
Alunan musik yang terdengar begitu kencang serasa ingin memekakkan telinga, itu yang dirasakan farhan karena tidak menyukai tempat bagi orang orang yang senang menghabiskan malam dan ber eforia. Berbeda dengan Vino yang tidak merasa terganggu dengan alunan musik itu. Vino duduk di meja bartender sendirian sebelumnya hingga akhirnya farhan datang karena khawatir.
Siang itu di perusahaan Vino terlihat seperti ingin memakan orang bahkan saat rapat Vino langsung memarahi karyawan yang datang terlambat ke ruang rapat meskipun rapat belum di mulai. Farhan yang melihat sikap Vino yang tidak biasanya mencoba mengikuti Vino hingga menemukan keberadaan nya di sebuah club malam.
"Hentikan Vino! sudah banyak kamu minum alkohol." bujuk farhan tidak memakai embel-embel bos lagi karena melihat vino terus meminum alkohol.
"Sudah malam, sebaiknya kita pulang!" ajak farhan tidak ada tanggapan dari Vino.
Sudah hampir tengah malam Vino masih meminum alkohol itu bahkan ocehan farhan yang menyuruhnya untuk berhenti minum dan mengajak pulang tidak di dengarkan.
"Sial....." gerutu farhan terlihat frustasi.
Vino terlihat seperti orang yang sedang patah hati hingga beberapa wanita penghibur di club itu mencoba mendekati dan merayu Vino namun Vino tidak sedikit pun tertarik dengan wanita penggoda itu hanya alkohol yang dibutuhkan nya saat ini untuk menghilangkan rasa kecewa di hati nya.
"Hai ganteng, kamu sangat menikmati minuman itu. Apa perlu saya temani minum hmm?" ujar wanita seksi itu kemudian duduk di sebelah vino.
Terlihat farhan hanya memperhatikan wanita itu yang mencoba merayu Vino. Wanita itu langsung tergoda dengan ketampanan Vino dan yang pasti apa yang di pakai Vino terlihat orang kaya.
"Bahkan aku bisa memuaskan mu malam ini." bisik wanita itu ke telinga Vino yang tidak terdengar oleh farhan.
"Apa senikmat itu minuman nya? bahkan kau tak mau di ganggu." jari wanita itu mulai menyentuh lengan Vino dan memainkan nya seperti membuat garis lurus.
Farhan malas melihat wanita itu berusaha menggoda Vino. Saat wanita itu ingin mengambil gelas wine dari tangan Vino yang sebelumnya sudah di minum nya, tiba-tiba tangan sebelah Vino mencengkeram leher wanita itu dengan sorot mata nanar seperti ingin membunuh.
"Jangan membuat ku marah, kalau kamu tidak ingin mati." kata Vino dingin bahkan cengkeraman tangan Vino membuat wanita itu meronta kesakitan.
"Ahk kamu sudah gila ya, uhuk...." seru wanita itu karena kaget pria yang di goda nya malah mencengkeram lehernya hingga kesakitan.
Bahkan para pengunjung di club itu sontak kaget melihat Vino yang mencengkeram seorang wanita.
"Aku nggak akan melepaskan mu karena kamu milik ku, bahkan lelaki brengsek itu tidak bisa merebut mu dari ku." kata Vino dengan mata tajam nya.
Farhan mencoba menahan Vino untuk melepaskan cengkeraman tangan nya kepada wanita itu karena bisa membunuh nya.
"Lepaskan vino! kamu bisa membunuh wanita ini." seru farhan.
Beberapa saat pengawal club datang akhirnya Vino melepaskan cengkeraman tangan nya kemudian wanita itu langsung menjauh dari Vino.
__ADS_1
"Dasar pria brengsek." maki wanita itu sebelum pergi.
Farhan mendekati salah satu pengawal itu hingga akhirnya mereka pergi meninggalkan Vino dan farhan. Entah apa yang farhan katakan, yang pasti mereka tidak ingin Vino membuat keributan lagi.
Vino yang sudah mabuk berat membuat farhan kewalahan. Mata farhan menangkap salah satu orang yang bisa diandalkan untuk membawa Vino keluar dari club ini.
"Ah gila, seharusnya gue bersenang senang di club itu." gerutu Raymond kesal karena terlihat Vino tidur terlentang di kasur milik Raymond.
Ya, Raymond membawa Vino ke apartemen milik nya karena lebih dekat dari pada ke apartemen vino. Farhan pulang setelah mengantar Vino di apartemen Raymond.
Farhan berhasil membujuk Raymond untuk mengantar pulang Vino meskipun awal nya Raymond menolak dan saat ini Raymond menyesali keputusan nya karena harus merelakan kamar pribadinya di tempati Vino.
