Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Ada Rasa Kebahagiaan


__ADS_3

Pamela makan seblak dengan lahap nya bahkan Pamela pesan seblak yang pedas.


"Gila! nanti sakit perut mu, Mel." Desi khawatir karena lihat Pamela bersemangat makan seblak yang cukup pedas menurut nya.


"Nggak tahu nih rasanya enak banget...." jawab Pamela.


"Gue yang level 2 aja dah pedas banget gila...." oceh Bona dengan keringat akibat kepedasan.


"Mel, elo dah periksa ke dokter kandungan belum?" tanya Desi, Pamela hanya menggelengkan kepala karena masih makan.


"Sejak papa sakit sampai sekarang gue belum ada pemeriksaan ke dokter kandungan rencana nanti sore sama mama." jelas Pamela sambil menyelesaikan makan seblak nya.


"Mel, apa yang kau rasakan saat ini." pertanyaan Bona membuat Pamela menghentikan makan nya.


"Sejujurnya gue merasa malu dan marah dengan diri gue tapi setelah melihat mama, gue jadi bangkit lagi walaupun waktu tahu gue hamil saat itu hatiku hancur hingga menyebabkan papa meninggal, tapi berkat dukungan mama dan kalian gue bisa menjalani hidupku hingga saat ini. Setelah kelulusan ini gue akan ke Sydney ikut tante Rani dan gue akan membesarkan bayi yang tak berdosa ini." Pamela terlihat sedih.


"Hah elo mau pindah ke Sydney?" tanya Desi.


"Iya....." jawab Mela.


"Aah pasti kita akan merindukanmu dan ponakan ku...." ujar Bona lalu memeluk Pamela diikuti Desi, mereka saling berpelukan.


"Serius elo tidak akan mengatakan ke Vino." tanya Desi penasaran.


"Sudah ku bilang, gue tak akan meminta pertanggungjawaban dari cowok itu." jawab Pamela serius.


"Salut gue sama elo Mel, tegar dan kuat." kata Desi.


"Berkat kalian juga gue bisa sekuat ini. Semoga nggak ada yang tahu gue hamil di sekolah." Pamela merasa senang mempunyai sahabat seperti mereka.


Mereka pun melanjutkan belanja setelah makan. Mata Mela tak berkedip saat melihat toko baju anak bayi.


"Mela kau kenapa?" tanya Desi.


"Lucu banget kaos kaki bayi itu." kata Mela tangannya menunjuk ke kaos kaki dan sarung tangan bayi warna biru.


"Ya udah kita lihat ke dalam yuk, gemes juga gue lihat baju bayi itu." mereka pun masuk kedalam toko baju bayi itu setelah merasa capek berkeliling mall mereka pun pulang.


Setelah pulang dari mall Pamela dan mama Ratih pergi ke dokter kandungan untuk memeriksa kandungan Pamela untuk pertama kalinya.


"Mah, Mela takut." kata Mela karena baru pertama kalinya ke dokter kandungan.


"Kamu tenang aja dokter nya teman om wira." Mama Ratih mencoba menguatkan Pamela agar tidak cemas.


"Dengan pasien Pamela Ridhliani, silahkan masuk." panggil seorang perawat juga sebagai asisten dokter kandungan yang bernama Fara.


"Mah......" Pamela menggenggam erat tangan mama Ratih.


"Oke, kita masuk ke dalam." ajak mama Ratih.

__ADS_1


Setelah masuk kedalam, dokter Fara memeriksa perut Pamela.


"Pamela, kamu bisa lihat janin nya bagus dan berkembang dengan baik, usia kandungan nya sekarang sudah 4 minggu." dokter Fara menunjukkan janin kecil yang berada di monitor ultrasound USG. Pamela serasa ingin menangis saat melihat janin yang di rahim nya terlihat saat di USG.


"Iya dokter, Pamela lihat." mama Ratih menggenggam tangan Pamela untuk menguatkan hatinya.


"Jangan terlalu capek ya! karena usia hamil muda sangat rentan dan makan yang bergizi." jelas dokter Fara.


"Baik dokter, terima kasih." mama Ratih yang menjawabnya karena Pamela masih tertegun dengan apa yang dilihatnya.


"Kalau begitu ini ada resep vitamin, apa masih sering mual ya?" tanya dokter farani.


"Masih dokter tapi tidak seperti awal awal saat hamil." jelas Pamela


"Baiklah saya tambahkan resep obat untuk mual nya, silahkan di tebus di bagian apotek." jelas dokter Fara menyerah kan resep dan hasil USG.


"Terima kasih dokter fara kami permisi." ujar mama Ratih.


