
Pamela sampai di rumah sudah larut malam karena asyik ngobrol dengan pak sam dan istri nya. Pamela juga mengabarkan jika dirinya sudah menikah kemungkinan rumah akan sering kosong. Pamela sudah meminta ijin kepada Vino jika sepulang dinas akan mengunjungi rumah orang tuanya jadi tidak membuat nya khawatir.
Saat memasuki rumah sudah nampak sepi, Pamela berpikir mungkin sudah pada tidur.
Ceklek
Pamela membuka kamar tapi tidak menemukan Alvin hanya melihat Vino duduk di sofa dengan laptop dipangkuan nya yang sedang mengerjakan kerjaan kantor nya.
"Loh Alvin mana?" tanya Pamela.
"Sudah pulang? tadi Alvin di ajak tidur dikamar mama." kata vino masih serius dengan laptop nya.
"Oh......
Pamela meletakan tas kerjanya kemudian masuk ke kamar mandi. Vino masih terlihat serius dengan pekerjaan nya bahkan tidak melihat Pamela yang sudah keluar dari kamar mandi dengan bathdrobe nya
Tiba-tiba vino memeluk Pamela dari belakang saat Pamela ingin mengambil baju di lemari.
"Sayang, aku merindukan mu." Vino menempelkan wajahnya di bahu Pamela dan kedua tangan Vino memeluk perut Pamela.
"Vino......." kata Pamela lirih.
"Biarkan begini sebentar sayang." Vino semakin mempererat pelukan nya.
Pamela masih membeku karena Vino tiba-tiba memeluknya dari belakang. Sesaat kemudian Vino memutar tubuh Pamela hingga berhadapan dengan nya dengan posisi Vino memeluk pinggang Pamela posesif hingga tanpa jarak.
"Sayang apa kamu tidak merindukanku?" tanya Vino lagi.
"Ya, aku merindukanmu." jawab Pamela gugup karena tahu apa yang akan dilakukan Vino padanya.
Cup
Vino mencium bibir Pamela, melihat tidak ada reaksi akhirnya Vino kembali mencium dan ******* nya dengan lembut. Pamela membalas ciuman Vino hingga keduanya terlena sampai kehabisan pasokan oksigen membuat keduanya seperti susah bernapas. Pamela dan Vino menghirup napas sebanyak-banyaknya setelah mereka saling melepas ciumannya.
"Sayang, mama pasti sengaja mengajak Alvin tidur di kamar nya." bisik Vino di telinga Pamela.
Vino kembali menatap Pamela hingga kedua mata mereka saling beradu. Vino mengangkat tubuh Pamela membawa nya ke tempat tidur.
"Sayang, apakah malam ini aku bisa melakukan nya sekarang." Vino meminta persetujuan Pamela setelah mendapat anggukan kepala Pamela, Vino kembali mencium bibir Pamela dan ******* nya kasar seakan meminta lebih.
Dan mereka akhirnya melakukan penyatuan dan melewati malam panjang setelah pernikahan tanpa beban dan yang pasti dengan perasaan cinta satu sama lain. Setelah menuntaskan penyatuan mereka tertidur lelap bahkan Vino memeluk erat Pamela saat tidur seakan tidak ingin melepaskannya hingga menjelang pagi tiba.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar dari luar.
"Sayang, bangun sudah siang." bisik Vino, suara ketukan pintu masih terdengar.
"Den Vino dan Nona mela ditunggu tuan dan nyonya sarapan." suara bi asih dari luar kamar.
"Hah.......jam berapa sih?" tanya Pamela dengan mata baru bangun.
__ADS_1
"Hmm sudah jam tujuh pagi sayang." kata Vino dengan senyum menggoda. "Apa kita lanjutkan yang semalam." lanjutnya.
"Apa!? jam tujuh, kita kesiangan Vino. Kenapa tidak membangun kan aku." Pamela langsung beranjak dari tempat tidurnya bahkan tidak sadar jika dirinya masih tanpa busana.
"Aishh..... kenapa perih sekali sih." gerutu Pamela hingga mau tersungkur saat mau beranjak. Dengan langkah yang tidak normal Pamela pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Vino yang melihat tingkah Pamela hanya tersenyum kemudian memakai piyama nya dan menghampiri suara pintu.
"Iya bi..... bentar lagi kita turun." ucap Vino setelah membuka pintu.
"Baik den, nanti saya sampai kan kepada nyonya." akhirnya bi Asih kembali ke lantai bawah.
Vino membuka kembali baju piyama nya untuk mandi saat terlihat Pamela sudah keluar dari kamar mandi.
"Sayang kita nggak usah berangkat kerja saja hari ini." ucap Vino saat akan masuk kamar mandi.
"Nggak bisa Vino, aku masih ada tanggung jawab sebagai dokter jadi aku tidak ingin sering sering meninggal kan tugas dokter." lugas Pamela.
"Mungkin nanti kamu harus ambil cuti lagi, karena kita belum pergi honeymoon."
Dengan raut kecewa Vino pergi ke kamar mandi.
Pamela sudah siap dengan bajunya tak lupa menyiapkan baju kantor Vino. Keluar dari kamar mandi Vino melihat Pamela sudah rapi dan cantik.
"Vino, aku turun duluan ya? mereka pasti sudah menunggu kita." kata Pamela.
"Iya sayang kamu duluan turun Alvin pasti menunggu mu karena semalam tidak melihat mu." ucap Vino.
