Malam Kelam Istimewa

Malam Kelam Istimewa
Kebahagiaan Dan Kesedihan


__ADS_3

Semenjak Richard menjadi direktur utama rumah sakit, Pamela lebih memilih menjaga jarak dengan Richard. Karena penolakan dari Pamela Richard pun terlihat cuek dengan Pamela tapi tidak tahu dengan hati nya, namun itu bukan masalah besar bagi Pamela. Bahkan Pamela berpikir kejadian waktu hampir ditabrak itu adalah perbuatan Laura tapi tidak ingin menuduhnya hanya perkiraan. Meskipun tinggal menunggu wisuda Pamela sudah menjadi dokter spesialis jantung termuda.


Siang hari Ryo mendatangi ruang dokter Hendra yang tak lain adalah papahnya.


"Come on pah, jangan bekukan kartu kredit Ryo." bujuk Ryo saat di kantor dokter Hendra.


"Tidak bisa, kamu terlalu bebas dan sering foya foya." jawab Hendra karena sudah kesal dengan Ryo.


"Papah ingin kamu mandiri Ryo, bahkan seusia kamu seharusnya sudah bisa membuat bangga orang tuanya." ujar dokter Hendra lagi.


"Ryo janji pah tidak akan foya foya lagi." kata Ryo terlihat serius lalu pergi meninggalkan ruangan dokter Hendra.


Seketika dokter Hendra menyandarkan tubuhnya di kursi tempat kerjanya. Dokter Hendra tak habis pikir kenapa anaknya tidak seperti dirinya hanya foya-foya dan keluyuran. Dari SMP Ryo sudah mengenal hiburan malam tanpa sepengetahuan nya karena saat itu Ryo memilih tinggal di apartemen. Sebenarnya kecerdasan dokter Hendra menurun ke anaknya tapi Ryo lebih memilih ke dunia IT atau Cyber dari pada medis seperti dirinya.


Sesampai di lobby rumah sakit Ryo kaget melihat Pamela dan matanya terbelalak saat lihat Pamela memakai jas dokter.


"Hai Mela...." panggil Ryo.


"Oh hai....kenapa di rumah sakit, apa ada yang sakit?" tanya Pamela.


"Nggak ada, hmm.... tadi ada urusan aja disini tapi dah selesai." jawab Ryo sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Oh kirain ada yang mau di jenguk."


"Ternyata kamu seorang dokter, aku hampir tak mengenal mu habis nya kamu cantik banget." Ryo pun menggombal tapi sebenarnya Ryo memang terpesona dengan Pamela.


"Apaan sih.... hahaha...." mereka pun tertawa bersama.


Dari jauh Richard merasa tidak suka saat melihat mereka tertawa berdua dan berpikir apa karena lelaki itu, Pamela menolak nya bukan karena laura yang sudah melabrak nya waktu itu. Richard pun memilih pergi daripada hatinya semakin kecewa.


"Aku mau menagih janji kamu ya? minta ditraktir selepas dinas nanti." kata Ryo.


"Ya udah kita minum kopi di depan cafe rumah sakit ini sekarang, saya sudah selesai praktik hari ini." ajak Pamela.


"Okay....


Pamela dan Ryo pun pergi ke cafe yang ada di seberang jalan rumah sakit. Mereka pun langsung memesan minum dan cemilan setelah mendapat tempat duduk. Ryo memesan coffee americano sementara Pamela coffee latte.


"Aku nggak nyangka ternyata kamu seorang dokter." kata Ryo memulai percakapan nya.


"Iya karena ini cita cita ku sadari kecil." jawab Pamela. "Memang nya apa cita citamu dulu?" imbuhnya lagi.


"Aku nggak tahu, bahkan papah ku menginginkan aku mengikuti jejak nya tapi aku tidak begitu tertarik. Sudah lama tinggal di sini?" tanya Ryo, Pamela tidak tahu jika Ryo anak dokter Hendra.


"Lumayan, aku kesini setelah lulus SMA sih sampai sekarang." jelas Pamela


Lagi asyik mengobrol pelayan cafe datang membawa pesanan mereka.


"Thank you..." kata pamela ke pelayan cafe.


Mereka pun melanjutkan obrolan nya sambil menikmati coffee dan cemilan yang sudah dipesan nya. Mereka juga bertukar nomor ponsel. Satu jam mereka mengobrol di cafe itu kemudian Pamela harus kembali ke rumah sakit lagi.