"Sama sama bu Ratih." balas dokter fara dengan tersenyum.


Setelah keluar dari tempat dokter fara, Pamela ada rasa bahagia ternyata jadi ibu mengandung ada kebahagiaan tersendiri meskipun hamil tanpa pasangan yang mendampingi tapi hatinya tergelitik jika suatu saat nanti anak nya tumbuh besar apa yang akan dikatakan mengenai ayah nya. Maka dari itu Pamela ingin membesarkan bayi yang tak berdosa ini dan tak ada niat untuk menggugurkan nya karena diluar sana masih ada yang susah ingin punya anak.


Saat Pamela keluar dari ruangan dokter kandungan ternyata salah satu teman dekat jesy yang bernama Nia melihat nya dan pikiran nya langsung menerka nerka tentang Pamela tak lupa langsung meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Iya halo...." suara jesy jauh seberang sana.


"Apaan?... "


"Gue lihat Pamela ke dokter kandungan gaes."


"What!? elo hamil...."


"Bukan gue bego tapi Pamela!. Gue lihat baru keluar dari dokter kandungan."


"Serius loh awas aja kalau lo rabun lihat nya, wkwkkw......."


"Iya gue serius anjrit..."


"Kampret lo, terus ngapain lo di rumah sakit!?"


"Gue antar nyokap checkup lah."


"Ooh...."


"Oke, bye......" Nia langsung menutup ponselnya.


"Kamu lagi nelpon siapa?" tanya mama nya nia


"Telpon jesy mah, sudah siap?" jawab nia.

__ADS_1


"Iya... yuk kita pulang keburu malam." ajak mamanya.


Sesampai nia di parkiran terlihat mobil HR-V putih melaju meninggalkan parkiran dan didalam mobil ada Pamela.


________


Saat ditelepon Jesy dan meisya rupanya sedang nongkrong bareng di cafe favorit mereka.


"Mantap, gue dapat info keren." gumam jesy dengan senyum kepuasan setelah menutup telepon dari Nia.


"Kenapa lo, cengar-cengir gitu? info apaan tuh?" tanya meisya saat melihat jesy terlihat senang.


"Gue dapat info penting dari nia, tadi saat ngantar nyokap nya checkup lihat Pamela dari dokter kandungan jangan jangan dia hamil." ujar jesy.


"Rabun nggak temen lo itu, tapi kan sepupu lo waktu itu nggak bisa datang terus dia hamil sama siapa tuh?" setahu meisya sepupu jesy tidak bisa datang waktu itu saat di suruh untuk menerawani pamela yang sudah di kasih obat sama mereka.


"Iya ya betul juga elo, terus sama siapa dia hamil atau setelah bokap nya meninggal di nikahkan buat bayar hutang wkwkwk....." ejek jesy.


"Beberapa hari yang lalu gue lihat dia keluar dari apotik apa dia beli obat untuk gugurin kandungan atau apa tapi gue nggak kepikiran kesitu, sapa tahu dia beli obat untuk bokap nya kan waktu itu bokap nya belum meninggal."


"Gue nggak mau tahu semoga aja info dari nia kampret ini akurat."


"Lo mau buat rencana apa lagi?"


"Rahasia, pas banget besok katanya pengumuman kelulusan kan." jesy tambah senang akan rencana nya besok.


"Dasar, segitu bencinya lo sama dia."


"Biarin, gue nggak mau selalu di belakang. Terus gimana aksi tembak cinta lo kemaren? pasti gatot ya alias gagal total wkwkwk...."


"Sialan lo, gue ditolak puas kau! tapi gue heran, cuma cowok itu yang susah ditaklukkan." jelas meisya sambil meminum fruit tea yang dipesan dari cafe itu.


"Cowok itu kan belum lama pindah ke sekolah kita dan gue denger dia pindahan dari Australia. Ya pasti cewek di sana lebih keren dan pastinya......menantang" jesy senang memprovokasi sepupu ini.


"Maksud lo gue harus terlihat seksi di depan mata Vino? kurang seksi apalagi gue."


"Bener sih, lo dah cantik seksi. Pas didepan Vino, lo buka kancing baju atas lo Hahaha....."


"Kampret lo punya sepupu nggak ada otak." meisya kesal. Meisya memang cantik tapi dandanan nya selalu menor dan tak luput pakaian seragam yang dipakai terlihat ketat di sekolah.


"Bomat, yang penting gue senang hari ini..." ujar jesy akan rencana nya besok.


Mereka pun melanjutkan makan dan minum menu yang sudah dipesan nya.


__


___


Yuhuu.... kita tunggu apa rencana jesy slanjutnya, jangan lupa vote, like dan komentar nya, Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2