Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Ketulusan Vino


__ADS_3

Hari ini Alvin sudah pulang dari rumah sakit dan hari ini bertepatan dengan tujuh hari mama Ratih. Pamela mempersiapkan acara dibantu Desi dan Rani. Banyak tamu yang datang hingga satu persatu pamit pulang setelah acara selesai, namun ada tamu yang mencolok menurutnya yaitu Vini juga datang mengikuti acara doa tujuh hari namanya.


"Pak sam dan bu Asih terimakasih sudah membantu kami dan kalau mama ada salah saya mewakili mama minta maaf ya pak." kata Pamela saat pak sam dan istrinya akan pulang setelah acara


mendoa untuk mama Ratih.


Pak sam yang pernah menjadi orang kepercayaan papanya dulu bahkan hingga sekarang masih datang ke rumah Pamela sekedar melihat rumah dan terkadang mengawasi rumah Pamela ketika sedang di luar kota atau rumah kosong.


"Iya non Mela, bapak senang masih bisa membantu keluarga non Mela karena bapak dulu selalu dibantu tuan firman dan nyonya Ratih." kata pak sam.


"Saya juga terimakasih kasih non Mela, dan kami mendoakan semoga orang tua non Mela tenang di alam sana." ucap bu Asih.


"Terima kasih bu." Pamela memeluk wanita paruh baya itu dengan tulus sebelum mereka pulang.


"Kalau ada yang dibutuhkan non Mela jangan sungkan bilang sama kami." kata pak sam.


"Iya pak terimakasih dan ini ada sedikit kue untuk dibawa pulang." sambil menyerahkan sekotak kue dan mengantarnya hingga di teras depan rumah bagi nya mereka seperti saudara. pak sam dan istrinya pun pulang.


Pamela kembali ke dalam rumah dan mendapati Vino yang sedang mengobrol dengan Rey, sementara Desi dan Rani beres beres di belakang. Setelah melihat Alvin yang sudah tidur, Pamela membantu Desi dan Rani di dapur.


"Mel, kamu temui Vino sana mungkin dia akan pulang." kata Rani dan Desi hanya mengerlingkan matanya ke Pamela.


"Huh kenapa sih mereka kompak begini." cicit Pamela.


Pekerjaan di dapur sudah siap, Pamela pun menemui Vino dan Rey didepan.


"Mel, om mau ganti baju dulu kamu temani Vino sebentar." lagi lagi om Rey juga seperti tante Rani.


"Iya om."


"Vino, saya tinggal dulu ya. Lanjut ngobrol nya dengan Pamela." ujar Rey.


"Iya Om." kata Vino dan sudah terlihat akrab dengan om Rey.


Pamela duduk di kursi berseberangan dengan Vino sudah lebih dari lima menit mereka tak ada obrolan.


"Kapan kamu masuk kerja?" tanya Vino.


Oh ya, Pamela lupa jika Vino direktur rumah sakit tempat Pamela kerja.


"Besok saya masuk kerja karena sudah lama saya ambil cuti." jawab Pamela.


Vino tersenyum melihat Pamela yang sudah tidak larut dalam kesedihan.


"Besok aku akan menjemputmu."


"Hhmm......besok saya berangkat bareng Desi." kata Pamela karena Desi menginap malam ini dan besok pagi Pamela berangkat bareng Desi pulang.


"Baiklah, sudah malam aku pamit pulang." kata Vino.


"Tidak pamit dengan om Rey." ujar Pamela namun seperti nya sudah sepi mereka seperti nya sudah pada tidur.


"Mereka pasti sudah istirahat, Alvin sudah tidur ya?" Pamela hanya mengangguk kepala.


Vino beranjak dari tempat duduk nya dan melangkah keluar rumah dan Pamela pun nya hati hati hingga ke depan rumah.


''Terima kasih sudah datang, kamu hati hati dijalan."


