Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Kau Milik Ku Selamanya


__ADS_3

Sesampainya di rumah Alvin langsung berlari masuk kedalam rumah yang sudah di tunggu mama Dewi dan tuan Antoni.


"Pah....... itu mereka pah." seru mama Dewi.


"Oma...... opa........" teriak Alvin langsung menghambur ke pelukan mama Dewi.


"Oh jagoan oma baru pulang, sini peluk cium sama oma." mama Dewi terlihat gemas sambil mencium pipi Alvin, meskipun hanya sehari tidak bertemu Alvin terasa rindu.


"Oma stop! alvin belum mandi oma." jelas Alvin.


"Apa......kalau gitu oma mandiin yuk." ajak mama Dewi.


Pamela dan Vino baru datang sambil berpegang tangan tersirat rasa kebahagiaan diantara keduanya membuat mama Dewi ikut bahagia, kini status pernikahan nya sudah di ketahui semua orang. Mereka sebenarnya tidak ingin menutupi status pernikahan nya karena ada satu hal yang membuat mereka untuk menyembunyikan status pernikahan .


"Biar Mela aja mah yang mandiin Alvin." kata pamela karena selalu merepotkan mama mertuanya.


"Nggak papa Mela biar mama yang mandiin kalian bersih bersih sana!" kilah mama Dewi.


"Alvin, oma mandiin ya?" tanya mama Dewi.


"Oke oma." jawab Alvin senang.


Kemudian mama Dewi membawa Alvin ke kamar nya dibantu bi asih yang menyiapkan air hangat untuk mandi Alvin tentu nya.


"Oma, Alvin sangat bosan sekali di kantor daddy." cerita Alvin sepanjang perjalanan ke kamar nya.


"Benarkah......" sahut mama Dewi.


Pamela hanya tersenyum bahagia melihat tingkah laku Alvin dan omanya.


"Sayang kita ke kamar yuk, Alvin sudah diurus sama mama." ucap Vino menggoda.


"Eheem.........." seru tuan Antoni saat pamela dan Vino melewati ruang keluarga terlihat tuan Antoni sedang menonton siaran berita di televisi.


"Maaf pah, kami baru pulang." ucap pamela kemudian menghampiri tuan Antoni dan mencium tangan nya diikuti Vino.


"Ya, setelah ini papah tunggu kalian untuk makan malam bersama."


"Ya pah." gumam Vino di ikuti pamela.


Beberapa saat kemudian mereka makan malam bersama dengan dengan penuh kehangatan.


"Papah senang masalah kalian sudah selesai." ujar tuan Antoni di sela makan nya.


"Iya vin, mama juga ikut bahagia anggap aja kemaren ujian kalian dalam rumah tangga." tambah mama Dewi.


"Iya mah, pah...... vino bahagia apalagi istri aku sangat pengertian tidak mudah terprovokasi." jelas vino tangan nya menarik pinggang pamela yang duduk di sebelah nya. "Terimakasih sayang.... cup." tambah nya sambil mencium pipi pamela.


Pamela terlihat malu karena ulah vino yang mencium diri nya di depan kedua orang tuanya.


"Terima kasih ya pah, mah sudah menerima pamela di keluarga ini." ucap pamela.


"Eh, kami justru bangga punya menantu seperti kamu sayang jadi nggak salah anak mama yang tak tahu diri ini memiliki kamu." jelas mama Dewi.

__ADS_1


"Apaan sih mah itu kan dulu sebelum........" kata vino terhenti.


"Mela, maaf kan perbuatan vino di masa lalu semoga sekarang vino lebih bertanggungjawab. Terima kasih ya sayang sudah menerima vino." kata mama Dewi dengan tulus.


Mendengar kata mama Dewi vino langsung terdiam jika mengingat masa lalu itu rasa bersalah terus menghantui nya bahkan dirinya sudah jatuh hati kepada pamela pada pandangan pertama namun pamela memilih pergi tapi takdir mempertemukan mereka, tak henti hentinya vino mengucap syukur dan terimakasih kepada sang pencipta.


"Vin, kamu kenapa?" bisik pamela tiba-tiba tangan vino menggenggam erat tangan nya.


"Sayang maafkan perbuatan ku dulu dan terima kasih sudah menerima ku untuk menjadi istriku." ucap vino dengan tulus.


"Kamu sudah sering mengucapkan itu vino, justru aku juga minta maaf dengan egois menolak mu tapi kan aku sudah bersamamu saat ini." ujar pamela.


"Terimakasih sayang." balas Vino.


Mama Dewi senyum senyum sendiri melihat tingkah Vino yang seperti budak cinta dengan istri nya.


Mereka kembali menyelesaikan makan malam nya meskipun ada sedikit drama, yah sekarang Vino terlihat lebih baperan jika mengenai pamela.


"Setelah ini papa mau bicara sama kamu." celetuk tuan Antoni.


Sementara itu mama Dewi memilih masuk ke kamar nya dan pamela menemani Alvin.


Setelah Alvin tidur pamela ke kamar dan mencari foto kedua orang tuanya yang tersimpan di dalam laci nakas nya.


Rasa kangen yang sangat dalam tanpa sadar pamela mengeluarkan air mata.


"Pah, mah, Mela kangen sama kalian." gumam pamela lirih.


"Semoga kalian bahagia di sana." pamela tidak bisa menahan air mata nya tiba-tiba Vino datang.


Ceklek


Suara pintu terbuka Vino langsung panik melihat pamela menangis.


