Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Kemarahan Rudi


__ADS_3

"Brengsek, ternyata dia menjalin hubungan dengan wanita lain." gumam tuan Rudi saat melihat Vino menggandeng seorang wanita di restoran tempat dirinya makan siang dengan rekan bisnisnya.


Siang itu tuan Rudi bertemu rekan bisnis nya di restoran ternama. Tanpa sengaja tuan Rudi melihat Vino menggandeng seorang wanita keluar restoran yang sama dengan dirinya membuat tuan Rudi tidak dapat melihat wajah wanita itu.


"Maaf, ada apa tuan Rudi." tanya rekan bisnis tuan Rudi seperti lagi kesal.


"Oh no problem tuan Bara, bukan masalah serius kita lanjutkan makan nya."


Aku harus menanyakannya dengan Antoni dan mempercepat pernikahan. batin tuan Rudi.


Pukul 7 malam Pamela baru selesai dari praktek di poli nya dan memutuskan untuk pulang. Sesampai di pintu lobi mobil yang di kendarai farhan menghampiri Pamela.


"Sudah mau pulang?" tanya Vino.


"Eh......." Pamela terkejut Vino membuka pintu mobilnya.


"Aku menunggu mu, ayo kita pulang." ajak Vino.


Pamela masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang bersama Vino. Tapi entah kenapa arah jalan nya bukan ke rumah Pamela.


"Kita mau ke mana?" tanya Pamela bingung sebenarnya diajak pergi kemana bukan arah pulang takut Alvin menunggu nya.


"Kamu takut......" Pamela menggeleng saat mobil memasuki perumahan mewah.


Hingga beberapa saat mobil yang mereka tumpangi masuk ke rumah mewah.


Farhan turun dari mobil dan diikuti Vino


"Seperti nya tuan ada tamu bos." bisik farhan kepada Vino.


"Ya, aku sudah tahu." Jawab nya sambil membuka pintu mobil untuk Pamela.


Farhan kemudian masuk ke mobil dan memilih pulang.


"Vin, aku......" kata Pamela ragu.


"Jangan takut aku di sampingmu." Pamela terlihat ragu hingga genggaman tangan nya sangat erat.


Pamela menyadari jika dirinya sekarang berada di kediaman tuan antoni. Meskipun tanpa persiapan namun Pamela tetap terlihat cantik dengan memakai kemeja dan rok selutut.


"Selamat malam mah, pah, om dan tante." sapa Vino masih menggandeng tangan Pamela.


Suara vino mengejutkan semua orang yang berada di ruang tamu kecuali Bona.


Pamela juga terkejut melihat Bona dan orang tuanya berada di rumah Vino.


Apa orang yang dijodohkan dengan Vino adalah Bona. batin Pamela.


"Vino kamu sudah datang?" tanya mama Dewi.


"Vino apa apaan kamu, kenapa membawa wanita pulang ke rumah. Mereka sudah menunggumu." kata tuan antoni karena tidak mengenal Pamela jika dirinya pernah jadi pasien Pamela.


"Pah, mah, kenal kan ini Pamela." kata Vino namun tuan Rudi terlihat kesal.


"Vino! maksud kamu apa?" suara tuan Rudi dengan kesal.


"Maaf om Rudi dan tante rina, wanita yang akan ku nikahi adalah Pamela."


"Bona, bukan kah dia teman kamu?" tanya tuan Rudi.


"Selamat malam om Rudi dan tante Rani." sapa Pamela namun tuan Rudi tidak menghiraukan berbeda dengan Rani yang tersenyum ramah.

__ADS_1


Bona yang ditanya hanya menunduk karena tahu pasti ini akan terjadi dan sekarang sudah terbukti.


"Bona!!........apa kamu juga sudah tahu kalau Vino punya hubungan dengan Pamela." bentak tuan Rudi seketika membuat Pamela mengangguk.


Semua mata tertuju pada Bona kecuali Pamela yang menunduk karena situasi saat ini dimana ia harus dihadapkan dengan orang tua Vino justru ada keluarga bona juga.


