
Vino yang tidak bisa menyembunyikan rasa cemburu nya menjadi pendiam. Saat Pamela di taman bersama jatmiko ternyata Vino melihat mereka tapi setelah itu mencoba menahan hatinya untuk tidak cemburu toh Pamela sudah menjadi milik nya.
Saat berteman di sekolah dulu, jatmiko tidak pernah bercerita ingin melanjutkan studi kedokteran. Setahu Vino, jatmiko akan meneruskan bisnis dan menjalankan perusahaan orang tuanya.
Vino memandangi wajah Pamela yang sudah tertidur pulas bahkan dirinya tidak bisa tidur meskipun tubuh nya juga merasa lelah setelah bekerja seharian tapi jika mengingat kedekatan Pamela dan jatmiko rasa kantuk itu langsung sirna seketika.
Tangan Vino menyentuh bibir Pamela yang selalu membuat nya candu dan beberapa detik Vino memandangi wajah wanita yang sudah menjadi istrinya ini seakan hati nya takut jika kehilangan Pamela. Hidung mancung, bibir tipis serta alis yang terlihat natural tertata rapi membuat wajah Pamela benar benar cantik alami.
"Apa sesakit ini jika cemburu." gumam Vino lirih kemudian mengambil jaket dan kunci mobilnya.
Vino melajukan mobilnya ke suatu tempat yang dirasa pas dengan suasana hatinya. Setelah memikirkan mobilnya Vino masuk kedalam cafe yang tak lain milik Andreas, suasana cafe yang terlihat ramai tapi Vino memilih ke lantai 3 karena tidak sembarangan orang nongkrong di situ karena Andreas membuat tempat itu mirip lounge and bar.
Vino tidak melihat Andreas lalu memilih duduk di depan bartender.
"Kemana bos lo, rick?" tanya Vino yang sudah mengenal bartender itu karena sudah lama bekerja bersama Andreas.
"Bos Andreas sedang mengurus di bawah mungkin bentar lagi kesini. Tuh orang nya nongol!" tunjuk ricky saat Andreas datang.
Sebenarnya Andreas melihat Vino datang saat di cafe kemudian menyusul nya ke lantai 3.
"Halo bro, lama nggak nongkrong kesini?" tanya Andreas mendekat ke meja Vino.
"Ah iya elo paling sibuk di antara kita, iya nggak?" goda Andreas kemudian menyuruh ricky menyiapkan minuman buat sahabat nya itu.
"Sok tahu lo! mang dika sering kesini?" tanya Vino balik.
"Semenjak sudah tunangan tuh bocah jarang main kesini." kata Andreas.
"Kudengar jatmiko kerja di rumah sakit elo?" tanya nya.
Vino tidak menjawab lebih memilih menikmati wine racikan bartender Andreas.
"Ah tuh dia panjang umur!" seru Andreas.
Vino tidak menoleh jika yang datang Dika pikir nya.
"Sudah lama kalian?" tanya jatmiko.
Mata Vino langsung menangkap siluet seseorang yang tidak di harapkan.
"Wah kebetulan elo datang kesini!" seru Andreas melihat kedatangan jatmiko.
"Sepertinya gue melupakan sesuatu." ujar Vino saat jatmiko ikut duduk di sebelah Andreas.
"Come on dude, kita ngumpul bareng. Sudah lama elo nggak kesini kalau perlu gue panggil Dika." kata Andreas mencegah Vino yang akan pergi.
__ADS_1
Vino kembali menikmati minuman nya tanpa berbicara sama sekali.
Andreas merasakan suasana yang tidak biasa antara jatmiko dan Vino akhirnya Andreas memilih pergi.
"Sorry, gue mau ngecek di lantai bawah kalian lanjutkan obrolan nya." ucap Andreas kemudian pergi ke lantai bawah karena semakin malam bertambah ramai pengunjung nya.
Setelah Andreas pergi tak ada obrolan di antara mereka hingga suara jatmiko memecah keheningan.
"Kita bertemu di sini, terakhir waktu kita masih sekolah kalau nggak salah." ujar jatmiko kemudian mengarahkan segelas wine ke mulut nya.
"Aku ingat masa itu, tapi apa yang membuatmu kembali setelah lama memutuskan komunikasi dengan kita?" tanya Vino.
"Apa aku tidak boleh kembali? ah rasanya ingin mengulang kembali masa itu."
"Apa karena pamela." tanya Vino dingin.
Vino berhasil membuat jatmiko terdiam karena pada dasarnya jatmiko memang masih ada rasa suka pada pamela tapi jatmiko hanya memendamnya ketika tahu vino menikah dengan pamela.
"Apa kamu berharap aku tidak kembali." kata jatmiko sinis.
Vino jadi berpikir jika jatmiko masih menyukai Pamela.
"Ku harap kamu menjaga batasan mu." suara Vino dingin.
