Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Perayaan Ulang Tahun


__ADS_3

Karangan bunga ucapan selamat berdatangan satu persatu dari kolega maupun dari rekan bisnis, berjejer sepanjang jalan pintu masuk salah satu hotel milik Damares Group. Ya, hari ini acara ulang tahun perusahaan dan perayaan tahun ini lebih berbeda dan terlihat megah hingga membuat seluruh karyawan hotel sibuk mempersiapkan nya. Bahkan media dan wartawan sudah menunggu di luar hotel hanya untuk mendapatkan berita tentang Malvino karena berita yang beredar sebelumnya sudah memiliki istri dan anak karena Malvino tidak pernah mengumumkan pernikahan nya.


Vino dengan berbalut tuxedo terlihat sibuk menyambut kedatangan tamu undangan di temani tuan Antoni yang tidak kalah gagah dan rupawan. Banyak tamu undangan yang turut hadir dari berbagai rekan bisnis dan kolega. Sesekali Vino melihat jam ditangan nya karena Pamela dan Alvin belum terlihat bahkan mama Dewi sudah datang lebih dulu.


"Saya sangat kagum dengan pak Vino, saya beruntung bisa menjadi rekan bisnis Damares group bahkan kepiawaian anda tidak kalah dari ayah anda." kata tuan Arven saat bertemu Vino.


"Oh ya saya dengar anda berulang tahun hari ini, selamat ulang tahun pak Vino semoga semakin sukses." ucap tuan Arven.


"Terima kasih atas kedatangannya tuan Arven, semoga anda menikmati acara nya." sapa Vino saat bertemu salah satu rekan bisnis nya yang bernama Arven.


Tuan Arven adalah salah satu dari rekan bisnis yang hadir, tuan Antoni pun ikut menyambut tamu dan berbincang bincang dengan kolega yang ditemuinya.


Vino kembali melihat jam ditangan nya begitu cemas sudah pukul 7 malam Pamela dan Alvin belum terlihat bahkan tamu undangan sudah banyak yang hadir.


Andreas datang terlihat kesal ketika keluar dari mobil di parkiran hotel, Andreas melihat pria dan wanita sedang berciuman bahkan mereka melakukan ciuman di tempat parkiran meskipun mereka melakukan nya di dalam mobil.


"Huh, kenapa tidak di hotel sekalian sih? bikin mata gue ternoda." gerutu Andreas dengan santai melewati mobil itu dan masuk kedalam hotel menuju tempat acara.


"Andreas" sapa tuan Antoni saat berpapasan dengan Andreas.


"Malam om, maaf saya terlambat." ucap Andreas melihat tuan Antoni terlihat awet muda dan tampan meskipun sudah paruh baya tak heran Vino mirip dengan tuan Antoni yang berdarah blasteran juga.


"Ah nggak papa acara nya juga belum dimulai. Bagaimana bisnis usaha kamu? om dengar semakin meningkat."


"Lancar om, hanya bisnis kecil kecilan." meskipun hanya cafe tapi Andreas merintis dari nol tanpa bantuan dari orang tua hingga sekarang semakin meningkat usaha nya.


"Tidak apa apa, om suka anak muda yang seperti kamu, sangat gigih dan pekerja keras." kata tuan Antoni sambil menepuk bahu sebelah Andreas.


"Terimakasih om, kalau begitu saya menemui Vino dulu om."


"Ya...."


Sebenarnya Andreas merasa canggung ngobrol dengan tuan Antoni karena dulu saat masih memegang peran penting di perusahaan terkenal disiplin dan tegas.


"Pah, loh Andreas."


Mama Dewi menghampiri tuan Antoni karena acara segera dimulai.


"Apa kabar tante..." sapa Andreas saat mama Dewi menghampiri nya.


"Baik, loh koq nggak bawa pasangan mu?" tanya mama Dewi karena sebelumnya bertemu dika dengan Desi alias tunangan nya.


"Belum nemu yang cocok tante!" Andreas nampak berpikir panjang.