"Eh sorry ya, aku harus kembali ke rumah sakit sekarang." ucap Pamela.


"Ya udah aku akan mengantar mu."


Ryo pun mengantar ke rumah sakit lagi meskipun cafe terletak di seberang rumah sakit tapi mereka tetap memakai mobil. Beberapa saat kemudian mobil Ryo berhenti di depan lobby utama pintu masuk rumah sakit.

__ADS_1


"Thank you Ryo...."


"Okay bye....


Mobil Ryo pun meninggal kan lobby rumah sakit. Saat akan masuk rumah sakit Pamela bertemu dengan Richard namun saat akan menyapa nya Richard lebih dulu membuang muka seakan tidak melihat dan melanjutkan langkah nya karena sopir nya sudah menunggu di depan lobby.


Kenapa sih orang itu? aneh. batin pamela kemudian melanjutkan langkah nya.


__________


Hari ini Pamela mengikuti wisuda yang kedua tapi bukan kelulusan melainkan lulus sebagai dokter spesialis jantung. Pamela mengambil cuti satu hari, tak henti henti nya mama Ratih menangis bahagia.


"Mommy what's wrong with oma, why are you sad?" tanya Alvin.


"Grandma is fine, seeing Mommy pass graduation today, dear." jawab Pamela kemudian memeluk Alvin dan mencium nya.


"Stop! Alvin is big, Mommy, don't hug and kiss." teriak Alvin saat Pamela memeluk dan menciumi nya karena merasa sudah besar padahal masih anak TK.


Pamela kaget mendengar apa yang dikatakan kemudian tertawa dan mencoba menggoda nya.


"Oh Alvin is now big huh?" tanya Pamela


"Yes mommy."


"So, Alvin sleeps alone from now on." goda Pamela dengan menyuruh nya tidur sendiri.


"Big no, Alvin doesn't want to part with Mommy." Alvin tidak mau jika harus tidur sendiri Pamela yang mendengar nya hanya tertawa.


Pamela menghampiri mama Ratih dan Rani yang kebetulan bisa hadir tapi hanya bersama keynan karena Rey harus bekerja.


"Mama enggak sedih sayang, mama hanya menangis bahagia atas apa yang kau capai hingga detik ini dengan usaha mu sendiri." jawab mama Ratih.


"Karena mama dan Alvin yang membuatku semangat, juga tante Rani dan om Rey, ya kan keynan?" ujar Pamela. Keynan terlihat dewasa karena usianya sudah menginjak 8 tahun lebih tua dari Alvin.


"Tante ikut bahagia Mela dan mulai sekarang kau harus memikirkan jodoh jangan karir terus karena Alvin butuh sosok seorang ayah." ucap Rani membuat Pamela terdiam.


"Iya tante, akan Pamela pikirkan untuk itu." jawab Pamela.


Mungkin sudah saatnya Pamela untuk memikirkan pasangan untuk dirinya yang mau menerima kekurangan dan kelebihan nya terutama dengan Alvin.


"Okay, Keynan and Alvin, let's eat burgers now." ajak Pamela.


"Yeah Alvin wants....." jawab Alvin


"Keynan too..." jawab keynan.


Mereka pun pulang dan mampir ke restoran cepat saji dan bermain sepuasnya, mama Ratih sudah tidak sedih karena hati sangat bahagia namun air mata nya ikut luruh karena teringat sang suami tidak bisa melihat keberhasilan yang sudah di capai Pamela.


______________


Keesokan harinya Pamela bangun tergesa-gesa karena kesiangan. Sepulang acara wisuda kemarin Pamela mengajak mereka makan di restoran dan mengajak nya ke Sydney Aquarium karena kesibukan Pamela hingga tak sempat mengajak Alvin untuk jalan jalan.


Sesampainya di rumah sakit banyak yang memberi selamat padanya saat ketemu dengan Pamela bahkan dokter Hendra langsung menemui Pamela.


"Congratulations on Pamela's graduation, kamu memang pantas mendapat kan gelar dokter spesialis jantung termuda." ucap dokter Hendra saat ketemu Pamela.


"Terima kasih dokter Hendra yang selalu ikut support Pamela." jawab Pamela.

