Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Ketahuan Hamil


__ADS_3

Kedua kalinya Pamela terbangun karena perut nya mual hebat dan benar saja saat sampai di wastafel Pamela muntah muntah lagi hingga terasa nyeri di perutnya. Sebelumnya pagi pagi tadi Mela sudah muntah.


Tok Tok Tok


"Mela dah siang nak ayo bangun sarapan bentar lagi papa dan mama berangkat kerja." panggil mama Ratih dari luar kamar sambil mengetuk pintu.


"Hoek.. hoek......


Mendengar suara itu mama Ratih langsung masuk dalam kamar yang kebetulan tidak dikunci.


"Loh masih muntah lagi ya sayang." panik mama Ratih lalu membantu Pamela di kamar mandi.


"Mah Pamela tidak kuat la....." belum selesai bicara Pamela pingsan membuat mama Ratih semakin panik.


"Pah cepat kesini, Mela pingsan pah." teriak mama Ratih sambil memegang tubuh Pamela yang sudah ambruk di lantai kamar mandi.


"Mela ayo bangun nak, kamu kenapa?" mama Ratih mencoba membangun kan Pamela.


"Pah ayo dong cepat ke sini." mama Ratih kembali teriak.


"Mela kenapa mah? apa yang terjadi?" mendengar teriakan istrinya dilantai atas membuat firman segera naik.


"Papah angkat Mela ke kasur biar mama telepon wira." mama Ratih menelepon wira yang dimaksud adalah dokter umum teman sekolah nya dulu.


Beberapa saat kemudian setelah dokter wira datang, Pamela diperiksa namun tidak menandakan penyakit serius.


"Bagaimana keadaan anak ku wira?" tanya mama Ratih setelah keluar dari kamar Pamela.


"Kamu tenang aja tidak ada penyakit serius." jelas dokter wira sebelum nya sudah menceritakan kondisi Pamela sebelum pingsan.


"Aku saran kan sebaiknya diperiksa kan lebih lanjut ke dokter kandungan biar lebih jelasnya."


"Maksud kamu, anak aku hamil wira?" tanya mama Ratih kaget dengan penjelasan dokter wira.


"Aku belum tahu pasti tapi tanda tandanya mengarah kesitu."


Mendengar penjelasan dari dokter Wira, mama Ratih terlihat syok.


"Mah...." panggil Pamela setelah sadar dari pingsan nya.


"Mela papah disini mana yang sakit?" tanya tuan firman melihat putri semata wayangnya sudah sadar.


Mama Ratih masuk kedalam kamar Pamela dengan raut muka antara sedih dan kecewa. Setelah dokter Wira pamit mama Ratih langsung masuk ke kamar saat mendengar suarap Pamela

__ADS_1


"Mah, papah mau menelepon orang kantor dulu." tuan firman menyuruh mama Ratih menemani Pamela sementara dirinya ingin menelepon untuk mengabarkan dirinya tidak datang ke kantor.


Mama Ratih mendekat ke Pamela yang berbaring dengan air mata.


"Mela katakan sama mama apa kamu hamil nak?" tanya mama Ratih membuat Pamela berdebar kencang saat mama nya tahu dirinya hamil.


"Mah...." Mela langsung memeluk mama nya dengan tangis yang sudah tidak bisa ditahan lagi. "Maafkan Mela mah...."


"Apa maksud nya? katakan sama mama, dengan jujur kalau di rahim kamu ada seorang bayi Mela."


"Mela minta maaf mah....."


"Apa itu benar Mela?" suara tuan firman menyahut dari luar hingga masuk kedalam.


"Papah maafkan Mela."


"Jadi benar kamu hamil nak?" tanya tuan firman lembut kemudian memegangi dada sebelah kiri dan langsung ambruk ke sofa yang ada didalam kamar.


"Papah....." teriak Pamela dan mama Ratih mendekat ke sofa dimana tuan firman terduduk.


Akhirnya mama Ratih membawa tuan firman ke rumah sakit karena semenjak kembali berobat dari Singapura tidak kontrol ke dokter.


"Pah, Mela mohon papah bertahan kita akan ke rumah sakit." Mela khawatir keadaan papah nya.


Terdengar suara dari luar rumah setelah dibuka ternyata Desi dan Bona yang datang, setelah selesai ujian mereka tidak masuk sekolah mereka pun memilih datang ke rumah Pamela.


"Loh kenapa sama om firman, Tan?" tanya Desi saat melihat mama Ratih memapah tuan firman kemudian ikut membantu nya menuju ke dalam mobil yang sudah ada Pamela di bagian pengemudi bersama Bona.


"Ini mau membawa om firman ke rumah sakit." jawab mama Ratih


Setelah semua masuk kedalam mobil lalu Pamela mengendarai mobil papahnya dengan hati hati hingga sampai ke rumah sakit.


"Dokter, suster tolong suami saya." teriak mama ratih setelah sampai di pintu masuk emergency rumah sakit, datang 2 perawat dengan membawa brankar menghampiri kemudian membawa tuan firman kedalam untuk dilakukan pemeriksaan.


"Mah bagaimana papah?" tanya Pamela mendekat ke mama Ratih setelah memarkirkan mobilnya.