"Ah tante tahu deh, tapi truk aja gandengan masak kalah sama mereka!" goda mama Dewi membuat tuan Antoni hanya geleng kepala melihat nya.


Andreas seketika langsung pamit mencari dika saat terdengar pemberitahuan dari sang pembawa acara jika acara segera dimulai.


"Ayo mah kita bersiap, bagaimana dengan Vino?" ucap tuan Antoni.


"Vino nunggu Pamela datang katanya kena macet di jalan." jelas mama Dewi.


Terlihat Vino sangat cemas menunggu kedatangan Pamela. Pamela merasa gugup saat mobil yang ditumpangi nya memasuki pelataran hotel dan berhenti di depan lobi pintu masuk terlihat beberapa media sudah menunggu di depan hotel. Karena baru pertama kali mengikuti acara perusahaan Pamela yang tampak gugup dan penglihatan nya langsung mencari keberadaan Vino.


"Sebelah sini nona, pak vino sudah menunggu anda." ucap salah satu pengawal karena tidak ingin media mendekati Pamela sesuai perintah Vino.

__ADS_1


"Mommy, itu daddy! daddy......." teriak Alvin saat melihat Vino.


Terlihat guratan senyum di bibir Vino saat melihat Pamela dan Alvin. Pengawal yang mengantar Pamela langsung pamit sesudah bertemu dengan Vino.


"Vino......" kata Pamela.


"Ayo kita masuk, acara sudah dimulai."


"Aku...." Ucap Pamela ragu.


"Semua akan baik baik saja, sebagai istri CEO bkamu akan terbiasa dengan ini karena setiap setahun sekali perusahaan mengadakan acara peringatan ulang tahun." Vino tidak ingin membuat Pamela gugup apa lagi para media pasti mencari berita tentang dirinya.


Vino merasakan kegugupan Pamela pada saat memegang tangan nya terasa begitu dingin. Ya, malam ini mereka akan mengumumkan pernikahan Vino di publik bahkan di depan rekan bisnis dan kolega termasuk karyawan karena diantara mereka masih menganggap Vino pria lajang bahkan ada salah satu kolega yang ingin menjodohkan Vino dengan anak nya.


Sebelumnya Vino sudah memberikan klarifikasi tentang pernikahan nya namun malam ini vino ingin memberitahu kan ke semua orang termasuk karyawan perusahaan serta rekan bisnis atau kolega nya.


Pamela mengikuti langkah vino membawa nya masuk kedalam, mata nya takjub saat melihat betapa mewahnya sekedar acara ulang tahun perusahaan. Dalam hati nya Pamela merasa seperti di tempat asing karena baru pertama kalinya apalagi status nya saat ini sebagai istri CEO perusahaan.


Terlihat tuan Antoni memberikan kata sambutannya dan sekarang giliran vino yang harus ke podium sebagai CEO perusahaan.


Pamela melihat Alvin sudah duduk bersama mama dewi di meja VIP dan farhan. Pamela ikut bergabung dengan mama dewi saat Vino menuju podium.


Tuan Antoni tidak langsung turun dari panggung saat Vino memberikan pidato di atas podium.


Setelah menyampaikan pidatonya sekilas tuan Antoni memberikan kode kepada Vino dengan menganggukkan kepalanya.


"Malam ini saya hadir bersama istri dan anak saya." ucap Vino membuat suasana hening karena belum banyak yang tahu pernikahan Vino.


"Karena saya sangat mencintai istri saya oleh karena itu saya tidak ingin menghalangi impian dan cita-citanya. Untuk istriku terimakasih sudah menerimaku." ucap Vino lagi dengan mata berkaca kaca karena kebahagiaan nya.


"Selamat ulang tahun daddy." ucap Pamela dan Alvin.


''Terima kasih sayang." Alvin langsung mencium pipi Vino.


Pamela baru tahu beberapa hari yang lalu jika Vino berulang tahun tepat perayaan ulang tahun perusahaan.


Mama Dewi memeluk Vino merasa bangga dan bahagia tentunya termasuk tuan Antoni.


