Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Usaha Dokter Richard


__ADS_3

Hari hari yang dijalani Pamela membuat nya sibuk meskipun single parents, untung nya Alvin sudah bisa mengerti dengan kesibukan mommy nya karena ada mama Ratih yang ikut menjaga dan merawat Alvin. Dan pihak rumah sakit tidak terlalu mempersulit jika karyawan nya ada yang sambil kuliah pasca sarjana seperti Pamela ini.


"Mela...." panggil dokter Hendra saat melihat Pamela akan jalan menuju poliklinik karena hari ini pamela tidak dinas di emergency melainkan jaga ruangan dan poliklinik.


"Selamat pagi dokter Hendra." sapa Pamela saat dokter Hendra memanggil nya.


"Selamat pagi, oh ya saya dengar kamu dah mulai kuliah ambil spesialis ya?" tanya dokter Hendra.


"Iya dokter sudah beberapa minggu yang lalu mulai kuliahnya" jawab Mela karena baru ketemu dokter Hendra.


"Oh bagus lah saya akan selalu mensuport kamu." kata dokter Hendra tidak ada niatan buruk dengan Pamela karena sudah menganggap seperti anak nya.


"Terima kasih dokter Hendra, saya ingin sukses seperti dokter Hendra karena menjadi dokter memang cita cita saya dari kecil." ujar Pamela.


"Ya udah sebelum poli buka kamu menemani saya visit ke ruangan sekalian belajar." ajak dokter Hendra.


"Baik Dokter."


Saat dokter Hendra dan Pamela sedang mengobral Richard datang menghampiri mereka.


"Good morning doctor Hendra." sapa Richard membuat dokter Hendra dan Pamela menoleh.


"Oh doctor Richard, good morning." jawab dokter Hendra.


"Mela sudah kenal ini dokter Richard, salah satu dokter bedah terbaik di rumah sakit ini." ujar dokter Hendra ke Pamela sementara Richard hanya tersenyum.


"Hi doctor Pamela nice to meet you again." Richard langsung mengapa Pamela membuat dokter Hendra heran mereka bisa kenal.


"Eh..... yes it's nice to meet doctor Richard." Pamela menjawab sapaan Richard dan tahu dokter Hendra jika merasa heran dengan sapaan Richard tadi.


"Wait! you already know each other, hopefully you will be a good collaboration partner when carrying out your duties as patients." kata dokter Hendra merasa senang saat tahu mereka saling mengenal dan berharap menjadi partner saat kolaborasi menangani pasien karena sebentar lagi Pamela menjadi dokter spesialis juga.


"Yes, one day we can become partners not only as doctors but also as friends." jawab Richard membuat dokter Hendra tersenyum.

__ADS_1


"Sorry doctor Richard, I and Pamela will have a visit to my patient's room. To talk about it, we will continue later." ujar dokter Hendra setelah melihat jam tangan nya waktu untuk visit keruangan pasien sudah tiba waktu nya.


"Oh of course doctor Hendra please because I also have an operation scheduled this morning too." balas dokter Richard karena pagi ini juga ada jadwal operasi sebentar lagi.


"Oh doctor Pamela, how about we have lunch together this afternoon." Richard mengajak makan siang nanti ke Pamela.


"See the time later, Doctor Richard, because I'm on duty at the polyclinic." jawab Pamela.


"Oh okay I will wait doctor Pamela's free time." kata dokter Richard karena berharap bisa mengobrol berdua dengan Pamela sementara dokter Hendra lagi lagi tersenyum mendengar nya.


"Sorry doctor Richard, doctor Hendra's visit has arrived and I will be his assistant today." kata Pamela saat melihat dokter Hendra sudah melihat jam tangan nya karena jam visit dokter Hendra sudah tiba dan beralasan menjadi asisten nya hari ini.


"Oh okay good job doctor Hendra and Pamela." balas Richard karena sebenarnya juga harus segera ke ruang operasi.


Pamela mengikuti langkah dokter Hendra menuju ruangan pasien pasien nya yang dirawat. Pamela melihat dokter Hendra memberikan ulasan kepada pasien atau keluarga pasien dengan begitu ramah dan dengan telaten, banyak pasien yang dirawat dokter Hendra sangat senang dengan pelayanan nya. Pamela bisa belajar dengan dokter Hendra bahkan dokter Hendra selalu menyampaikan hal hal yang bisa Pamela pelajari nanti nya karena tahu Pamela mengambil kuliah spesialis jantung seperti dirinya.


"I wish you a speedy recovery, Mr. Adamson, always in the spirit." kata dokter Hendra kepada pasien yang di ruangan VVIP yang bernama Mr Adamson itu seperti nya seorang bos besar tapi begitu menurut dengan dokter Hendra karena sudah lama berobat dengan dokter Hendra hingga sekarang ini.


"Yes, thank you doctor Hendra I will always remember the doctor's message." jawab Mr Adamson dengan tersenyum.


Setelah keluar dari ruangan VVIP tadi Pamela masih mengikuti dokter Hendra. Tapi jam praktek poliklinik sebentar lagi, Pamela harus segera ke sana.