__ADS_1


"Semoga dengan bertambah gelarmu ini akan selalu menjadi dokter tauladan dan bermanfaat bagi yang membutuhkan pertolongan hingga akhir hayat kita dimana pun kamu berada." pesan dokter Hendra.


"Iya dokter, saya akan selalu mengingat pesan dokter." jawab Pamela.


"Sekali lagi selamat ya Mela, Saya harus visit ke ruangan pasien saya karena sudah waktunya." pamit dokter Hendra.


"Baik dokter, Terima kasih...." kata Pamela dan dokter Hendra pun menganggukkan kepala kemudian melangkah pergi.


Dari jauh perawat Nancy memanggil Pamela dan membawa sebuket bunga.


"Dokter Mela selamet ya, wow dokter Mela memang luar biasa....." kata Nancy langsung memeluk Pamela.


"Thank you Nancy..." jawab Pamela membalas pelukan Nancy hingga beberapa saat.


"Beautiful flowers for doctor Mela, as an expression of my happiness." kata Nancy sambil memberikan buket bunga kepada Pamela.


"Aku tidak tahu kalau Nancy bisa seromantis ini, but thank you Nancy." balas Pamela.


Dokter Arnett dan dokter reza pun ikut menghampiri Pamela untuk memberi selamat karena sebelum nya pernah ikut bareng dinas sama mereka waktu koas. Dokter dan perawat lainnya juga memberi selamat kepada Pamela.


Ada rasa bahagia Pamela saat rekan sejawat nya memberi selamat padanya, padahal dirinya hari ini terlambat datang karena kesiangan namun tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Saat Pamela ingin keruangan poli bertemu dengan Richard di lobby. Tiba-tiba Richard mengulurkan tangan nya dan tangan sebelah masuk dalam saku celananya.


"Congratulations doctor Mela for his success Hopefully the knowledge is useful." ucap Richard dengan mengucap kan selamat untuk keberhasilan Pamela.


"Thank you doctor Richard." jawab Pamela.


Dari jauh terlihat Laura sangat geram kemudian datang menghampiri mereka berdua dengan penuh emosi.


"Honey......" panggil Laura mendekat ke Richard.


Mendengar suara Laura membuat mereka menoleh.


"Oh ada wanita ****** disini, enggak takut sama ancaman ku waktu itu ya?" kata Pamela dengan mendekatkan bibir nya di samping telinga Pamela. Mata Laura melirik bunga yang di tangan Pamela dan berpikir pemberian dari Richard.


"Maaf yang kamu lihat ini hanya salah faham." kata Pamela membuat Richard mengernyit kan alisnya.


"Honey, don't you know that behind the profession she is a *****." ucap Laura manja ke Richard.


"Honey, you should know that she has an illegitimate child." ucap Laura membuat emosi Pamela, begitu juga dengan Richard sangat terkejut mendengar nya saat Laura bilang Pamela memiliki anak haram.


"Kau, salah saya apa sama kamu? hingga kau membenciku jangan urusi kehidupan ku?" kata Pamela emosi


"Salah kamu karena tidak mendengar ucapan ku kemaren." kata Laura sambil menyilang kan kedua tangan nya didepan dada.


Richard dibuat pusing antara Pamela dan Laura karena kurang paham yang dibahas mereka. Keributan mereka membuat orang orang yang melintas jadi tertarik untuk melihatnya.


"Doctor Richard please tell your lover that we are not in any relationship." Pamela meminta klarifikasi Richard jika dirinya tidak ada hubungan apapun supaya Laura tahu jika ini salah paham. Richard bukan menuruti kemauan Pamela tapi justru memarahi Laura.


"Laura deserves us to think about our relationship. Introspect yourself." kata Richard membuat Laura jadi emosi.


"Oh you prefer this *****, as long as you know this woman already has a child without a husband." dengan keras nya Laura mengatakan jika Pamela memiliki anak tanpa suami.


Bahkan semua orang yang mengenal Pamela jadi terkejut karena saat keributan itu terjadi berada di lobby dekat poliklinik dan pas keadaan lagi ramai. Pamela hanya menunduk kan kepala berbeda dengan Laura saat ini tersenyum puas.


Tiba-tiba ada tangan yang menarik Pamela untuk pergi menjauh dari tempat itu karena akan semakin dipermalukan.


Siapa yang menolong Pamela? ikuti terus kelanjutan nya. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2