"Ya, kamu juga jangan terus bersedih." kata Vino kemudian masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggal kan rumah Pamela. Setelah Vino sudah pulang Pamela masuk kedalam dan mendapati Desi, Rani dan Rey di ruang keluarga.


"Hah, bukan nya kalian tadi di kamar tidur." tanya Pamela namun mereka hanya tertawa.


"Kami belum tidur Mela sayang." kata Desi.

__ADS_1


"Ya, kami hanya main HP di kamar, Mela." imbuh Rani dan Rey hanya tersenyum.


"Ishhb kalian sengaja ya." ucap Pamela kesal.


"Tante setuju Mela, jika kamu menikah dengan Vino. Iya kan pi?" kata Rani.


"Iya Mela...... kamu sudah waktunya berumah tangga dan menurut ku Vino pria yang baik. Kamu jangan memikirkan egois mu saja tapi juga pikirkan Alvin Oke." kata Rey.


"Saya setuju dengan om rey dan tante Rani." Desi ikut menimpali.


"Issh kamu......" Pamela melempar bantal sofa ke arah Desi sementara yang di lempari hanya cengar cengir saja.


"Tante, besok Pamela kembali berdinas tolong jaga Alvin dulu hingga Pamela sudah dapat asisten rumah tangga." kata Pamela.


"Is't okay no problem, tante masih minggu depan balik nya." ujar Rani.


"Makasih yang tante."


"Besok kamu jadi numpang mobil aku." tanya Desi.


"Iya Desi... "


"Okay.......


Malam itu mereka saling bercerita hingga larut sebelum mereka memutuskan pergi tidur di kamar masing-masing dan Desi tidur di ruang tamu.


_________________________


Seperti yang disepakati tadi malam, Pamela di antar Desi hingga sampai di rumah sakit.


"Des thanks you, kamu hati hati dijalan." kata Pamela


"Yes bu dokter, Good job.........."


"Mela....." panggil Ranti langsung memeluk Pamela.


"Hah kamu kenapa Ranti?" tanya o


Pamela.


"Ya Mel, aku kangen banget sama kamu, Maaf saya tidak bisa datang acara tujuh hari mama kamu karena ada 2 pasien SC dari jam 7 malam." jelas Ranti.


"Gapapa Ranti, bagaimana pasien kamu hari ini?" tanya Pamela.


"Seperti nya kita nggak bisa makan bareng nih soalnya hari ini pasien aku lumayan."


"Oke baiklah, sebentar lagi kita mulai pelayanan." ujar Pamela.


"Rina, bisa kita mulai pelayanan." kata Pamela.


"Baik dokter." Rina pun siap dengan berkas status pasien.


"Kalau begitu aku kembali ke ruang poli ku. Oh ya mela, selama cuti Indra nanyain kamu! kapan masuk terus deh, sepertinya dia memang menyukai mu." kata Ranti sebelum pergi dari balik pintu.


Pamela hanya diam saja mendengar kata Ranti. Seperti biasa saat Pamela menangani dan memberi pelayanan ke semua pasien nya dengan ramah.


"Jaga pola makan yang baik ya bu, minggu depan kita lakukan CT angiogram untuk mengetahui apa ada penyempitan pada arteri ibu. Dan ini resep obat nya....." jelas Pamela sambil meresepkan obat kemudian memberikan kepada pasien itu. "Diminum yang teratur ya bu."


"Iya dokter terima kasih." jawab pasien itu dengan menerima resep obat dari Pamela.


"Sama sama bu." ucap Pamela dengan senyum ramah.


Tiba tiba ponsel Pamela berdering ketika Pamela sedang memberi penjelasan kepada salah satu pasien nya yang berobat hari ini namun tidak segera diangkat nya hingga ponsel berdering yang kedua kalinya. Pamela pun langsung mengangkat ponsel nya saat melihat Vino memanggil di layar ponselnya.