"Apa kamu takut, sekarang aku dekat dengan Pamela lagi dan pasti nya kesempatan bertemu dengan Pamela lebih banyak." ujar jatmiko.
Vino menghentikan tangannya saat minuman sudah menyentuh bibir nya, lalu di letakan kembali di atas meja.
"Jangan menguji kesabaran ku." ketus vino kemudian memberikan tips pada Ricky lalu pergi meninggalkan jatmiko.
Jatmiko tersenyum sinis dengan tingkah vino.
"Mau kemana bro, dah mau pergi aja?" tanya Andreas saat berpapasan dengan vino.
Vino tidak menghiraukan Andreas saat berpapasan dengan nya. Vino hanya ingin pulang karena bukan mendapat ketenangan malah kekesalan karena jatmiko.
"Mik, kalian lagi ada masalah?" tanya Andreas dari awal penasaran sikap Vino yang dingin kepada jatmiko.
"Dia memang kekanakan menurut ku. " jawab nya.
"Maksudnya?"
"Hahaha.........sudah lupakan!" ucap jatmiko.
Saat vino meninggal cafe, jatmiko ditemani Andreas kembali menikmati suasana malam sambil minum wine.
__ADS_1
Jatmiko menyadari jika vino benar benar mencintai pamela karena itu jatmiko ingin mencoba menguji kesabaran vino.
Pagi hari vino kaget saat bangun tidak mendapati pamela ditempat tidur kemudian mengambil ponsel nya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, Vino langsung teringat jika hari ini adalah weekend.
Vino membuka tirai jendela dari balkon terdengar suara tawa dari belakang rumah persisnya di kolam renang, terlihat pamela dan Alvin sedang berenang bersama.
Pamela dan Alvin terlihat senang sedang berenang membuat Vino tersenyum bahagia.
Tubuh pamela yang berbalut baju renang terlihat seksi membuat Vino tidak ingin tubuh istrinya ada yang melihat bahkan memiliki nya, Vino langsung turun ke bawah ingin bergabung berenang bersama mereka.
Alvin dan pamela memilih bermain di anak kolam mengingat Alvin masih kecil sambil bermain. Ya, mereka menghabiskan akhir pekan hanya di rumah.
"Mommy tangkap bolanya!" saat Alvin melempar bola namun meleset saat pamela ingin menangkap nya.
"Yaa.....bola nya meleset deh saat mau ditangkap." keluh pamela karena tidak dapat menangkap bola nya.
Bola yang di lempar Alvin berhasil di tangkap Vino yang tak jauh dari kolam renang.
"Koq daddy nggak di ajak berenang sih?" tanya Vino dengan bola ditangan nya menghampiri Alvin dan pamela di anak kolam renang yang tidak terlalu dalam airnya.
"Daddy kan masih tidur." jawab Alvin.
"Kalau begitu, daddy ingin berenang sama kalian dong."
Tanpa pikir panjang Vino melepaskan baju menyisakan celana pendek kemudian menceburkan diri ke kolam yang besar dan berenang tiba-tiba sudah berada di tepi anak kolam langsung mencium pipi pamela.
"Daddy.........!" teriak Alvin langsung menyemprot Vino dengan pistol air.
"Ah lupa kalau ada anak daddy." ucap Vino karena Alvin kesal jika Vino mencium pamela di depan nya, pamela hanya tersenyum melihatnya namun saat melihat dada bidang Vino yang terpampang membuat nya tersipu malu meskipun pernah melihatnya.
"Alvin berenang sama daddy ya! mommy sudah kedinginan." kata pamela karena merasakan badannya sudah kedinginan dan memilih duduk di kursi santai dekat kolam renang.
"Alvin masih mau berenang?" tanya Vino memastikan.
"Mau...... Daddy ajarin Alvin renang ya."
"Oke....
Vino membawa Alvin ke kolam besar dan mengajarkan cara berenang meskipun awalnya Alvin ketakutan namun perlahan Vino bisa membuat Alvin senang.
Pamela duduk di kursi santai melihat keceriaan Alvin saat di ajari berenang oleh Vino namun tiba-tiba perut Pamela terasa mual. Karena sudah tidak tahan Pamela pergi meninggalkan kolam renang dengan bathrobe untuk menutupi tubuh nya saat berenang tadi.
Dengan langkah buru buru pamela pergi ke kamar setelah sampai di depan wastafel kamar mandi, pamela langsung memuntahkan isi didalam perut meskipun hanya cairan yang keluar.
Pamela merasa jika dirinya tiba-tiba ingin muntah dan mudah lelah lalu teringat kalender menstruasi nya. Benar saja jadwal menstruasi nya sudah lewat lima hari namun pamela tidak ingin buru buru langsung mengecek nya karena takut nya hanya masuk angin biasa karena habis berenang terlalu lama.
__ADS_1
"Apa aku hamil?" gumam pamela dibawah guyuran air kran shower.
Pamela tidak terlihat panik dan berencana besok untuk memastikan nya.