
Semenjak usia Alvin setahun lebih Pamela tidak lagi kuliah dengan online atau virtual. Pamela sudah terbiasa meninggalkan Alvin untuk pergi kuliah karena Pamela tidak ingin tertinggal kuliah nya. Pamela terlihat mandiri dan lebih cantik bahkan tidak ada yang tahu kalau Pamela sudah memiliki seorang anak karena terlihat umur Pamela masih sangat muda.
"Alvin, mommy pergi dulu ya. Alvin ikut mami Rani." pamit pamela saat akan berangkat kuliah.
"Yes mommy." jawab Alvin
"Good...." Pamela mengusap lembut kepala Alvin.
"Iya Alvin, yuk main sama mami." Rani meraih Alvin dari gendongan Pamela bahkan Alvin enggan melepas kan Pamela untuk pergi. Rani yang selalu menjaga Alvin jika Pamela pergi kuliah karena keynan sudah waktunya masuk sekolah TK. Mama Ratih pun kadang liburan menjenguk Alvin itupun baru dua kali semenjak tiga tahun terakhir.
"Bye Alvin, mommy cepat pulang nanti Oke...." Pamela terpaksa harus meninggalkan Alvin karena sudah hampir terlambat untungnya perjalanan ke kampusnya hanya 1 jam dari rumah Rani. Meskipun tinggal di luar negeri Alvin di ajarkan bahasa Indonesia juga selain bahasa Inggris seperti keynan karena siapa tahu suatu saat akan pergi ke Indonesia.
"Tante saya pergi ya?" pamit Pamela, semenjak tinggal di Sydney hampir tiga tahunan lebih Pamela sudah terbiasa seperti saat ini Pamela naik bis menuju kampusnya selain itu juga bisa menghemat biaya meskipun masuk kuliah ini dengan beasiswa tapi untuk keperluan hidup Pamela dari uang sendiri bahkan tidak pernah merepotkan tante Rani dan kelurga nya masalah uang.
Sesampainya di kampus Pamela harus cepat cepat keruang dosen nya untuk mengumpulkan tugas yang sempat ketinggalan.
"Hello mr Edward, I'm Pamela, want to turn up my pending assignment." kata Pamela saat bertemu dosen yang dicari nya, Mr Edward pun langsung melihat tugas Pamela.
"Pamela, I am always satisfied with every result of the assignments I give, you are indeed smart." kata Mr Edward menyatakan selalu puas dengan tugas yang dari Pamela bukan kali ini saja tapi setiap dapat tugas dari mata kuliah Mr Edward selalu hasilnya bagus dan Mr Edward mengakui Pamela memang mahasiswi cerdas.
"Thank you Mr Edward, I will continue to learn from you." pamit Pamela karena setelah itu akan pergi ke perpustakaan untuk meminjamkan beberapa buku.
"Pamela, your supervisor later when you go to boarding school, Mr. Bryan."
"Ok Mr Edward, thanks you." setelah itu Pamela pergi ke perpustakaan.
Setelah sampai di perpustakaan Pamela langsung mencari buku yang diinginkan dan masuk ke kelas karena ada satu mata kuliah yang harus diikuti nya. Selesai kuliah Pamela langsung pulang jika tidak ada keperluan lain. Pamela tidak merasa terbebani dengan kehadiran baby Alvin justru membuat semangat dalam mencapai cita-cita dan sebentar lagi semester terakhir tapi Pamela bingung saat koas nanti bagaimana dengan Alvin karena akan lama ditinggal.
___________
Sekarang Vino lebih banyak menghabiskan waktu di perusahaan, apalagi kuliah nya yang sudah semester akhir. Tuan antoni jarang pergi ke perusahaan karena Vino sudah bisa menggantikan nya. Dan hari ini tuan Antoni kembali harus dirawat di rumah sakit.
"Pah..... papah istirahat saja jangan pikirkan perusahaan, kan sudah ada Vino." kata mama dewi.
__ADS_1
"Iya mah, papah sudah mempercayakan perusahaan dengan Vino dan dibantu farhan." ujar Tuan Antoni.
"Kata dokter besok papah boleh pulang dan disuruh istirahat sama dokter." semenjak tuan Antoni di diagnosa penyakit jantung membuat mama Dewi over protective.
"Syukur lah, mama nggak betah lama lama disini."
Suara ketukan pintu terdengar setelah terbuka pintu nya ternyata Vino.