Vino menggenggam tangan Pamela hingga akhirnya memeluk Pamela dengan sangat bahagia.


"Kamu dan anak ku adalah kado terindah untuk ku." bisik Vino.


Vino di temani Pamela menemui beberapa rekan bisnis tak sedikit karyawan memberikan selamat termasuk Dea yang merupakan sekertaris nya.


"Selamat ya pak Vino." ucap dea.


"Terima kasih." kata Vino namun saat melihat Pamela raut wajah dea langsung masam.


Gila! cantik banget istri pak Vino. batin dea


"Kenapa dea?" tanya Vino.


"Saya lapar pak, eh! maaf pak saya mau bergabung dengan yang lain." jawab dea spontan kemudian pergi karena tidak ingin terlihat malu di depan vino dan Pamela.


"Siapa dia?" tanya Pamela melihat dea dengan pakaian ketat meskipun memakai gaun.

__ADS_1


"Sekretaris ku." jawab Vino.


"Cantik....."


"Kamu cemburu?"


"Nggak......"


Vino tersenyum melihat Pamela menunjukkan sisi cemburu nya.


"Wah kalian seperti pengantin baru terus." kata dika bersama desi menghampiri Vino diikuti farhan dan Andreas.


"Thanks kalian sudah datang." ucap Vino.


"Ya, gue sih pasti datang kalau itu acara lo." kata Andreas.


"Dasar jomblo lo." kata dika.


Mereka tertawa bersama melihat Andreas kesal. Lagi lagi Andreas kena mental sebelum nya mama Dewi menggodanya.


"Oke oke......terserah kalian deh." ujar Andreas, farhan hanya tersenyum.


"Des, bentar lagi bakalan ke pelaminan." kata Pamela.


"Doakan semoga lancar Mela."


Dari jauh jatmiko datang membawa buket bunga menghampiri mereka masih mengenakan jas dokter membuat vino kesal.


"Hai.......sepertinya aku selalu datang terakhir." sapa jatmiko.


Dika dan farhan kaget Jatmiko datang apalagi dika tahu hubungan jatmiko tidak baik dengan Vino namun berbeda dengan Andreas.


"Apa kabar dokter miko." sapa farhan, jatmiko membalas nya dengan senyum.


"Dika, farhan.... kita belum makan sepertinya di sana menu nya enak." ajak Andreas sepertinya jatmiko ingin mengatakan sesuatu kepada Vino.


"Oh, yuk sayang kita ke sana." dika tahu yang dipikirkan Andreas, desi hanya menurut.


Keheningan terjadi saat mereka hanya bertiga hingga tiba-tiba Jatmiko memberikan buket bunga kepada Pamela.


"Ini buat kamu Mela." kata jatmiko.


"Terimakasih miko." Pamela menerima buket bunga dengan ragu takut Vino marah tapi Pamela yakin tidak ada niat buruk dari jatmiko dan berpikir untuk memberi kesempatan mereka berbicara berdua.


"Sayang, aku lihat Alvin dulu ya." pamit nya dan di anggukki kepala Vino.


"Masih berani muncul di hadapan ku?" kata Vino dingin saat Pamela sudah pergi.


"Aku masih melihat mu sebagai sahabat bukan rival ku." jawab nya enteng.


"Apa artinya kamu sudah menyerah?"


"Hahaha....nggak ada arti menyerah dalam hidupku." ucap jatmiko hingga akhirnya dia membisikkan kata sesuatu kepada Vino.


"Duh lapar deh......" Jatmiko meninggalkan Vino dan bergabung bersama teman-teman nya sedang menikmati makan malam.

__ADS_1


Mereka saling mengobrol dan tertawa bersama membuat suasana semakin hangat, bukan hanya makan malam saja mereka juga disuguhi hiburan malam dari artis ternama. Perayaan ulang tahun ini merupakan yang sepesial dan mewah, tak heran jika dika ingin memakai tempat ini karena luas dan megah. Hotel milik Damares group sangat terkenal dan termegah.


__ADS_2