"Sayang, kamu kenapa?" tanya Vino.


Pamela langsung mengusap bekas air matanya seakan menunjukkan kebahagiaan nya bukan kesedihan.


"Kalau aku ada salah aku minta maaf." kata Vino langsung memeluk pamela, mata Vino melihat foto kedua orang tua pamela di atas nakas.


"Mungkin aku juga meminta maaf dan mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah menghadirkan dirimu." Vino memandangi foto kedua orang tua pamela yang diambil dari atas nakas.


Pamela kembali tergugu jika mengingat saat orang tuanya masih bersama dirinya.


"Besok, sebelum ke kebun binatang kita akan mengunjungi mereka terlebih dahulu." ajak Vino ya di angguki kepala pamela.


Ya, mereka sudah berjanji mengajak Alvin pergi ke kebun binatang di akhir pekan.


"Dua bulan lagi ulang tahun perusahaan, papah ingin sekalian kita mengumumkan pernikahan kita." ujar Vino.


Ternyata tuan Antoni membicarakan selain masalah berita kemaren juga meminta vino untuk mengadakan pesta pernikahan.


"Oh ya vin, kemaren Desi memberiku undangan pertunangan mereka." kata Pamela kemudian membuka tas nya dan memberikan nya kepada vino.

__ADS_1


"Hah..... serius mereka mau menikah." ujar vino heran karena dika tidak pernah menyinggung akan menikah atau memberi tahu kepada nya.


"Kita pergi ke sana sebagai pasangan suami istri." kata vino dengan senyum nya karena Pamela sudah melupakan kesedihan nya.


"Iya dong aku akan datang bersama suami ku yang tampan ini bukan sama pacar." ucap Pamela karena tahu yang menikah kedua nya teman sekolah.


"Kamu mengakui suami mu tampan ya? Terus kalau soal pacar, siapa pacar pertama kamu?" tanya vino.


Deg, Pamela bingung untuk menjawab nya karena sewaktu sekolah tidak ingin berpacaran meskipun jatmiko pernah mengungkapkan perasaan nya pertama kali kepada nya.


"Soal itu aku tidak akan menjawab."


"Kenapa? pacar mu dulu jelek ya?" kesal vino.


"Hmm......pacar dulu tampan koq malah lebih tampan lagi dari artis." kata Pamela bohong membuat vino kesal.


Vino langsung naik keranjang tempat tidur karena hati nya cemburu, Vino yakin jika Pamela pernah punya pacar sebelum mengenal nya karena memiliki paras cantik banyak yang jatuh cinta pada nya. Pamela bingung melihat tingkah Vino dan berpikir Vino cemburu dengan omongan nya tadi, tanpa bertanya Pamela menyusul Vino dan tidur di samping nya.


Terlihat Vino memejamkan mata dengan tangan menopang menutupi sebagian wajahnya. Pamela yakin jika Vino lagi cemburu.


Pamela memiringkan tubuh nya menghadap ke Vino yang tidur telentang, jari jemari Pamela bermain di dada bidang Vino yang tertutup baju.


"Dulu aku nggak terlintas untuk menjalin hubungan dengan cowok karena aku punya mimpi besar tapi seseorang tanpa ku kenal menghancurkan hari hari ku dan datang tanpa tahu malu ingin menikah dengan ku." ungkap Pamela jari jemari nya masih bermain di dada Vino seakan membuat sketsa lingkaran.


Vino masih memejamkan mata seperti tidak ingin mendengar celoteh Pamela.


"Kamu tahu nggak? dulu aku sangat membenci lelaki itu, namun seiring berjalan nya waktu hatiku jadi goyah toh dia memang harus bertanggung jawab atas perbuatan nya." Tiba-tiba tangan Vino menghentikan jari jemari yang sedari tadi mengusik Vino.


"Jangan kamu teruskan aku kenal pria brengsek itu!" gumam Vino membuka matanya.


"Ya, dia memang brengsek tapi sangat mencintai ku. Aku bersyukur soal itu, mungkin dia memang jodoh ku." ujar Pamela dengan senyum.


"Apa kamu memang sengaja menggodaku?" Vino langsung bangun dan menindih Pamela.


"Mana mungkin aku menggoda mu? atau kamu pria brengsek itu?"


"Asal kau tahu pria brengsek itu sangat mencintai mu lebih dari apapun."


"Aku tahu karena aku jatuh cinta padanya."


Tersirat senyum tipis di bibir Vino tanpa aba aba Vino langsung mencium bibir Pamela semakin dalam dan ******* nya, tangan sebelah Vino menelusup di balik baju Pamela hingga membuat nya mengerang.


"Ah......" Pamela merasa tak siap karena tindakan Vino.


"Jangan pernah memuji pria lain di depan ku sayang!" bisik Vino tangan nya masih aktif bahkan melucuti semua yang menempel pada mela


"Kamu cemburu Vino?" tanya Pamela namun Vino enggan menjawabnya karena sudah di kuasai nafsu.


"Ahh Vino........" Pamela ikut tenggelam dalam permainan Vino yang sangat memabukkan dan liar bagaikan tersengat arus listrik kemudian dibawa terbang ke awan.


"Kamu milikku, dan kamu ibu dari anak-anak ku." batin Vino.


Vino berharap suatu saat di rahim Pamela ada anak nya lagi untuk teman Alvin mengingat dirinya lahir sebagai anak tunggal.

__ADS_1


__ADS_2