Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Dilabrak Laura


__ADS_3

"Selamat ya Mela bentar lagi jadi dokter spesialis." ucap dokter Hendra.


"Belum dok, belum wisuda masih beberapa minggu lagi." jawab Pamela.


"Tak terasa kamu sudah Menyelesaikan kuliah mu."


"Iya dok...."


Saat ini dokter Hendra dan Pamela makan siang bersama di kantin karena kebetulan Pamela sudah siap praktek begitu juga dengan dokter Hendra. Dokter Hendra sangat kagum dengan Pamela bisa menyelesaikan kuliah spesialis nya tidak butuh waktu lama mungkin karena kecerdasan dan kepintaran yang di miliki nya.


Saat kembali dari kantin, Pamela di samperin Laura karena sudah beberapa kali melihat Pamela makan bersama dengan Richard dan diantar pulang.


"Hey *****....." kata Laura saat bertemu Pamela dengan menyilang kan kedua tangan nya di dada.


"Sorry, who are you talking to?" tanya Pamela dengan lembut.


"Kenalkan namaku Laura, pacar Richard." kata Laura ketus memperkenalkan dirinya dengan bahasa Indonesia karena tahu Pamela orang Indonesia setelah mendapat info dari orang kepercayaan nya.


"Ohh ternyata anda orang Indonesia. Kenalkan saya Pamela, saya dokter di rumah sakit ini, senang bertemu dengan anda." kata Pamela dengan sopan.


"Jangan sok lugu loh, dengan profesi dokter mu biar bisa mendekati pria bahkan milik orang lain."


"Maksud anda apa ya?" Pamela mulai emosi.


"Jangan kira saya tidak tahu kalau kamu sudah memiliki seorang putra."


DEG


Hati pamela seakan tertusuk saat Laura mengatakan soal keluarga nya. Ternyata Laura menyelidiki nya sampai sejauh itu.


"Kenapa diam saja, benar kan kau punya anak tidak ada suami, dasar ******." maki Laura.


"Maaf jika anda ingin berurusan denganku jangan bawa keluargaku." Pamela emosi apalagi banyak yang melihat.


"Saya ingatkan jangan coba mendekati Richard jika tidak ingin seluruh rumah sakit ini tahu tentang kehidupan mu sebelumnya, kalau kamu punya anak haram." ancam Laura kemudian pergi meninggalkan Pamela yang masih membeku di tempatnya.


Ada dokter Arnett yang kebetulan lewat dan melihat kejadian tadi langsung menghampiri Pamela.


"Doctor Mela, are you okay?"


"Yes doctor Arnett, i'm is okay."


Dengan langkah gontai, Pamela melangkah menuju ruang poli tempat praktek nya.


Ternyata di tempat lain Richard mengetahui jika Laura pasti menemui Pamela karena sebelum menemui dirinya dengan wajah kesal dan emosi. Akhirnya Richard memutuskan hubungan dengan Laura hingga membuat nya langsung menemui Pamela. Richard pergi dari ruangan nya untuk menemui Pamela.


Tok tok tok

__ADS_1


Richard mengetuk pintu ruangan Pamela kemudian membuka knop pintu itu, membuat Pamela kaget dan langsung menoleh.


"Sorry doctor Mela, you got carried away with my problem." ucap Richard lalu duduk di kursi depan meja kerja Pamela.


"It's nothing, maybe just a misunderstanding" jawab Pamela.


"I feel guilty with doctor Mela because of Laura's actions." Richard terlihat menyesal dengan sikap Laura.


"It's okay doctor Richard, I've forgotten what happened earlier." kata Pamela.


"From the beginning I was attracted to doctor Mela, and I hoped that Doctor Mela would be my lover." Richard mengutarakan isi hatinya membuat Pamela terkejut karena Richard ingin pamela yang menjadi kekasih nya.


"I'll be waiting for your answer, doctor Mela. Sorry." kata Richard kemudian beranjak dari tempat duduk nya saat akan membuka pintu Pamela mengatakan sesuatu.


"Sorry, I can't accept the declaration of love from doctor Richard." ucap Pamela saat Richard akan membuka pintu dan mengatakan jika dirinya tidak bisa membalas perasaan Richard.


"Okay, thanks."


Richard pun akhirnya meninggalkan ruangan Pamela, sementara Pamela merasa hatinya sakit setelah Richard pergi dari ruangan nya dan teringat dengan ucapan Laura. Setelah jam dinas selesai seperti biasa Pamela pulang harus menunggu taksi tapi saat menyeberang ada mobil melintas dengan kecepatan tinggi ingin menabrak Pamela tiba-tiba ada seseorang yang menolak tubuh Pamela hingga terhindar dari mobil tadi, tapi kaki Pamela lecet sedikit. Kemudian pria asing tadi membawa Pamela duduk di bangku yang ada di taman dekat jalan itu.


"Are you okay?" tanya pria asing yang sudah menolong Pamela hampir tertabrak mobil.


"Thank you, I'm okay."


