Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Takdir Yang Indah


__ADS_3

"Sayang, diluar sangat di dingin." ucap Vino memberikan selimut Pamela karena udara malam semakin dingin.


Setelah acara selesai Vino tidak membawa Pamela pulang melainkan ke salah satu kamar hotel di lantai paling atas. Pamela masih betah berdiri di tepi balkon melihat pemandangan di malam hari. Pamela masih kepikiran setelah acara selesai mereka di serbu wartawan dan dari beberapa wartawan menanyakan usia pernikahan mereka karena Alvin sudah besar.


"Jangan terlalu dipikirkan, mereka hanya mencari berita dan menggiring opini untuk membuat masyarakat penasaran." Vino membenarkan selimut yang menutup bahu Pamela karena gaun yang dipakai nya tidak cukup tebal takut Pamela sakit karena sedang hamil muda.


"Apa yang akan terjadi jika mereka tahu kebenarannya?" ungkap Pamela.


"Aku tidak akan tinggal diam, aku akan selalu melindungi keluarga kita." Vino memeluk Pamela dari belakang.


Vino tidak ambil pusing dengan pemberitaan di media nantinya tapi Vino tersenyum bahagia jika mengingat yang di bisikan jatmiko.


"Jika Pamela adalah takdir mu, maka aku menyerah. Asal kamu tahu, Pamela tidak pernah mencintai ku."


Hembusan angin malam terasa menusuk tulang tapi pelukan hangat dari Vino membuat Pamela merasa nyaman. Pamela kembali menitikkan air mata saat teringat kedua orang tuanya, seandainya masih hidup pasti mereka ikut bahagia.


"Aku nggak mau kamu terlalu banyak pikiran?" kata vino mengelus perut Pamela yang masih rata.


Vino membalikkan badan Pamela untuk menghadap dirinya.


"Kamu menangis?" vino mengusap air mata yang membasahi wajah cantik istrinya.


"Kamu kenapa hmm?" tanya vino khawatir.


Pamela hanya menggeleng kepala karena tidak ingin membuat vino khawatir.


"Sekarang semua orang tahu kamu adalah istri dari Malvino Damares. Jangan takut? aku akan melindungi kalian." ujar Vino.


Pamela kembali menitikkan air matanya, menjalani kehidupan penuh kebahagiaan bersama orang orang yang mencintainya setelah melewati masa terpuruk harus mengikhlaskan kedua orang tuanya pergi untuk selamanya.


"Aku ingin melihat mu tersenyum di hari ulang tahun ku." kata vino.


CUP


Vino mencium kedua kelopak mata Pamela meskipun masih ada sisa air mata. Pamela hanya memejamkan kedua mata nya saat bibir vino menyentuh kening nya hingga akhirnya Pamela terkejut saat bibir Vino menyentuh bibir nya dan mencium nya dengan lembut.


Udara malam yang semakin dingin dan pemandangan malam hari menambah suasana romantis.


"Tidak baik terlalu lama disini untuk ibu hamil." bisik Vino.


"Maaf, aku tidak sempat menyiapkan hadiah ulang tahun mu." ucap pamela lirih.


"Aku nggak butuh hadiah yang lain karena aku sudah mendapatkan hadiah nya." kata vino membuat pamela bingung.


"Memang nya hadiah apa yang kau dapat kan?" tanya pamela.

__ADS_1


"Ingin ku tunjukkan." bisik vino kemudian mengangkat tubuh pamela.


"Kyaa........ vino apa yang kamu lakukan?" pamela merasa kaget tiba-tiba tubuh nya serasa melayang.


Vino langsung mengangkat tubuh Pamela dan membawanya masuk kedalam. Pamela merasakan detak jantung Vino terasa kencang saat menyandarkan kepala nya di dada bidang Vino tanpa sadar Pamela mengalungkan tangan nya di leher Vino.


"Kenapa?" tanya Vino melihat ekspresi raut wajah pamela terlihat bersemu setelah ditempat tidur.


Vino menindih tubuh pamela karena ingin menggoda nya.


"Ma maksud hadiah tadi?........." pamela langsung gugup karena melihat tatapan vino yang terlihat serius tiba-tiba.


"Bagi ku mendapatkan mu adalah hadiah terbesar ditambah Alvin dan di sini....!" jari vino menunjuk ke perut pamela.


Deg


Pamela tidak bisa menyembunyikan muka nya yang tiba tiba merona.


"Your are mine...........(cups)." ibu jari Vino membelai bibir pamela yang terlihat menggoda kemudian mengecupnya sekilas.


"I love you..." ucap Vino menatap wajah cantik wanita yang dibawah kungkungan nya ini menjadi wanita satu satunya di hatinya.


"I love you too." balas pamela dengan senyum tangannya terulur menyentuh pipi vino.


Mereka kembali memadu kasih, melewati malam panjang. Vino akhirnya memiliki pamela seutuhnya, tanpa ada rasa ragu dengan ketulusan hati wanita yang dicintai nya. Masa kelam yang pernah pamela alami seakan sirna dengan ketulusan cinta hingga kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini.


_______________


Di sebuah CLUB malam, Andreas memilih menghabiskan malam nya di tempat itu.