"Bagaimana keadaan papah?" tanya Vino sepulang dari kantor.
"Sudah mendingan vin, bahkan besok dokter mengijinkan pulang." jawab mama Dewi.
"Papah istirahat aja biar Vino yang mengurus perusahaan." ucap vino kemudian menyandarkan kepalanya di sofa terlihat lelah saat mengurus perusahaan belum dengan mengurus skripsi nya. Belum lama menyadarkan kepala nya di sofa terlihat Vino sudah memejamkan mata.
"Seperti nya Vino kelelahan pah baru sebentar dah tertidur." kata mama Dewi saat melihat putra kesayangan nya tertidur.
"Papah dulu juga begitu mah, dan Vino yang merasakan nya sekarang." jawab tuan Antoni.
"Inti nya papah pernah seperti itu kan mah."
"Iya mamah tahu."
Karena terlihat kelelahan mama Dewi tidak membangunkan Vino malah memposisikan tidur Vino dengan benar dan menyelimuti tubuhnya hingga pagi.
"Mah, loh Vino koq nggak dibangunkan?" suara Vino setelah terbangun dari tidurnya sudah pag.
"Yaa, mama lihat Vino seperti sedang kecapean jadi mama tidak menggangu Vino." jawab mama Dewi.
"Trus gimana Vino mau kekantor mah." tanya Vino lagi.
"Mama sudah telepon farhan bentar lagi datang antar baju ganti kamu." sebelum Vino bangun mama Dewi menelepon farhan untuk membawakan baju buat ganti Vino ke kantor.
Dan benar saja setelah Vino mandi dikamar mandi rumah sakit farhan datang membawa paper bag yang berisi baju ganti untuk Vino. Setelah itu mereka pergi kekantor setelah berpamitan dengan tuan Antoni dan mama Dewi.
__ADS_1
Di kampus, entah sejak kapan Dika selalu mencoba mendekati Desi.
"Kenapa sih elo ngikutin gue terus sih." tanya Desi kesal karena Dika selalu mengganggu nya.
"Ih galak banget sih, gue kan mau kesana juga kali kan searah sama kamu kan?" tunjuk Dika yang memang mau mengikuti Desi pergi ke kantin yang ada di kampus.
Desi terkadang kesal sama Dika karena selalu mengganggu. Semenjak melihat Desi di cafe milik Andreas itu Dika suka mengganggu Desi, menurut nya Desi itu sebenar nya cantik tapi agak galak. Desi tidak suka dengan Dika karena teman Vino orang yang sudah menghancurkan sahabat nya Pamela meskipun Desi tidak tahu kalau sebenarnya Vino ingin bertanggung jawab dan sudah menyukai Pamela tanpa Desi ketahui.
"Terserah......" jawab Desi pasrah. Akhirnya Dika pun mengikuti Desi ke kantin.
Hingga sepulang kuliah, Desi yang biasa di jemput hari ini sopir nya tidak bisa menjemput nya. Alhasil Dika langsung menawarkan tumpangan untuk Desi.
"Belum di jemput?" tanya Dika dengan menghentikan mobilnya disebelah Desi.
"Bukan urusan mu." jawab Desi ketus
"Makin galak aja tuh, dah sepi juga nih kampus? ya entar kalau ada yang tak nampak lewat dah pasti tuh, apalagi dah mau hujan." goda Dika.
Sialan mau hujan pula, Pak Jali kemana sih lama banget jemput nya?. batin Desi
"Ya udah, gue numpang mobil elo turunkan di simpang sana." kata Desi terlihat ragu dan malu.
"Oke asiaap tuan putri." setelah Desi masuk ke mobil nya Dika pun langsung tancap gas.
"Tuan putri bangkee lo..." gumam Desi lirih hampir tak terdengar.
Setelah sampai disimpan yang tak jauh dari kampus, Desi meminta Dika menurunkan nya disitu.
"Udah sampai disini saja gue turun." ujar Desi.
"Kenapa nggak sekalian di antar sampai rumah?"
"Enggak Terima kasih, sopir gue akan menjemput ku bentar lagi." Mau dirayu apalagi seperti nya mood Desi agak susah di tebak, akhirnya Dika menurunkan Desi disimpang itu padahal Dika udah senang bisa mengantar pulang Desi. Ternyata sopir Desi terlambat menjemput nya karena ban mobilnya pecah dan masuk bengkel.
__ADS_1