"Elo tenang aja Mel, dokter sudah melakukan perawatan buat om firman." kata Bona menenangkan Pamela sementara Desi menemani mama Ratih.


Dan sekarang mereka sudah ada di depan ruang ICU dimana tuan firman dirawat sekarang, setelah beberapa saat dokter yang memeriksa keadaan tuan firman mengatakan jika kesadaran tuan firman menurun dan harus di rawat secara insentif.


Terlihat wajah kesedihan Pamela melihat papah nya terbaring lemah di ruang ICU dari balik kaca jendela, begitu pun mama ratih. Mama ratih menangis sedih saat melihat suaminya terbaring di ruangan yang tidak bisa didampingi nya. Pamela tak kuasa melihat kesedihan mama nya dan berpikir semua terjadi karena dirinya.


Disinilah Pamela duduk di taman yang terdapat di rumah sakit dengan berurai air mata dan perutnya tiba-tiba kembali terasa mual.

__ADS_1


"Maafkan Mela pah, semua karena Mela." gumam Pamela.


"Mel, elo harus sabar dan kuat jangan menyalahkan diri elo" Desi datang menyusul Pamela ke taman sementara Bona mendampingi mama Ratih.


"Papah begini gara gara gue, gue bukan anak yang baik." Pamela memeluk Desi setelah duduk di samping nya, tiba-tiba perut Mela terasa mual lagi. "Hoek.... hoek..." Pamela menutup mulut nya saat terasa ingin muntah membuat Desi khawatir.


"Mel, elo kenapa? elo sakit kita berobat sekalian mumpung masih di rumah sakit." tanya Desi malah membuat Pamela menangis.


"Gue enggak sakit Des, tapi gue hamil." gumam Pamela dengan suara tangisnya untung nya di taman tidak terlalu ramai orang.


"Apa!? elo hamil? gue nggak salah dengar kan Mel?" suara kaget Desi. "Oke elo harus tenang Mel jangan nangis gue ngerti pasti ini berat untukmu."


"Gue hamil Des, gue takut....." Pamela semakin terisak kemudian setelah tenang dirinya kemudian menceritakan kejadian waktu itu pada sahabat Desi.


Di lain tempat vino masih baru bangun dari tidurnya padahal matahari sudah terlihat tinggi.


"Pagi mah...." sapa vino dengan mencium pipi wanita yang duduk di ruang keluarga.


"Vin kamu pulang mabuk ya tadi malam, papah marah sama kamu?" kata mama dewi. Setelah ujian selesai vino, Andreas dan Dika pergi ke Bar hingga pulang larut dengan meminum alkohol.


"Papah kenapa sih mah? Vino kan cuma ngerayain selesai ujian aja mah, sama teman vino."


"Heleh kalo mau ngerayain itu kalau terbukti sudah dinyatakan lulus lah ini baru selesai ujian, awas aja kalau nggak lulus mama akan coret kamu dari KK." ancaman mama dewi hanya bercanda karena anak satu satunya susah diatur.


"Apaan sih mah nggak lucu." jawab Vino kesal dengan candaan mama nya, Vino meraih remote TV yang ada di meja kemudian menyalahkan TV serial kartun.


__________


Malam hari Pamela dan mama Ratih yang ditemani Desi dan Bona ikut menunggu di ruang tunggu. Entah kenapa ruangan itu terasa sunyi hanya kesedihan yang terasa. Pamela mencoba melihat keadaan papah nya meskipun dari balik jendela. Mama Ratih saat ini menemani tuan firman yang berada di ruangan steril itu setelah mendapat kan izin dokter.


"Pah, papah harus kuat, mama ingin papah cepat sembuh." mama ratih menggenggam tangan tuan firman.


"Apapun yang terjadi kita menyayangi anak kita pah." mama Ratih mulai menitikkan air mata.


"Mungkin ini cobaan buat keluarga kita pah."


"Kami menunggu kesembuhan papah, dan maafkan mama dan Pamela ya pah kalau ada salah sama papah."


Mama Ratih menangis tatkala melihat suaminya yang memakai alat begitu banyak di tubuh nya. Dan tiba-tiba tubuh tuan firman seperti terhempas lalu di monitor terlihat garis lurus membuat mama Ratih panik dan memanggil dokter dengan memencet tombol pemanggil.


Datang beberapa perawat dan dokter yang merawat tuan firman masuk kedalam ruangan tak luput dari pandangan Pamela dan ikut khawatir dengan keadaan papahnya.


Setelah dilakukan pemeriksaan dan detak jantung, dokter menyatakan kalau tuan firman sudah meninggal. Tangis histeris mama Ratih dengan memeluk tubuh kaku tuan firman disusul Pamela setelah mengetahui papah sudah tiada, kesedihan juga dirasakan oleh Desi dan Bona. Rencana pemakaman dilakukan pagi hari mengingat malam sudah larut. Dan pagi nya banyak tetangga, rekan maupun kawan mama Ratih dan almarhum papah nya datang mengucapkan belasungkawa setelah mendengar tuan firman sudah berpulang dan saat pemakaman banyak dihadiri para pelayat.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2