
Papan pengumuman yang biasa sepi, hari ini rame di kerumuni kelas XII karena hari ini pengumuman kelulusan. Yang merasa namanya tertera dipapan pengumuman marasa bahagia meskipun dengan nilai rata rata namun yang membuat terkagum-kagum nama Pamela Ridhliani menempati nomor pertama dengan nilai sempurna. Banyak yang membicarakan Pamela karena kepintaran nya hingga mendapat nilai sempurna.
"Yee kita lulus....nggak sia sia pengorbanan gue untuk belajar" teriak Bona.
"Wah gila! Pamela di urutan pertama dengan nilai sempurna." Desi merasa bangga mempunyai teman Pamela.
"Iya, gue bangga punya teman seperti Pamela." ujar Bona.
"Eh gue belum lihat Pamela pagi ini?" tanya desi.
"Iya, mungkin telat datang dia." jawab Bona.
"Woi minggir kalian kami juga mau lihat." teriak wati datang bersama jesy dan nia ingin melihat papan pengumuman juga.
"Yes gue lulus...." teriak Nia kegirangan meskipun dengan nilai rata rata.
"Gue juga lulus yee....." wati nggak kalah heboh namun berbeda dengan jesy. Jesy terlihat kurang puas dengan nilai nya, sebenarnya jesy lulus namun di peringkat 3 besar merasa terkalahkan dengan Pamela bahkan peringkat 2 di raih anak IPS 1
"Hmm norak....." ejek Bona.
Saat mereka asyik melihat nama nama kawan mereka yang di papan pengumuman, datang jatmiko yang di ikuti Vino, Dika dan Andreas.
"Jatmiko tuh jes!" kata wati namun jesy masih terdiam.
Saat jatmiko dan ketiga kawan nya datang, para cewek langsung terpesona dengan ketampanan keempat cogan ini terutama Vino dan jatmiko. Banyak yang berbisik bisik membicarakan mereka.
"Gila hari ini gue terakhir lihat mereka....
''Iya kalau boleh tahu, kuliah di kampus mana mereka nanti?....
"Sayang nya kita tidak tahu bahkan nomor handphone mereka.....
Dika dan Andreas senang mereka lulus meskipun dengan nilai rata rata sedangkan jatmiko di peringkat ke 4 dan vino di peringkat ke 5.
"Gue nggak nyangka, elo hebat juga vin." seru Dika namun Vino hanya tersenyum apalagi saat melihat nama Pamela diurutan pertama. Sementara Jatmiko mata nya menoleh ke sekeliling sekolah mencari keberadaan Pamela, saat dari jauh orang yang dicarinya datang hatinya senang dengan senyum bahagia. Jatmiko menghampiri Pamela saat tiba ditempat pengumuman.
"Mela selamat kamu peringkat pertama dengan nilai sempurna." Jatmiko langsung memeluk Pamela membuat nya membeku atas tindakan jatmiko yang tiba-tiba memeluk nya.
__ADS_1
Pamela terlambat datang karena perutnya terasa mual apalagi kemarin nya makan seblak sangat pedas.
"Terima kasih." jawab Pamela saat jatmiko mengurai pelukan nya lalu tersenyum. "Selamat buat lo juga."
"Iya, gue gabung ke mereka dulu ya." kata Jatmiko.
Jesy yang melihat jatmiko memeluk Pamela membuatnya tambah kesal dan mengepalkan tangan nya lalu terlintas rencana ingin mempermalukan Pamela di hadapan orang. Begitu pun Vino saat Jatmiko memeluk Pamela hatinya seakan tidak terima namun dia tidak bisa berbuat apa apa karena dia bukan siapa-siapa nya Pamela apalagi setelah tahu cewek yang di sukai jatmiko adalah Pamela, tak ada keberanian Vino bahkan di Australia Vino sangat mudah mendekati cewek begitu juga sebaliknya karena ketampanan nya banyak yang suka sama Vino namun Vino hanya menganggap biasa dan hanya teman di ranjang. Menurut Vino, Pamela cewek yang berbeda dari cewek yang ditemui nya tidak heboh saat melihat nya apalagi Pamela anaknya pintar dan cantik.
"Mela kuuh....selamat ya elo peringkat pertama." teriak Bona saat Jatmiko sudah bergabung dengan teman nya, langsung memeluk Pamela di ikuti Desi, mereka sangat bahagia.
Saat Pamela, Desi dan Bona saling pelukan datang jesy dan kedua temannya mendekat. Bona yang melihat jesy dan gang nya mendekat langsung pasang badan untuk Pamela.
"Mo ngapain lo kemari?" tanya Bona ketus
"Biasa aja dong nggak usah ketus gitu." jawab Wati.
"Gue cuma mau ngucapin selamat buat temen lo itu." ujar jesy. Semua yang ada disitu terheran, jesy mau ngucapin selamat karena selama ini mereka seperti rival.
"Selamat atas peringkat utama nya,...... ******." kata jesy dengan senyum smirk nya.
Bona dan Desi mendengar kata jesy jadi tersulut emosi.
"Oh gue tahu karena elo temen nya, pasti kalian tutupi kan? apa perlu gue kasih tahu di sini." ujar wati membuat perhatian orang yang ada di situ.