Raymond tidak habis pikir kenapa Vino pergi di club malam saat istrinya sedang hamil bahkan siang tadi Pamela pingsan
Vino bicara merancau saat tidur karena dibawah pengaruh alkohol membuat Raymond khawatir.
Dan sebaliknya Pamela terlihat khawatir karena Vino belum pulang hingga larut malam bahkan Vino menonaktifkan ponsel nya.
_________________
Pukul 11 Vino terbangun merasakan sakit kepala nya.
Vino belum sepenuhnya sadar dari bangun tidurnya namun saat membuka mata vino merasa bingung kenapa di kamar nya ada manusia menyebalkan yang tak lain adalah Raymond.
Raymond duduk di sofa seperti bos besar yang sedang menginterogasi bawahan nya.
"Bagaimana aku bisa di sini?" tanya vino terlihat sambil memegangi kepala nya karena masih terasa pusing sisa mabuk semalam.
"Memangnya ada pintu doraemon yang bisa buat jalan pintas kesini." kata Raymond ketus.
"Siapa suruh aku tidur di sini." jawab vino cuek
"Tanya saja sama asisten mu itu. Huh..... merepotkan."
Vino langsung mencari ponsel nya dan mengaktifkan kembali kemudian menghubungi seseorang untuk bertanggung jawab atas dirinya yang sudah terdampar di apartemen manusia menyebalkan ini.
"Selamat pagi bos..... " sapa orang di seberang sana.
__ADS_1
"Kamu nggak lihat ini jam berapa?" kata vino kesal.
"Maafkan saya bos."
"Huh....kamu tahu kesalahan mu farhan?"
"Maaf kan saya bos, saya meminta Raymond, sorry...... dokter Raymond maksud ku membawa pulang bos vino karena saya kewalahan menangani bos."
"Maksud kamu aku merepotkan seperti yang di bilang Raymond?" ucap Vino dengan senyum licik.
"Sebagai hukuman nya aku tidak datang ke kantor dan kamu yang menggantikan aku rapat dengan klien hari ini!" seru Vino.
"Jangan bos, saya akan menjemput............ tut... tut.... tuuut"
Vino menutup telpon nya karena tidak ingin mendengar alasan farhan dan sudah membuat farhan kesal namun masih ada Raymond, si manusia menyebalkan.
Vino kembali merebahkan tubuh nya di atas kasur karena hari ini tidak perlu ke kantor, masa bodoh dengan Raymond jika tempat tidur nya di kuasai diri nya saat ini.
"Hah, jangan bilang kamu tidak ingin pergi dari apartemen ku." kata Raymond saat melihat Vino kembali rebahan di tempat tidur milik nya.
"Suka aku lah, terus kenapa kamu belum pergi juga." kata Vino cuek.
Sebenarnya Raymond ada urusan di luar kebetulan nggak ada jadwal praktek pagi jadi sengaja datang siang ke rumah sakit.
"Enggak kerja loh....? jangan bilang lo mangkir kerja." tanya Raymond kemudian duduk di kursi dekat nakas nya.
"Enggak ada yang memarahi ku." jawab vino santai
"Tapi kenapa elo nggak pulang? pasti kakak ipar mencari mu."
Vino membalikkan tubuh nya dengan posisi tidur tengkurap tidak ingin mendengar ocehan Raymond.
"Oke..... gue pergi tapi jangan mengacaukan apartemen gue." pamit Raymond
"Oh ya satu lagi, jika elo lapar beli makan sendiri karena rumah gue bukan hotel." imbuh nya namun malah mendapat lemparan bantal dari Vino.
Sebenarnya Raymond tidak membenci vino karena kebiasaan mereka dari kecil saling mengganggu dan Raymond sering membuat kesal Vino karena kejailan nya.
__ADS_1
Setelah Raymond pergi, vino bangun kemudian duduk, dilihat nya kembali ponsel nya ada beberapa pesan dan telepon masuk terutama dari Pamela.
Vino masih kecewa jika mengingat kejadian itu, hati nya seakan masih terbakar cemburu. Rasa cinta vino sangat lah besar tapi awal hubungan dengan Pamela karena kesalahan. Semakin di lupakan semakin hati nya sakit karena rasa bersalah dan rasa suka nya membuat Vino tidak bisa melepaskan Pamela hingga akhirnya bertemu dan menikahi nya. Rupanya kebahagiaan Vino terusik saat sahabat nya kembali dan lebih menyakitkan ternyata sahabat nya masih mencintai wanita yang sudah di nikahi nya.