"Pah sudah, sebaiknya kita pamit pulang." ajak Rani.


"Sial!!........jadi aku tidak salah lihat siang tadi." maki tuan Rudi. "Anton bagaimana ini? kami pamit pulang dan besok saya minta penjelasan mengenai kelanjutan rencana perjodohan ini. Selamat malam!" kata tuan Rudi kemudian beranjak dari duduknya kemudian meninggalkan ruang bersama Rani dan bona.


"Sorry Rud, besok akan saya kabari." kata tuan antoni sebelum Rudi pergi.


Kemudian terdengar suara mobil keluar meninggalkan kediaman tuan antoni.


Pamela masih menunduk kan kepala karena takut untuk bertatap muka dengan kedua orang tua Vino.


"Oh ya Vino, bawa Pamela duduk kesini!" suruh mama dewi.


Saat mama Dewi meminta Pamela untuk duduk, Vino pun ikut duduk disebelah Pamela yang berhadapan dengan mama dewi dan tuan antoni.


"Mah, Pamela lah wanita yang selama ini Vino cari dan wanita yang sudah melahirkan anak Vino." jelas Vino.


"Apa!!....jadi kamu wanita yang sudah membuat anak mama ini jadi penurut." seru mama Dewi dan tuan antoni pun kaget karena teringat Vino yang dulu susah diatur dan menjadi anak penurut meskipun sifatnya yang dingin.


"Se selamat malam om dan tante." sapa Pamela gugup.


"Ya ampun Vino jadi kamu sudah menemukan nya." kata mama Dewi senang.


"Vino, kamu tahu kesalahan mu? dan papah tidak ingin menghalangi kalian tapi papah dan Rudi sudah merencanakan perjodohan dengan Bona." ucap tuan antoni.


"Pah maafkan kesalahan Vino tapi Vino hanya ingin menikah dengan Pamela."


"Bukankah Pamela ini dokter yang pernah merawat papah waktu itu." jelas mama Dewi teringat Pamela yang menggantikan dokter Reza yang pensiun.


"Iya om, saya single parents." jawab Pamela gugup


"Pah......anak dokter Mela adalah cucu papah." tegas Vino.


"Maksud kamu?????...." mama Ratih terkejut kemudian hati nya senang.


Mama Ratih kemudian memeluk Pamela.


"Benarkah aku sudah memiliki cucu? kapan mama bisa bertemu dengan nya." tanya mama Dewi bahagia kemudian meregangkan pelukannya dan tuan antoni mulai reda amarah nya.


"Papah istirahat dulu mah." Tiba-tiba tuan antoni berdiri dari tempat duduk nya dan melangkah pergi.


"Iya mah, lusa mama pasti bertemu dengan nya, jangan khawatir." jelas Vino. "Vino harap mama dan papah merestui hubungan kami."


"Aku ganti baju sebentar." Vino kemudian pergi ke kamarnya untuk mengganti baju.


"Tante senang kamu mau menerima Vino dokter Mela bahkan sudah membesarkan anak Vino meskipun dulu pernah....." ujar mama Dewi ragu.


"Iya tante, Mela juga minta maaf karena dulu saya lebih memilih pergi keluar negeri dari pada menerima pertanggungjawaban Vino." jelas Pamela.


"Ya tante ngerti apa alasan mu waktu itu karena anak tante masih sekolah dan badung." ucap mama Dewi.


"Maaf tante, saya pamit pulang karena sudah malam." pamit Pamela saat Vino sudah kembali dengan pakaian formalnya.


"Loh sudah mau pulang?" tanya mama Dewi.


"Iya mah takut Alvin menunggu nya." kata Vino.

__ADS_1


"Oh nama cucu mama Alvin ya...." mama Dewi senyum bahagia.


"Vino, sering ajak dokter Mela ke rumah ya..." pinta mama Dewi.


"Terus gimana dengan papah, mah? dan perjodohan itu?" tanya Vino.


