Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Pasangan Absurd


__ADS_3

Damares group merupakan perusahaan properti dan konstruksi terbesar selain di dalam negeri serta merambah ke mancanegara. Dari keuntungan pertahun yang di peroleh menarik para investor untuk menjadi bagian dari Damares group. Setelah Antoni Damares memutuskan untuk pensiun dan mempercayakan Damares group kepada Malvino, hingga sekarang perusahaan maju pesat bahkan vino di kenal sebagai pembisnis muda di kalangan pembisnis.


"Bagaimana semua persiapan buat acara perusahaan nanti?" tanya Vino.


"Sudah siap bos, sesuai instruksi tuan Antoni beberapa hari yang lalu? mungkin ada yang mau ditambahkan?" jawab farhan.


"Hah, maksudmu papa ke kantor?" tanya vino.


"Iya bos, waktu bos nggak datang ke kantor waktu itu."


"Pantas papa marah." batin Vino lalu menyandarkan tubuh nya di kursi.


"Kamu bilang apa sama papa saat mencari ku?" tanya Vino.


"Saya bilang bos tidak bisa di hubungi karena ada urusan."


Vino terdiam sejenak seperti ada yang dipikirkan.


"Oh ya bos, teman saya menawarkan rumah mungkin bos minat. Ini foto desain rumah nya." kata farhan sambil menunjukkan foto dari rumah itu.


"Kamu yakin itu rumah teman kamu?" tanya vino penasaran karena setelah melihat foto rumah itu terlihat mewah.


"Maaf bos lebih tepat nya pemilik rumah ini kenalan dari teman saya. Setelah rumah selesai direnovasi pemiliknya memutuskan pindah keluar negeri karena ada alasan tertentu." jelas farhan.


"Oke, konfirmasi ke teman kamu dan cari informasi detail rumah itu sekalian harga pasaran nya."


"Baik bos, hari ini saya akan memberitahu teman saya. Kalau begitu saya permisi bos." pamit farhan meninggal ruangan vino.


Diambil nya satu foto rumah itu dilihat nya kembali. Rumah mewah dengan desain gaya modern serta pemandangan hijau di sekitar rumah terlihat adem dan nyaman. Mungkin rumah itu ditafsirkan puluhan milyar karena letak posisi rumah itu yang di tengah kota. Bahkan vino membayangkan jika tinggal di rumah bersama keluarga kecilnya nanti.


Vino hampir lupa setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, Vino langsung bergegas karena ingin mengajak pamela pergi fitting baju sesuai perintah mama dewi.


''Farhan saya ada urusan, kamu yang handle jika orang itu datang." perintah Vino dan orang yang di maksud nya adalah klien yang akan mengadakan kunjungan ke perusahaan Damares Group.


Tiba di rumah sakit membuat beberapa petugas rumah sakit kaget karena kedatangan Vino. Semua karyawan pada kebingungan takut nya direktur rumah sakit melakukan sidak ke ruang kerja karena sebagai direktur rumah sakit jarang datang, biasanya di wakilkan asisten nya. Toh jika Vino datang selalu di dampingi farhan sebagai orang kepercayaan.


Namun langkah Vino bukan keruangan kerja nya melainkan ke bagian poliklinik.


"Selamat siang pak bisa saya bantu?" tanya salah satu petugas rumah sakit.


"Tidak ada, saya hanya ingin istri saya." ucap Vino datar.


"Seperti nya dokter pamela masih sibuk, apa perlu kami siapkan ruang tunggu untuk bapak?"


"Tidak perlu, saya menunggu di sini saja."

__ADS_1


"Baik pak, saya permisi."


Setelah petugas tadi pergi, Vino duduk tak jauh dari ruang tunggu itu dimana poli pamela berada. Didepan ruang tunggu poli jantung terlihat masih ada beberapa pasien dan kemungkinan masih lama selesainya. Vino tidak memberitahu jika dirinya sudah tiba di rumah sakit.


Vino menyadari jika istri nya berprofesi dokter akan melakukan tanggungjawab besar jika menyangkut keselamatan pasien yang membutuhkan pertolongan nya.


Banyak pasang mata melihat Vino begitu terpesona terutama para wanita karena di ruang tunggu pasien ada seorang pria tampan yang begitu menyilaukan diantara orang orang yang berada di ruang tunggu.


Beberapa saat kemudian Pamela yang melihat Vino sudah di depan poli nya langsung menghampiri.


"Sudah lama menunggu ku? kenapa nggak ngabari kalau sudah datang? sengaja ya nunggu disini?" tanya Pamela kesal karena Vino tidak memberi tahu dirinya jika sudah datang bahkan menunggu dirinya di ruang tunggu bukan nya di ruangan nya.


Pamela akui Vino terlihat mencolok karena suami nya memang tampan hingga menjadi pusat perhatian pengunjung atau karyawan terutama kaum wanita.