Andreas menyadari jika semua nya sudah berubah tidak seperti dulu seperti saat ini dirinya sendirian ke tempat ini, dan sekarang kedua sahabat nya sudah memiliki kehidupan masing-masing selain berumahtangga juga mengurangi nongkrong ke tempat seperti ini. Kadang Andreas berpikir untuk tidak berpacaran dan langsung menikah tapi tidak semudah itu untuk mendapatkan wanita yang bisa berkomitmen dengan nya.


Sebelumnya sepulang dari acara vino, dika dan desi ingin nonton ke bioskop karena sudah lama mereka tidak pergi nonton. Melihat pamela dan Vino yang sedang diwawancarai media membuat mereka memutuskan pulang setelah acara selesai.


"Ndre yakin elo nggak ikut kami?" tanya dika setelah selesai acara Vino.


"Ogah gue, paling jadi obat nyamuk." seru Andreas.


"Apa perlu gue kenalin elo sama temen gue?" tanya desi.


"Temen kamu yang mana sih yang?" tanya dika antusias.


"Ada deh......." jawab desi sambil mencubit pinggang dika pelan.


"Thanks ya des, gue capek banget nih. Cabut ya...." pamit Andreas.

__ADS_1


"Okey.....


Andreas kembali meneguk minuman wine yang ditemani lantunan musik DJ kadang sesekali menggoyang kan kepala nya entah karena musik yang di mainkan DJ di club itu atau karena DJ nya seorang wanita bahkan penampilan nya menghipnotis para pengunjung di Club ini.


"Bagaimana bos perfome DJ malam ini?" tanya seorang bartender yang sudah mengenal Andreas.


Andreas hanya mengangguk kan kepala nya karena Andreas dibuat terpaku dengan keahlian sang DJ memainkan turntable dengan gaya khas nya sambil sesekali tubuh nya yang seksi ikut meliuk-liuk kan sesuai irama.


"Gue dengar paling susah ngundang DJ Rein itu karena jadwal nya sangat padat kata bos besar." ujar Martin sang bartender. "Okey, enjoy this night" tambah nya sambil menyerah kan segelas wine kepada Andreas.


Andreas meminum wine nya sesekali memainkan gelas wine itu namun mata nya tak luput memperhatikan disk joki wanita cantik itu dari jauh.


Terlihat seorang pria mendekati Rena, nama sebenarnya dari DJ Rein dan memberikan sebotol minuman. Bahkan pria itu juga memeluk Rena yang asik memainkan turntable sebelum meninggalkan nya.


Andreas langsung buang muka saat melihat nya karena yakin pria itu pasti kekasihnya.


"Gila!... hanya gue disini yang jomblo." gumam Andreas.


"Martin, bikin kan gue lagi jangan lupa tambah kan rum dan daun mint." lagi lagi Andreas memesan minuman.


"Siap bos...!." seru Martin sambil mengangkat salah satu jempol tangan nya.


Semakin malam pengunjung di club ini bertambah ramai dan Andreas terlihat sudah mabuk namun Andreas bukan tipe pemabuk parah meskipun sudah minum beberapa gelas wine.


Di sisi lain Rena berjalan terhuyung keluar dari ruang ganti sambil membawa tas milik nya. Setelah ganti perfome dengan DJ lain Rena memutuskan untuk pulang namun tubuh nya seakan ada yang aneh setelah minum air mineral yang diberikan oleh mantan pacarnya, tanpa di ketahui Rena air itu sudah di campur obat. Andreas tanpa sengaja bertabrakan dengan Rena setelah keluar dari toilet.


"Sorry....." ucap Andreas kaget orang yang ditabrak nya ternyata DJ Rein yang membuat nya terpesona.


"Ah.........tolongin gue." kata Rena lirih, tubuh nya semakin bergetar bahkan bibirnya terasa kering. Rena mengalunkan tangan nya ke leher Andreas sambil menggigit bibir nya.


Andreas melihat sekeliling tidak ada orang dan berpikir Rena sedang mabuk tapi kemana pria yang tadi memeluk nya. batin Andreas.


"Tunggu, gue akan memanggil sekuriti Club ini untuk mengantar mu." ujar Andreas.


"Please tolongin gue......" suara Rena semakin melemah, tangan nya semakin erat di leher Andreas bahkan tatapan mata Rena terlihat memerah. Rena tiba-tiba mencium bibir Andreas membuat nya kaget namun melihat wanita cantik di hadapan ini yang membuat nya terpesona Andreas tidak menolak dan membalas ciuman Rena.


DJ Rein terlihat cantik dan seksi setelah di lihat dari dekat menurut Andreas kenapa hati nya tidak menolak saat Rena mencium nya.


Mereka melakukan ciuman di lobi pintu keluar belakang club. Ciuman mereka semakin liar karena di bawah pengaruh alkohol. Rena yang merasakan di bagian bawah nya terasa sakit menginginkan lebih dari ciuman. Ya, karena pengaruh obat yang sudah di campur dengan air mineral pemberian mantan pacar nya.


Cukup lama mereka melakukan ciuman hingga tangan Andreas menekan tombol lift menuju lantai atas.


Seorang pria terlihat marah di temani beberapa pengawal mondar mandir di dekat lobi, bahkan sudah memutari gedung club itu untuk mencari seorang wanita.


"Brengsek cari sampai ketemu.........." seru pria itu.

__ADS_1


__ADS_2