"Introduce his name, I am Ryo." kata pria asing itu ternyata bernama Ryo. Ryo pun langsung terpesona dengan Pamela.


"Iya mah, Pamela akan pulang secepat nya." jawab Pamela saat mama ratih menelepon nya ternyata alvin demam.


"Kamu ternyata orang Indonesia." tanya Ryo saat tahu Pamela berbicara dengan bahasa Indonesia saat menerima telepon.


"Aku akan mengantarkan mu berobat." kata Ryo saat melihat Pamela kesusahan ingin berdiri.


"Tidak perlu saya bisa sendiri, saya harus pulang sekarang." Ryo tidak tahu jika Pamela seorang dokter karena tidak memakai jas dokter saat ini.


"Jangan menolak kaki mu terluka, oke aku akan mengantarmu pulang." Ryo memaksa untuk mengantar Pamela karena Pamela terlihat tidak baik baik saja saat jalan.


Pamela pun ikut masuk kedalam mobil Ryo dan meminta untuk diantar kan pulang ke tempat tinggal nya. Merasa belum mengenal, pamela memilih diam di sepanjang perjalanan tapi Ryo selalu melirik Pamela tanpa sepengetahuan nya.


"Terima kasih, sudah mengantar saya pulang." kata Pamela setelah keluar dari mobil Pamela.


"Panggil namaku Ryo aja, kalau kita ketemu lagi aku ingin ditraktir minum kopi sebagai ucapan terimakasih." canda Ryo.


"Okay aku akan mengingat nya."


"Aku masih ada urusan, jadi tidak bisa mengantarmu sampai ke dalam." ucap Ryo saat melihat Pamela ternyata tinggal di apartemen.


"Aku bisa sendiri, sekali lagi terima kasih Ryo."

__ADS_1


"Semoga lekas sembuh kaki mu." kata Ryo sebelum pergi.


Ryo pun melajukan mobilnya meninggal kan tempat Pamela. Dengan langkah sedikit tertatih Pamela sampai juga di apartemen nya. Saat membuka pintu mama Ratih kaget melihat jalan Pamela seperti sedang sakit.


"Kaki kamu kenapa Mela?" tanya mama Ratih terlihat khwatir.


"Nggak apa apa mah, tadi terjatuh saat pulang." jawab Mela kare dokter, dia tahu lukanya hanya tergores dan sedikit keseleo.


"Ya udah segera obati lukamu biar mama yang ambil kotak obatnya."


"Alvin gimana mah, sudah turun demam nya?"


"Masih tidur dan sudah minum obat sih, kamu bersih bersih aja dulu sekalian obati luka di kaki mu."


Pamela pun menurut yang disuruh mama


Ratih. Pamela mengelus rambut anya kemudian ikut tertidur di samping Alvin. Hingga pagi hari Pamela terbangun merasakan kakinya masih sakit terpaksa izin cuti untuk beberapa hari.


_______________


Sudah 2 hari Pamela izin tidak masuk kerja namun saat tiba di lobby, para karyawan sibuk untuk mengikuti rapat direksi terutama dokter diharuskan mengikuti rapat penting ini.


"Nancy, ada apa?" tanya Pamela


"Oh doctor Mela, hari ini direksi akan mengadakan rapat penting dok, sebagian perawat dan semua dokter diharuskan mengikuti rapat ini." jelas Nancy.


"Oh okay thank you Nancy."


"Okay dokter Mela."


Tidak butuh waktu lama ruang rapat sudah di penuhi dokter dan perawat yang hadir. Tuan Albert memberikan sambutan dan memberikan beberapa hasil laporan rumah sakit agar semua karyawan tahu peningkatan dan penurunan rumah sakit kemudian hal yang mengejutkan bahwa Tuan Albert akan pensiun sebagai direktur rumah sakit dan akan gantikan oleh anak nya.


"Thank you, starting today I will retire and I will entrust the hospital to my son as the main director." kata tuan Albert kemudian memanggil seseorang yang tak lain adalah Richard.


"Richard, apart from my son, is also a surgeon, maybe everyone present at this meeting knows him. Richard will replace me as the chief director of this hospital." tuan Albert memperkenalkan Richard selain anak nya juga seorang dokter dan akan menggantikan posisi direktur utama setelah pensiun.


Pamela yang mendengarnya kaget ternyata dokter Richard anak pemilik rumah sakit ini. Saat Richard memperkenalkan diri, Pamela sudah tidak fokus lagi dan mengingat penolakan nya waktu itu adalah keputusan yang tepat. Rapat pergantian direktur berjalan lancar tuan Albert pun menutup rapat nya mengingat dokter harus melakukan pelayanan ke pasien.


Richard yang keluar dari ruangan rapat saat melewati Pamela tidak menoleh sama sekali.


"Dokter Mela kita harus kembali ke poli karena jam praktek sudah di mulai 30 menit yang lalu." ajak perawat Nancy.


"Okay kita langsung ke poli sekarang."


"Okay....


Beruntung nya Pamela mendapat asisten saat dinas dengan Nancy.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2