__ADS_1


"Iya halo......" jawab Pamela.


"Masih sibuk? belum selesai?" tanya orang yang di seberang sana.


"Iya masih ada beberapa pasien dan ini masih jam pelayanan ." ucap Pamela sambil melihat jam ditangan nya ternyata sudah pukul 12 siang.


"Ya udah aku tunggu kamu selesai pelayanan kita makan siang." sambungan terputus.


Tanpa menghiraukan ajakan Vino tadi Pamela kembali bekerja hingga pelayanan selesai. Saat Pamela keluar dari ruang poli nya terlihat Vino sudah menunggu didepan.


Sebelumnya Vino mendapat telepon dari tuan antoni untuk tidak pulang terlambat karena akan ada acara makan malam di rumah jadi Vino ingin mengatakan sesuatu ke pada Pamela dan mengajak makan siang.


"Sudah selesai?" tanya Vino.


"Maaf membuat menunggu." jawab Pamela.


"Ya sudah kita pergi makan sekarang." ajak Vino karena sudah merasa lapar.


Vino menyetir mobil nya sendiri tanpa farhan dan mengajak Pamela ke sebuah restoran.


Vino mengajak Pamela makan di restoran mewah dan ternyata Vino sudah reservasi tempat itu.


"Kamu suka dengan tempat nya." tanya Vino.


"Ya, aku suka." jawab Pamela lirih.


Tidak hanya reservasi tempat VIP saja bahkan Vino juga memesan menu makan kesukaan Pamela, saat seorang waitress datang mengantar makanan ke meja mereka.


"Jika kamu ingin makan yang lain biar dipesan lagi." ujar Vino, Pamela hanya menggelengkan kepala.


Pamela memilih makan salad meskipun ada nasi goreng seafood kesukaan nya dan ingin meluapkan isi hatinya.


"Vino.... aku minta maaf." kata Pamela menghentikan makan nya


Vino hanya mengernyit kan alisnya saat mendengar kata maaf dari Pamela dan menghentikan makan nya.


"Aku tidak pernah melihat ketulusan mu bahkan aku berusaha untuk menjauh dan melupakan itu. Saat kamu mendekati Alvin sebenarnya aku tidak suka tapi kamu berhasil mengambil hati Alvin. Maaf atas keegoisan ku." kata Pamela serius.


"Apa yang membuatmu membenci ku?" tanya Alvin.


"Karena aku tidak mencintai mu."


DEG


Raut wajah Vino sepersekian detik langsung berubah kecewa mendengar kata Pamela.


"Apa kamu masih tidak melihat ketulusan ku bahkan kamu bilang ingin membuka hati untukku itu adalah hal yang terindah untuk ku. Apa hati kamu ada seseorang?" ucap Vino bahkan Pamela hanya diam.


"Aku menunggu mu dan berusaha mencari mu selama beberapa tahun Mela, aku mencintaimu." Vino meraih tangan Pamela dan menggenggam nya, terlihat air mata lolos di mata Pamela.


Vino berdiri dari duduknya langsung meraih tubuh Pamela dan memeluk nya.


"Mau kah menikah dengan ku?" tanya Vino tanpa melepas pelukan.


Vino merasakan anggukkan Pamela kemudian menyakinkan dirinya jika itu benar.


"Benarkah! kamu mau menikah dengan ku?" tanya Vino dengan memegang kedua bahu Pamela dan melihat Pamela tersenyum sambil menganggukkan kepala.


"Terima kasih." kata Vino kembali memeluk Pamela kemudian melepaskan.


"Kita kembali ke rumah sakit sekarang." ajak Pamela.


"Oke......"

__ADS_1


Tersirat raut wajah Vino bahagia begitu juga Pamela dan tak hentinya Vino tersenyum senang hingga keluar menuju pintu keluar restoran ada sepasang mata terlihat marah melihat Vino menggandeng seorang wanita.


__ADS_2