"Pagi mah, pah....." sapa Pamela sambil mencium kening Alvin.
Pamela sedikit bangun kesiangan jadi nampak terburu buru akibat tadi malam.
"Mana Vino, Mela?" tanya mama Dewi.
"Bentar lagi juga turun mah." jawab Pamela.
Vino menuruni tangga dengan pakaian jas kantor nya sambil bersiul riang.
"Seperti nya mood nya lagi bagus tuh Mela, kamu kasih booster apa sama dia?" canda mama Dewi karena melihat Vino lebih fresh dan semangat pagi ini.
"Pagi pah, mah......." sapa Vino lalu mencium pipi mama Dewi dan Alvin.
"Eh koq mama sih yang di cium." kata mama Dewi.
"Untuk istri aku pasti dong mah........cup." kata Vino kemudian mencium pipi Pamela yang sedang mengambil kan sarapan dirinya.
Mama Dewi hanya tersenyum dengan tingkah Vino dan berpikir saat Alvin tidur dengan nya pasti ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. Untung nya Pamela memakai kemeja untuk menutupi jejak ulah Vino kalau terlihat mama Dewi pasti vino akan mendapat bullyan dari mama Dewi.Tuan Antoni hanya geleng-geleng kepala melihat mereka.
"Mela kalian tinggal disini saja, untuk Alvin biar mang ujang yang menjemput nya pulang sekolah. Lagian mama juga biar ada teman." bujuk mama Dewi.
"Tapi mah....."
__ADS_1
Pamela ragu karena tidak ingin meninggalkan rumah orang tuanya kosong tapi Pamela sudah memasrahkan kepada pak sam dan istrinya saat mengunjungi rumah nya kemaren.
"Iya sayang jadi kamu nggak kepikiran Alvin, sepulang sekolah biar mama yang jaga." ucap Vino.
Pamela terdiam dan mencerna maksud dari Vino karena menurut nya benar jadi Alvin ada yang jaga jika sepulang sekolah dari pada bu sam mungkin Alvin lebih memilih mama Dewi.
"Tapi kalau libur kalian bisa menginap di rumah orang tuamu." saran mama Dewi.
"Ya mah....." Pamela pun pasrah.
"Yuk berangkat sayang....." ajak Vino.
Selesai sarapan mereka berangkat. Seperti sebelumnya Pamela mengendarai sendiri mobilnya dan mengantar Alvin.
"Kenapa sih mah?" Tuan Antoni.
"Mama suruh mereka tinggal di sini pah tapi Pamela tidak ingin membiarkan rumah orang tua nya kosong." jawab mama Dewi.
"Biarkan mereka yang menentukan mah biar nggak di ganggu sama mama waktu berduaan mereka."
"Mama mengkhawatirkan Alvin pah, nggak ada yang menjaga Alvin."
"Ya....terserah mama." tuan Antoni menikmati kopi paginya yang sudah di siapkan.
Bahkan Vino dan Pamela belum memutuskan untuk pergi honeymoon karena pekerjaan.
Sepanjang perjalanan Vino senyum sendiri membuat farhan keheranan. Farhan jadi berpikir mungkin bosnya itu sedang bahagia.
"Bos sebentar lagi kita akan ada rapat dengan kepala bagian." kata farhan mengingatkan.
"Sampai di kantor kita langsung memulai rapatnya Farhan." ujar Vino tidak seperti biasanya yang menunda rapat beberapa menit karena dirinya kesiangan.
Dan benar saja saat rapat dimulai hingga akhir Vino terlihat baik tidak marah marah jika ada laporan yang kurang atau perlu di perbaiki.
"Rapat kita akhiri sampai disini saya harap tingkat kan kinerja kalian agar kita bisa mencapai target yang maksimal. Selamat bekerja" ucap Vino sebelum keluar dari ruang rapat yang diikuti Farhan.
"Farhan mungkin hari ini saya tidak ke rumah sakit, saya akan menyelesaikan semua berkas berkas ini jadi saya minta tolong kamu belikan makan siang untuk ku dan Pamela tentunya." kata Vino saat tiba di ruangan nya.
"Baik bos....."
Farhan masih heran dengan perubahan jos nya itu, biasanya setelah selesai rapat langsung pergi ke rumah sakit dengan alasan ingin melihat istrinya. Tapi farhan salut dengan Vino semua bisnis papa nya dia sendiri yang mengendalikan.
Farhan pergi membeli makan sesuai dengan perintah Vino dan memesan makanan untuk Pamela melalui jasa kurir untuk mengantarkan makanan itu ketempat Pamela.
_________
Di belahan lain, Rio mengikuti penerbangan Sydney-jakarta di pagi hari waktu setempat dan sampai di bandara jakarta pukul 9 pagi.
Rio keluar dari Bandara langsung menuju hotel Damares yang tak lain milik keluarga Vino karena tidak cukup sulit bagi nya mengetahui keluarga Vino dan usaha nya karena keahlian Rio di bidang IT bahkan sekarang sudah memiliki perusahaan sendiri.
Setelah sampai di hotel Rio merebahkan tubuh nya di kasur hotel untuk menghilangkan jet lag. Kedatangan Rio ke Indonesia karena ingin bertemu seseorang sekaligus mengunjungi teman sekolah nya dulu.
__ADS_1
BERSAMBUNG