"Maaf aku tidak mengabari karena kamu masih ada pasien mu." ucap Vino langsung berdiri dari tempat nya duduk.


"Pasien ku hari ini lumayan banyak karena aku hanya buka poli pagi hari ini karena poli sore dokter Radit." jelas Pamela karena sudah ada dokter tamu untuk poli jantung.


"Aku lapar." ucap Vino lembut.


Pamela melihat jam nya ternyata sudah jam 2 siang.


"Ya sudah kita pergi makan." ajak Pamela karena tidak tahu kenapa Vino menjemput nya.


Sebenarnya Pamela merasa lapar juga karena sudah lewat jam makan siang, sebagai wanita hamil tidak boleh menunda makan karena ada calon bayi yang membutuhkan nutrisi tapi tiba-tiba mood Pamela seperti swing.


Dari jauh jatmiko melihat Pamela dan Vino.


Tangan Vino langsung menggenggam tangan Pamela saat jatmiko menghampiri mereka berdua.


"Apa kabar Mela?" sapa jatmiko.


Pamela melihat ke Vino sebelum dirinya menjawab sapaan jatmiko.


"Kabar ku baik miko? Eh kenapa dengan wajahmu miko?" tanya Pamela karena terlihat di bagian pipi sebelah terlihat membiru apalagi dekat sudut bibir nya.


"Oh ini, kemaren ada orang gila tiba-tiba menyerang ku dan memukul wajahku." jawab jatmiko sambil melirik Vino.


Vino mengeratkan genggaman tangan nya.


"Ohh.....


"Kita pergi sekarang." ajak Vino tidak ingin istrinya ngobrol lama lama dengan jatmiko.


"Kami pergi dulu miko." pamit Pamela tidak ingin Vino kesal.

__ADS_1


"Hati hati mela, seperti nya singa di sana terlihat buas ingin makan orang." ucap jatmiko dengan senyum nya.


Pamela hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah jatmiko tapi berbeda dengan Vino seakan ingin menghajar jatmiko saat ini juga.


"Jangan pernah sok ramah sama istri ku jika tidak wajah sebelah mu yang babak belur lagi." ucap Vino dingin saat tepat di hadapan jatmiko sebelum pergi.


"Hah.....benar benar posesif sekali, sabar Mela." gumam jatmiko setelah mereka pergi.


Jatmiko sudah menepis perasaan nya kepada Pamela saat ini karena berteman lebih baik dari pada cinta bertepuk sebelah.


Saat di dalam mobil Vino masih terlihat kesal.


"Vino, kita mau makan dimana?" tanya Pamela.


"Terserah." jawab Vino.


"Jangan ngambek dong! aku ada sesuatu untuk mu." vino pun menoleh dan Pamela pun langsung mencium bibir Vino sekilas.


Cup


Vino kaget dengan apa yang dilakukan Pamela yang tiba-tiba mencium duluan. Tangan Vino langsung menggenggam jari Pamela.


"Kamu kenapa? cemburu?" tanya Pamela menggoda.


"Jangan terlalu akrab dengan dia karena dia melihat mu bukan karena teman." ucap Vino.


"Mana mungkin Vino! aku dan miko sama sama dokter tidak seharusnya kami tidak saling mengenal."


Pamela sudah tahu jika jatmiko masih menyukai dirinya tapi terkikis oleh waktu jatmiko menunjukkan pertemanan diantara mereka karena Pamela sudah menjadi istri seutuhnya Vino.


Akhirnya mereka tiba di sebuah restoran. Pamela makan dengan lahap berbeda dengan Vino. Vino yang belum tahu jika Pamela tengah hamil muda hanya heran melihat dia makan berbeda jika pagi hari saat sarapan Pamela enggan memakan sarapan nya.


"Kamu benar-benar lapar ya?" tanya Vino.


"Ya, aku butuh tenaga." jawab Pamela asal.


Vino tersenyum licik ingin menggoda Pamela saat mendengar kata Pamela barusan.


"Tiba-tiba aku ingin makan yang enak." celetuk Vino.


"Kamu mau pesan makan lagi?" tanya Pamela polos.


"Mau makan kamu." bisik Vino mendekat ke Pamela.


Seketika Pamela tersedak makanan karena kaget mendengar bisikan Vino. Dengan spontan Vino memberikan air minum kepada Pamela karena kesalahan nya membuat nya tersedak makanan. Pamela terlihat kesal dengan Vino bahkan dirinya ingin membuat kejutan tentang kehamilan nya jadi di urungkan.

__ADS_1


Vino senang melihat istrinya kesal karena saat di rumah sakit dirinya di buat kesal dan cemburu. Tak selamanya pria posesif selalu membuat nya kesal tapi kadang candaan yang berbentuk kasih sayang membawa kebahagiaan.


__ADS_2