"Maksud lo apa bangkee?" Desi geram melihat jesy dan kawannya.
"Elo hebat, hamil saat mau lulus." jesy memajukan bibir nya dekat telinga Pamela. Pernyataan jesy mengundang perhatian semua orang terutama Jatmiko, Vino, Dika dan Andreas, mereka saling pandang.
DEG
Raut wajah Pamela seketika berubah sedikit cemas ternyata jesy mengetahui kalau dirinya hamil tapi kenapa jesy dan kawan nya bisa tahu. Desi langsung mendorong jesy hingga terjatuh membuat Wati emosi lihat sahabat nya di dorong sampai jatuh.
"Asal kalian tahu, kalian itu cuma iri kan sama Pamela." bentak Bona, wati sudah kesal ingin menampar Bona namun saat akan menampar Bona, Pamela sudah di depan Bona jadi terkena lah tamparan itu di pipinya hingga membuat nya pingsan.
"Mela, bangun Mela!..." teriak Desi saat Pamela ambruk di sampingnya. Jatmiko yang melihat nya langsung mendekat dan menggendong Pamela ke UKS.
"Dokter tolong! dia pingsan." teria Jatmiko saat sampai di UKS lalu membaringkan Pamela di atas brankar tepat tidur dan kebetulan ada dokter jaga di UKS.
__ADS_1
"Baiklah kamu keluar dulu biar saya periksa keadaan nya." kata dokter vera yang jaga di UKS. Jatmiko mengikuti perintah dokter kemudian keluar dari ruangan UKS. Desi dan Bona sudah sampai di UKS lalu masuk kedalam.
"Mel elo nggak kenapa napa kan?" tanya Bona saat dokter sudah selesai memeriksa keadaan Pamela.
"Teman kamu lagi hamil ya?" tanya dokter vera.
"Iya dokter tapi nggak kenapa napa kan?" Desi terlihat khawatir.
"Nggak papa hanya kelelahan saja, biarkan dia istirahat." jawab dokter vera lalu pergi dari tempat dimana Pamela terbaring.
"Iya dokter terimakasih." kata Desi lega Pamela sudah sadar dari pingsan nya.
"Cowok yang tadi siapa nya siswi ini?" dokter Vera penasaran karena melihat kekhawatiran jatmiko.
"Bukan siapa-siapa dokter hanya teman." jawab Bona.
"Oh begitu, ya udah kalian temani dia, saya mau pergi sebentar." pamit dokter Vera.
Setelah sepeninggal dokter Vera keluar dari UKS, Jatmiko masuk kedalam setelah mendengar Pamela hamil.
"Sorry ada yang ingin gue tanyakan. Apa benar Pamela hamil?" jatmiko mendekat ke Desi dan Bona. Mendengar suara Jatmiko membuat Desi dan Bona terkejut bahkan Pamela juga. "Karena ini! kamu selalu menghindar dan aku selalu menunggu jawabanmu. Sekarang saya sudah tahu jawaban nya, tapi siapa yang sudah memiliki hatimu?" Jatmiko merasa kecewa karena sudah lama menunggu balasan cinta dari Pamela namun apa yang didapat nya ternyata Pamela hamil.
Desi yang melihat ketulusan jatmiko lalu menceritakan kejadian yang sudah terjadi pada Pamela waktu itu. Mendengar penjelasan Desi, raut muka Jatmiko terlihat marah lalu keluar dari ruangan UKS. Di depan UKS jatmiko melihat Vino langsung mencengkeram kerah baju Vino dan menonjok muka Vino hingga bibir nya keluar darah.
"Brengsek ternyata elo yang sudah merusak masa depan Pamela." ujar jatmiko sinis dan lagi lagi memberi pukulan ke wajah Vino bahkan Vino hanya diam tak membalas meskipun wajahnya terlihat lebam.
"Elo tidak berubah brengsek, sejak kecil elo selalu merebut apa yang gue miliki dan orang yang gue suka kau buat hancur masa depan nya." Jatmiko pun pergi saat Vino terlihat babak belur wajahnya.
Banyak pasang mata yang melihat kejadian ini bahkan jesy dan kawan kawan nya terkejut saat melihat jatmiko begitu marahnya sama Vino karena kemungkinan Pamela hamil dengan Vino. Dengan wajah yang penuh luka Vino masuk kedalam UKS dan menemui Pamela.
"Apa benar elo hamil? apa itu anak gue atau ada cowok lain." tanya Vino membuat Pamela membuang muka nya. "Oke, diam elo gue anggap jawaban iya." Vino pun melangkah pergi tapi langsung dihentikan sama Desi.
"Dasar cowok brengsek lo, sekalian gue tadi suruh jatmiko buat kaki sebelah elo cacat. Asal lo tahu Pamela bukan cewek gampangan dan nggak pernah berhubungan dengan laki-laki ya." jelas desi dengan penuh emosi.
DEG
Hati Vino seakan terkena hantaman kuat disisi lain dia senang kalau yang dikandung Pamela anak biologis nya tapi Vino sudah terlanjur menyakiti perasaan Pamela.
__ADS_1
Saat ini Pamela merasa sedih karena semua orang sudah tahu dirinya sedang hamil, dan meminta Bona dan Desi untuk mengantar nya pulang.