"Bagaimana menurut mu Mela dengan beberapa pasien yang sudah kita kunjungi tadi?" tanya dokter Hendra sambil jalan.


"Iya saya mengerti dokter Hendra,dengan berbagai keluhan yang dirasakan pasien tidak sama." jawab Mela.


"Oleh sebab itu cara pengobatan selain dari medis dan obat tapi kita juga harus memberi pelayanan kepada mereka dengan baik karena bisa membantu penyembuhan mereka jika belum waktunya. Anggap pasien seperti keluarga kita sendiri tanpa mempedulikan derajat mereka."


"Iya dok saya mengerti."


Begitu lah dokter Hendra jika dengan pasien pasien nya yang berobat kepadanya selalu ramah dan baik hingga pasien tak pernah menyesal berobat dengan nya apalagi di negara ini.


''Maaf dokter saya harus ke poli karena jam praktek sudah mulai."

__ADS_1


"Oh iya Terima kasih Mela sudah menjadi asisten saya hari ini."


"Iya dok, saya juga senang bisa belajar sekaligus dengan dokter." Dokter Hendra hanya mengangguk kan kepala kemudian Pamela belok kearah poli sementara dokter Hendra masih ada visit beberapa pasien lagi.


Pasien poli tidak begitu ramai biasanya banyak yang berobat langsung ke emergency hingga jam makan siang pun tiba.


"The patient is finished we can have lunch doctor." kata perawat yang menjadi asisten Pamela hari ini.


"Okay you can go to lunch now." suruh Pamela kepada perawat itu untuk pergi makan siang.


"Okay thank you doctor." perawat itu pun ikut pergi meninggalkan poli untuk makan siang tapi saat baru keluar dari ruangan poli terlihat dokter Richard menghampiri Pamela.


"Hi doctor Mela, can you have lunch with us." ajak dokter Richard.


"Oh sure, let's doctor have lunch now." jawab Pamela karena sudah waktunya juga untuk makan siang selesai dari poliklinik.


Mereka jalan menuju kantin bahkan suasana di kantin terlihat ramai para karyawan yang ingin makan siang meskipun ramai tapi suasana terlihat santai dan hening tidak bising. Pamela pun mengambil makanan yang tertera halal sedang kan Richard hanya mengambil spaghetti dan coffee latte Beberapa orang yang di kantin memperhatikan mereka karena Pamela bisa makan bersama dengan anak pemilik rumah sakit bahkan Pamela tidak menyadari nya memang Pamela tidak tahu jika dokter Richard anak direktur rumah sakit dan sebaliknya Richard juga tidak tahu wanita cantik dihadapannya itu sudah memiliki anak. Dokter Hendra tidak pernah menceritakan tentang Richard bahkan dirinya pun kaget saat bertemu pagi tadi, jika Richard mengenal Pamela atau sudah bertemu dengan Pamela sebelum pagi tadi.


"What do you think about Mela's doctor working at this hospital?" tanya Richard meminta pendapat Pamela setelah bekerja di rumah sakit ini di sela makan nya.


"I am happy and feel at home in this hospital even the welfare of the employees is met." Pamela mengatakan senang dan betah bekerja di rumah sakit karena kesejahteraan karyawan sangat diperhatikan seperti saat ini rumah sakit menyediakan kantin khusus karyawan, bahkan Pamela bisa kerja dan kuliah selain itu gaji yang menurut nya sesuai, penjelasan Pamela membuat Richard tersenyum.


"Be grateful if you enjoy working at this hospital." Richard merasa senang jika Pamela betah bekerja di rumah sakit ini karena akan selalu bertemu dengan Pamela tentu nya.


Semenjak bertemu dengan Pamela, dokter Richard sering ke rumah sakit pusat selain ada jadwal operasi atau bertemu dengan Pamela karena menurut nya Pamela dokter muda cerdas dan cantik lagi saat tahu Pamela mendapat beasiswa sewaktu sekolah hingga sekarang. Saat sedang ngobrol di sela makan tiba-tiba ponsel Richard berdering hingga berkali-kali tapi Richard tidak mengangkat nya hanya melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Sorry doctor Richard your cell phone seems like an important call." ujar Pamela saat ponsel Richard berkali-kali berdering namun tidak di angkat nya hingga Pamela berpikir itu panggilan penting secara Richard sebagai dokter bedah bisa aja ada operasi CITO (mendadak).


"Not an important call we continue the lunch." bahkan Richard mengatakan bukan panggilan penting mereka pun melanjutkan makan nya.


Sebenarnya Pamela tidak percaya diri makan siang bersama dokter Richard tapi mengingat dia satu profesi dokter dengan nya. Selesai makan siang mereka pun pergi meninggalkan kantin.


"Thank you for having lunch with me, Doctor Mela." Richard merasa senang bisa makan siang bareng dengan Pamela.

__ADS_1


"Same with Doctor Richard." ujar Pamela dengan senyum membuat Richard ingin dekat dengan Pamela.


Mereka pun berpisah di lobi karena Pamela harus standby di poliklinik dan Richard kemungkinan kembali ke klinik cabang dari rumah sakit Royal Melbourne hospital.


__ADS_2