"Soal papah itu urusan mamah, hati hati antar dokter Mela."


"Terima kasih mah." ucapnya sebelum pergi lalu menggandeng tangan Pamela dan mengantar pulang.


Sepanjang perjalanan pulang Pamela memilih diam teringat kebencian dari orang tua sahabat nya itu. Hingga sampai tiba di rumah nya.


"Maaf tidak memberitahu mu jika aku membawa kamu ke rumah dan bertemu mereka." kata Vino saat mereka masih didalam mobil.


"Ya....." kata Pamela.


"Aku hanya ingin menunjukkan jika wanita yang akan ku nikahi itu adalah kamu." tambah nya.


"Alvin pasti menungguku." ujar Pamela akan keluar dari mobil Vino.


"Mela...." Vino menarik tubuh Pamela ke dalam pelukan hingga menempel ke dada bidang nya.


"Vin, mereka pasti sudah menunggu ku didalam." gumam Pamela saat Vino memeluk nya.


"Janji padaku, selalu di sisiku." Vino melepas pelukan nya kemudian memegang kedua bahu Pamela untuk menyakinkan Pamela.


Pamela mengangguk kan kepala saat tatapan mata Vino begitu tulus dengan ucapan nya.


"Terima kasih." Vino mencium kening Pamela dengan lembut membuat wajah Pamela blushing.


"Kamu hati hati pulangnya."


"Iya....."


Pamela turun dari mobil Vino dan segera masuk kedalam rumah sementara Vino belum pergi sebelum Pamela benar-benar sudah masuk ke rumah nya.


__________


"Brengsek kau Vino, menolak anakku dan memilih wanita lain." maki Tuan Rudi.


Praank prank


Terdengar suara benda jatuh di ruang kerja ternyata tuan Rudi melampiaskan kekesalan nya di ruangan itu. Sepulang dari rumah sahabat nya itu tuan Rudi terlihat kesal dan marah karena penolakan Vino dan memilih wanita lain daripada anak nya.


"Pah, apa yang papa lakukan?" tanya Rani.


Terlihat benda yang biasa nya di meja suami nya sudah berserakan bahkan laptop yang biasa untuk kerja suaminya sudah di bawah meja dan rusak.


Rasa ketakutan Rani terjadi karena semenjak suami nya pulang dari rumah Antoni terlihat kesal dan marah dan sesampainya di rumah suami nya langsung ke ruang kerja. Sedangkan bona memilih duduk di sofa ruang tamu karena merasa bersalah ikut menolak perjodohan papah nya tapi di sisi lain Bona ingin Pamela bersama Vino saat melihat Vino mendekati Pamela dan diantara mereka sudah memiliki anak diluar nikah.


"Pah, tolong redakan emosimu. Mama khawatir kesehatan papah nantinya." ucap Rani dan tuan Antoni terlihat duduk di kursi kerja nya dengan tangan memegang kepala.


"Mah apakah ini yang jadi alasan bona memilih menolak perjodohan ini?" tanya tuan Rudi kemudian.


"Pasti bona ada alasan lainnya pah dan Vino pun dekat dengan Pamela pasti Bona sudah mengetahui nya karena tidak ingin merusak hubungan sahabat nya itu. Apa papah lupa mereka bersahabat waktu sekolah dulu?"


"Tapi mah, papah berharap jika Vino bisa jadi menantu kita."


"Papah jangan memaksakan kehendak papah deh, jangan karena papah bersahabat lama dengan Antoni terus papah jadi ambisius banget pengen anak kita harus menikah dengan anak nya."


"Ah mamah tau apa....?" ucap tuan Rudi kemudian berlalu meninggal kan ruang kerja nya. Rani hanya sedih dengan sikap suaminya itu kemudian menyusul suaminya yang terlebih dulu meninggal ruangan itu.

__ADS_1


Bona masuk kedalam kamar nya karena keadaan kedua orang tuanya yang tidak baik setelah kejadian di rumah tuan Antoni.


__ADS_2