with mommy?" Pamela menggoda anak nya tang cemberut di gendongan oma nya.


"No! Alvin wants to hug mommy." jawab Alvin langsung memeluk Pamela hingga beberapa saat kemudian bersedia berfoto bertiga dengan Mama Ratih.


"Selamat Pamela, tante dan om bangga sama kamu." Rani memberi selamat kepada Rani diikuti Rey.


"Kak Mela selamat ya sudah jadi dokter." ujar keynan tak mau ketinggalan.


"Calon dokter keynan, tapi thank you.....keynan." jawab Pamela sambil mengacak-acak rambut keynan.


Mereka pun bersukacita dengan kelulusan Pamela dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Mama Ratih sudah memutuskan untuk pensiun sebagai dosen dan memilih tinggal bersama Pamela dan lebih dekat dengan Alvin meskipun masih tinggal di rumah Rani.


"Mah, bentar lagi mela mau koas. Apa kita sewa atau beli apartemen untuk tempat tinggal kita." kata Pamela.


"Terserah kamu, itu juga lebih baik, karena kita tidak mungkin terus terusan tinggal di tempat Rani." mama Ratih pun sepemikiran dengan Pamela.


"Tapi gimana bilang nya ke tante Rani mah?"


"Biar mama yang bilang sama Rey dan Rani."


''Iya mah, kalau bisa cari tempat yang dekat dengan rumah sakit tempat koas Pamela nanti."


"Iya, biar mama tanya ke Rey sapa tahu membantu mencarikan nya. Dah tidur sana pasti kamu capek." mama Ratih menyuruh Pamela tidur yang sudah ada Alvin di sebelah nya dan mama Ratih pun ikut tidur juga.

__ADS_1


________________


Berbeda dengan Pamela yang sudah wisuda, Vino, Dika, Andreas dan Desi masih mengejar skripsi mereka yang tinggal beberapa bulan lagi. Vino jarang nongkrong atau bertemu dengan teman temanya karena selain pekerjaan yang padat juga kuliah nya.


"Mas Vino mau makan siang apa?' tanya farhan.


"Masih kenyang farhan, tadi sudah makan sepulang dari kampus." jawab Vino yang tangannya masih berkutat berkas berkas di meja nya.


"Oh baiklah jika mas Vino lapar bisa hubungi saya nanti." kata farhan sebelum keluar dari ruang kerja Vino.


Bahkan Vino tidak melihat farhan keluar dari ruangan nya karena masih fokus dengan pekerjaan. Saat Vino sendirian di ruangannya Vino menghela napas nya.


"Sudah tiga tahun lebih gue belum menemukan nya, atau mungkin sudah milik orang lain." gumam Vino.


Hingga telepon nya berdering membuyarkan lamunan nya.


"Iya mah, halo..." sapa Vino saat mengangkat telepon nya.


"Jangan lupa pulang dari kantor beli pesanan kue mama." suara mama Dewi di telepon.


"Iya mah, Vino ingat." jawab vino kesal.


"Jangan lupa ajak farhan pulang ke rumah." belum sempat Vino menjawabnya mama ratih sudah menutup teleponnya.


"Farhan sepulang kerja mama menyuruh kamu ke rumah, hari ini papah ulang tahun." ajak Vino, namun farhan terdiam seperti terkejut dengan ajakan Vino.


"Nggak usah memikirkan kado untuk papah. Kamu datang aja papah sudah senang Farhan." kata Vino membuat farhan malu sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena sebenarnya farhan juga memikirkan kado apa untuk tuan Antoni tiba-tiba harus menghadiri acara ulang tahunnya.


Selesai pekerjaan Vino pun mengajak Farhan pulang memang hari sudah sore. Mereka pulang bersama, Farhan yang mengemudikan mobilnya.


"Farhan kita berhenti di toko kue langganan mama dulu buat beli kue untuk papah." kata Vino.


"Iya mas biar saya yang ke toko kue itu, mas Vino disini saja." ujar farhan.


"Bawa aja kartu ini untuk membayarnya." Vino sambil menyerahkan kredit card milik nya ke farhan.


"Baik mas, saya pergi beli kuenya." dengan ragu farhan menerima kredit card Vino.


Sesampainya di toko farhan bingung harus membeli kue ulang tahun yang seperti apa.


"Selamat sore mas, bisa dibantu? mau pilih kue yang mana?" tanya karyawan toko kue itu.

__ADS_1


"Saya bingung mba mau pilih yang mana, soalnya ini ulang tahun bos saya." jawab farhan karena bingung banyak aneka ragam bentuk kue ulang tahun dari yang kecil hingga terbesar.


"Oh kalau boleh tahu ulang tahun pernikahan atau bukan ya mas?" tanya karyawan itu lagi.


"Bukan mba ini ulang tahun nya bos saya yang laki-laki." jelas farhan malu karena terlihat tidak pernah beli kue ulang tahun.


Akhirnya karyawan toko itu memilihkan kue ulang tahun dengan hiasan bunga mawar merah dan coklat sebagai pemanis nya.


"Terima kasih mas sudah mampir ke toko kami." kata karyawan toko kue setelah farhan selesai membayarnya dan keluar dari toko itu.


"Sudah farhan, ayo mama sudah menunggu kita." ujar Vino saat Farhan masuk kedalam mobil kemudian farhan kembali mengemudikan mobilnya menuju mansion tuan Antoni.


Saat memasuki halaman rumah, pak security yang menjaga pintu masuk rumah sudah berdiri di depan dan langsung membukakan pintu pagar saat melihat mobil milik tuan nya.


"Vino kamu sudah sampai? farhan ayo masuk kita makan malam bersama." sapa mama dewi.


"Papah kemana mah?" tanya Vino


"Papah masih dikamar." jawab mama Dewi.


"Vino mandi dulu ya mah." pamit Vino lalu farhan memilih ikut mama Dewi menuju meja makan untuk menaruh kue nya.


"Farhan kalau mau mandi bisa pakai kamar tamu." tanya mama Dewi.


"Terimakasih nyonya saya nanti saja." jawab farhan.


"Ya sudah kita tunggu mereka, saya mau menyimpan kue nya dulu. Kalau dilihat papah nanti bukan surprise namanya." mama Dewi membawa kuenya ke dapur sementara farhan memilih duduk di kursi ruang makan dan tak berapa lama Vino dan tuan Antoni pun datang ke ruang makan kemudian mama Ratih yang dari dapur membawa kue ulang tahun sambil menyanyikan nya.


Mereka pun menikmati makan malam dengan rasa bahagia bahkan mereka tak segan saling menggoda dengan pembicaraan konyol yang membuat tertawa. Rasa bahagia menyelimuti hati tuan Antoni dan istrinya karena melihat anak nya yang lebih baik tidak seperti dulu saat masih sekolah semenjak kejadian itu Vino memang berubah lebih baik dan bertanggung jawab bahkan lebih dekat dengan keluarga.


"Sudah malam tuan dan nyonya saya pamit pulang." pamit farhan.


"Terimakasih farhan sudah mampir ke rumah." ujar mama Dewi.


Selesai makan malam farhan pun pamit pulang, sebenarnya farhan segan ikut acara makan malam keluarga tuan Antoni apalagi tepat hari ulang tahun nya. Meskipun tuan Antoni tidak menanyakan kado tapi farhan terlihat canggung untung nya suasana makan malam tadi terlihat santai.


_


_


PERHATIAN!!

__ADS_1


Mohon maaf jikalau ada salah dalam kata dan penulisan dan jangan lupa tinggal kan jejak. Terima kasih😉🤗


__ADS_2